Langsung baca saja ya..
Cinta Segitiga antara FAR (FAREL, AISYAH DAN RICO)
yuk kepoin...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10.Aisyah pulang
Rico dan Aisyah terus terdiam. Keduanya begitu canggung saat Rico mengantarkan Aisyah pulang dengan motor nya. Sebenarnya Aisyah ingin pulang sendiri dengan naik taksi atau ojek namun Rico melarang nya karena ini sudah sangat malam. Rico sangat khawatir dengan Aisyah jika dia harus pulang seorang diri.
Rico pun tak berani berjalan dengan cepat takut jika nanti akan ada lubang di jalan dan akan membuat mereka terjatuh, sedangkan Aisyah yang duduk nya miring dia hanya berpegangan bagian belakang motor Rico. Aisyah tidak berani berpegangan Rico sedikit saja meskipun hanya jaket yang Rico kenakan, bahkan Aisyah juga duduk dengan mengambil jarak meskipun hanya beberapa senti saja sehingga mereka berdua tetap tidak saling menempel..
Angin malam yang begitu sejuk menjadi saksi bisu antara mereka berdua yang sama-sama canggung dan terus diam.
Tubuh Aisyah terasa menggigil saat angin dapat menembus bajunya yang tipis. bahkan hijab Aisyah serasa ingin terbang karena terkena angin.
Meskipun tak dapat melihat namun Rico merasakan apa yang Aisyah alami sekarang. Rico menepikan motor nya, melepaskan jaket nya dan memberikan nya pada Aisyah. " kamu pasti kedinginan, nih pakai " Rico menyodorkan jaket nya pada Aisyah dengan tersenyum kecil.
" tidak usah, Bang. ini sudah dekat kan? lagian daripada Aisyah, Abang seperti nya lebih membutuhkan. Aisyah kan kebal dari apapun jadi hanya angin malam ini tidak akan membuat ku.... ha-hacih...!! " belum juga Aisyah menyelesaikan kata-katanya Aisyah sudah terlebih dulu bersin. " aku tidak apa-apa kok, sungguh, Bang.! " ucap Aisyah sembari mengusap-usap hidungnya yang gatal.
Rico menggeleng sembari terkekeh. Aisyah mengatakan tidak apa-apa tapi keadaannya berkata lain. " pakai saja. kalau sampai kamu sakit nanti Om Rayyan pasti akan menggantung ku. Sudah pakai! " pinta Rico.
" tapi...?
" pakai atau motor nya tidak akan jalan. " ancam Rico.
Dengan ragu Aisyah mengambil jaket Rico dari tangan nya. memakainya pelan. Sementara Rico menunggu hingga Aisyah benar-benar memakainya sebelum dia kembali melajukan motornya. " udah " lirih Aisyah.
Rico mengangguk, kembali menyalahkan motor nya dan segera menjalankan lagi. " Syah!" panggil Rico dan Aisyah hanya berdehem saja sebagai jawaban." setelah ini, apakah akan ada jarak antara aku dan kamu? apakah ini akan menjadi akhir kita bisa bersama seperti ini? " tanya Rico.
Hati Rico benar-benar takut. Tapi di belum punya alasan yang jelas untuk takut, takut karena apa? apa karena pertunangan yang Aisyah sendiri belum tahu?. Bahkan Rico saja tidak tau bagaimana isi hati Aisyah sebenarnya. Meskipun ada sebuah keyakinan yang kuat namun itu belum tentu akan terjadi.
Aisyah mengernyit bingung. Entah kenapa sedari tadi kata-kata Rico selalu membuatnya pusing karena memikirkan jawabannya. " Bang. Kenapa Bang Rico tanya seperti itu? Bang Rico kan juga tau kalau laki-laki dan perempuan yang bukan mahram memang sewajarnya mempunyai jarak kan? begitu juga dengan ku dan juga Bang Rico. " Jawab Aisyah.
"bukan jarak yang seperti itu, Syah. tapi jarak seperti orang asing. Aku tau setelah ini apa yang akan terjadi di rumah mu. Kau akan di paksa untuk bertunangan dan setelah itu kau juga harus menikah dengan Farel. Ya Allah.. ujian apa ini? " batin Rico.
"kenapa Bang Rico bertanya seperti itu? nggak mungkin yang Bang Rico katakan di restoran nya tadi benar kan? nggak mungkin aku akan bertunangan dengan kak Farel kan?. " batin Aisyah.
" meskipun dari dulu aku mengagumi kak Farel, tapi bukan kak Farel yang selalu ada di dalam doa ku, Bang Rico. Tapi... Bang..... " suara hati Aisyah terhenti karena Saat itu Rico menghentikan motor nya dengan mendadak, dan Aisyah langsung terhuyung ke depan dan kedua tangan nya memeluk perut Rico dengan cepat. " Astaghfirullahalazim. " sontak Aisyah berteriak.
Bayangan hitam yang menyebrang di depan motor Rico lah yang membuat Rico harus menghentikan motor nya dengan tiba-tiba. " dasar makhluk sialan. kalau mau nyebrang lihat-lihat dulu ngapa sih? ini ada orang mau lewat, apa mau aku tabrak begitu saja!!. " gerutu Rico dengan sangat kesal.
Bayangan hitam itu pergi begitu saja setelah sekejap menoleh kepada Rico. " napa loh!! " Sungut Rico dalam hati.
Rico baru tersadar kalau kedua tangan Aisyah tengah melingkar di perutnya setelah bayangan hitam itu pergi. Sontak Jantung Rico kembali berdetak dengan kencang bahkan tubuhnya terasa kaku.
" Astaghfirullahalazim.!" Aisyah tersadar dan langsung melepaskan tangannya dengan cepat dan menjauhkan tubuhnya yang sempat beberapa detik bersandar di punggung Rico. " ma-maaf Bang " ucap Aisyah.
" ka-kamu tidak salah, aku yang salah. jadi aku yang minta maaf. " jawab Rico. "maaf karena berhenti mendadak. " imbuhnya lagi.
" Hm.. " Aisyah mengangguk. Aisyah sangat malu bahkan pipinya langsung merah dan terasa panas meskipun tidak di ketahui oleh Rico. "astaghfirullah Aisyah, apa yang kamu lakukan " batin Aisyah.
" ki-kita ja-lan lagi sekarang " ucap Rico yang juga sangat gugup.
" Hm.. " jawab Aisyah begitu singkat.
___________
" Astaghfirullah... Aisyah. sepuluh menit lagi nggak pulang akan aku kerahkan orang-orang mu sendiri untuk mencari mu dan akan ku minta untuk menyeret kamu untuk pulang" geram Shelvia yang sudah di puncak amarah nya.
Shelvia dan juga Meyka sudah bergabung di luar pendopo dengan Farel dan juga Faisal. Mereka berempat sangat khawatir dan juga sangat gelisah.
Meyka mengernyit, bingung dengan apa yang barusan dia dengan samar-samar dari mulut Shelvia. " Kak Via. Orang-orang siapa yang kakak maksud? " tanya Meyka polos.
Shelvia menoleh dan langsung nyengir kuda begitu saja. " hehehe.... bukan siapa-siapa " jawab Shelvia. "hampir saja aku keceplosan. Kalau semua orang tau bukan Aisyah yang di seret oleh semua orang-orang nya tapi aku yang akan menjadi makan malam si manis" batin Shelvia dan kembali nyengir di hadapan Meyka.
Wajah tegang Farel benar-benar terlihat di mata Shelvia. Shevia menghampiri Farel, ini akan seru jika di tambah dengan bumbu-bumbu pelengkap. " Kak. Bagaimana kalau Aisyah di culik orang jahat? terus dia di sandera. Kok, Via jadi takut gini ya, Kak. " ucap Shelvia dengan wajah-wajah khawatir nya.
Farel tersentak, menatap Shelvia dengan tajam." kamu jangan ngomong gitu dong Via. jangan menambah suasana semakin panas" ucap Farel. " Dia pasti baik-baik saja. Kalau beneran dia di culik pasti akan ada orang yang menghubungi kita kan untuk minta tebusan "
" iya kalau yang di inginkan orang itu uang? kalau hal lain? " Shelvia semakin gencar. " jaman sekarang kan banyak orang yang... Aww.. aww.. telingaku!! Bang Faisal lepasin telinga Via!! " teriak Shelvia sembari melirik kecil melihat tangan yang telah menarik telinga nya.
Faisal geram dengan adik sepupunya ini. Mulut nya sering banget mengerjai orang, sifat jail nya memang tak bisa di ragukan lagi. " mulai lagi? mau abang aduin sama aunty, supaya kamu di suruh pulang? " ancam Faisal.
"mulai apa sih, Bang. kan Shelvia hanya bicara kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi dengan Aisyah. Ya meskipun Via nggak mau itu terjadi sih. " jawab Shelvia. " lepasin, Bang. sakit nih! "
Faisal melepaskan nya. kasian juga jika terlalu lama dan pasti akan membuat telinga Shelvia sakit nantinya. " kamu nggak usah hiraukan kata Via ya, Rel. kamu kan tau sendiri dia anak yang seperti apa? "
Fokus Farel berpindah dengan sepeda motor yang datang, dan langsung masuk begitu saja karena gerbang nya memang masih terbuka lebar. " pak Rico? " Farel mengernyit. Matanya melihat gadis yang ada di belakang Rico. " apa dia... "
" Aisyah,,!!" teriak Meyka dan berhamburan lari ke arah Aisyah dan Rico.
" Aisyah " Farel melongo. Bukan hanya karena melihat Aisyah saja. Tapi Farel ternganga kenapa bisa Aisyah bersama dengan Rico?. Bayangan Farel seakan melayang jauh. Begitu banyak pertanyaan yang langsung datang di hati Farel.
-Apakah Aisyah kabur hanya untuk menemui Rico?.
-Apakah Aisyah menyukai Rico?
- Apakah ada hubungan spesial antara mereka berdua? sampai-sampai Aisyah lebih memilih menemui Rico terlebih dahulu dari pada keluarga nya?..
" Apakah..? apakah..? apakah..?
Begitu banyak apakah di hati dan pikiran Farel.
Semuanya menghampiri mereka berdua. Bahkan para orang tua yang ada didalam juga keluar setelah mendengar teriakan dari Meyka yang memanggil Aisyah.
Meyka yang lebih dahulu sampai langsung memeluk Aisyah terlebih dulu setelah Aisyah turun dari motor Rico. " Ya Allah Aisyah. Kamu membuat kami semua hampir mati karena khawatir padamu, untung kamu tidak apa-apa kalau ada sedikit saja yang lecet pasti aku yang akan di salahkan. " cerocos Meyka.
Berbeda dengan Meyka, Shelvia yang sampai setelah nya langsung menatap Aisyah geram. Tangan nya langsung gatal ingin menarik telinga Aisyah sekarang juga. Dan benar saja, belum juga pelukan Meyka terlepas Shelvia sudah menarik telinga Aisyah dengan kuat.
" udah ingat pulang ya sekarang, udah puas cari angin nya, iya! " kesal Shelvia.
" eh eh... kak Via lepasin!! " keluh Aisyah yang seketika memegangi tangan Shelvia dan berusaha melepaskan nya.
Melihat Aisyah yang kesakitan Farel dan juga Rico maju dengan bersamaan. " Aisyah.! panggil mereka bersamaan dengan tangan keduanya yang sudah terangkat dan hendak melepaskan tangan Shelvia.
Tatapan keduanya saling bersi-tubruk satu sama lain. Pria berbaju koko dan dengan bawah hanya memakai sarung itu nampak tak suka dengan Rico yang hanya mengenakan kemeja berwarna abu-abu dan celana jins itu.
Sakit. Itulah yang Rico rasakan, dia tidak punya hak apapun akan Aisyah. Semua hak itu sudah jatuh pada pria di hadapan nya. " maaf " lirih Rico. Rico menurunkan tangan dan juga pandangan nya, mundur dari tempat nya menjauh dari hadapan Aisyah dengan ketidakberdayaannya.
Sekali lagi Farel menatap Rico yang sudah menjauh, lalu kembali lagi dengan tujuan nya untuk melepaskan tangan Shelvia dari telinga Aisyah. Namun seperti nya itupun juga Farel tidak bisa melakukan nya karena Shelvia sudah melepaskannya dan sudah berganti memeluk Aisyah.
Semuanya tampak antusias dengan kepulangan Aisyah. semua keluarga begitu bahagia apalagi orang tuanya, mereka terus tersenyum dan terus memeluk anak gadis nya itu.
Semuanya mengajak Aisyah masuk dan tampak tak memperdulikan keberadaan Rico yang masih ada di sana. Rayyan yang hampir saja melangkah mengurungkan nya setelah melihat Rico yang berdiri di sebelah motornya dan hendak kembali pulang. " Rico, kamu Rico kan? " tanya Rayyan.
" i-iya Om. " jawab Rico sopan.
Sama seperti Farel, Rayyan pun sama begitu banyak pertanyaan di hatinya setelah melihat Rico " Terima kasih sudah mengantarkan Aisyah pulang, apakah dia memang berniat menemui mu? " selidik Rayyan.
Rico tersenyum ramah, dia menggeleng pelan. " tidak Om. kami hanya tidak sengaja bertemu. Karena sudah malam dan tidak ada taksi jadi saya mengantarkan Aisyah, Om. Maaf jika saya lancang " terang Rico dengan sangat sopan.
" tidak apa, seharusnya saya yang meminta maaf karena Aisyah merepotkan mu, " Rayyan tersenyum hambar dengan tangan menepuk pundak Rico. " kalau begitu masuk dulu yuk.! "
" tidak usah, Om. sudah malam saya pulang saja. " tolak Rico.
" Baiklah, Hati-hati dijalan. " Rayyan mundur.
Perlahan-lahan Rico menaiki motor nya, memakai helm dan mulai menyalakan mesin motor nya. Rico menatap sekejap Aisyah yang hampir masuk ke pendopo dengan di rangkul oleh Keisha."semoga kita bisa bertemu lagi,Syah.Semoga ini bukan lah akhir dari semuanya." batin Rico.
Baru saja Rico memundurkan motor nya. Aisyah yang sudah sampai di ambang pintu menoleh berteriak menghentikan nya. "'Bang Rico!! Terima kasih! " teriak Aisyah seraya tersenyum manis.
Rico tersenyum, mengangguk tampa menjawab.
Semuanya menatap Rico dan juga Aisyah bergantian begitu pula dengan Rayyan dan Farel. " Apa hubungan mereka? " pertanyaan yang sama di hati Rayyan dan Farel.
Aisyah melambaikan tangan nya, mengantarkan kepergian Rico dari sana dan juga di hiasi senyum nya yang sama sekali tidak pudar.
Rico tak berani membalas senyum dari Aisyah apalagi melambaikan tangan nya setelah mendapatkan tatapan tak suka dari Rayyan.
" Assalamu'alaikum.. " ucap Rico.
" Wa'alaikumsalam.. " seru semua orang.
" semoga perkiraan ku salah " batin Rayyan.
BERSAMBUNG.....
____________
INILAH BUKTI KATA2 RICO KE IQBAL KMARIN DI RESTO...
RICO - AISYAH
IQBAL - SHELVIA
DANTE - MEYKA
FAREL - FELISHA..
YG MSH TANDA TANYA
FAISAL DGN SIAPA...? AIRA ATAU ANA...??
DN JUGA HASAN - (?????)..
SKRG IQBAL MATI2AN KEJAR2 SHELVIA SEPUPUNYA IHKSAN & AISYAH...