NovelToon NovelToon
Tak Terkalahkan Sejak Awal

Tak Terkalahkan Sejak Awal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.

Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.

Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.

Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:

Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.

Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.

Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 — Teknik Pertama

Pagi berikutnya...

Kabut tipis kembali menyelimuti Puncak Tianyun.

Burung-burung berkicau di antara pepohonan tua.

Lonceng Kuil Qingfeng berbunyi pelan.

Dentang...

Dentang...

Dentang...

Seperti yang telah diajarkan Chu Xuan...

Luo Ning dan Qin Xueyao lebih dahulu menuju makam Pertapa Qingfeng.

Mereka berlutut dengan khidmat.

"Salam hormat kepada Pendiri Kuil Qingfeng."

"Kami berterima kasih karena telah membesarkan Guru."

"Kami akan menjaga nama baik Kuil Qingfeng."

Setelah memberi hormat...

Keduanya berdiri bersamaan.

Mereka saling berpandangan.

Tanpa dikomando...

Mereka mulai membersihkan halaman kuil.

Luo Ning menyapu daun-daun yang berguguran.

Qin Xueyao menyiram tanaman obat di taman spiritual yang telah diciptakan Chu Xuan menggunakan kekuatan Domain.

Sementara itu...

Di beranda Aula Utama.

Chu Xuan menikmati secangkir teh hangat.

Tatapannya tenang.

Sesekali ia melihat kedua muridnya bekerja.

Di dalam Domain Tak Terkalahkan...

Tak ada satu gerakan pun yang luput dari pengamatannya.

Ia tersenyum tipis.

"Murid yang rajin memang enak dipandang."

【Penilaian Sistem: Kedua murid menyelesaikan tugas pagi dengan sempurna.】

【Kemajuan Misi Kuil】

Hari Pertama: Selesai.

Chu Xuan mengangguk puas.

"Ternyata sistem juga bisa menghitung hal seperti ini."

【Selama berkaitan dengan perkembangan Kuil Qingfeng.】

【Sistem akan mencatat semuanya.】

Chu Xuan meletakkan cangkir tehnya.

"Luo Ning."

"Guru."

"Qin Xueyao."

"Guru."

"Kemarilah."

Kedua gadis itu segera menghampiri.

Mereka berdiri dengan hormat.

Chu Xuan memandang keduanya secara bergantian.

"Hari ini..."

"Aku akan mengajarkan teknik kultivasi pertama."

Mendengar itu...

Napas Luo Ning sedikit menjadi cepat.

Akhirnya...

Hari yang ia tunggu tiba.

Sementara Qin Xueyao mengepalkan kedua tangannya karena gugup.

Chu Xuan menutup matanya.

"Sistem."

"Buka Warisan Guru."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Warisan Guru】

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Murid Pertama】

Luo Ning.

Status:

Fondasi Sempurna.

Cocok menerima teknik.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Murid Kedua】

Qin Xueyao.

Status:

Fondasi belum sempurna.

Terdapat sisa racun dalam tubuh.

Disarankan melakukan Perbaikan Fondasi terlebih dahulu.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Chu Xuan membaca panel itu.

Sama seperti perkiraannya.

Ia menatap Qin Xueyao.

"Xueyao."

"Guru."

"Hari ini kau belum akan mempelajari teknik."

Ekspresi Qin Xueyao sedikit berubah.

Namun...

Ia tidak menunjukkan rasa kecewa.

"Murid mengerti."

"Guru pasti memiliki alasan."

Chu Xuan mengangguk pelan.

"Fondasimu belum sempurna."

"Memaksakan teknik hanya akan merugikanmu."

"Terlebih dahulu..."

"Aku akan menyempurnakan tubuhmu."

Mata Qin Xueyao sedikit memerah.

Sejak kecil...

Tak seorang pun pernah begitu memikirkan masa depannya.

Bahkan tabib terbaik Kota Canglan hanya berusaha menghilangkan racunnya.

Sedangkan Gurunya...

Memikirkan seluruh jalan kultivasinya.

Ia segera membungkuk.

"Terima kasih, Guru."

Chu Xuan lalu memandang Luo Ning.

"Luo Ning."

"Ya, Guru."

"Duduk."

Luo Ning segera bersila.

Chu Xuan berjalan mendekat.

Ia mengangkat tangan kanannya.

Sebuah panel hitam muncul.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Warisan Guru】

Target:

Luo Ning.

Fungsi:

Pewarisan Teknik.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Teknik yang tersedia】

《Seni Pedang Angin Qingfeng》

Tingkat:

Bumi Tingkat Rendah.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Chu Xuan sedikit mengangguk.

Teknik ini...

Bukanlah teknik paling kuat yang dimilikinya.

Namun...

Sangat cocok dengan karakter Luo Ning.

Cepat.

Lincah.

Tenang.

Lebih mengutamakan ketepatan daripada kekuatan.

Ia perlahan meletakkan satu jari di dahi Luo Ning.

"Tenangkan pikiranmu."

"Jangan melawan."

"Biarkan pemahaman itu mengalir dengan sendirinya."

"Baik, Guru."

Luo Ning memejamkan mata.

Dalam sekejap...

Lautan kesadarannya dipenuhi cahaya hijau kebiruan.

Di tengah cahaya itu...

Seorang pendekar berjubah putih berdiri di puncak gunung.

Pedang di tangannya bergerak perlahan.

Setiap ayunan...

Seringan embusan angin.

Namun...

Mampu membelah awan di langit.

Mampu memotong sungai di bawah gunung.

Mampu mengalahkan musuh tanpa meninggalkan amarah di dalam hati.

Suara Chu Xuan terdengar di lautan kesadarannya.

"Pedang..."

"Bukan hanya digunakan untuk membunuh."

"Pedang..."

"Adalah perpanjangan hati pemiliknya."

"Semakin tenang hatimu..."

"Semakin tajam pedangmu."

Luo Ning tanpa sadar menitikkan air mata.

Untuk pertama kalinya...

Ia memahami bahwa teknik kultivasi bukan sekadar kumpulan jurus.

Melainkan...

Sebuah jalan yang harus dipahami dengan hati.

Di luar...

Qin Xueyao menyaksikan semuanya tanpa berkedip.

Tatapannya dipenuhi rasa iri.

Bukan iri karena Luo Ning mendapat teknik lebih dahulu.

Melainkan...

Karena ia juga ingin segera memenuhi syarat untuk menerima bimbingan Guru.

Chu Xuan meliriknya sekilas.

Seolah mengetahui isi pikirannya.

"Tidak perlu terburu-buru."

"Setiap murid memiliki waktunya sendiri."

Qin Xueyao tersenyum malu.

"Murid akan bersabar."

Chu Xuan mengangguk pelan.

Di dalam hatinya...

Ia mulai menyusun rencana.

Hari ini Luo Ning menerima teknik.

Besok...

Giliran Qin Xueyao menerima Warisan Guru dan menyempurnakan fondasinya.

Perlahan...

Kuil Qingfeng akan melahirkan murid-murid yang kelak mengguncang seluruh Dunia Fana.

Angin gunung bertiup perlahan.

Suasana Kuil Qingfeng menjadi sangat tenang.

Ujung jari Chu Xuan masih berada di dahi Luo Ning.

Di dalam lautan kesadarannya...

Pendekar berjubah putih terus memperagakan setiap gerakan pedang.

Tidak ada gerakan yang berlebihan.

Tidak ada jurus yang mencolok.

Namun...

Setiap ayunan pedang seolah menyatu dengan langit, bumi, dan embusan angin.

Ia perlahan mengangkat pedang di tangannya.

Mengikuti setiap gerakan pendekar berjubah putih.

Satu ayunan.

Dua ayunan.

Tiga ayunan.

Semakin lama...

Gerakannya semakin alami.

Di luar...

Angin di seluruh Kuil Qingfeng mulai berembus lebih kencang.

Daun-daun beterbangan mengikuti arah pedang Luo Ning.

Lonceng tua di depan Aula Utama kembali berdentang.

Dentang...

Dentang...

Dentang...

Pohon tua di samping makam Pertapa Qingfeng bergoyang perlahan.

Melihat pemandangan itu...

Qin Xueyao menahan napas.

"Guru..."

"Apakah ini karena Kakak Luo?"

Chu Xuan mengangguk pelan.

"Ia mulai memahami jalan pedangnya."

"Namun..."

"Perjalanan itu baru saja dimulai."

Sesaat kemudian...

Pendekar berjubah putih di lautan kesadaran Luo Ning perlahan berubah menjadi cahaya.

Seluruh cahaya itu memasuki tubuhnya.

BOOM!!

Aura Luo Ning melonjak.

Qi spiritual di sekitarnya berputar semakin cepat.

Krak...

Krak...

Suara penghalang kultivasi mulai retak.

BOOM!!

Gelombang qi menyapu halaman.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Selamat!】

Luo Ning berhasil menembus...

Alam Penempaan Tubuh Tingkat Keenam.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Perlahan...

Chu Xuan menarik kembali jarinya.

Luo Ning membuka kedua matanya.

Tatapannya kini jauh lebih tajam.

Namun tetap tenang.

Ia merasakan setiap helai angin di sekelilingnya.

Seolah-olah...

Pedang dan angin kini memiliki hubungan yang tak dapat dijelaskan.

Ia segera berlutut.

"Terima kasih atas bimbingan Guru."

Chu Xuan hanya menganggukkan kepala.

"Bangun."

"Jangan puas."

"Kalau kau berhenti berkembang hari ini..."

"Besok kau akan tertinggal."

"Murid mengerti."

Panel hitam kembali muncul di hadapan Chu Xuan.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Kemajuan Misi Guru I】

✔ Mewariskan teknik kultivasi pertama.

✔ Membantu Luo Ning menembus satu alam kecil.

⏳ Kuasai 《Seni Pedang Angin Qingfeng》 hingga tingkat Mahir.

Kemajuan:

2/3

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Hadiah belum dapat diterima.】

【Selesaikan seluruh target misi.】

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Poin Tak Terkalahkan】

44.760

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Chu Xuan mengangguk puas.

"Bagus."

"Sistem masih menghitung dengan benar."

【Sistem tidak pernah salah menghitung poin.】

Chu Xuan terkekeh kecil.

"Itu memang kelebihanmu."

Di samping mereka...

Qin Xueyao memandang Luo Ning dengan mata berbinar.

"Kakak Luo."

"Selamat."

Luo Ning tersenyum lembut.

"Terima kasih."

"Lain kali..."

"Giliranmu."

Qin Xueyao mengangguk penuh semangat.

"Aku akan berusaha keras agar tidak mengecewakan Guru."

Chu Xuan memandang kedua muridnya.

Senyum tipis muncul di wajahnya.

Melihat mereka saling mendukung...

Ia merasa keputusan menerima mereka sebagai murid adalah keputusan yang tepat.

Tatapannya kemudian beralih ke arah makam Pertapa Qingfeng.

Di bawah pohon tua itu...

Suasana tetap tenang.

Chu Xuan membungkukkan badan sedikit.

Di dalam hati ia berkata,

"Kakek..."

"Mungkin aku belum bisa menjadi guru sehebat dirimu."

"Tetapi..."

"Aku akan berusaha menjaga Kuil Qingfeng."

"Aku juga akan membimbing mereka..."

"...hingga suatu hari nanti mereka mampu berdiri di puncak dunia kultivasi."

Angin gunung berembus lembut.

Daun-daun pohon tua berguguran perlahan.

Seolah menjadi jawaban tanpa kata.

Sementara itu...

Sangat jauh dari Pegunungan Tianyun.

Di sebuah sekte besar yang berdiri selama ribuan tahun.

Seorang tetua berjubah abu-abu perlahan membuka matanya.

Tatapannya menembus cakrawala.

"Gelombang Dao Pedang..."

"Masih terasa."

"Wilayah terpencil itu..."

Di belakangnya...

Seorang murid segera membungkuk hormat.

"Tetua."

"Apakah perlu kami menyelidikinya?"

Tetua tua itu terdiam beberapa saat.

Lalu menggeleng pelan.

"Belum."

"Orang yang mampu memancarkan Dao Pedang seperti itu..."

"Bukan seseorang yang boleh diselidiki sembarangan."

Tatapannya tetap tertuju ke arah Pegunungan Tianyun.

Tanpa seorang pun menyadari...

Nama Kuil Qingfeng perlahan mulai memasuki pandangan para ahli di Dunia Fana.

Bersambung...

......................

...Catatan Author:...

Perlu dijelaskan bahwa teknik 《Seni Pedang Angin Qingfeng》 bukanlah warisan teknik milik Pertapa Qingfeng.

Sistem yang dimiliki Chu Xuan adalah Sistem Kuil Tak Terkalahkan, yang bertujuan membangun dan mengembangkan Kuil Qingfeng menjadi kuil terkuat di dunia.

Karena itu, setiap teknik, warisan, bangunan, maupun kemampuan yang diberikan Sistem akan menggunakan identitas Kuil Qingfeng sebagai asal-usulnya.

Dengan kata lain, nama 《Seni Pedang Angin Qingfeng》 diberikan oleh Sistem sebagai teknik resmi Kuil Qingfeng, bukan karena teknik tersebut pernah diciptakan atau diwariskan oleh Pertapa Qingfeng.

Pertapa Qingfeng tetaplah Pendiri Kuil Qingfeng. Beliau adalah orang yang membangun kuil itu, mempertahankannya hingga akhir hayat, membesarkan Chu Xuan, serta mewariskan Kuil Qingfeng beserta cita-citanya kepada Chu Xuan.

Sementara itu, Sistem Kuil Tak Terkalahkan bertugas melengkapi dan mengembangkan Kuil Qingfeng dengan teknik, warisan, bangunan, serta berbagai kemampuan lainnya, agar suatu hari nanti Kuil Qingfeng benar-benar menjadi kuil yang tak terkalahkan.

Dengan demikian, Pertapa Qingfeng adalah pendiri dan pewaris Kuil Qingfeng, sedangkan Sistem adalah alat yang membantu Chu Xuan mewujudkan cita-cita tersebut hingga mencapai puncak dunia kultivasi.

1
obeng min
tambah banyak up-nya tambah jos pula ketua mantap👍👍👍👍👍
obeng min
selalu top
obeng min
top👍👍👍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
sikat😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
obeng min
selalu dedepan mantap🤣🤣🤣👍
obeng min
upnya kurg banyak ketua👍👍👍👍👍
andi widya
kerennn
obeng min
mantao ketua 💪💪💪💪💪
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
semangat🤭🤭
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
obeng min
👍👍👍👍👍👍
obeng min
💪💪💪
obeng min
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!