NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:24.2M
Nilai: 4.5
Nama Author: nophie

Season 1.

Kecelakaan mengakibatkan Valendra hilang ingatan membuat ia tidak tahu siapa dirinya maupun keluarganya. Terlunta dijalan dan akhirnya bertemu dengan kakek Arka sebagai sang penolong. Entah ini berita bahagia atau tidak , ketertarikan Valendra pada Anindiya, cucu pertama kakek Arka bersambut. Kakek Arka menjodohkan Valen dengan Anin, walau keluarga yang lain tidak setuju. Sepeninggalnya kakek, hinaan demi hinaan harus ditelan oleh Valen, walau istrinya tetap berusaha menguatkan suaminya itu. Tak dinyana, identitas asli Valen menampar semua orang yang dulu menginjak injak Valen. Bahkan mereka harus bertekuk lutut pada Valen. Siapakah Valen sebenarnya?

Season 2.

Dendam berlanjut? Wilhelmina Chalyondra Weston, anak perempuan satu satunya dari Valendra Weston dan Anindya Bagaskara akan dinikahi oleh Gustav Alexandro Dimitri anak dari Billy Weston dan Tiara Dimitri, apakah karena ingin membalas dendam ? Sesuatu terkuak, silahkan nantikan kelanjutannya!Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RSMM 10.

Valen memiliki rencana untuk memberikan cincin itu

sebelum acara pesta perayaan di Bagaskara hotel. Tetapi ia ingin memberikan

kepada Anin dengan suasana yang berbeda dan dengan tempat yang tidak biasa.

Revan menyarankan untuk mengadakan dinner romantis dan

selain memberikan cincin itu, Revan juga saran supaya Valen melakukan lamaran

ulang supaya ia bisa tahu seberapa dalamnya cinta Anin kepada Valen, secara

selama ini Valen selalu dibela oleh Anin.

Valen setuju dengan ide Revan serta menerima usulan untuk

mengadakan acara kejutan itu di salah satu hotel milik ayahnya yaitu Weston

hotel and resort, yang merupakan tempat termewah dan termahal di Indonesia. Konsep

resort pinggir pantai menyatu dengan mall, hotel dan apartement yang merupakan

tempat kalangan jetset, dimana harga makanannya mencapai puluhan juta rupiah

dan hanya orang tertentu yang memiliki kartu akses yang bisa masuk. Valen yang

ingin segera mewujudkan mimpinya memberikan kejutan kepada Anin langsung

meminta Revan untuk mengantarnya kesana.

Valen langsung turun dari mobil, dan menyuruh Revan

meninggalkannya karena Revan baru saja menerima panggilan telepon dari tuan

Willy untuk menjemputnya di Bandara, sehingga mau tidak mau Revan harus

meninggalkan Valen di teras lobby Weston resort.

Valen dengan langkah penuh percaya diri mencoba untuk

memasuki Weston resort tapi langkahnya dihentikan oleh sekuriti yang berjaga di

depan pintu lobby meminta kartu akses untuk bisa memasuki resot dengan harga

termahal itu.

“Maaf pak, kartu akses saya terbawa oleh asisten saya,

dan dia sedang menjemput ayah saya, pak Willy Weston, pemilik Weston grup.”

Kata Valen dengan penuh percaya diri, tapi tentu saja ucapannya tidak dipercaya

oleh petugas sekuriti itu, dan kemudian mencemoohnya dnegan kata kata sarkas.

“Ha ha ha saya juga anak dari pak Willy, kalau semua

mengaku anak pak Willy, mungkin pak willy itu anaknya banyak sekali, mas!”

cemooh salah satu petugas sekuriti itu dengan wajah mengejek.

Valen hanya terdiam, ia tadi juga lupa untuk meminta

kartu akses kepada Revan, karena tadi Revan juga terburu buru ingin menjemput

ayahnya.

“Ada apa ini? Saya hendak masuk ke dalam, kalian malah

menutupi jalan untuk masuk.” Kata seorang laki laki yang tinggi dan tampan.

“Oh pak manager Ruben, biasalah, pasti ada orang yang mau

masuk tanpa menggunakan kartu akses.” Kata sekuriti itu menjelaskan.

“ Ya diusir aja, gampang kan?” kata manager itu dnegan

sombong.

“ Tapi orang ini mengaku anak dari tuan Willy, pak

manager!” kata sekuriti itu dengan penuh hormat kepada pak manager itu.

“Halah, itu pasti kebohongannya saja, sudahlah! Usir saja

dan lakukan tugas kalian seperti biasa.” Kata manager itu sambil melenggang

masuk ke dalam, sedangkan Valen masih ada di sana dan hanya bisa menggelengkan

kepala, untung saja ayahnya belum mengesahkan keberadaannya, jadi ia bisa

mendapati orang orang yang bakal jadi benalu di dalam perusahaannya. Orang

orang seperti ini harus diberantas sampai ke akarnya supaya tidak menghambat

perusahaannya kelak.

“ Sudahlah mas! Masnya keluar baik baik saja, jangan

sampai kami harus melakukan kekerasan.” Kata sekuriti itu dengan nada tegas,

membuat Valen hanya bisa menyingkir dan mengangkat teleponnya guna menelepon

Revan. Revan pun mengetakan bahwa dirinya dan tuan Willy sedang dalam

perjalanan ke sana karena tuan Willy juga ingin bertemu dengan Valen. Dan Valen

diminta menunggunya, sedangkan Revan pun langsung menelepon GM hotel itu untuk

mengantar Valen menunggu di ruangan CEO.

Dengan tergesa GM hotel itu segera turun dan menemui

Valen yang masih menunggu di teras lobby dengan diacuhkan oleh para sekuriti

hotel itu.

“Tuan muda Valen!” sapa sang GM dengan nada hormat,

membuat Valen yang sedang menunggu ayah dan asistennya jadi menoleh kea rah

orang yang menyapanya. Sedang di belakang pak GM, para sekuriti juga membungkuk

menghormati GM yang tiba tiba turun kebawah. Raut terkejut tak dapat mereka

sembunyikan kalau ternyata GM yang mereka hormati malah menunduk penuh hormat

kepada orang yang mereka usir.

Valen yang masih diam saja tidak menanggapi sapa dari

sang GM membuat sang GM takut, apakah ia menyinggung tuan muda Weston itu.

“Tuan muda, saya diminta tuan Revan untuk mengajak anda

menunggu di ruangan tuan Willy.” Kata sang GM yang belum Valen ketahui namanya.

‘ Tapi saya tidak memiliki kartu akses untuk masuk ke

dalam.” Sindir Valen dengan nada santai.

“Anda adalah tuan muda kami, mana mungkin kami akan

meminta kartu akses kepada anak pemilik tempat ini?.” Tanya sang GM dengan nada

heran.

“  Tadi saya diusir

karena kartu akses saya dibawa oleh asisten saya, si Revan!” jelas Valen sambil

menunjuk para sekuriti dengan dagunya, membuat sekuriti di Weston resrt menjadi

bergidik ngeri, ternyat orang yang mereka ejek itu adalah anak dari pemilik

tempat ini.

“Maaf.. maafkan kami tuan! Kami tidak tahu kalau anda itu

anak tuan Willy!” kata sekuriti yang tadinya mengejek Valen.

“Katanya kamu juga anaknya tuan Willy!” sindir Valen

lagi.

“ Maaf tuan, saya tidak berani.” Katanya sambil berlutut

memohon pengampunan kepada Valen, tapi Valen hanya bisa menatap orang itu dengna

tatapan dingin dan datar, sehingga sang GM yang bernama Afgan langsung mengambil

keputusan untuk memecat kedua sekuriti itu.

“Pak Afgan, anda juga punya pegawai bernama Ruben kan?”

tanya Valen dengan nada dingin.

“Oh iya benar, apakah tuan muda mengenalnya?” tanya sang

GM dengan nada hormat.

“Tidak! Orang itu tadi yang memprovokasi mereka untuk

mengusir saya, rasanya tidak adil kalau sekuriti ini dipecat sedangkan dia

tidak.” Kata Valen dengan dingin tapi sebelum sang GM menjawab, tuan Willy dan

Revan datang menghampiri Valen yang masih saja berada di teras lobby.

“Nak, kamu kan ayah suruh menunggu di ruangan CEO.” Kata tuan

Willy dengan nada berwibawa, ia tidka suka melihat ada bawahannya yang berani

menghina anak tunggalnya itu.

“ Valen sedang mengurus pegawai ayah yang tidka beretika.”

“Ayo, ayah juga ingin mendengarnya. Kita akan berbincang

di ruangan ayah!” kata Willy sambil mengajak semua untuk naik ke ruangan CEO.

Mereka semua mengikuti tuan Willy untuk naik ke ruangan

CEO, dan menjelaskan semuanya di sana termasuk juga Ruben yang tadi menghina

Valen sebegitu rupa. Dan langsung memecatnya tanpa mau mendengar alasan yang

diungkapkan oleh Ruben dan kedua sekuriti tadi, peritiwa itu membuat Willy

mendesak anaknya agar mau dipublikasikan supaya tidak akan ada lagi orang yang

menghinanya.

“Ayah sudah pernah bilang untuk segera mempublikasikan

kamu sebagai pewaris ayah, tapi kamu selalu menolak!” kata Willy dengan kesal.

“Ayah, saya masih belum terbiasa, biarlah saya banyak

belajar dahulu dengan Revan agar saya lebih paham dengan dunia ayah.” Katanya dengan

santun tapi terkesan jauh, ya Valen masih merasa canggung berada di dekat

ayahnya, karena ia masih saja belum bisa mengingat dnegan jelas apa saja yang

ia pernah perbuat dnegan ayahnya ini.

“Ayah rasa kamu harus check up  ersama ayah ke Singapura untuk menyembuhkan

amnesia kamu! Ayah juga ingin kamu mengingat semua kenanagan kita.” Kata Willy

dengan nada sendu.

“Akan Valen pikirkan, biarlah sementara ini Valen mengurus

keluarga terutama melindungi istri Valen terlebih dahulu.” Kata Valen dengan

tegas.

“Ayah sudah mendengar semuanya dari Revan, ayah akan

membantu kamu untuk membuat keluarga Bagaskara itu bertekuk lutut kepadamu.” Kata

Willy dnegan nada geram.

Valen hanya diam dan mengangguk, kemudian setelah mereka

mengatur reservasi untuk acara kejutan untuk Anin, Valen langsung meminta

diantarkan pulang karena hari sudah sore, Anin pasti sudah sampai ke rumah.

Valen sudah tidak sabar menanti besok malam dimana acara kejutan itu di helat.

.

.

.

 TBC

1
Agus Soejono
penasaran ah
Agus Soejono
jadi gak lancar urusannya
Agus Soejono
gas gas
Agus Soejono
ramai seru mulai naik alur ceritanya
Agus Soejono
jadi dong namanya juga taruhan yg kalah hrs suportif
Agus Soejono
bangkrutin dikit dikit
Agus Soejono
Tampar tampar Three = BUZZER MULYONO
Agus Soejono
up up up apa isinya penasaran
Agus Soejono
jangan dibuka dulu ben sport jantung si nenek dan three kena parkinson
Agus Soejono
setan = buzzer itu tdk pernah berhenti menggoda
Agus Soejono
menegangkan akan ada perampasan hak disini
Agus Soejono
makin seru dah mau ketauan
Agus Soejono
menghibur dimasa gelap ini
Agus Soejono
semangat selalu membawa berkah
Agus Soejono
permata itu blm diasah
Agus Soejono
keren makin ramai
Agus Soejono
tks you
Agus Soejono
oke keren
Yusup Rahman
opening yang bagus
Wisnu Mahendra
setiap nyebut kontrak, pasti nyebut 1 milyar, bukankah lebih baik kalo disebutkan kontrak kerjasama? lagian 1 milyar kok kayaknya wahhh banget? bagi perusahaan besar, uang segitu mah seiprit
💘Emerald💘: Walaupun komentar kamu enggak enak dibaca, aku setuju sama pendapat kamu.

Kontrak kerja sama antar perusahaan besar itu bisa sampai puluhan atau ratusan miliar bahkan bisa sampai triliunan.

Apalagi kalau perusahaan itu perusahaan internasional, nilai kontraknya bisa lebih tinggi lagi.

Nilai kontrak satu miliar itu rata-rata cuma untuk perusahaan kelas menengah kebawah🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!