Kehidupan punya kenyataan, karena hidup terus mengikuti takdir. Seperti kehidupan yang dijalani oleh gadis bernama Jingga. Di saat usianya masih remaja, dia harus kehilangan ibunya.
Namun Jingga tak pernah menyerah untuk menjalani kehidupannya. Walaupun dia harus menerima kenyataan bahwa ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita yang tidak dia sukai.
Beruntung saat dia berusia dewasa, dia dipertemukan dengan seorang laki-laki yang sangat mencintainya. Hingga tak butuh waktu lama untuk Jingga menyandang status sebagai istri dari seorang manager restoran bernama Ken. Namun lagi-lagi dia harus menelan pil pahit, saat suaminya harus menikahi seorang gadis yang sedang mengandung anak dari suaminya.
Jingga berusaha mempertahankan rumah tangga yang baru dibangun, dia juga rela harus berbagi suami dengan wanita lain. Tetapi, kehidupan Jingga yang sebenarnya baru dimulai saat itu, saat dia harus rela melihat rumah tangganya yang hancur. Sampai dia berada dititik keputusasaan, hadirlah seorang laki-laki tampan bernama Ray Alfendra. Seorang pengusaha muda yang tampan, dengan ketulusannya dia bisa membawa Jingga pada kebahagiaan yang diimpikan Jingga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuriyyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09
Dimas beserta istri dan anaknya kini telah sampai dikota Bandung. Setelah mendapat kabar Dari Jingga bahwa dia akan menikah, Dimas sangat bahagia, anaknya telah menemukan kebahagiaan.
Kini mereka telah berada dirumah sewa tempat Jingga tinggal.
"Bagaimana kabarmu Nak?" tanya Dimas seraya memeluk anak kesayangannya itu.
"Kabar Jingga baik. Kabar Ayah gimana?" tanya Balik Jingga sambil mengusap punggung laki-laki yang membesarkannya ini.
"Ayah sangat baik, apalagi setelah mendengar kabar dari kamu Nak. Ayah senang kamu mendapat kebahagiaan disini," ucap Dimas yang tak bisa menahan harunya.
Sedangkan Syeli hanya menjadi pendengar percakapan ayah dan anak yang sudah lama tak bertemu itu. Dia merasa canggung pada Jingga, walau bagaimana pun kejadian dimasa lalunya masih dia ingat.
"Ayah, itu ciapa?" tanya seorang anak kecil berumur sekitar 2 tahunan lebih dengan gaya bicara yang lucu.
"Ini Kakak kamu sayang. Namanya Kak Jingga," jawab Dimas sambil menarik Keyla agar duduk diatas pangkuannya.
"Halo sayang, sini sama Kakak," ucap Jingga kala Keyla menyalaminya dan Jingga segera memeluk juga mencium gemas adik beda ibu itu.
"Kakak cangat cantik," ucap Keyla.
"Apalagi adik Kakak yang satu ini, sangat cantik dan imut," ucap Jingga gemas sambil mencolek hidung dan juga pipi tembem adik yang baru ditemuinya itu, yang membuat Keyla tertawa senang.
"Hm, pernikahannya akan dilangsungkan dimana?" tanya Syeli yang sedikit gugup karena baru pertama kali bagi mereka berkumpul bersama.
"Di Mesjid," jawab Jingga seadanya yang juga merasa canggung.
"Key ngantuk Kak," ucap Keyla yang terus menguap.
"Uh kasian kamu sayang, pasti cape ya habis perjalanan jauh. Ayo kita bobo dikamar Kakak," ucap Jingga seraya menggendong Keyla kekamarnya.
"Sayang biar Ayah yang gendong Keyla," ucap Dimas.
"Gak papa biar Keyla tidurnya dikamar Jingga aja. Ayah juga harus istirahat. Kamarnya ada disebelah sana!" tunjuk Jingga kesalah satu kamar yang tak jauh dari kamarnya.
"Baiklah. Ayo sayang kita istirahat!" ucap Dimas pada Syeli yang hanya mengangguk dan mengikuti suaminya dari belakang.
...----------------...
"Kak! Kakak jadi nginep dirumah nenek?" tanya Dafa pada Ray yang tengah bersiap-siap pergi.
"Iya. Paling cuma satu minggu disana," jawab Ray.
"Kakak baik-baik aja kan? Bukan memenangkan diri karena gadis pujaan Kakak akan menikah kan?" tanya Dafa cemas pada Kakaknya itu.
"Kamu ngomong apaan sih. Kan nginep dirumah nenek memang udah direncanain sebelumnya, kamu juga tahu itu. Udah jangan mikir yang aneh-aneh," jawab Ray yang mulai membawa kopernya kedalam mobil.
"Hehe aku cuma cemas Kak. Tapi jangan lupa ya nanti titip salam buat nenek," ucap Dafa.
"Iya. Kamu jangan sering pulang malem selama Kakak belum pulang. Ya udah Kakak berangkat," ucap Ray yang setelah itu melajukan mobilnya.
"Hati-hati Kak!" teriak Dafa kala melihat mobil kakaknya itu mulai jalan.
...----------------...
Kini Ken berada dirumah sewa Jingga untuk menemui calon mertuanya. Sebenarnya dia sangat gugup karena ini pertemuan pertama mereka, walaupun ayah Jingga telah memberikan restu untuk menikahi Jingga.
"Assalamu'alaikum... " ucap Ken memberikan salam.
"Wa'alaikumsalam... Eh Nak Ken, ayo masuk!" ucap Dimas segera menggiring Ken masuk kedalam rumah.
Dan mereka kini tengah berada diruang keluarga untuk membahas rencana pernikahan Ken dan Jingga.
"Ayah senang Jingga menemukan kebahagiaannya disini. Ayah harap kamu bisa menjaga dan membahagiakan putri Ayah ini. Jangan pernah menyakiti Jingga nak! Jaga rumah tanggamu dengan baik nantinya!" ucap Dimas serius sambil menatap Ken.
"Iya Yah, Ken berjanji," balas Ken.
"Kapan kamu akan mempertemukan Ayah dengan orang tuamu Ken?" tanya Dimas.
"Lusa Yah. Nanti Ken membawa orang tua Ken kesini," jawab Ken tersenyum.
"Ayah! Ken! Ayo kita makan siang!" ucap Jingga yang sedari tadi berada didapur untuk menyiapkan makan siang mereka.
Hingga mereka pun makan siang dengan diselingi obrolan ringan. Syeli hanya banyak diam karena dia sendiri merasa canggung. Sedangkan Keyla berada ditengah-tengah Jingga dan Ken. Celoteh Keyla membuat tawa riang dimeja makan itu, dan membuat semua orang merasa terhibur.
...----------------...
Setelah melewati hari-hari yang melelahkan, menyiapkan segala sesuatu termasuk menyiapkan hati dan fisik, kini tiba hari dimana Ken sah secara hukum dan agama untuk mempersunting Jingga.
Akad Nikah dilaksanakan disebuah Mesjid dan untuk resepsinya diadakan disebuah gedung. Setelah melewati proses akad nikah, mereka semua telah berada ditempat resepsinya. Dirancang khusus untuk pengantin yang sangat serasi antara Ken dan Jingga.
Satu persatu tamu berdatangan untuk memberikan doa juga ucapan selamat kepada pengantin.
"Selamat ya, Jingga ku sayang. Akhirnya sekarang sudah resmi menjadi istri Pak bos," ucap Citra senang dengan kekehan diakhir. Kemudian dia memberikan pelukan hangat pada Jingga yang sudah menjadi sahabatnya selama dua tahun terakhir.
"Makasih Citra. Aku doain kamu supaya cepat menyusul ke pelaminan," ucap Jingga bahagia.
"Iya iya, tenang jodohnya masih diperjalanan," canda Citra tertawa.
"Selamat ya Pak bos ku yang galak," ucap Citra setengah meledek.
"Becanda kamu ya, masa orang paling tampan kaya gini dibilang galak. Tapi makasih loh Cit doanya. Kamu cepet nyusul," balas Ken lalu menggetok pelan kening Citra.
"Aw... Hahaha iya iya tenang bos. Oh iya nanti aku udah siapin kado buat malam pertama bos," ucap Citra setengah berbisik dan sontak membuat wajah Ken memerah karena malu.
Namun justru itu yang membuat Citra senang, menggoda sepasang pengantin adalah hal yang menyenangkan pikirnya.
"Mas mana ya Dina? Kok belum datang sih. Dia udah janji mau datang hari ini," ucap Jingga yang dipenuhi rasa rindu pada sahabatnya itu.
"Sabar sayang. Mungkin masih ada diluar," ucap Ken memenangkan.
Kemudian Jingga melihat kearah samping dan matanya berbinar melihat sahabatnya itu baru datang.
"Ah aku kangen Jingga sayang. Selamat ya atas pernikahan kamu, semoga jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah," ucap Dina yang baru datang dan langsung memeluk sahabatnya itu.
"Apalagi aku, aku kangen banget. Tapi makasih ya udah datang, terus makasih juga doanya. Kamu cepet nyusul!" balas Jingga bahagia.
"Iya bawel. Tapi kamu janji ya kalo aku nikah kamu datang ke Malang!" tuntut Dina.
"Iya kamu tenang aja," ucap Jingga seadanya.
Karena mereka tidak bertemu selama dua tahun lebih, membuat keduanya sama-sama melepas rindu.
Hari semakin sore dan tamu yang datang berangsur-angsur pulang. Namun berbeda dengan Resti yang baru datang ke acara pernikahan Ken dan Jingga.
"Kak selamat ya atas pernikahannya," ucap Resti sambil memberikan pelukan hangat pada Jingga. Namun matanya sedikit melirik kearah Ken yang hanya berwajah datar.
"Makasih ya. Kenapa baru datang sekarang Res?" tanya Jingga.
"Oh tadi ada keperluan mendadak maaf ya Kak baru datang," ucap Resti yang hanya diangguki Jingga.
"Selamat ya Pak!" ucap Resti kala bergeser kedekat pengantin pria. Namun rupanya Ken masih menyimpan kesal pada Resti, bahkan dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya setelah kejadian hari itu.
"Iyah makasih," balas Ken tetap berwajah datar, bahkan dia tak menatap Resti sedikitpun, dan malah melihat kearah Jingga.
"saya permisi," ucap Resti setelah itu dia meninggalkan pengantin.
Kini waktu menunjukan waktu malam dan semua tamu telah pulang, membuat Jingga sangat gugup, membayangkan yang akan terjadi malam ini saja membuat wajahnya terasa memanas.
Kini sepasang pengantin itu telah berada dikamar yang memang sudah disiapkan sebelumnya. Keduanya sama-sama sudah membersihkan diri.
"M--mas... Aku... " ucap Jingga gugup kala melihat suaminya menatapnya terus.
"Kenapa? Kamu gugup?" tanya Ken yang sangat menyukai ekspresi gugup istrinya itu.
"Iya Mas," cicit Jingga sangat pelan dan itu membuat Ken tak bisa menahan tawanya.
"Tenang sayang, Mas akan melakukannya dengan lembut. Mas tak akan menyakitimu," ucap Ken sendu.
Jingga yang melihat tatapan dari suaminya pun hanya mengangguk, karena bagaimana pun dia belum siap, dia harus tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
Dan malam ini menjadi saksi bisu cinta antara Ken dan Jingga.
mampir ya
lanjutan ceritanya harus dobel lho tho, kalian lama nggak up nya
semoga urusan real nya cpt kelar
dan bisa update lagi 💞