Tiffany adalah seorang gadis muda yang baru menginjak usia 17 tahun.
Dirinya terpaksa menerima tawaran pernikahan akibat keluarganya yang terlilit hutang yang cukup besar kepada keluarga Revando.
Revando adalah seorang COE tampan yang berusia 30 tahun, Revando merupakan seorang pengusaha muda yang sangat sukses, karena usia Revando yang saat ini lumayan dewasa dirinya terus di paksa menikah oleh orangtuanya, karena tidak mau dijodohkan oleh orangtuanya terpaksa Revando harus segera mencari pasangan hidupnya.
Akankah jodoh yang dicari oleh Revando lebih baik dari yang dipilihkan oleh orangtuanya ???
"Haruskah aku menikah di usia ku yang masih sangat muda ini ???" ujar Tiffany.
"Haruskah aku menerimanya sebagai calon istri ku ???" ujar Revando.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zana Maria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ryan Aditya
Setelah menekan klakson mobilnya Revando pun lalu membuka pintu kaca mobilnya.
"Tiffany" sedikit menoleh kearah kaca mobil yang sudah dibuka, Revando lalu memanggil Tiffany.
"Hem Iya, ada apa lagi tuan muda" jawab Tiffany sambil menoleh ke belakang.
"Saya cuma mau bilang, kamu tidak lupa kan dengan surat perjanjian kemarin " ujar Revando.
"Tentu saja saya tidak akan lupa tuan muda dan tuan muda tidak perlu khawatir saya pasti akan membayarnya " jawab Tiffany dengan percaya diri.
...
Dan Tak Lama Kemudian Mama Siska pun keluar.
Bertapa terkejutnya saat Mama Siska melihat Tiffany putri kesayangannya itu turun dari dalam mobilnya Revando, dengan ekspresi wajah yang syok mama Siska pun langsung menghampiri putrinya itu.
"Tiffany itu bukannya Revando Wijaya pewaris perusahaan One seasons itu nak, mengapa dia bisa ada disini " tanya Mama Siska dengan begitu syok melihat Revando Wijaya.
"Benar ma dia adalah Revando Wijaya" jawab Tiffany sambil tersenyum kepada Mama Siska.
Dengan sigap mama Siska pun langsung menghampiri Revando dan segera mempersilahkan nya untuk masuk kedalam rumahnya.
"Tu... tuan muda tidak mau mampir sebentar dulu kedalam " ujar mama Siska dengan gugup.
"Iya Bu lain kali saja" jawab Revando dengan sopan.
"Saya permisi dulu ya Bu Tiffany" ujar Revando yang lalu pergi meninggalkan rumah Tiffany.
"Iya tuan hati-hati dijalan " ujar mama Siska.
...
"Fany jawab mama dengan jujur Nak, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kamu bisa diantari pulang sama tuan muda Revando " tanya mama Siska dengan begitu antusias.
"Jadi begini ma ceritanya, tempat papa meminjam pinjaman kemarin adalah di perusahaannya One seasons" jawab Tiffany sambil berjalan masuk kedalam rumahnya.
"Pinjaman tersebut dari perusahaan One seasons " ujar mama Siska dengan syok.
"Terus bagaimana ceritanya tuan muda sampai mengantarmu kemari nak??" tanya Mama Siska lagi.
"Tiffany juga bingung sih Ma, tadi Tiffany diantar oleh sekretaris Jang mampir ke rumahnya tuan muda Revando, setelah sampai di sana Tiffany cuma disuruh nyapa mamanya doang terus pulang, udah itu aja Ma" Tiffany menjelaskan semuanya kepada mama Siska tentang apa yang terjadi tadi.
"Tapi kamu nggak di apa apain kan Nak" tanya mama Siska lagi.
"Nggak lah Ma, contohnya aja sekarang Tiffany baik baik ajakan Ma " jawab Tiffany dengan tersenyum.
...
Kembali ke Revando.
Hotel One seasons.
Handphone Revando terus berbunyi, Tasya tak henti hentinya menghubungi Revando, hal itu membuat Revando menjadi tidak nyaman dan akhirnya Revando memutuskan untuk mematikan handphonenya saja.
...
Karena sudah hampir 5 kali panggilannya tidak di angkat oleh Revando akhirnya Tasya memutuskan untuk berhenti sejenak menghubungi Revando, Tasya dan Mama Revalina yang saat ini sedang bersama tampak bingung harus menghubungi Revando dengan cara apa.
"Tante sudah hampir 5 kali Tasya menghubungi Revan tapi kenapa nggak di angkat angkat juga ya" ujar Tasya dengan wajah kecewanya.
"Apa mungkin Revan masih marah ya Tan sama Tasya" ujar Tasya lagi.
"Sabar Tasya, mana mungkin Revan masih marah sama kamu, mungkin sekarang Dia masih sibuk, sebentar lagi kita coba untuk menghubungi Revan kembali" ujar mama Revalina.
15 Menit Kemudian...
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan cobalah beberapa saat lagi" suara dalam handphone.
Rupanya Tasya mencoba menghubungi Revando kembali tapi sayangnya Revando telah mematikan handphonenya.
"Tante bagaimana ini, sekarang nomornya Revan sudah nggak aktif " ujar Tasya sambil ingin menangis.
"Tasya sayang kamu harus berpikir positif, mungkin Revan saat ini sedang sibuk, kamu tau sendirikan kalau Revan itu sangat mencintai pekerjaannya" ujar Mama Revalina yang mencoba menghibur Tasya.
"Sudahlah Tasya jangan sedih lagi, kan masih ada Tante, kalau kamu sedih Tante jadi ikutan sedih juga lihatnya sayang" ujar Mama Revalina lagi.
"Emangnya sibuk banget ya Tante Revan sekarang, nggak apa apa sih Tan kalau Revan nya emang sibuk dengan kerja'an kantornya Tasya bisa mengerti kok Tante, tapi yang membuat Tasya takut adalah Revan bukannya sibuk dengan pekerjaannya melainkan malah sibuk dengan cewek lain " ujar Tasya dengan cemas.
"Nggak mungkin Revan sibuk dengan wanita lain, cuma kamu wanita satu satunya di hatinya Revan sayang " ujar Mama Revalina.
"Tante yakin kan, tapi Tante tadi siang Tasya kan nelpon Revan terus Tasya nggak sengaja mendengar seperti ada suara cewek gitu Tan disampingnya Revan, makanya Tante Tasya tuh jadi panik banget sekarang" dengan begitu panik Tasya mencoba menjelaskan semuanya kepada Mama Tania.
"Mungkin saja kamu salah dengar sayang, sudah dong mukanya jangan sedih gitu nanti terlihat jelek loh" ujar Mama Revalina.
"Tante nih emang paling bisa aja untuk membuat Tasya tertawa kembali" ujar Tasya.
...
Kembali lagi ke Tiffany.
Minimarket 7 mart.
"Ini adalah hari pertamaku bekerja di sini, jadi aku nggak boleh malas-malasan aku harus semangat, Azza azza Hwaiting" ujar Tiffany dengan penuh semangat.
Ketika Tiffany sedang sibuk mengumpulkan semangatnya, tiba tiba ada seorang pria tampan yang berdiri tepat di sampingnya, dengan ekspresi wajah yang ramah pria itu memandang Tiffany.
"Bu siapa gadis ini" tanya Ryan Raditya anak sih pemilik toko.
Ryan Raditya
Ryan Raditya adalah anak tunggal dari sih pemilik Minimarket 7 mart, usianya 21thn dan Ryan merupakan seorang mahasiswa yang sangat berprestasi di kampusnya, Dan yang lebih hebatnya lagi Ryan berhasil menempuh pendidikan tingginya di universitas ternama di Jakarta dengan beasiswa pintar.
...
"Oh ini Nak, perkenalkan namanya Tiffany, mulai hari ini Dia yang akan membantu kita untuk menjaga toko ini " jawab Bu Anik.
"Wajahmu terlihat sangat muda, berapa usiamu sekarang" tanya Ryan kepada Tiffany.
"Usia saya sekarang 17 tahun" jawab Tiffany dengan jujur.
"Berarti saat ini kamu masih duduk dibangku SMA ya" tanya Ryan lagi.
"Iya kak, saat ini saya masih kelas 3 SMA" jawab Tiffany.
"Astaga Ibu, kita mempekerjakan anak yang masih di bawah umur " ujar Ryan dengan kaget.
"Umur bukanlah masalah, lagipula Nak waktu Tiffany bekerja di sini, itu tidak mengganggu jam sekolahnya, benarkan Tiffany " ujar Ibu Anik.
"Iya Bu benar, walaupun usiaku saat ini masih kecil tapi semangat ku untuk bekerja di sini sungguh tinggi sekali, jadi kakak tidak perlu khawatir" ujar Tiffany dengan penuh semangat.
"Saya suka semangatmu adik kecil " ujar Ryan sambil mengelus rambutnya Tiffany.
"Fany ibu pulang dulu ya, nanti biar Ryan yang akan mengajarimu semuanya tentang toko ini" ujar Bu Anik yang akan segera pulang.
"Baik Bu, hati hati di jalannya" ujar Tiffany sambil mengitari Bu Anik pulang.
"Ibu apa perlu Ryan antar " tanya Ryan.
"Tidak usah Nak, kamu cukup ajari saja Tiffany tentang toko ini, lagi pula naik grab mobil itu lebih menyenangkan dari pada harus naik motor bersamamu " ujar Bu Anik dengan bercanda.
"Okey okey Bu baiklah, hati hati ya pulangnya, jangan sampai tersesat" ujar Ryan dengan tertawa.
Bersambung..
Assalamualaikum...
Hai sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" Jangan pernah bosan untuk terus dukung karya ini ya sobat dengan cara Like dan tinggalkan komentar yang positif agar karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat, karena dukungan dari kalian semua sangat berarti untuk karya ini.
Terima kasih..