tak peduli seberapa jauh dirinya diasingkan, tak peduli seberapa hina dirinya dikucilkan. fasalnya keyakinan tetaplah sama nasywa. aku adalah aku...
teruslah melangkah kedepan, meskipun orang yang kau anggap sebagai kekasih hayalan telah selamanya menghilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gubahan Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chef juned
Malam ini adalah malam bulan purnama, yang mana waktunya untuk para anggota Genk sultan melancarkan salah satu kenakalannya dalam pengoperasian JB (jual beras) dengan modus ancang-ancang memasak untuk semua mamang santri.
Dalam pekerjaannya cukup mudah dan sederhana, mereka berempat akan dibagi menjadi tiga bagian.
Zim bekerja sebagai pengawas keamanan
Rinto bekerja sebagai peluncuran taktik
Bono dan sandi sebagai pengambil alih konsumsi
Tepat pada saat menjelang malam, seusai beres mengaji turun dari atas majelis, salah satu tangan kanan rohis yakni Bang–ke tak sengaja memperhatikan gerak gerik dari para anggota Genk sultan yang terlihat mencurigakan, awalnya ia tidak tertarik akan apa yang dilakukan oleh Zim yang sedari tadi hanya berdiri seperti patung hidup yang dipajang didepan majelis tanpa bergerak sedikitpun. bahkan ia juga sempat melontarkan cemoohan yang tak pantas padanya dari kejauhan. Namun Zim hanya terpokus pada peluncuran rencananya saja dan tak menganggap bahwa ada orang selain dirinya disini.
"Wah gak beres nih, si Zim mulai budek..." bisik Bang–ke.
.
.
.
.
Sebuah kode yang tak mudah dimengerti oleh siapapun selain dari anggota Genk sultan langsung diberikan oleh Bono dari jauh pada zim untuk segera pergi menuju lokasi terahasia dimalam hari.
Sedangkan Bono mulai mengikat sebuah sarung usang yang mana didalamnya terdapat sekarung beras miskin yang Sandi bawa tadi siang. Mereka mulai berjalan mengendap-endap melalui jalan rumah pemukiman warga secara acak, guna untuk mengelabui para santriawan lainnya.
Setibanya ditempat rahasia, yakni lokasi tempat warung makan chef Juned atau yang karib sekali Genk sultan sebut sebagai mas jonson. Seorang pria paruh baya asli keturunan Jawa yang mempunyai bakat memasak tak sengaja tersesat di tanah sunda selama berbelas-belasan tahun, hingga berjalannya waktu chef Juned membangun sebuah perusahaan berupa warung makan setelah menguasai berbagai hidangan makanan, bahkan hebatnya, chef Juned selalu menjadi warung makan terfavorit dan dianggap sebagai salah satu master chef challenge of the best menurut para santri lainnya, termasuk keempat Genk sultan, karenanya chef Juned mampu menciptakan makanan-makanan terhebat yang memang sudah sepatunya mendapatkan penghargaan dari semua orang.
*Catatan.
Wartegnya buka dari jam enam sore sampai jam enam pagi*...
Rinto memberikan sekarung beras miskin itu untuk ditukar menjadi uang sebagai jaminan dari kerja kerasnya atas jasa para anggota genk sultan karena sudah ingin membantu permasalahan konsumsi chef Juned di warungnya yang memang kekurangan beras, karenanya lonjakan harga yang sudah naik.
"Senang bisa berbisnis dengan kalian." Kata chef Juned tersenyum sembringah menerima bantuan berupa beras miskin dari para anggota Genk sultan.
"Saya juga ikut senang bisa membantu tuan Jonson malam ini, semoga tuan Jonson mengerti untuk apa kami berempat membantu anda sampai seperti ini!" kata Zim sambil bersalaman dengan chef Juned.
"Iya tahu, kertas pahlawan merah putih kan?"
"Iyyyyyyya!" ucap keempat anggota Genk sultan kompak di susul dengan kedua bola mata yang berbinar-binar setelah mendapatkan secarik kertas bergambarkan seorang pahlawan merah putih dari chef Juned. "Kami izin pamit tuan, lain kali jika ada masalah hubungi kami kembali, karena sudah menjadi pekerjaan kami untuk membantu orang-orang susah seperti anda chef!.
Semoga anda juga senang atas semua kerja keras kami!" usul Rinto.
"Baik" balas chef Juned mengangguk kecil.
Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta
💗💗💗💗💗🌷🌷🌷🌷
Semangat
💜💜💜💜💜💜
Dirimu tak pernah nongol saat itu
dirimu kemana Thor
Bank ke 🤣🤣🤣