NovelToon NovelToon
Assalamualaikum Pengagum Rahasia

Assalamualaikum Pengagum Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen School/College / Romansa-Teen school
Popularitas:59.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elisa_nafiah

Bagaimana perasaanmu ketika dibersamakan dalam ikatan halal bersama ia yang mengagumimu dalam diam?
Ini tentang kisah mereka yang saling terkagum dalam diam dan do'a. Tak berani mendekat dengan sesama, melainkan mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Hati terlebih dahulu.
Karena Allah tak pernah ingkar dengan janji-Nya. Bagi mereka lelaki baik untuk perempuan baik, dan bagi mereka lelaki tidak baik untuk perempuan tidak baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elisa_nafiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8- MASA SMA- Aku Berhenti Ya?

Tidakkah hal yang paling mengecewakan itu berharap pada makhluk-Nya?

\-*Assalamualaikum Pengagum Rahasia*\-

    ✿✿✿

   Aku mengerjap pelan, melihat Fariz yang awalnya  terdiam beku langsung menguasai diri sadar. Sedangkan Vian yang tadi duduk di samping bangkuku  beranjak dan berjalan mendekati Fariz. 

      "Kuy, cabut!" ajak Vian lalu  membalikkan tubuh Fariz menjauhi kelas. 

   Aku menghembuskan nafas, merasa ada yang tidak enak tiba-tiba. Entah karena perubahan sikap Fariz seperti orang yang terkejut. Tapi untuk apa? Bukankah dia tidak menyukai aku?

   Memang sikapnya saja seperti itu, tapi yang tadi beda. Ada kilatan yang tak terelakkan, semacam cemburu?

  Cemburu? Mungkin dia peduli saja tidak. Aku saja yang membawa sampai perasaan.

     Tak memikirkan soal Fariz, aku mengambil mukena yang ku bawa dari rumah untuk menuju musola melaksanakan solat dhuhur. Baru sampai di depan kelas, Zaskia dkk masuk kelas.

   "Ga solat?" tanyaku pada mereka yang tersentak sadar.

   "Ah oh iya, tunggu."

   "Lo kemana aja sih, Sa. Dicari malah di kelas, giliran disamperin malah mau pergi," gerutu Laili sebal menuju bangkunya mengambil mukena juga.

   Aku hanya menyeringai tanpa dosa, lupa jika tadi aku meninggalkan mereka di lapangan.

    "Ayok!"

   Akhirnya kami keluar dari kelas untuk menuju musola.

Acara pertandingan ataupun lomba diberhentikan sementara untuk istirahat dan dilanjut nanti sampai pulang sekolah.

   

   Kami mengambil air wudhu.

   Basuhan air wudhu lumayan membuat aku segar karena cuaca yang cukup panas dan gerah apalagi tadi sempat ikut tanding tenis meja dengan salah satu wakil dari kelas 12 IPS.

    Suara adzan terlantun dengah indah dan menyejukkan hati di siang ini.

     Aku terdiam, menjawab adzan dengan pelan.

    Adzan yang tadinya berkumandang dengan alunan lembut menyentuh hati akhirnya  selesai lalu ku lanjut membaca doa setelah adzan, aku yang mendongak sebentar ke depan dan tatapanku terjatuh pada lelaki yang wajahnya telah terbasuh air wudhu melangkah memasuki musola.

 

       Walau aku tersentak kecil ketika ia membalas tatapanku.

   Lalu ia melengos, melanjutkan langkah menuju shaf depan.

   Astagfirullah, kenapa susah sekali melupakan Fariz?

  Padahal aku hanya sekedar kagum, jika ia tak pantas untuk ku kagumi mudahkanlah aku untuk melupakannya.

     Selesai berjamaah, kamipun berjalan bersama melalui koridor kelas. Sampai pada akhirnya aku teringat tentang dokumen yang harus ku ambil dari Andre di ruang Osis.

    "Eung eh, kalian duluan aja. Aku mau ke ruang Osis bentar. Oh iya, nitip mukena juga ya," kataku pamit menyerahkan mukena berwarna maroon pada Syifa.

   Lalu berjalan berbelok ke kiri dimana ruangan Osis terletak di sebelah Lab. Kimia.

   Aku membuka ruangan Osis, melebarkan mata terkejut melihat Dila yang sedang berpegangan tangan dengan Fariz.

    Tak bisa ku pungkiri, hatiku terasa tersayat dalam. Mataku yang hendak memanas dengan segera ku kuasai.

  Melihat kedatanganku yang tiba-tiba, kedua tangan mereka langsung menjauh. Aku sedikit lengkap wajah gugup Dila dan juga wajah kaget Fariz saat itu.

   Aku berdeham kecil menguasai diri. "Maaf," ucapku masih terdiam bodoh melihat mereka berdua dengan raut wajah ketakutan.

   Seolah mereka tertangkap basah dengan guru BK.

   "Kak Lisa." Dila memanggil namaku dengan pelan.

    Mataku jadi beralih kecil. Bergantian memandang mereka.

   Kini aku tahu, kenapa mereka akhir-akhir ini sangat dekat.

   "Maaf ga sengaja. Tadi mau ambil dokumen dari Andra," jelasku segera tanpa memberi merek waktu untuk menjelaskan. Mataku menyorot seisi ruangan sebentar. "Tapi kayaknya ga ada Andra deh, ya... udah aku balik ya, Assalamu'alaikum," salamku setelah itu  berbalik arah keluar dari ruang Osis.

    Aku mengigit bibir bawah kuat.

  Bodoh kamu, Sa! Apa lelaki seperti itu yang kamu kagumi? Apa lelaki itu yang kamu idamkan? Apakah lelaki seperti itu yang kamu kira soleh dan tatapannya meneduhkan?! 

    Aku kembali merutuki diri sendiri. Tersadar ini adalah bentuk jawaban do'aku akhir-akhir ini.

   Ketika aku meminta pada Allah, diberikan petunjuk apakah dia yang ku do'akan dalam diam di sepertiga malam baik untukku atau tidak, apakah hanya ujian sementara dan meminta pada Allah dijauhkan dengan dia yang tak baik untukku. Ketika itu pula, Allah menunjukkan bahwa ia memang tak baik untukku.

   Detik itu juga Allah menampakkan sesuatu yang menjadi alasanku harus melupakannya.

    Aku menghela nafas, mencoba mengatur nafasku yang mendadak sesak.

   "Sa," panggilan terdengar lirih dari belakang membuat aku perlahan menoleh, mataku melebar kecil melihat Fariz dengan mata sayunya menatapku.

  Dengan segera aku menunduk menghindari pandangan.

   "Jangan salah paham," lanjutnya membuat aku mengernyitkan dahi. "Apapun itu kamu jangan salah paham."

    Aku mendongak perlahan melihat ke depan, mengenai objek di sampingnya. Menguasai diri dan suara agar tidak terdengar bergetar parau.

     "Iya," jawabku singkat. Sungguh moodku  sudah anjlok ke bagian dasar.

   "Tadi...." Fariz menggaruk tengkuknya, seolah ingin menjelaskan kejadian tadi namun tak tahu harus dimulai darimana. Tapi untuk apa dia susah-susah menjelaskan? Padahal aku tak meminta ia untuk menjelaskan bukan?

   "Sans aja, aku ga bakal aduin ke guru BK," kataku pada akhirnya karena menunggu lanjutannya berbicara lama.

   Aku berbalik badan, melangkah pergi menjauhi Fariz dengan tangan mengepal kuat.

       Tidakkah hal yang paling mengecewakan itu berharap pada makhluk-Nya?

         

   Aku melangkah menaiki tangga yang menuju ke atas gedung sekolah. Mencoba menenangkan diri di sana. Rasanya ingin menangis, tapi untuk apa? 

    Kembali ke kelas pun aku juga belum bisa. Tak ada yang boleh tahu air mataku terjatuh hanya karena manusia. Hanya Allah yang tahu dan aku.

    Aku mendudukkan diri pada bangku yang tersedia di sana. Biasanya di sini banyak digunakan tempat untuk menongkrong anak laki-laki gerombolan IPS. Tapi untunglah disaat seperti ini keadaannya sepi dan sunyi. Sepertinya mereka telah dilarang oleh guru BK untuk menongkrong di sini.

   Karena kebanyakan tempat ini dijadikan tempat untuk nyebat.

    Bulir bening itu berhasil keluar setelah memaksa mendobrak. Ku tumpahkan segala isak tangisku dengan hati yang seolah tertusuk jarum perlahan. Memberikan efek sakit ke bagian dasar. 

        

    Setelah beberapa menit merasa baikkan, aku mengambil nafas dalam. Mencoba menetralkan diri kembali. Mungkin sudah bel sejak tadi. Akhirnya aku melangkah menuruni tangga, lalu menuju ruang kelas.

   

  Pintu kelas tertutup yang artinya guru sudah memulai pelajarannya sejak tadi.

  Aku mengetuk pintu dan salam, lalu memberitahu bahwa aku baru selesai dari ruang Osis.

   Aku tahu itu boong dan  dosa, tapi bukannya tadi aku memang dari ruang Osis untuk keperluan dengan Andra? 

   

  Tapi yang ku temukan bukan Andra, melainkan dia yang sedang berdua dengan perempuan. Dan itu menghancurkan ekspetasiku tentang dia yang menjaga pandangannya. Sungguh. Dan mulai saaat ini, aku tak akan mengaguminya lagi dengan alasan apapun! 

    

✿✿✿

     

   Assalamu'alaikum 🤗

1
suharlina
udah ngak dilanjut ya
🍒⃞⃟🦅
klepek2 uy 😻🤭
Ara Muybella
ini ko g up terus y udah hampir 2 thn ceritanya mewakili banget masa" sekolah dulu up lg dong
y
next ka
y
next
Nabila
lanjut dong kk
Nabila
lnjt kk
Nabila
bgus kk
Nabila
p
Nabila
semangat kk
Nabila
wkwkw
Nabila
bikin penasaran aj kk
Ana Ini
lanjut dong kak😊
Cummee ClluluphLuph Jendol
kk author kmn yah, kq novelnya berhentiiii. lanjut lahhhh
Reni Nuraeni
lanjut dong ka;)
M4r$@nd@~~~
Up lagi dong kak seru lohh seriusss bagus banget aku udah nunggu nunggu lohh ❤
Melly Kamili
lanjut lagi kk.
Cummee ClluluphLuph Jendol
kpan yg up dek..
Pina
haloo saya baru belajar menulis karyaku, mampir yu ke novel saya 😊😊


Disepertiga malamku

terima kasih sebelumnyaa😉
Sa'adah Nurjanah
nungguuu
Pina: haloo saya baru belajar menulis karyaku, mampir yu ke novel saya 😊😊


Disepertiga malamku

terima kasih sebelumnyaa😉
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!