NovelToon NovelToon
Pesugihan Tuyul

Pesugihan Tuyul

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Misteri
Popularitas:48.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.

"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.

Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 09. Kesedihan Rania

Ini menjadi duka yang begitu besar untuk Rania itu sendiri Karena dia sama sekali tidak menyangka bahwa saudara kandung dia akan meninggal dengan cara secepat itu, Bahkan mereka baru saja berjanji untuk pergi bersama namun ternyata Rina malah pergi duluan seperti ini dan dia tidak akan pernah kembali lagi bersama dengan sang adik.

Para Tetangga sudah datang melayat mereka semua, ada yang tidak percaya dan mereka bertanya-tanya Kenapa Rina bisa meninggal dengan cara seperti ini dan Ilham dengan terus terang mengatakan bahwa Rina terkena kanker payudara, tentu kabar tersebut menjadi sangat mengejutkan untuk mereka semua dan Sebagian ada yang tidak percaya.

Namun sebagian lagi percaya Karena tubuh Rina memang kurus kering seperti itu sehingga mereka sering menyangka bahwa Rina memang terkena penyakit mematikan, Mereka bertanya dengan cepat Apakah selama ini Ilham tidak pernah membawa sang istri untuk Periksa ke dokter sehingga tidak mengetahui bagaimana cara mengobati penyakit Rina itu.

Tentu pertanyaan tersebut membuat Ilham gelagapan untuk menjawab karena dia tidak mempersiapkan jawaban tersebut, padahal itu adalah pertanyaan yang begitu simple karena Ilham sendiri yang mengatakan bahwa Rina sedang sakit keras sehingga wajar bila Mereka bertanya apakah selama ini Ilham sudah membawa sang istri berobat sehingga sekarang Rina tidak bisa untuk diselamatkan.

''Kan tidak mungkin kamu tidak punya uang untuk membawa Rina berobat.'' Pak Ahmad berkata dengan serius.

''Itu penyakit yang mematikan namun Setidaknya masih ada beberapa bulan untuk mengetahui keberadaan dia.'' Pak Anwar juga membuka suara.

''Kalau sayang dengan duit karena takut habis ya kita tidak tahu juga.'' Pak RT langsung menjawab dengan Ketus.

''Tidak mungkin lebih sayang duit daripada sayang dengan istri, Kalau uang bisa dicari tapi kalau sudah begini maka mau bagaimana untuk mencari kembali.'' Pak Anwar berkata dengan bijak.

''Loh kan Tidak semua orang akan berpikir seperti itu, terlebih lagi Ilham ini baru saja menjadi orang kaya sehingga dia pasti sayang dengan uang yang dia dapat.'' Pak RT tetap dengan mode menghujat.

''Banyak uang seperti ini dan istri meninggal dunia maka dia bisa kawin lagi.'' Pak Sudarto juga membela di kubu Pak RT.

''Astaga, Kenapa kalian bisa berkata seperti itu seolah tidak ada rasa simpati.'' Pak Anwar sungguh bingung dengan kelakuan mereka berdua.

Sudarto Saling pandang bersama dengan Pak RT karena menurutnya ini adalah masalah yang begitu simpel sekali, dan mereka tetap percaya kalau ilham sudah mengetahui itu semua namun dia tidak ingin membawa Rina untuk berobat, sesuai dengan pikiran yang ada di dalam otak Pak Darto bahwa bisa saja Ilham ingin mencari istri baru lagi.

Ilham menggelengkan kepala berulang kali karena dia tidak ingin meladeni percakapan mereka itu, dalam hati juga ada rasa takut bila nanti akan ketahuan bahwa selama ini dia memang tidak pernah membawa sang istri untuk berobat atau cek keadaan dia, sebab sebenarnya ini bukan penyakit utama yang membuat Rina meninggal dunia.

''Penyakit sekarang tidak terlihat namun sangat mematikan sekali.'' Pak Anwar menarik nafas panjang.

''Eh itu Rania masih sekolah kan ya.'' Sudarto menatap Ilham yang tertunduk dengan wajah sedih.

''Iya, Pak.'' Ilham hanya mengangguk kecil karena dia tidak paham dengan arah pembicaraan ini.

''Bisa nanti kau turun ranjang, terlebih lagi aku lihat Rania jauh lebih cantik bila di banding dengan Rina yang sangat kurus itu.'' Sudarto tersenyum lebar.

''Ya allah, ini bahkan Rina saja belum di kubur dan kalian sudah membicarakan hal seperti itu.'' Ilham menatap mereka dengan pandangan tidak percaya.

Padahal selama ini dia juga bukan pria yang setia karena beranggapan bahwa sang istri sudah sangat tidak menarik di depan mata dia, namun bila di depan orang seperti ini maka dia akan berubah menjadi pria yang sangat setia dan tidak akan pernah menerima saran dari Sudarto atau bahkan dari Pak RT itu sendiri.

...****************...

"Ya allah lihat lah tubuh dia yang sangat kurus karena menahan rasa sakit." Ayu berkata dengan sedih.

"Kok bisa dia selama ini sama sekali tidak pernah bercerita kepada kita.'' Winar berkata dengan bingung.

"Ya kalau cerita dengan kamu maka akan menyebar ke seluruh desa ini." Mbok Inem. berkata kesal.

Para wanita memang sibuk memandikan mayat Rina yang sangat kurus kering itu dan mereka Semua terlihat sangat sedih sekali karena tidak menyangka bahwa Rina sakit seperti ini, mereka mengira bahwa wanita itu hanya kurus biasa Namun ternyata sekarang malah terbukti bahwa Dia menderita Penyakit yang sangat mematikan hingga merenggut nyawa.

"Angkat hati hati." Mbok Inem mengangkat pada bagian kepala.

"Semoga kau tidak merasakan sakit lagi ya, Rin!" Ayu menangis saja sejak tadi.

"Semoga kebaikan mu menjadi bekal yang sangat berarti, cah bagus iki." Mbok Inem mengusap wajah Rina yang pucat.

"Darah nya masih saja terus mengalir ini membasahi lantai." Winar agak takut juga melihat darah.

Ayu dengan cepat mengambil kain atau lap untuk membersihkan darah tersebut karena mereka akan segera mengkafani tubuh Rina, sebisa mungkin nanti mereka akan menyepal dengan kapas atau dengan apa saja agar darah itu tidak mengalir terus-menerus dari kedua payudara yang sudah tidak dalam keadaan utuh itu.

''Rania.'' Ayu mendekati Rania yang terduduk dengan pandangan mata kosong.

''Nduk, ayo ikut memakai baju untuk Kakak mu.'' Mbok Inem juga mengajak.

''Aku tidak kuat, Mbok.'' Rania menangis sambil menggeleng.

''Nanti bisa jadi obat hati, dari pada malah kalau sudah selesai dan kamu menyesal.'' bujuk Ayu.

''Huhuhuuu aku sekarang sebatang kara, Mbak Ayu.'' tangis Rania bertambah pecah.

''Ndak boleh ngomong gitu, ada Mbak Ayu dan yang lain juga kok.'' Ayu memeluk tubuh gadis itu.

Tangis Rania semakin pecah karena dia masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa saudara satu-satunya yang telah dia miliki kini tidak ada lagi, dari kecil dia selalu bersama dengan Rina dan sekarang ketika mulai menginjak masa dewasa malah di tinggal begitu saja.

''Tetap kuat dan do'akan Rina.'' Ayu mengusap kepala gadis ini.

''Sedih sekali melihat dia.'' Winar memalingkan wajah karena nelangsa.

''Dia pasti bingung akan bagaimana, hanya Rina kan saudara yang dia punya.'' keluh Mbok Inem.

Ya, mereka semua sudah membayangkan bagaimana nanti Rania akan tinggal ketika semua ini sudah selesai, tidak mungkin pula dia tinggal di rumah ini bersama dengan Ilham karena yang menjadi saudara Rania itu adalah Rina itu sendiri dan sekarang justru nama ninggalin dunia.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

1
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Tri Lestari
semangat Pur / arya
Marsiyah Minardi
Sabar sabarrr dulu ya Arya ,kamu yang lagi waras mending diam dulu 😄😄
FiaNasa
tolong ya Pur jgn sampai Rania jadi ibu susu si tuyul,,kok AQ bergidik ya,,netek in tuyul pasti sakit itu mana giginya runcing² gitu ya,,kita netek in bayi sendiri aja kadang ada sakitnya
vania larasati
lanjut kak
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔✰͜͡v᭄
ya ampun Pur ..bocil kau ajak bicara tentang birahi segala 🤣...semoga aja ya Rania selamat bisa di bantu purnama sampai tuntas
Eli Rahma
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Eli Rahma
hai..itu ketuamu loh..😆😆
neni nuraeni
brrti disini Zidan juga sudah metong ya kak,, dan purnama sudah kmbli pulih sperti sedia kala makanya dia trjun lagi,,,
Raffaza Direzky87
biarkan aja gak usah di bantu
Ass Yfa
setidaknya Rania..nggk dikejar tuyul itu lagi kalo Delisa mau nikah sama Ilham
Ayuk Witanto
ah moga saja purnama mau membantu...
Ayuk Witanto
biarlah si Delisa jadi ibu susunya si tuyul
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
Linda itu apa yang tinggal di rumah kosong
Ayuk Witanto
apa itu rina
Ayuk Witanto
Alhamdulillah
Ela Jutek
emang perlu di tabok si Pur sekali kali
Iis Dawina
kan yg di judul sebelumnya Zidan meninggal makan jamur beracun
vania larasati
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!