NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Hidup 09

"Woah pesta yang hebat ya suamiku dan kakakku?"

Sosok Rinda sepenuhnya terlihat dengan lampu sorot itu. Semua mata bisa melihatnya. Kini pesta dalam pesta pernikahan itu, Teani dan Gani tak lagi jadi tokoh utama karena semua perhatian mengarah kepada Rinda.

Wajah Rinda tidak mulus seperti dulu. Di bagian kening ada luka gores, pada rahang sisi kanan juga ada bekas luka yang lumayan panjang.

"R-rinda, ka-kamu masih hidup?"

Wajah Teani pucat pasi, wajah bahagianya yang tadi terus terlihat, kini tidak ada sama sekali.

"Kenapa Mbak? Kaget kah lihat aku masih hidup?"

Tubuh Teani bergetar hebat sampai harus berpegangan kepada Gani agar tak jatuh.

Sedangkan Gani, matanya menatap lurus ke arah Rinda dengan tubuh yang membeku. Matanya berkedip beberapa kali. Sosok Rinda yang berdiri di depannya, membuat dadanya berdegup dengan sangat cepat.

"Rinda?"

Dengan bibir yang bergetar, Gani menyebut nama istrinya.

"Iya Gani, ini aku, Rinda. Istrimu?"

Rinda menaikkan satu sudut bibirnya. Tatapan matanya melihat ke arah Gani dan Teani secara bergantian. Rinda tengah menelisik ekspresi dan gurat wajah dua orang itu.

Siapa yang berkhianat? Siapa yang berbohong? Siapa yang mengatur kecelakaan dirinya?

Kepala Rinda terus berisik. Diantara dua orang itu adalah pelaku. Bisa salah satunya, atau keduanya.

"S-sayang, aku senang kamu pulang," ucap Gani. Dia mulai melangkahkan kakinya, mendekat ke arah Rinda berdiri.

Bibirnya tersenyum, tapi jelas sekali tubuhnya bergetar hebat. Rinda bisa melihat itu.

"Oh ya? Wow. Senang ya? tapi kenapa kau tak mencari ku hmmm? Andaikan aku mati, kenapa jasad ku tak kau cari dan tak kau kubur dengan baik. Malah kau menikah dengan kakak ku yang cantik ini? Aku masih istrimu, Gani. Dan aku masih pimpinan TBBA, Teani."

Semua orang diam. Rinda yang datang mengenakan gaun warna hitam pekat dengan belahan setinggi paha dan juga bagian dadanya terbuka, terlihat menawan sekaligus menakutkan.

Beberapa bekas luka ternyata tak hanya ada di wajah, melainkan pada dada dan juga kaki.

Semua orang yang menatap Rinda ketakutan bahkan Nania sendiri pun juga takut.

Saat semua orang bergetar, satu orang tersenyum dengan begitu lebar. Matanya menatap dengan penuh kekaguman. Dan ketika mata Rinda bertemu dengan matanya, wanita itu tersenyum tipis.

"Good Girl,"ucapnya lirih nyaris tanpa suara.

Sedangkan Aina dan Lina yang berada di sisi Jexen, mata mereka masih belum berkedip sedari tadi saat melihat kemunculan Rinda. Dan setelah mereka sadar dari rasa terkejutnya, dua wanita itu berdiri lalu menghampiri Rinda.

Tanpa ragu, mereka memeluk Rinda dengan erat.

"Ya Allah Bu Rinda, akhirnya Anda kembali," ucap Lina dengan air mata yang berderai.

"Keyakinan saya tidak pernah goyah, Anda masih hidup dan Allah benar-benar mengembalikan Anda. Terimakasih, terimakasih Anda masih berdiri di sini," imbuh Aina.

Keduanya menangis tergugu. Senang bercampur sedih melihat kondisi tubuh Rinda yang banyak terdapat bekas luka.

Untuk membayangkannya saja Aina dan Lina tidak sanggup.

"Terimakasih Aina, Lina, kalian orang yang tulus," ucap Rinda tenang sambil tersenyum tipis.

Matanya kembali menajam melihat Gani dan Teani. Dua orang itu hanya berdiri terpaku namun sama sekali tak berani mendekat ke arah Rinda. Gani yang tadi mencoba berjalan mendekati pun, nyatanya masih membuat jarak.

Aneh, keluarga yang seharusnya paling senang mengetahui bahwa Rinda masih hidup malah lebih ketakutan bak melihat mayat hidup yang baru saja bangkit dari kematian. Sedangkan Aina, Lina dan Jexen, mereka menunjukkan kebahagiaan yang nyata.

Aina dan Lina berdiri di belakang Rinda, lalu Jexen bergabung bersama mereka berdua.

Tiga orang yang selalu disebut sebagai pilar penopang Rinda di TBBA menunjukkan dukungannya di depan Gani, Teani dan semua orang. Mereka adalah orang penting yang memegang peranan besar di perusahaan.

"Siap untuk bekerja?" tanya Rinda tanpa mengalihkan pandangannya dari Teani dan Gani.

"Siap Bos!" jawab ketiganya secara bersamaan. Mereka meletakkan tangan mereka di dada dan membungkukkan tubuh sekitar 45°.

"Bagus, mari pergi. Pestanya selesai."

Rinda membalikkan badannya, dia melenggang pergii meninggalkan venue tanpa menoleh ke belakang sama sekali.

Aina, Lina dan juga Jexen, mengikuti Rinda. Dua wanita itu bergegas hingga mereka bisa menyamai langkah Rinda.

"Bu Rinda, ini sungguhan Ibu kan?" ucap Aina dengan mata berkaca-kaca. Agaknya rasa belum percaya itu masih ada. Bagaimana tidak demikian, kabar kematian Rinda telah diumumkan. Katanya jasad nya tak ketemu karena dimakan binatang buas. Mereka semua meyakini hal tersebut karena hampir 3 bulan lamanya Rinda benar-benar hilang bak ditelan bumi.

Kini, wanita itu muncul dengan kondisi sehat wal afiat. Meski bekas luka terlihat sangat nyata.

"Iya, ini aku Aina. Masa iya hantu sih. Kalau hantu aku pasti melayang, tidak napak tanah," jawab Rinda dengan penuh canda.

Aina tak tersenyum, matanya yang berkaca-kaca itu berubah menjadi derai tangis yang deras.

"Hahaha aku sungguh masih hidup Aina," ucap Rinda lagi. Dia membawa Aina ke dalam pelukannya.

"Syukurlah Bu Rinda, syukurlah Anda bisa kembali dengan utuh," jawab Aina sambil terus menganggukkan kepala.

Suasana tersebut sangat emosional. Lina pun juga tak sanggup menahan air matanya. Tatapan yang dalam terus saja diberikan kepada Rinda, takut jika semua ini hanya ilusi semata.

"Sudah ku bilang kan, masih ada orang yang tulus terhadap mu, Kak," bisik Jexen tepat di telinga Rinda.

Rinda tersenyum lalu menganggukkan kepala. Jexen memang benar. Aina dan Lina bukan lah keluarga, namun kepedulian mereka jauh lebih dalam ketimbang keluarganya sendiri.

"Terimakasih," ucap Rinda pelan.

"Dengan senang hati My Queen," jawab Jexen diiringi senyum yang begtu lebar.

Aina mengerutkan alisnya. Dia tak pernah melihat Jexen seperti itu selama Rinda tidak ada. Dan ada yang membuat Aina merasa janggal. yakni saat dia hendak resign tapi Jexen dengan tegas berkata bahwa jangan pergi dulu.

"Jex, apa mungkin kamu tahu tentang Bu Rinda sebelumnya?" tanya Aina. Dia tak ingin menabung rasa penasarannya. Aina memang bukan tipe orang yang bisa memendam rasa penasaran.

Akan tetapi Jexen tak menjawab, hanya sebuah senyum lebar yang mana membuat Aina semakin penasaran.

"Baiklah, kalian pulang lah," ucap Rinda kepada Aina dan Lina.

"Lantas, apa besok Bu Rinda akan ke kantor?" tanya Lina.

"Saya harap Bu Rinda kembali, perusahaan sangat kacau," imbuh Aina. Membayangkan perusahaan akan dipimpin terus oleh Tean, sungguh sangat menakutkan.

"Tentu saja, aku masih pimpinannya. Aku masih belum mati, dan itu memang milikku."

Jawaban Rinda membuat Aina dan Lina tersenyum senang. Keduanya menuju ke mobil masing-masing dan pergi meninggalkan gedung.

"Jadi mari kita pulang?" Jexen mengulurkan tangannya. Namun tangan Jexen hanya menggenggam angin, pasalnya Rinda menolaknya.

"Tidak Jex, aku harus pulang. Kali ini ke rumah ku sendiri," jawab Rinda tegas.

Jexen mengepalkan tangannya erat. Matanya terpejam untuk sejenak, lalu dia berkata, "Baiklah, aku akan mengantar mu pulang,"

TBC

1
GiZaNyA
denger tuh Jexen.. jangan kebablasan lhooo sama Rinda... bisa dijadiin penyetan kamu sama keluarga kamu kalo macem2🤣🤣🤣
GiZaNyA
heh Gani... situ kenapa Rinda kecelakaan ngga dicari dulu main langsung nikah aja... ya sekarang makanlah penyesalan kamu dan bersiap untuk diceraikan oleh Rinda...
dewi rofiqoh
Harus bersabar jexen! Dan harus bisa menahan diri 🤭🤭
GiZaNyA
akhirnya Rinda ngurus berkas cerai nya.... gaya banget si Teani mau balik ke TBBA... bae2 kena sleding Jexen kalo kerjanya main2...
Arin
Tapi lumayan lah hari ini bisa peluk Rinda sambil curi kecupan di kepala nya..... iya kan Jex. Mumpung Rinda gak sadar🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh sok pamer tp bukan harta km dasar mokondo
GiZaNyA
pepet teeusss Rinda nya Jex... 🤣🤣
Arin
Ternyata yang ditakutkan Gani adalah kehilangan penopang hidupnya🤣🤣🤣. Gak ada yang biayain lagi untuk berfoya-foya dan bergaya seperti orang kaya. Sokor
Mundri Astuti
makanya buruan pisah rinda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
di kristen mana bisa suami atau istri lebih dari satu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: berarti mualaf cmn buat bisa nikah aja?
total 6 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bisa jd kecelakaan itu emng disengaja tinggal siapa pelakunya blm jelas
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pede bgt km masih ditempatkan posisi direktur kerjaan ajh g becus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
orang numpang tapi mau menguasai huh,ada itu g ada hak ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih di gampar biar tau km tuh g PNY apa apa atas harta rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ada hak apa yang bangun itu rumah PNY ibunya Rinda,hak apa yg km mau akui km tuh cm numpang
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
alasan aja padahal mah mau dekat sama Rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahahah kaget kan km
dewi rofiqoh
Sepertinya rinda harus mengkaji ulang jabatan yang diberikannya pada temani! 🤔🤔Jika perlu tendang aja si tes dari TBBA
Sri Supriatin
Kalau kalimatnya bisa dimengerti hanya typo buat sy g masalah thor 👍👍👍
Ilfa Yarni
yg tegas ya rinda parasit hrs disingkirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!