Hans seorang pemuda yang giat belajar. Berteman dengan dua orang Andika dan Febri.Mereka seperti saudara saling membantu dan menolong.
Tiba-tiba persahabatan itu sedikit tergoyahkan setelah datang seorang gadis jelmaan.Dia adalah cucu angkat dari nenek yang ditolong oleh Hans dan gadis yang sudah lama hilang.
Bagaimana persahabatan mereka selanjutnya,nantikan karyaku yang kedua ini
Nantikan detik-detik terkuaknya misteri Gedung Tua ini.
Terimakasih sudah membaca novelku yang kedua ini kritik dan saran dangat author harapkan agar menjadi naskah yang sempurna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERJEBAK
SEBELUMNYA JANGAN LUPA LIKE AND VOTE NYA
UNTUK SEMANGAT AUTHOR MENULIS TERIMAKASIH
****
Setelah sampai di kelas Hans melepas tasnya duduk di bangku bersama Radit lagi. Menerima pelajaran seperti biasanya. Guru memberi materi dengan cepat, setelah itu memberi tugas pada siswanya sampai waktunya istirahat.
“ Kamu gak istirahat dulu Hans ?” tanya Radit melihat temannya tak beranjak dari kursinya.
" Enggak aku tadi bawa bekal kog" Hans membuka bekalnya yang dia siapkan sendiri dari rumah.
“ Ya sudah aku ke kantin dulu “ Radit meninggalkan Hans sendiri di ruang kelas.
Radit berjalan ke kantin ,biasanya ada Hans bersamanya sekarang sendiri melewati toilet kamar mandi yang terletak di sebelah tangga. Hans keluar dan duduk di bawah pohon beringin depan kelasnya.
Membuka bekal dan mulai mengunyah sambil melamun. Pikirannya masih teringat dengan kejadian-kejadian yang menimpanya akhir-akhir ini .Tiba- tiba Andi datang menghampirinya, menepuk pundaknya dari belakang.
“ Hoi, melamun saja tuh makanan ada lalat mampir lo ! “ nunjuk makanan Hans yan sebenarnya bersih tanpa ada lalat.
“ Kamu itu bisa saja Ndi aku kemaren nolong kucing lagi, tapi tiba-tiba kucingnya pergi sebelum aku terbangun.”
“ Kamu ini kucing terus , sudah biasalah kucing ada dimana-mana” celetuk andi duduk di depan Hans dan mengambil sedikit makanan Hans.
“Masalahnya aku tuh gak suka kucing tiba-tiba sibuk sama kucing aneh saja kan ?” kata Hans.
“ Gak ada yang aneh semua bisa dibolak balikkan hatinya oleh Allah “ mulai ceramahnya.
“ Kamu tuh dari kemaren kayak pak Ustad saja terus , kesambet apa an sih ? apa baru ketemu yang horor lantas kamu tobat ha ...ha ... “
“ Ya itu tadi lo Hans, semua sudah ada yang ngatur manusia juga sama , kita hanya pelakunya“ terus sambil mengambil makanan Hans.
“ Hai, kamu belum sarapan ya kog kamu habisin !!“ teriak menjitak kepala Andi. Tapi semua itu sudah biasa untuk mereka , makan bersama bahkan tidur di rumah bersama.
“ Iya tadi ibuku belum sempat masak bangun kesiangan ,ayah pulang kemalaman bergadang sama ayah kali”
Flasback on**
Andi mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya karena di meja makan masih sepi dan tak ada makanan di mejanya.
" Ibu ,ayah Andi berangkat sekolah dulu "
Pintu kamar dibuka tampak ibu dan ayahnya terkejut karena melihat anaknya sudah rapi siap berangkat sekolah.Ternyata mereka bangun kesiangan kalau bukan dibangunkan Andi pasti sampai siang mereka masih tertidur karena lelahnya. Ayah Andi pulang larut dan tentunya ibunya ikut sibuk menunggu kepulangannya.
"Astaghfirullah sudah jam berapa nak? Ibu kesiangan, ayah pulang malam sekali sih " ibu Andi mencubit pinggang ayahnya
"Namanya juga kerja bu, ya sudah kamu beli sarapan di sekolah saja ya nak, nanti telat " ucap ayahnya.
"Iya, Andi berangkat dulu ayah, ibu "
Ayah Andi bekerja sebagai sopir waktu kerjanya tidak menentu, terkadang tidak pulang karena kendaraannya mogok dijalan. Hal itu yang menyebabkan kecapekan dan pulang terlambat ke rumah . Andi memang anak tunggal tapi dia tidak pernah manja selalu mandiri , sama dengan Hans.
Flasback off **
“ Hust, urusan dewasa itu kita belum cukup umur ha ha ...” ucap Hans.
“ Iya tapi aku anaknya terlantar sekarang lapar” mengunyah makanan terus.
Untung bekal Hans lebih banyak sehingga cukup buat berdua, karena sudah biasa ketika istirahat mereka terkadang saling tukar dan memberi makanan. Tapi kadang gak sempat makan dan sisa juga dibawa pulang kembali.
Mereka bercanda membicarakan film petualangan yang mereka tonton masing-masing, diselingi tertawa lucu dengan cerita mereka. Bel masuk berbunyi, mereka masuk ke kelas masing - masing karena jurusan mereka berbeda maka tak satu kelas.
Hans mengikuti pelajaran selanjutnya yang tinggal dua jam pelajaran. Setelah selesai pelajaran Hans bergegas keluar menuju parkiran karena cuaca gelap dari pagi gerimis .
**
Mengayuh sepedanya hingga ditengah jalan sampailah dia di rumah kosong. Terlihat hujan turun dengan lebatnya. Dia yang pulang sendirian berteduh dulu memasangkan jas hujannya , sedangkan Andi tadi masih mengerjakan tugas kerja kelompok dengan temannya.
Hans melihat pintu rumah itu sedikit terbuka , melirik ke dalam rumah tampak bayangan seseorang di dalam. Takut membuka lebar pintu itu, tiba-tiba ada suara dari dalam rumah.
“Masuklah! ” terdengar suara merdu dari dalam rumah. Sedikit merinding ada sesuatu seperti yang dulu pernah dialaminya terjebak dalam ruangan.
“ Ayo masuklah diluar masih hujan !” suara itu lagi ,seperti tersihir Hans membuka pintu rumah. Sampai di dalam pintu tertutup dengan tiba-tiba, ruangan gelap tampak bayangan seorang gadis di depannya.
“Kemarilah disini lebih hangat!“ suaranya tampak lembut seksi.
“Ka ... kamu siapa ? “ tanya Hans masih belum tersadar dari rasa bengong. Hans belum menyadari bahwa dia pintunya tertutup sendiri .
“Aku Ane penghuni rumah ini ” ucap gadis yang tampak berambut panjang itu.
Hans mendekati bayangan itu dengan penasaran ,dari pancaran wajahnya gadis itu tampak seakan sedih .
“Kamu kenapa kog ada di sini ?” tanya Hans sedikit takut dan merinding . Anak itu memang sering bertemu dengan hantu , tapi tidak pernah sampai penasaran seperti ini karenavada yang memanggil dirinya.
“Aku tidak punya teman aku ditinggalkan dan aku sendirian maukah kamu berteman denganku? ” kata gadis bayangan itu.
“Mengapa memilihku? aku hanya seorang yang ... “ belum sempat Hans selesai mengucapkan kata-katanya pintu dibuka dari luar.
“ Heh, kamu lagi kenapa masuk rumahku? ayo cepat keluar !!“ seorang lelaki yang mengaku pemilik rumah pada waktu itu menarik tangan Hans keluar rumahnya. Hans baru sadar dia tadi masuk ke dalam rumah kosong itu tanpa sadar.
“ Mau mencuri ya ? apa lagi alasanmu hai bocah ? “melotot kepada Hans.
“ Maaf pak ”menunduk mengingat kejadian yang baru saja ia alami.
Hujan sudah berhenti Hans bergegas ijin pulang ,dan sebelumnya minta maaf pada pemilik rumah kosong itu. Sampai di rumah dia masih terbayang dengan penampakan bayangan gadis dalam rumah kosong itu. Sehingga orang tuanya heran anaknya diam tak berkata apapun ketika diajak bicara.
Ada apa dengan anak itu, mungkin ada kejadian yang membuatnya berpikir dan syok seperti dulu, batin ibunya.
Setelah membersihkan diri Hans masuk dalam kamar ,hingga ibunya khawatir sejak pulang sekolah belum menyentuh makanannya.
“ Nak, keluar dulu ayo makan dulu nanti perutmu sakit ! “ kata ibu mendekati anaknya yang terbaring tanpa memejamkan mata.
Menuruti ajakan ibunya tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya makan dalam diam. Kedua orang tua Hans saling memandang melihat tingkah Hans, namun mereka membiarkannya, menjaganya dari kejauhan . Selesai makan kembali ke kamar dan pintunya dibiarkan terbuka. Hans tidur tanpa membuka buku pelajaran seperti yang dilakukan sebelum tidur.
Keesokan harinya ibu melihat anaknya belum terbangun ketika azan subuh, membangunkan Hans dengan sedikit menguncangkan tubuhnya.
“ Nak ayo sholat dulu sudah subuh “ Hans menggeliat kaget ibu ada disampingnya.
“ Maaf bu Hans telat yah ? “ bergegas mandi dan menunaikan ibadahnya.
Pada waktu sarapan pagi orang tuanya melihat Hans lebih segar tidak seperti kemaren yang bengong dan melamun.
“Kamu kenapa nak? ada yang perlu kamu ceritakan pada kami ?” ayahnya memberondong pertanyaan yang membuat hans mengingat memorinya kembali dengan kejadian tadi.
"Ketemu hantu yah di rumah kosong " Jawab Hans santai melanjutkan sarapannya
****
Ditunggu UP selanjutnya ya....terimaksih ..🌼🌼🌼🌼
tetap semangat thorr.💪
Thanks thorr udah mau mampir🙏🤗😁