NovelToon NovelToon
Salah

Salah

Status: tamat
Genre:Teen / Badboy / Tamat
Popularitas:201.9k
Nilai: 5
Nama Author: Atmosfera

Kea membenci Sandi, karena Sandi sudah membuat masa kecilnya suram, begitupun Sandi yang membenci Kea karena Kea lemah dan selalu menjadi prioritas semua orang.

Sandi tak suka orang lemah seperti Kea, selain lemah Kea juga tampak menyedihkan dengan kekurangannya yang tak bisa mendengar. Dan ntah bagaimana rasa kebencian saat anak-anak dulu terbawa hingga mereka dewasa, Sandi senang mengganggu Kea. Tapi Kea yang sekarang adalah Kea yang kuat, egois dan juga mempunyai banyak akal busuk untuk membalas dendamnya.

lalu apa jadinya, jika dua orang yang saling membenci, egois dan penuh dendam itu terjerat oleh ikatan pernikahan yang bahkan mereka lakukan hanya untuk bisa saling menyakiti satu sama lain?


***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atmosfera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S-1- Kasihan

Kea menatap mobil Sandi yang perlahan mundur, lalu mengarahkan lampu kearahnya. Kea masih tak mengerti kenapa mobil Sandi terus mundur. Bukannya maju,

Tapi perlahan, matanya membulat kaget saat dengan laju tinggi mobil itu maju dan mengarah kedirinya.

Kea berusaha bangkit, tapi ia kembali terjatuh karena tubuhnya yang gemetaran.

Sedangkan Sandi tersenyum, "Selamat jalan Kea" desisnya dengan mata merah.

***

Sandi memejamkan matanya sambil meremat setir kemudi dengan erat kala teriakan dan suara debaman tabrakan mobil menghantam tubuh Kea yang sekarang ntah berguling Kemana. Sandi tak tau dan ia tak mau tau.

Laki-laki itu hanya menduga-duga, mungkin, Sekarang Kea sudah mati dengan besimbah darah, mungkin Kepalanya sudah pecah karena terhantam kap mobil dengan keras, atau mungkin tulangnya remuk karena terpental jauh ntah kemana. Mungkin, Mungkin saja.

Tapi kemungkinan apapun itu, Sandi yakin, Kea tak mungkin hidup, Yah, seharusnya, bukankah Kea memang tak layak hidup? Bukankah Kea memang tak pantas menghirup udara segar dunia? Bukan kah Kea memang pantas mati?

Tapi, semakin ia yakin kemungkinan itu terlaksana, Sandi kian merasakan tubuhnya tremor marah, keringatnya menetes tak tau waktu, laki-laki itu menjambak rambutnya. Pikirannya kacau. Sandi berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Kea memang pantas mati. Gadis lemah itu memang pantas mati. Seharusnya Sandi langsung melarikan diri, Seharusnya Sandi langsung cuci tangan dan pura-pura tak tau apa-apa. Seharusnya..

Seharusnya...

"Bangsat!" Sandi memaki kesal, ia membuka pintu mobilnya dengan terburu. Laki-laki itu tak lagi memperdulikan kakinya yang gemetar. ia menelusuri pinggiran jalan untuk mencari tubuh rinkih yang terlempar beberapa meter dari mobil nya itu.

Dan, Sandi terdiam, ia dapat melihat tubuh kecil dengan posisi telungkup itu bersimpah darah, Darah menetes ntah dari mana, membuat genangan disekitar tubuhnya dan memberikan rasa ngeri.

"K-ke?" Sandi membalikkan tubuh Kea,

Bagai tubuh tak bertulang, Tubuh Kea terlentang dengan mudah, menampilkan mukanya yang seperti disiram aliran darah, kaca matanya ntah dimana sedangkan rambut Gadis itu telah lepek karena cairan anyir berwarna merah.

"K-ke" Sandi menarik kepala Kea kedadanya.

"Kea!" Teriaknya gemetaran.

"Kea! Bangun anjing!" makinya kian memeluk tubuh Kea yang bahkan ntah masih bernapas atapun tidak.

"Kea! Gue bilang bangun!" Teriaknya lagi. Kian mendekap kepala Kea.

"Ke, hiks, bangu-un anjing akhhh" Sandi tak lagi memperdulikan tubuhnya yang ikut berbau anyir, Laki-laki itu memeluk Kea dengan rasa ketakutan, Dan untuk pertama kalinya, laki-laki berhati dingin dan bersikap angkuh itu meneteskan air mata untuk mengekspresikan perasaannya. Dan hal itu ia berikan pada musuhnya sendiri.

***

Plak!

Bugh!

Bugh!

"Bajingan kamu, Kamu apakan lagi anak saya sialan! Hah, kamu, kamu kan yang nabrak dia. Kamu! Kamu yang-

"Kai! Tenang Kai! Kai!"

"Tenang? Tenang gimana Surya! Lo gak denger anak gue koma didalam hah! Lo gak denger hah, lo budek hah! " Kai memberontak saat Surya menahan tubuhnya ketika akan kembali menghajar Sandi yang kini terduduk dilantai dengan pandangan kosong.

"Gue ngerti Kai, tapi ini rumah sakit!" bentak Surya, papa Sandi itu bahkan mendorong dada Kai ketika Laki-laki dewasa itu ingin kembali menyerang anaknya yang terdiam kaku.

"Lo- Akhhh," Kai berteriak frustasi, papa Kea itu lalu terduduk lemas sambil menangis. Tak memperdulikan bagaimana image kaku nya tersemat. Ia hanya mengharapkan mukzijat untuk putrinya.

Sedangkan Kelli sudah seperti mayat hidup yang tak mampu melakukan apapun, bahkan suara tangisannya pun terdengar begitu pilu, begitupun Mia, mama Sandi itu ikut menangis sambil memeluk Kelli.

Satu-satunya orang yang masih tampak waras disana hanyalah, Surya, papa Sandi itu sedari awal dapat mengatur emosinya dengan baik, tapi sejak awal juga diam-diam papa Sandi itu terus menatap putra nya dengan penuh tuduhan. Ntah kenapa ia bisa menaruh curiga dengan anaknya sendiri.

pasalnya, tadi sandi hanya mengatakan Kea kecelakaan tanpa menjelaskan kronologinya bagimana. Namun, Surya tak berani langsung menarik kesimpulan saat ia juga melihat bagaimana terpuruknya anaknya itu. Ini aneh, dan terasa janggal untuk Surya dan mungkin untuk semua orang. Tapi ayah satu anak itu berusaha menutupuinya dengan baik.

Sedangkan Sandi hanya diam, Laki-laki itu diam dalam artian sebenarnya. Bajunya penuh darah Kea yang mengering, wajahnya penuh lebam Karena pukulan papa Kea.

Ia Benar-benar tak memperdulikan banyak hal, rasanya kalimat dokter yang mengatakan kalau Kea Koma sebelumnya lebih menakutkan dari apapun .

Tadi, begitu Sandi menyadari kalau Kea masih bernapas. ia langsung membawa Kea kerumah sakit. Dan tentu saja, Sandi langsung menghubungi orang tua nya untuk memberi tau orang tua Kea karena banyaknya prosedur rumah sakit yang membutuhkan bubuhan tanda tangan walinya.

Dan bahkan sampai sekarang, Sandi masih bungkam. Ia tak tau perasaannya sendiri. Apakah ia merasa bersalah? Atau kasihan? Sandi menggelengkan kepalanya untuk mengusir perasaan yang mengganggunya itu.

"Sandi!"

Sandi mendongakkan kepalanya, dan matanya langsung berhadapan dengan mata papanya. Dulu, ia tak pernah segugup ini jika berhadapan dengan Surya. Ia adalah tipe anak pembangkang yang bersikap seenaknya. Sandi bahkan lupa bagaimana ia berbicara dengan santai tanpa emosi pada papanya itu. Dan sekarang, Papanya menatapnya dengan teduh disituasi mencekam begini, ntah kenapa Sandi merasa begitu tersentuh sekaligus gugup.

"Ikut papa!" kata Surya tenang tanpa menghilangkan kesan tegasnya.

Sandi terdiam sebentar, ntah apa yang ada dipikirannya, tapi laki-laki itu bangkit dengan sempoyongan dan mengikuti langkah papanya.

"Pakai" Surya memberikan jaketnya, Sandi hanya mengamatinya.

"Bajumu darah semua, jangan buat orang lain takut." kata Surya menjeleskan.

Sandi mengangguk, walaupun sedikit ada rasa gengsi, tapi ia juga membenarkan apa yang dikatakan papanya dalam hati. Sandi mengambilnya, lalu memakainya.

Mereka berhenti dilorong rumah sakit yang sepi. sekarang hampir jam 5 pagi, suasana rumah sakit masih sangat sunyi bagai tak berpenghuni.

"Kea kenapa?"

Sandi menoleh begitu papanya menyuarakan suaranya.

"Kecelakaan." sahut Sandi gamang.

"Gimana kronologinya?"

"Dia jumpaan sama pacarnya keklub, berantem terus ditabrak mobil dijalan." Kata Sandi mengedikkan bahunya.

Surya menatap datar Sandi,"Klub? kamu pikir papa percaya?"

"Dan apa papa pikir, Aku perlu rasa percaya papa?" tanya Sandi ikut tajam, kedua pasangan ayah dan anak itu saling menguarkan aura intimindasinya masing-masing.

"Sandi!"

"Aku uda jawab, papa nggak percaya. Oyaaa.. jelas aja. Sejak kapan seorang Geano Surya percaya sama anaknya sendiri. "

"Sandi!"

"Aku capek, mau pulang" kata Sandi melangkah pergi.

"Terus kenapa kamu yng bawa Kea kerumah sakit? bukan Pacarnya."

Sandi menghentikan langkahnya, ia menatap papanya sekilas, "Mungkin, kasihan" sahutnya santai.

****

Kasihan ya?

1
Nivia Olive
Pertama sekali baca tulisan Author di novel ini. Awalnya sebel dengan jalan ceritanya. tapi karena penasaran, lanjut baca sampai selesai. Saya emang lebih suka baca yang sudah tamat dibanding on going, jadi novel ini kelar bacanya dalam 3 hari.
Awalnya bingung knapa ga minta pindah rumah ato sekolah kl hubungan Sandi n Kea mengganggu mental Kea n mereka saling terluka. Kog bisa2nya ortu Kea tidak seprotektif Sandi mengurus Aiko, membiarkan semuanya terjadi di depan mata tetapi akhirnya mengerti di penjelasan Author terakhir cerita ini. Author berhasil memainkan perasaan saia. Terima kasih untuk pembelajaran hidup di cerita ini 🙏
Nivia Olive
Venesia n Maldives
Nadzila Adriani
mau baca tapi gakuat bangettt😭😭😭😭
ayu aprilia
Luar biasa
fitri _srg
woyy thorr sorry gue mau ngomong kasar cok,, huwaaaa sedih banget anyingg,, mau nangis bacanya tapi gue lagi di rumah sakittt
Kaiso
cerita papa keidran apa judulnya thor
Muhammad Ardi
akuu london, korea, kanada kak hihihi
xoxxucherry
ihh kak tanggung jawab dong😭ak nangis sesegukan inj
city
ngeriny hubunganny 🤧ngalahin berita yg lagi viral lebeh parah kdrt nya
Eci Tri
thanks Thor udah buat aku nagis" sampai orang rumah khawatir semua
Atmosfera: Wkwkwk, Jadi aku harus jawab "Sama-sama"
Atau "Maaf" Nih karena buat kamu nangis dan keluarga khawatir?
total 1 replies
Eci Tri
😭😭😭😭😭😭
Er Mafa
sakit bgt bacanya thor
Er Mafa
aaaahhh Thor nyesek bgt
Anna Rahmawati
terimakasih kak author, ini genre novel yg saya cari2 selama ini. menggambarkan konflik batin dan pola pikir yang ekstrem tp bisa jadi memang ada di dunia nyata sehingga memperluas wawasan. meskipun banyak kata-kata kasar, tp memang diperlukan untuk memberikan gambaran yg utuh. setuju banget tidak ada orang yg bener-bener jahat dan bener-bener baik, dan disitulah menariknya sisi kemanusiaan yg bisa dieksplorasi oleh penulis. semangat terus dan jangan lelah berkarya kak😊👍👍👍
Atmosfera: Yeayy terimah kasih, semoga ada sisi baik yang bisa kamu teima untuk menambah wawasan. dan mari kita perbaiki sisi yang berlawanan. sekali lagi, terima kasih sudah membaca
total 1 replies
Anna Rahmawati
wah aku penyuka novel yg ga terlalu panjang kak. 70an chapter cukup lah😊😊👍
whayou allchaidart
aq udah baca yg ego Nadira kk.ceritanya bagus
Ilo La
ck, gw kira bakal cerei.
Ilo La
salah kea si tlol, alay bgt beramtem smpai g makan, tlol bgt sm aj dia g syg anak nya g mikirin keadanya yg lgi hamil tlol si. egois bgt nyalahin sandi pdhl awal ny berantem jg gegara dia.
Ilo La: setidaknya pikirin anak ny lh anj klo emg sandi slh krn g mau dengerin penjelasan kea tpi tetap aja seharus nya kea tuh lebih mikirin anaknya jgn tlol samapai g makan dn minum setidaknya walau mereka berantem mereka gk bakal kehilangan anak ny
total 1 replies
Muhammad Ardi
terimakaishhhh kak buatt ceritanyaaaaaaa sanyang bangettttt sama kak authornyaaa tentunya sama tokoh2 ceritanya jugaa akam selali melekat di aku 😭😭😭❤💕
miss lie
trhorr ini crta sngt sedih thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!