NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Cucu Manja Oma

Kisah Cinta Cucu Manja Oma

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:242.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sobri Wijaya

Mengisahkan seorang pemuda manja cucu dari wanita lansia yang kaya raya, Dia hidup dengan segala aturan yang diterapkan sang Oma hingga akhirnya menikah dengan gadis yang pura-pura jadi pacarnya untuk memenuhi permintaan terakhir dari wanita yang di anggap sebagai Ibunya Cinta dan juga akibat kesalah pahaman semata dari sang Oma yang menginginkan hal serupa, namun setelah menikah Oma Alima sangat terkejut saat mendapti Foto Ibu Cinta adalah mantunya yang dinikahi sirih oleh Suryo Pranoto putra tunggalnya Dua puluh tiga tahun silam. sejak kejadian itu Al dan Cinta dipisahkan karena di anggap menjalin hubungan terlarang. Banyak juga liku-liku yang mereka lalui setelah kejadian itu dari hadirnya orang ketiga dan orang yang datang dengan dendam. Apakah pernikahan Al dan Cinta adalah pernikahan sedarah? lalu bagaimana reaksi keduanya?dan bagaimana cara Al dan Cinta melewati bahtera dalam rumah tangga mereka? Baca terus setiap episode nya ya kalau ingin tahu kisah cinta kedua cucu manja Oma??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part_10 Serangan Misterius

Melihat perlakuan Pak Edy sang pemilik restauran pada Cinta, entah mengapa, Al merasa tidak suka melihatnya dan langsung berdiri sambil menepuk pundak Pak Edy. "Eh Pak, tidak usah belagu memarahi pacarku, aku bisa beli kafe ini jika aku mau."

"Pacar," batin Cinta terkejut.

Pak Edy melirik sebuah tangan yang bertengger dipundak nya, lalu menatap kearah wajah Orang yang sangat dikenalnya. "Oh, Pak Al, maaf Pak, Bapak, gak salah kalau Dia pacar Bapak?" Tanya Pak Edy sedikit ternganga tak percaya sambil memperhatikan Cinta dari atas sampai bawah lalu bergantian memperhatikan Al Cucu seorang wanita lansia dikenal kaya raya oleh Pak Edy, Pasalnya status Al dan Cinta sangat lah jauh berbeda, keduanya bagaikan langit dan bumi.

Al tersenyum sinis. "Perlakukan pacar ku dengan baik, jika ingin kafe ini aman dan tentram!" Al mencengkram dengan kuat baju dipundak Pak Edy. "Dan jangan coba-coba menghina pacar ku jika wajah Bapak yang sudah mulai lembir ini tidak mau berdarah." Al menepuk kan tangannya berulang-ulang ke pundak Pak Edy sambil memperhatikan pipi yang dimaksudnya.

Seketika wajah Pak Edy mengkerut saat mendengar ancaman Al. "Ba... baik Pak, saya akan memperlakukan Cinta dengan spesial," jawab Pak Edy akhirnya.

"Bagus." Al kembali merapikan Baju yang nampak kusut akibat cengkeramannya tadi. "Kau bisa ku percaya 'kan?"

"Tentu Pak," jawab Pak Edy.

"Cinta! segera ganti baju mu dan layani Pak Al!" pintanya kemudian pada Cinta.

"Baik Pak." Cinta pun bergegas melangkah ke ruang ganti namun Al mencekal lengan nya sambil tersenyum angkuh.

"Jangan lama-lama aku tidak suka menunggu, dan satu lagi aku juga mau menu favorit restauran ini," tawarnya lagi.

"Apa? aku tidak punya sebanyak itu untuk mentraktir mu, Al," protes Cinta tak terima.

"Bodo' amat, aku gak mau tahu." Al segera kembali ke kursi di tempatnya Duduk nya tadi, sambil tersenyum puas menatap raut wajah Cinta yang sangat kesal.

"ngakunya kaya, tapi makan aja minta di traktir dasar tikus got!"

Cinta segera mengganti pakaian seragam ciri khas kafe itu dan kembali dengan secangkir kopi moka dan sepiring Steak.

"Ini kopinya, ini steak nya!" sungut Cinta dengan wajah yang ditekuk.

"Kok cemberut sih? pakek perasaan kenapa?" goda Al gemas.

Cinta yang yang tak berhasrat pun memasang mukanya dengan manis. "Iya Tuan, silahkan dinikmati harganya cukup lo untuk makan saya seminggu." gemutnya dengan malas. "O ya, Tuan, ada lagi yang mau di pesan? tapi bayar sendiri," ketusnya diakhir kalimat sambil menonjolkan kedua matanya yang bulat. Cinta menarik langkah kaki nya dengan pelan untuk meninggalkan Al, sikap itu membuat Al mengambil inisiatif licik.

"Tunggu!" cegahnya.

"Astaga, Apa lagi sih? bisakah kau biarkan aku tenang sendirian, mengapa hari ini kau terus mengganggu ku?" delik Cinta semakin kesal.

"Kembali!" Al menggerakkan jari telunjuknya kearah tubuhnya, Ia bermaksud memberi isyarat pada Cinta agar kembali mendekat.

Cinta kembali mendengus. "Aku tu mau kerja Al, kamu mau aku dipecat, Ha?"

"Gak papa Cin, temani saja Pak Al sampai selesai," Timpal Pak Edy yang lewat ke meja kasir dan memeriksa buku keuangan.

Al terkekeh puas. "Tu kan Bos mu yang minta, lebih baik kau ikuti saja mau ku."

Cinta pun membanting kan bokongnya ke kursi. "Emang ya orang kaya itu berkuasa," decak nya. "Sesuka hati mengatur orang lain."

Al mengulum senyum dan tak menggubris ocehan Cinta sejak tadi. "Terima kasih ya udah ditraktir." Al segera mengambil steak itu dan mengulurkannya ke bibir Cinta. "Buka mulud mu!"

"Is, mau ngapain?" tanya Cinta bingung.

"Buka saja mulud mu, aku sedang memberi energi yang baik agar kau bisa kuat untuk bekerja!" perintahnya memaksa.

Dengan sedikit ragu Cinta akhirnya menurut saja untuk membuka muludnya dan menerima suapan dari tangan Al.

"Enak?" tanya Al menyeringai.

Cinta mengangguk. "Bolehkah aku ikut makan?" tanyanya kemudian, Ia memang sudah lapar dan belum memakan apapun siang ini.

"Enak saja, kerja sana! aku akan menunggu mu disini." Al pun menikmati steak itu dengan lahap.

"Dasar pelit!" gerutu Cinta.

"A... apa?" Cinta baru sadar dengan ucapan Al yang terakhir.

Mau ngapain? kamu sudah gila ya?"

"Terserah mau bilang apa, aku akan menunggu mu sampai selesai!" ucapnya kekeh.

"Aku pulang Maghrib Al, sekarang saja baru jam dua!" protes Cinta.

"Tidak peduli."

"Terserahlah, dasar tikus got!" makinya. lalu Ia beranjak meninggalkan Al. Al tak menggubris ucapan Cinta yang terus menggunakan nada yang tinggi.

"Dasar kunti, kenapa dia manis sekali."

Al masih setia di kursi nya dan memperhatikan Cinta yang sangat gesit dan cekatan dalam bekerja.

"Hais, Bersikap manis sama pelanggan bisa kenapa sama aku marah-marah terus," gumam Al tak suka.

Sesekali Cinta menatap kearah Al yang sibuk dengan ponselnya, Ia menggigit bibir bawahnya sambil membatin. "Ck, kok ada ya cowok yang tahan duduk berjam-jam disana? ku pikir dia bercanda."

Tepat setengah enam sore, Cinta dan teman-temanya telah selesai mengerjakan tugasnya. Para pelayan sudah menerima gajih paruh waktu mereka. Namun Cinta hanya dapat memandangi dan sibuk memikirkan betapa hutang yang harus Ia bayar karena telah mentraktir Al dengan makanan yang cukup mahal.

"Cinta! sini!" panggil Pak Edy.

deg!

"Habislah aku."

Cinta melangkah mendekat sambil menunduk, Ia harus menyiapkan mental untuk dimarahi karena hutangnya pasti besar.

"Ini gajih mu hari ini." Pak Edy menyerahkan uang tiga puluh ribu.

Manik mata Cinta membulat. "Loh bukanya tadi aku_?"

Pak Edy terkekeh dan langsung mengarahkan pandangannya kearah Al yang sedang berdiri memperhatikan mereka dengan senyum yang mengembang sempurna. "Tidak, kamu mendapat bonus hari ini."

"Apa? bener Pak?" Cinta nampak bersemangat dan langsung ceria.

"Iya, ambil saja upahmu, ini adalah hak mu, Cinta!" tutur Pak Edy.

Cinta tak akan membuang waktu, Ia segera mengambil alih uang itu. "Terima kasih Pak, ini adalah hari yang indah untukku."

"Sudah selesai? ayo pulang!" ajak Al yang sudah berdiri dibelakangnya.

"Oh iya," timpalnya. "sekali lagi terima kasih Pak, Saya benar-benar tidak menyangka," tukang Cinta yang membungkukkan tubuhnya sampai setengah pinggang.

Al memutar bola matanya tak percaya melihat aksi Cinta barusan. "astaga, apa yang dia lakukan? punggungnya bisa patah kalau begitu."

Sampai dihalaman, tiba-tiba sebuah motor yang ditumpangi dua orang melintas didamping Al yang masih berdiri membukakan pintu untuk Cinta. "Silahkan Tuan putri!" titah Al biasa saja tampa berpikir hingga toba-tiba aksi penyerangan misterius dengan senjata tajam itu langsung menggores dan melukai lengannya.

Cinta yang masih berdiri di sebrang menyadari aksi itu tapi terlambat Ia tak sempat meneriaki Al untuk menghindar.

Set!

"A...."Al berteriak kesakitan sambil memegangi lengan kanannya yang tergores dan menatap kearah motor yang sudah sangat jauh dari pandangannya.

"Al, kamu tidak apa-apa?" Cinta bergegas menghampiri Al yang meringis kesakitan.

"Tuan Muda, apa yang terjadi, Tuan?" tanya Sang sopir panik. Ia baru saja kembali dari toilet.

Sang sopir segera memeriksa lengan Al yang nampak terlihat parah. "Biar aku telpon Tuan Dekha, Tuan."

"Jangan Pak, aku rasa, aku tidak apa-apa!" cegah Al.

"Tapi Tuan, aku pasti akan dimarahi karena lalai menjaga Tuan muda?" ucap sang sopir.

"Tidak usah membangkang, aku tidak mau di perlakukan secara berlebihan!" tegas Al tak peduli walaupun wajahnya masih tetap meringis.

Cinta semakin merasa khawatir saat melihat baju nya memerah karena darah. "Ayo duduk disitu!" ajaknya kesebuah kursi panjang didepan kafe. Ia segera menggulung baju kaos panjang di lengan Al dan meraih sapu tangan di tas gendongnya lalu mengikatkan nya ke lengan Al dengan kuat. "Ini semua salah ku Al, Harus nya kamu menurut saja sama aku dan gak usah ngikuti aku, ini pasti gak akan terjadi kan? hig... hig... ." Tapa sadar Ia terisak.

Al terkekeh melihat Cinta yang tiba-tiba menangis. " Apa kau mengkhawatir kan ku?" goda Al yang menelisik lekat kewajah Cinta.

"Apa! Disaat seperti ini bisanya kau masih pandai menggoda ku, bagai mana kalau orang itu menusuk perut mu? aku pasti gila karena merasa bersalah jika kau mati hig...hig...." Cinta semakin meninggikan suara nya kerena emosi akan candaan Al.

Al pun mengangkat lengan kirinya dan menghapus air mata Cinta yang berjatuhan bagai hujan. "kupikir kau kuat, ternyata cengeng juga ya," godanya lagi.

"Ya ampun kau ini, ini baru tangan mu bagaimana kalau besok-besok mereka kembali lagi dan menginginkan nyawamu apa kau masih bisa tertawa seperti ini? aku yakin mereka sudah merencanakan kejadian ini, mereka pasti akan mengincar mu kembali? Ah, aku... aku tidak bisa_." Cinta terus nerocos dan membuat Al malah pusing dibuatnya.

Ssst!

Al menyetop bibir Cinta dengan telunjuknya

"Aku akan mencegah nya sebelum mereka kembali menyerang ku," timpal Al tenang dan kembali tersenyum.

"Siapa mereka? apa tujuan mereka menyerang ku tiba-tiba, aku tidak akan membiarkan mereka lepas begitu saja."

Al kembali memperhatikan arah hilangnya kendaraan bermotor itu.

😄😄JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA KALAU DAH MAMPIR😄😄

🤟🤟🤟🤟MAKASIH🤟🤟🤟🤟

1
Asma
keren nih ceritanya...
hay kk semua, mampir yuk di novel favorit aku, SYAHDU by otor ALFAJRY, Dan karya 1 nya lagi SANG PENAKLUK yang TAKLUK. keren deh. cus kesana ya kk2... 😉
rudi iskandar
ceritanya terlalu bertele tele kaya ga ada alurnya saja
Ka'Unna
semangat kak🥰jangan lupa mampir ya kak
its me- safea
jangan -jangan key hamil lagi waduh
kosong
✌✌✌✌...ok pakcik....nti aku smbung baca lg...😊😊
kosong
✌✌✌✌💪💪💪💪
kosong
😊😊😊😊✌✌
kosong
✌✌✌✌✌😊😊
kosong
✌✌✌✌😎😎
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼😂😂
kosong
✌✌✌✌😘😘
kosong
💪💪💪💪💪
kosong
✌✌✌✌✌
kosong
💪💪💪💪💪
kosong
😊😊😊😊eya author kesayangan ku....semoga kamu juga secsus ya.....sabar menempuhi dugaan/perjuangan mu/keluargamu/ luv uu...😘😘
kosong
💪💪💪💪💪💪
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
kosong
✌✌✌✌✌✌
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
kosong
💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!