NovelToon NovelToon
Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Nayara tak pernah menyangka, pria yang dinikahinya dengan penuh cinta, justru tega mengkhianatinya.

Adrian berselingkuh, bahkan menghamili wanita lain, di belakang dirinya.

Di tengah luka dan pengkhianatan, hadir seorang pria yang mencintainya.

Rendra, pria yang mencintai Nayara dalam diam dan bersedia memberinya ketulusan, dan cinta yang tak pernah ia dapatkan dari suaminya sendiri.

Kini, Nayara dihadapkan pada pilihan yang menyakitkan: bertahan demi pernikahan yang telah dikhianati atau pergi bersama luka yang belum sembuh.

Sementara itu, ada hati lain yang menunggunya, berharap suatu hari Nayara mampu membuka kembali pintu cintanya.

Namun, ketika Nayara akhirnya menentukan pilihannya, siapa yang akan ia genggam, suami yang mengkhianatinya, atau pria yang mencintainya? Dan akankah Adrian rela kehilangan istri yang selama ini ia sia-siakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07: Istri yang Dianggap Berlebihan

____🌺

Jarum jam dinding di ruang tengah menunjukkan pukul sembilan malam. Nayara duduk diam di ujung sofa, memeluk kedua lututnya. Televisi di depannya mati.

Sejak pulang dari kantor suaminya tadi siang, ia tidak melakukan apa pun, selain menunggu di posisi yang sama.

Brum!

Suara mesin mobil yang dimatikan di garasi membuatnya mengangkat kepala.

Tak! Tak! Tak!

Terdengar suara langkah kaki mendekati pintu, disusul decit engsel pintu utama yang dibuka dari luar.

Ceklek!

Adrian masuk. Pria itu tampak sangat lelah. Ia melepas sepatunya asal-asalan, lalu melangkah menuju ruang tengah sambil melonggarkan dasinya.

Dia melempar tas kerjanya ke lantai, lalu menjatuhkan jas birunya ke sandaran sofa, tepat di sebelah tempat Nayara duduk.

Nayara berdiri perlahan. Ia menatap suaminya lekat-lekat.

"Mas, kita harus bicara," ucap Nayara pelan, memecah keheningan rumah yang terasa dingin.

Adrian yang baru saja mendudukkan diri di sofa seberang, langsung menghela napas panjang. Ia menengadahkan kepalanya dan memejamkan mata.

"Bicara apa lagi, Nay? Kejadian tadi siang, apa belum cukup membuat kepalaku pusing?" balas Adrian dengan nada lelah yang dibuat-buat.

"Tadi siang kamu menyuruh aku pulang duluan, dan bilang akan menjelaskan semuanya di rumah. Sekarang aku minta penjelasan kamu."

Adrian membuka matanya, menatap Nayara dengan dahi berkerut, tidak suka. "Penjelasan apa lagi? Tadi siang aku sudah bilang, Selena itu cuma rekan bisnis. Perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan ku. Selesai."

"Rekan bisnis tidak merapikan kerah kemeja rekan kerjanya di lobi kantor, Mas," bantah Nayara, suaranya sedikit bergetar.

"Rekan bisnis tidak menatap kamu dengan cara seperti itu."

Adrian berdecak kesal. Pria itu mencondongkan tubuhnya ke depan, menumpukan sikunya di atas lutut.

"Dia memang orangnya seperti itu, Nay! Dia lama hidup di luar negeri, cara bergaulnya lebih santai. Kamu tidak usah membesar-besarkan hal kecil. Dia cuma membetulkan kerah baju, bukan memelukku."

"Hal kecil?" istrinya menelan ludah, dadanya terasa nyeri. "Mas, tadi siang perempuan itu berbisik, di telinga ku,Mas."

Mata Adrian sedikit melebar, tubuhnya menegang sesaat. "Berbisik? Berbisik apa?"

"Dia bilang, kalau dia tahu kamu akan menikahi ku, dia tidak akan pernah melepaskan kamu."

Keheningan menyelimuti ruang tengah itu selama beberapa detik.

Adrian membuang muka, menghindari tatapan mata istrinya. Jari tangannya mengetuk-ngetuk lututnya dengan irama cepat dan tidak beraturan.

"Itu ... itu cuma omong kosong, Nay. Dia cuma ingin memancing emosi kamu," jawab Adrian akhirnya, suaranya terdengar tidak seyakin sebelumnya.

"Kenapa dia harus memancing emosiku, kalau dia cuma rekan kerja biasa? Kenapa dia harus menyinggung masa lalu kalian di depanku?" cecar Nayara.

Ia melangkah satu langkah lebih dekat. "Siapa sebenarnya dia, Mas? Kamu bilang ibu kamu yang meminta pernikahan kita. Apakah dulu kamu dan Selena ... pacaran?"

Adrian berdiri dari sofa dengan gerakan kasar. "Terus kalau iya, kenapa?! Itu masa lalu, Nay! Masa lalu! Kenapa kamu harus cemburu berlebihan, sama orang dari masa lalu?"

"Karena orang dari masa lalu kamu itu mengirim pesan mesra jam satu pagi ke suamiku!" balas Nayara, suaranya mulai meninggi.

Wanita itu tidak bisa lagi menahan air matanya. "Dia memanggil kamu sayang! Dia bilang rindu malam terakhir kalian! Dan sekarang, perempuan itu bekerja sama denganmu, bertemu denganmu setiap hari, memegang bajumu di depan mataku!"

"Itu nggak sengaja, Nay! Sudah aku jelaskan semalam, dia salah kirim!" bentak Adrian keras.

"Tidak ada perempuan yang salah kirim pesan seperti itu, Mas!"

"Ya Tuhan, Nayara!" Adrian mengusap wajahnya dengan kasar, wajahnya merah padam. "Kamu ini kenapa keras kepala sekali, sih? Kamu sadar tidak apa yang sudah kamu lakukan tadi siang? Kamu mempermalukan aku di kantor!"

Nayara tersentak mundur selangkah. "Mempermalukan kamu?"

"Iya! Kamu menatap kami berdua seperti orang mau melabrak! Pegawai kantorku melihat semuanya, Nay. Staf lobi, orang-orang di restoran, mereka semua melihat cara kamu menatap Selena. Kamu tahu betapa malunya aku dilihat seperti itu?"

"Aku cuma datang mengantar dokumen penting mu, yang tertinggal, Mas! Kalian yang berdiri berduaan dengan sangat dekat di tempat umum!"

"Tapi kamu tidak perlu bersikap seolah-olah aku sedang selingkuh di depan banyak orang!" suara Adrian semakin menggelegar.

Pria itu menunjuk ke arah Nayara dengan telunjuknya. "Selena itu kepala tim dari perusahaan investor kita. Kalau sampai kerja sama ini gagal karena dia merasa tidak nyaman dengan sikap kamu, perusahaanku bisa rugi miliaran rupiah! Apa kamu kepikiran sampai ke sana, tidak kan?"

Nayara terdiam kaku. Air matanya menetes melewati pipi, namun ia terlalu sakit hati untuk mengusapnya.

Suaminya justru lebih memikirkan perasaan Selena dan citra perusahaannya daripada perasaan istrinya sendiri yang jelas-jelas terluka.

"Jadi ... ini salahku?" tanya Nayara dengan suara nyaris berbisik. "Aku yang salah karena terluka melihat suamiku tersenyum sama mantan pacarnya, yang mengirim pesan rindu tengah malam?"

Adrian mendengus. Ia menurunkan tangannya dan menatap Nayara dengan sorot mata meremehkan.

"Iya, kamu salah karena kamu berlebihan, Nay. Kamu terlalu banyak menuntut. Kamu di rumah saja, tidak tahu betapa susahnya aku mencari koneksi, membangun jaringan, dan menjaga hubungan baik dengan klien di luar sana. Kalau kamu terus bersikap curigaan dan menuduh tanpa bukti begini, aku yang tidak betah di rumah."

"Aku cuma minta kamu jujur, Mas. Apa sulitnya bicara jujur?"

"Jujur apa lagi?! Semua sudah aku jelaskan sama kamu!" Adrian berbalik badan, berjalan lebar menuju arah kamar tidur utama.

"Kamu selalu memutarbalikkan fakta. Terserah kamu mau percaya atau tidak. Aku capek harus terus-terusan menjelaskan hal yang tidak penting. Kalau kamu masih mau marah-marah sendiri, silakan. Aku mau mandi."

Pria itu masuk ke kamar dan membanting pintunya dengan sangat keras.

BRAK!!!

Nayara berdiri sendirian di ruang tengah. Kakinya gemetar hebat, hingga ia terpaksa menjatuhkan dirinya ke lantai, duduk bersimpuh sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan. Isak tangisnya pecah tertahan dalam keheningan rumah besar itu.

Apakah ia yang terlalu berlebihan? Apakah semua kecurigaannya, hanya ilusi karena ia terlalu banyak menghabiskan waktu di rumah?

Nayara mulai meragukan dirinya sendiri. Adrian memutarbalikkan semuanya dengan begitu rapi, menyerangnya kembali dan membuatnya merasa sebagai pihak yang bersalah karena telah merusak reputasi sang suami.

Lima belas menit berlalu.

Suara air dari dalam kamar mandi utama terdengar menderu.

Nayara mengusap sisa air matanya dengan punggung tangan. Ia menarik napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang tidak beraturan. Ia harus bangkit. Ia tidak boleh terus menangis di lantai bersikap seolah dirinya lemah.

Wanita itu berdiri perlahan. Pandangannya tertuju pada jas kerja biru milik suaminya yang masih tergeletak sembarangan, di atas sandaran sofa. Kebiasaannya merapikan barang suaminya kembali mengambil alih tubuhnya tanpa sadar.

Ia berjalan mendekati sofa, mengambil jas biru itu untuk digantung ke dalam lemari, agar tidak kusut esok pagi.

Saat Nayara mengangkat bagian bahu jas tersebut, jari-jarinya merasakan ada sesuatu yang mengganjal di dalam saku bagian dalam jas.

Sesuatu yang terbuat dari kertas sedikit tebal dan kaku.

1
sunaryati jarum
Bagus Nay, hempaskan nama Adrian.Jika dia merecoki atau mempersulit pekerjaan kamu,ancam kamu akan beberkan perselingkuhan Adrian dengan Selena
sunaryati jarum
Yakinlah Nay, perlakuan suamimu jadikan cambuk untuk berkarir dan kekuatan untuk berdiri di atas kaki sendiri.
sunaryati jarum
Jangan goyah , tetap pendirian kamu.Perusahaan dan nama keluarga bukan urusan kamu,itu urusan Adrian.
sunaryati jarum
Viralkan perselingkuhan mereka jika tidak mau menceraikan kamu.Mungkin Adrian yang bermasalah kesuburannya,dan mudah - mudahan anak yang dikandung Selena bukan anak Adrian, membuat Ny Marissa MALU.
sunaryati jarum
Sudah jangan hiraukan perihal Adrian dan Selena, fokus pada perceraian dan menciptakan kebahagiaan diri sendiri Nay
sunaryati jarum
Semoga keguguran dan itu bukan bayi Adrian
Adinda
jangan jangan kamu yang mandul andrian bukan nayara,anak selena bukan anakmu🤣🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🫣,,, kayaknya kak😅
total 1 replies
sunaryati jarum
Baru mampir , langsung viralkan perselingkuhan mereka dipastikan perusahaan bangkrut
Adinda
tinggalin rumah itu sembunyi dulu dari suamimu urus perceraian mu
My_Lucia
istrinya udah se-effort ini lho
My_Lucia
bener kata lakinya .. masing-masing aja udah .. dia selingkuh, selingkuh balik aja 😆
emang lu doang yang bisa 🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🤭, bener lah, yuk, kita, saling selingkuh 🤭
total 1 replies
My_Lucia
laki-laki kurang ajar, udah di masakin gak di hargain... cari yang baru aja Nay, mumpung masih muda
My_Lucia
terlalu berbaik sangka kamu
My_Lucia
terlalu makan ati mikirin laki-laki begini mah
My_Lucia
waduh ada aku di sini 😆
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memang benar sih. makan saja dulu. jangan kelaperan menunggu yg ga pasti. kalau suami pulang, boleh menemani makan dengan porsi sedkit
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
masih tetap positif thinking ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!