NovelToon NovelToon
Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat

Status: tamat
Genre:Contest / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:587.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Sebelum baca siapkan tissue dulu ya 🤧🤧

Javier Louis adalah seorang anak laki-laki yang di buang karena ibunya tidak menyukai keberadaannya. Anak hasil dari pemerkosaan membuatnya di benci dan tidak di terima.

"Kau memang tidak pernah salah, hanya takdirmu yang salah, kehadiranmu menjadi petaka dan membuat jalan hidupmu seperti ini."

Sementara di sisi lain, Xaviera Careen mengalami kesedihan atas kematian ibunya. Ia begitu terpukul hingga selalu menyalahkan dirinya.

"Aku merindukannya, sangat merindukannya. Setiap detik dalam hidupku, aku merindukannya. Dadaku sangat sesak sampai tidak bisa bernapas, apa yang harus aku lakukan? Datanglah...sapa aku dalam mimpi."

Tangisan Xaviera yang begitu menyayat hati.

Bagaimana nasib Javier dan Xaviera. Apakah mereka akan bahagia? Bagaimana dengan nasib percintaannya?

Happy reading 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIDAK TERIMA PERSELINGKUHAN.

💌 MAFIA BERHATI MALAIKAT 💌

 

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Yohanna terus melangkah menuju lift yang mengantarkannya hingga ke ruangan suaminya. Pandangannya dingin tanpa ekspresi. Ia menatap lurus ke depan menunggu pintu lift itu terbuka.

TING!

Pintu lift pun akhirnya terbuka. Yohanna melangkah masuk ke dalam lift. Di dalam lift hanya ada Yohanna di sana. Terdiam sendiri sambil memejamkan matanya. Ia menarik napasnya dalam-dalam lalu mengembuskannya lagi lewat pipi yang menggembung. Ritual yang biasa ia lakukan jika menghadapi masalah. Yohanna menjepit bibirnya untuk menenangkan hatinya.

TING!

Pintu lift kembali terbuka, Yohanna keluar dari lift dengan langkah tegap dan percaya diri. Walau jantung berdegup kencang tidak beraturan. Ia berharap Alexander memang benar-benar mengikuti rapat. Tidak seperti yang ada di dalam pikirannya. Yohanna berjalan di koridor kantor menuju ruangan direktur utama di kantor ini. Jari-jari tangannya semakin dingin. Jantungnya semakin terpompa berdetak lebih kencang dan terpicu sangat cepat. Ia memperlambat langkahnya. Yohanna sangat gugup. Ia meremas tangannya erat-erat. Nampak tubuhnya gemetar, pasokan oksigen di dalam paru-parunya sudah menipis sehingga membuat ia menjadi sulit untuk bernapas. Semakin ia mendekati ruangan itu, jantung Yohanna semakin terpicu cepat dan membuatnya gugup.

Yohanna mengembuskan napasnya beberapa kali. Ia tersenyum saat melihat seorang wanita berdiri menyambutnya. Terakhir kali ia datang ke kantor ini, usia Xaviera satu tahun. Semenjak itu, ia tidak pernah datang lagi ke perusahaan ini. Ia memberikan kepercayaan kepada suaminya, Alexander untuk menjalankan bisnis ini. Sementara Alexander tidak pernah membahas soal pekerjaan jika sudah di rumah.

Sekretaris cantik bernama Vanessa itu tersenyum dan berdiri menyambutnya dengan ramah. Ia menundukkan kepalanya untuk memberi hormat.

"Selamat siang." Sapa Yohanna dengan ekspresi datar.

"Selamat siang, bu." Jawab Vanessa memberi sapaan sopan.

"Saya ingin bertemu alex." Ucap Yohanna to the point.

"Maaf, bu sebelumnya saya ingin tahu anda siapa?"

"Kau tidak tahu siapa saya?" Suara Yohanna sudah naik satu oktaf.

"Maaf bu, saya tidak tahu anda siapa. Aku harap ibu tetap jaga etika dan jangan buat keributan di kantor ini."

Yohanna mengepalkan tangannya begitu kuat, rahangnya bahkan mengencang. "Aku istri dari Alexander." Ucapnya datar dan dingin.

Mata Vanessa terbelalak panik. Reflek ia membungkukkan badannya. "Maafkan saya ibu, saya benar-benar minta maaf. Saya baru empat bulan bekerja di sini. Saya benar-benar tidak tahu anda adalah istri dari pak direktur. Saya minta maaf bu." ucapnya terus membungkuk.

Yohanna mengangkat setengah alisnya, tersenyum simpul menatap ke arah Vanessa. Ia memilih tidak menanggapi kata minta maaf dari Vanessa. "Apa bapak direktur ada?" tanya Yohanna lagi. Tatapannya saat ini benar-benar mengintimidasi.

"Maaf sebelum ibu, pak direktur ada tamu dan beliau berpesan tidak bisa diganggu."

"Mungkin jika istrinya sendiri yang menganggu, mungkin tidak masalah. Ada hal penting yang aku bicarakan dengan pak Direktur, Vanessa." Yohanna tersenyum lagi sambil membaca tag nama yang digantung di leher sekertaris cantik itu.

"Tapi bu?"

"Tidak apa-apa, bisakah kau membeli sesuatu untukku sekretaris Vanessa?"

"Tentu saja bisa bu."

"Di dekat kantor ini ada sebuah cafe. Kebetulan sekali aku belum makan. Kau bisa belikan tiga paket makanan untuk kita makan siang ini. Untuk pak direktur, aku dan untuk makan siangmu."

"Ah..Baik bu."

Yohanna membuka tasnya dan memberikan beberapa lembar uang kertas kepada Vanessa. "Ambil ini, jangan lupa belikan minumannya juga ya." Kata Yohanna tersenyum lembut.

"Baik, bu. Kalau begitu saya tinggal dulu." katanya pamit undur diri.

"Terima kasih sekertaris Vanessa." ucap Yohanna tersenyum anggun, Ia membiarkan Vanessa pergi dari sana.

Ruangan itu pun seketika berubah hening, sangat hening. Hanya ada Yohanna di sana. Matanya kembali melihat ke arah pintu. Wajahnya dingin dan kaku. Ia melangkah pelan mendekati pintu itu. Yohanna sudah memegang kenop pintu. Dengan tarikan napas singkat, Ia perlahan-lahan membukanya, daun pintu sudah terbuka, Yohanna mendorongnya ke arah dalam dan melangkah masuk...

DEG...DEG... DEG...!

Jantung Yohanna semakin terpompa berdetak lebih kencang, darahnya seperti mengalir cepat hingga membuatnya panas dingin. Ia semakin sulit bernapas. Yohanna mendengar jelas suara desahan napas yang berkejar-kejaran dari arah kamar mandi. Matanya seketika berkaca-kaca. Napasnya berembus cepat tidak beraturan. Ia diam membeku di depan pintu kamar mandi.

Desahan itu semakin jelas dan nyata. Mereka saling mengucapkan cinta dengan ruangan penuh kenikmatan, membuat telinganya panas. Yohanna memejamkan matanya, menarik napasnya dalam-dalam sambil memegang dada. Ia semakin tidak tahan dengan semua ini. Suara desahan itu semakin membuatnya geram. Sungguh Yohanna berharap ini hanyalah mimpi. Tangannya gemetar karena menahan emosi yang bercampur aduk. Ia tidak siap, sungguh Yohanna tidak bisa melihat adegan itu. Tarikan napasnya panjangnya seakan tak mampu melewati hidung lagi. Wajahnya memerah dan meremas tangannya erat-erat. Tak tahan dengan segala emosi yang bergejolak. Ia berjalan untuk memegang kenop pintu dan...

BRAKKKKKK!

Yohanna membanting pintu itu dengan kuat. Sontak membuat Alexander dengan wanita itu begitu kaget. Pakai mereka masih lengkap. Hanya celana Alexander yang melorot ke bawah. Posisi bercinta mereka ala doggy di sana. Membuat dada Yohanna begitu sakit dan sesak. Wanita itu dengan cepat menaikkan kembali bagian dalamnya dan merapikan roknya. Sementara Mata Alexander membulat sempurna, mulutnya ikut terbuka. Ia begitu panik dan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Jantung Yohanna masih terpukul kencang, air matanya terjatuh begitu saja. Ia pun sadar, kalau debaran ini bukan lagi karena gugup, bukan karena debaran jantung cinta, bukan karena takut, tapi ini sakit. Begitu jelas mencengkram dadanya.

"Aaargggggg..." Yohanna berteriak histeris untuk meluapkan segala amarahnya. Ia memukul dada Alexander begitu kuat. Matanya berkilat penuh emosi. Wajahnya memerah karena tidak sanggup lagi. "Kau berengsek Alex. Kau melakukannya di kantor ini. Kau Lelaki tidak punya malu. Aahhhhhh....." Rahang Yohanna mengeras dan terus memukul Alex dengan sekuat tenaga, sampai membuat Alex terhuyung mundur.

"Dengarkan aku sayang."

"Kau menyakiti hatiku, kau lelaki yang tidak punya hati. Mati saja kau.." Teriak Yohanna dengan emosi jiwa.

"Sayang, bukan seperti itu."

"Cih..." Yohanna tertawa sambil menangis. "Kau masih memanggilku sayang, setelah aku melihat pria kotor sepertimu bercinta di depan mataku." Ucap Yohanna dengan senyuman pedih. lengkungannya begitu tajam. Kedipannya begitu dalam dan memilukan.

"Iya aku tahu, tapi dengarkan aku." Kata Alex berusaha memberikan pengertian kepada Yohanna. Ia masih bergeming kaku.

"Apakah karena dia," Jari telunjuknya mengarah kepada wanita itu. "Aku bisa membunuhnya sekarang, jika benalu ini yang merusak rumah tangga kita." tatapannya yang begitu tajam beralih memandang ke arah wanita yang terlihat santai sedang menyisir rambutnya dengan jari tangannya. Ia bahkan tidak ada rasa malu. "Dasar sampah," Kata Yohanna dengan geram.

"Aku bukan benalu seperti yang kau katakan, wajahku jelas-jelas lebih cantik darimu dan suamimu sendiri yang terpikat denganku. Jadi jangan salahkan aku. Salahkan kepada dirimu yang tidak cantik dan tidak bisa dibandingkan dengan aku."

Yohanna menurunkan pandangannya ke bawah sejenak. Berusaha bersikap tenang. Walau dadanya saat ini terbakar, panas membuat emosinya sewaktu-waktu meledak di sana. Yohanna hanya tersenyum tipis. "Aku bisa maklum itu, jika perusak rumah tangga orang biasanya senang memuji dirinya sendiri. Kau terlalu bangga dan tertawa kepada dirimu yang rendahan itu. Tentu saja kau bahagia karena sudah merebut suamiku. Aku ingin lihat, apakah kau bisa mencintainya jika dia sudah menjadi lelaki miskin yang tidak punya apa-apa. Kita lihat saja."

"Sayang apa yang...."

Tiba-tiba tawa wanita itu menggema di sana. Sampai membuat Alex tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Sekujur tubuhnya kaku saat melihat ekspresi istrinya terlihat santai namun membuat Alexander sangat ketakutan.

"Kami sama-sama mencintai, kami sama-sama bisa saling memuaskan dan kami sama-sama saling membutuhkan. Aku rasa itu cukup."

"Dasar wanita tidak punya malu." Emosi Yohanna kali ini benar-benar tersulut, Ia mengeluarkan tanduk iblisnya. "Mulutmu memang harus di cuci pake racun ya. Agar kau sadar siapa dirimu." Kata Yohanna dengan nada geram.

"Cih.." Wanita itu berdecak sambil memutar bola matanya dengan jengah.

" Kau...?" Yohanna mengambil wadah air dan menyiramnya ke tubuh wanita itu.

Dengan cepat Alex sudah berdiri dihadapan istrinya. "Sayang, biar aku jelaskan. Kita harus bicara."

Yohanna mengalihkan pandangannya, ia menatap Alexander dengan tajam. Kemarahannya semakin memuncak saat suaminya menghalanginya. "Sekarang minggir atau tanganmu ku patah kan! " sengit Yohanna menatap tajam. Terlihat jelas kilatan kemarahan terpancar dari wajah Yohanna. Istri yang biasanya pendiam dan mengurus rumah tangga setelah berhenti bekerja. Kini taringnya benar-benar keluar. Jangan dibangunkan singa tidur. Saat ini peribahasa itu cocok diberikan kepada Yohanna.

"Kau berani menyiramku?" Wanita itu membentak Yohanna. Ia bahkan mengeraskan rahangnya.

"Kenapa, kau tidak terima. Aku bisa memberimu pelajaran lebih dari ini." Yohanna mengangkat dagunya, menunjukkan kemarahannya, ia melangkah maju, membuat wanita itu mundur ke belakang.

"Cih..kau pikir aku takut? " Wanita itu membalas dan maju untuk mendorong tubuh Yohanna. hingga tubuhnya terdorong ke wastafel.

"Sayang, kita bisa bicara baik-baik." Kata Alexander berusaha memeluk Yohanna dari belakang.

"Lepaskan! Aku akan membunuhmu. lepaskan!" Yohanna berusaha melepaskan diri dari Alexander.

"Sekarang kau pergi dari sini." Ucap Alexander kepada wanita itu. Saat mendengar itu, Yohanna langsung menggigit tangan suaminya.

"Pergi katamu?" Tangan Alex terlepas begitu saja. Dengan langkah cepat ia menarik rambut wanita itu dengan kuat dan begitu lama.

"Aahhhhh.... sayang aku di sakiti." Erang wanita itu kesakitan. Ia berusaha menarik rambut Yohanna juga. Kepala keduanya saling beradu, tak menyisakan jarak di antara tubuh mereka.

Mendengar rintihan wanita itu, Yohanna bertambah marah, tangan yang konsisten ia terus menarik rambut wanita itu.

"Kalian berdua akan mati di tanganku

Memang tak ada salto atau jurus-jurus silat bernama binatang-binatang garang yang dipertontonkan, tapi jika ada yang bertanya apakah perkelahian itu membuat sakit? Jawabannya, tentu saja iya! karena wanita itu mengeluarkan erangan-erangan kesakitan. Yohanna tetap unggul di sini. Ia tidak membiarkan wanita itu meraih rambutnya. Pertarungan jarak dekat itu sama-sama mematikan.

" Cukup sayang, Jangan sakiti dia."

Saat mendengar itu, tangan Yohanna reflek terlepas. Napasnya memburu di sana. tatapannya menatap ke arah Alex. Sementara wanita memegang bagian kepalanya yang begitu sakit. Ia ikut mengatur napasnya di sana.

"Dia menyakitiku sayang." Rengek wanita itu dengan derai air mata. Tangisannya jelas-jelas seperti di buat-buat.

"Apa yang sakit?" Kata Alex menyentuh bagian kepala wanitanya tanpa perduli ada istrinya di sana.

Tubuh Yohanna diam membeku di sana. Tatapannya berubah kosong. Ia melihat jelas, jika Alex sama sekali tidak perduli dengannya. Ia melangkah menghadap ke arah suaminya.

"Kita harus bicara." Kata Alex menghadap istrinya.

"Apa bicara?"

PLAKKK!

Dengan kekuatan penuh Yohanna mengayunkan tangannya, menampar pipi Alexander dengan begitu keras. Suara tamparan itu membahana, membuat Alex terhuyung mundur sampai hampir kehilangan keseimbangan.

"Kau benar-benar lelaki tidak punya hati." Kata Yohanna menangis di sana. Ia menyeka air matanya dengan cepat, lalu pergi dari sana.

"Sayang, dengarkan aku... tunggu!" Panggil Alex kepada istrinya. Namun dengan cepat wanita itu menahan tangan Alex.

"Biarkan saja dia," Ucapnya dengan seringai tipis. Ia terus memeluk tangan Alexander agar tidak pergi meninggalkannya.

BERSAMBUNG

💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌

💌 BERIKAN VOTEMU 💌

💌 BERIKAN BINTANGMU💌

1
marBowo yuNi
Luar biasa
Surta Siahaan
karyamu sungguh indah thor, tetap. semangat dgn karyamu yg lain, baru x ini sya baca novel sebagua ini, biasanya cerita perselingkuhan dan pengkhianatan, tp ini it's amazing, saya suka, salam kenal dr saya u anda, sukses sll u karya terbaik berikutnya, alias critanya gk bertele2
salam sejahtera buat, kt sehat sll buat klrgnya😘😘
Surta Siahaan
semangat ya thor karyamu luar biasa
jgn lupa persatukan viera dgn javier, heheee
bunga cinta
makin seru
Li5naJait
kapan buatnya?? akhhhj author curang, ngintip sendirian 😁😁😁
Li5naJait
aku benar2 tdk mengerti dgn pemikiran Alfinso, harusnya yg dibereskn itu Valerie, loe punya uang, kekuasaan, tp mengatasi satu wanita gila aza tdk bs, justru membuat masalah jd rumit. Mafiaa apaan sperti itu
Li5naJait
Alfonso jd egois tdk bijak. mereka saling memcintai, jika mereka bs saling menerima, apa masalahnya. Harusnya yg Alfonso lakukan adlh menyingkirkan Valerie, bukan malah menghancurkan perasaan Javier dam Viera, Alvonso aneh
Li5naJait
kenapa dibuat rumit, bicaran dgn Xaviera, biarka dia mengambil keputusannya utk terus bersama atau tdk, bukan malah meninggalkan Viera begitu aza
Li5naJait
harusnya Javier membicarakannya dgn Viera tohhh perbuatan Valerie tdk ada hubungannya dgn Javier, bahkan dia jg korban kegilaan Valerie. kapan Valerie dan Alexander ini musnah, koq masih baik2 aza mereka dgn kejahatannya
Izza Kadir
betul2 sedih boleh bayangkan aq kat tempat die 😭😭😭😭
Darisha Asley
Happy ending
Darisha Asley
sukses selalu ya thor
Darisha Asley
Ceritanya memuaskan
Darisha Asley
Saya mampir kesini lagi thor
Muhiddin Muhi
lebih menekankan ke kisah percintaan, bukan mafia nya. ceritanya berbeda jauh dengan judul nya. 🙏🙏🙏
saya cantikkj
apa kabar Deng Alex n valeria
saya cantikkj
bunuh vier skarang Dy s kaya apa vier mw memaafkan Valeria lagi
saya cantikkj
asyek
saya cantikkj
ini cerita dari awal sudah bikin mewek
saya cantikkj
kabar mamax Javier gimana y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!