NovelToon NovelToon
Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Badboy
Popularitas:43.2k
Nilai: 5
Nama Author: Shoffan Rahman

+++Happy reading++++
Di ingatkan, cerita ini hanyalah fiktif belaka dari pemikiran penulis, jadi bila ada kesamaan nama dan tempat mohon dimaafkan.

Cerita ini berkisah tentang seorang narapidana yang harus menebus hutang pamannya dengan cara menikahi seorang wanita yang cacat.

Kok segitu doang sih, min?
Penasaran? ya, dibaca dong kawand:)
Mohon saran dan kritik, agar bisa memperbaiki diri lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shoffan Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Suami Istri

"Selamat bos atas pernikahannya." Ucap Leo sambil mengulurkan tangannya, hendak berjabat tangan dengan Deka. Sama seperti orang lainnya, Leo datang kemari hanya sebagai tamu undangan.

"Hah?! Untuk apa ucapanmu barusan?" Balas Deka dengan seringai menakutkan khas dirinya.

"Heh, ayolah bos. Jangan terlalu tempramental. Ingat habis ini malam pertama, bos." Leo mengucapkannya sambil mendekati Deka seolah ingin hanya Deka seorang yang mendengar ucapannya. Dan tentunya hal itu memancing sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan olehnya. Ingin rasanya Deka memukul Wajah pria itu. Tapi dengan cepat Leo menjauh darinya.

Leo langsung membuat tanda v dengan jarinya seraya berjalan menjauh dari tempat Deka berdiri.

Prosesi pernikahan yang cukup megah itu dihadiri oleh banyak orang. Mulai dari kalangan menegah sampai kalangan atas turut hadir dalam acara tersebut. Bahkan terlihat beberapa orang yang nampak sangat familiar di televisi. Tapi dari semua itu, hanya segelintir orang saja yang Deka kenal. Itupun hanya anggota keluarga paman Deka yang tak seberapa.

Deka sengaja tidak mengundang banyak orang kenalannya dalam prosesi pernikahan ini. Baginya pernikahan atas dasar politik ini tidak perlu sampai diketahui oleh orang banyak. Toh, dia juga tidak yakin pernikahan ini akan bertahan lama.

Saat Deka masih dalam lamunannya, sebuah tangan menepuk lengannya. Tentunya itu berasal dari satu-satunya wanita yang berada disampingnya, istri sah yang baru beberapa menit lalu ia sematkan cincin pernikahan.

"Ayo kita pergi," Ucap Milla pada Deka dengan tatapan lurus ke depan.

"Oh, ayo!"

Deka yang sedikit kaget langsung berjalan mendahului Milla.

"Tapi, kita mau pergi kemana? bukan,," Deka menengok kebelakang. Ia binggung kenapa Milla hanya terdiam padahal barusan mengajaknya untuk pergi.

"Aish, dasar bodoh!" Umpat Deka dalam hati. Bisa-bisa ia lupa kalau Milla itu buta. Pasti susah untuk pergi dari sana.

Deka kembali kehadapan Milla dan meraih tangannya untuk membantunya pergi dari sana. Milla menuntun Deka dengan suaranya dan menghiraukan pandangan para tamu yang melihat adengan romantis mereka.

Mereka langsung disambut oleh beberapa orang yang nampaknya adalah bawahan Milla.

"Biar saya bantu," Ramah seoarang wanita menawarkan dirinya untuk menuntun Milla berjalan.

"Itu kau, Marissa?" Tanya Milla saat sebuah tangan lain menuntunnya.

"Iya, nona."

Milla mengangguk dan melepaskan genggaman tangannya dengan Deka.

"Tuan anda bisa ikut saya."

kali ini datang lagi seorang pria yang juga nampak seperti bawahan Milla.

Deka tak berkomentar, ia memilih ikut saja dengan orang-orang ini.

Milla berjalan di depan dan masuk ke dalam salah satu kamar. Sementara Deka masuk ke dalam kamar sebelahnya.

"Tak perlu," Tolak Deka saat dia dan pria tadi masuk ke dalam kamar.

"Aku bisa mengganti pakaian ku sendiri. Kau tunggu saja diluar. Akan kusampaikan saat sudah selesai."

"Baiklah, tuan."

Deka melihat keseluruh sudut kamar itu seraya melepaskan pakaian pengantin dengan pakaiannya semula yang sudah diletakkan didalam kamar itu.

Terlintas dalam benak Deka tentang wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya itu. Rasa iba menghampiri Deka sepenuhnya. Bagaimana bisa takdir menuntunnya untuk bertemu dengan wanita seperti itu. Bukannya bermaksud merendahkan, Deka hanya merasa pasti sangat berat berada di posisi seperti itu.

Setelah selesai berganti pakaian, Deka membuka pintu kamar dan menemukan pria tadi masih menunggunya.

"Kemari, tuan. Nona Milla masih berganti pakaian, anda bisa menunggu diruangan lain agar lebih nyaman." Pria itu menuntun Deka menjauh dari sana.

1
Ratna Rahayu
seruuh
Widati Dati
ceritanya menarik, cuma bahasanya kurang enak...
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana
semoga secptnya Mila bisa meliht lagi dan bisa saling jatuh cinta dengan Deka...

next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
Gendon
lanjutkannn turrrr
Ina Yulfiana
semoga Milla bisa membuka htinya untuk Deka percylh Deka bisa melindungimu dri orang² yg berbuat jaht kepadamu...


next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
FUN: thanks support nya😇
total 1 replies
Ina Yulfiana
wah Akhirnya Deka cm Milla mau Unboxing...
lebih baik hapus kontrak pernikahanya jdilah pasngn yg sesungguh'a kasihan Milla Deka dia butuh orang yg bisa menjaga'a...


next semngt sukses selalu
Halu
udah buta bego pula 🤦
FUN: Tapi cantik😀
total 1 replies
Gendon
lanjuttt turrr
FUN: siap pak supir otw🤣
total 1 replies
Halu
Pake bajasa popoler aja lah gausah pake LW
FUN: Siap kak, mimin tampung sarannya. Makasih banyak sarannya 🤗
total 1 replies
Halu
deka umur berapa? di penjara 15 tahun apa 3 tahun?
gak di jelasin ditail? t
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!