NovelToon NovelToon
Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Poligami / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: YoungLady

“Aku tidak akan menceraikanmu, Tiara.”

Haikal mengucapkan kalimat itu tanpa sedikit pun keraguan.

“Dan aku mengizinkanmu tetap tinggal di rumah ini.”

Air mata Tiara mulai mengalir lagi.

“Tapi, izinkan aku untuk menikah lagi.”

Tiara menatap pria yang selama ini menjadi tempatnya menggantungkan seluruh hidup. Pria yang baru saja ia kira akan menerima kekurangannya yang divonis mandul oleh Dokter.

Ternyata, Haikal hanya tidak ingin kehilangan istrinya. Ia ingin mempertahankan Tiara sebagai istri pertama sekaligus mengambil wanita lain sebagai calon ibu bagi anak-anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Tiara melangkah keluar rumah bersama Raisa.

Gaun yang dikenakannya tampak sederhana, tetapi jelas bukan pakaian sembarangan. Potongannya elegan, bahannya jatuh sempurna mengikuti tubuh, dan detail kecil pada bagian pinggang membuat penampilannya terlihat semakin anggun.

Rambut Tiara ditata sederhana.

Tidak berlebihan.

Namun justru kesederhanaan itu membuat kecantikannya semakin terpancar.

Begitu Tiara muncul, beberapa orang yang berada di halaman langsung menoleh.

Termasuk tiga orang yang sejak tadi menunggu di dekat mobil.

Haikal.

Intan.

Dan Rumi.

Ketiganya seketika terdiam.

Haikal bahkan tidak berkedip selama beberapa detik.

Itu bukan Tiara yang tadi pagi meninggalkan rumah dengan pakaian sederhana.

Wanita yang sekarang berdiri di hadapannya terlihat berbeda.

Sangat cantik.

Sangat berkelas.

Dan yang membuat Haikal semakin tidak nyaman adalah kenyataan bahwa beberapa pria di pesta itu ikut melirik ke arah istrinya.

"Astaga..." gumam Rumi.

Intan menggenggam lengan Haikal lebih erat.

Sementara Haikal masih terpaku.

Raisa tersenyum melihat ekspresi mereka.

"Kenapa semuanya diam?"

Tiara hanya tersenyum kecil.

Tiba-tiba suara Permana terdengar dari belakang.

"Kau cantik sekali, Tiara."

Tiara menoleh.

Permana berdiri beberapa langkah di belakangnya.

Pria itu tersenyum tulus.

Tiara sedikit menundukkan kepala.

"Terima kasih, Pak Permana."

Kalimat sederhana itu rupanya membuat seseorang tidak nyaman.

Haikal maju selangkah.

"Maaf, Pak."

Permana menatapnya.

"Ya?"

"Tiara istriku."

Nada suara Haikal terdengar kaku.

Permana mengangkat alis.

"Aku tahu."

"Bapak kurang pantas memujinya terang-terangan seperti itu."

Suasana mendadak berubah.

Raisa melirik Tiara.

Tiara sendiri tampak terkejut.

Permana justru tertawa kecil.

"Kenapa tidak pantas?"

Haikal terdiam.

"Apa kau cemburu?"

Pertanyaan itu membuat beberapa orang yang berdiri tidak jauh dari mereka mulai memperhatikan.

Haikal menarik napas.

"Tentu saja aku cemburu, Pak."

Permana tersenyum tipis.

"Bukankah itu hal yang normal?"

Kemudian tatapannya berubah serius.

"Begitu juga perasaan Tiara ketika melihatmu bersama wanita lain."

Haikal membeku.

Permana melirik ke arah Intan.

"Dan kau dengan bangganya memamerkan wanita itu di depan umum."

Intan langsung menunduk.

Haikal mengeraskan rahangnya.

"Pak Permana, Intan bukan wanita lain."

Ia meraih tangan Intan.

"Dia calon istri keduaku."

Bisikan mulai terdengar di antara tamu.

Tiara hanya berdiri diam.

Tidak ada ekspresi marah di wajahnya.

Namun jauh di dalam hatinya, ucapan itu tetap terasa menyakitkan.

Permana menatap Haikal dengan tatapan tidak percaya.

"Baru calon, belum sah menjadi istrimu."

Sebelum Haikal menjawab, Rumi tiba-tiba ikut bicara.

"Menantuku itu mandul."

Semua orang terdiam.

Tiara mengangkat wajah.

Rumi melanjutkan tanpa sedikit pun merasa bersalah.

"Jadi Haikal mencari wanita lain agar bisa punya keturunan."

Raisa langsung menatap Rumi tajam.

"Bu..."

Namun suara lain lebih dulu terdengar.

"Tidak baik mengumbar kekurangan menantu sendiri di tempat umum, Bu."

Semua kepala menoleh.

Seorang wanita paruh baya berjalan mendekat.

Dialah Nanik, ibu Permana sekaligus pemilik acara pesta malam itu.

Nanik menatap Rumi dengan tenang.

"Tadi aku mendengar ocehanmu!"

Rumi tersenyum canggung.

"Aku hanya mengatakan kenyataan."

Nanik menggeleng.

"Kenapa kenyataan tentang urusan rumah tangga harus diumumkan kepada orang banyak?"

Rumi terdiam.

Nanik kemudian menatap Tiara.

"Tiara adalah menantumu. Apa pun kekurangannya, kamu seharusnya bisa menerimanya."

Tiara menelan ludah.

Nanik kembali menatap Rumi.

"Menantu itu bagian dari keluarga, Bu. Kita harus menjaga dan merawatnya seperti anak kita sendiri."

Kalimat itu membuat suasana semakin hening.

Beberapa tamu mulai memandang Rumi.

Ada yang menggeleng.

Ada yang berbisik.

Sementara Tiara menundukkan kepala.

Ia tidak menyangka ada orang yang mau membelanya di hadapan banyak orang.

Nanik menghampirinya.

"Jangan masukkan perkataan orang ke dalam hati."

Tiara tersenyum tipis.

"Terima kasih, Bu."

Di sisi lain, Haikal dan Intan berdiri sedikit menjauh.

Keduanya berbisik.

Namun tanpa mereka sadari, dua tamu perempuan yang berdiri di belakang mereka sedang memperhatikan.

"Menurutmu bagaimana?" bisik salah satunya.

Wanita di sebelahnya mengangkat bahu.

"Wanita itu bodoh sekali. Mau menjadi istri kedua."

Matanya melirik Intan.

"Seperti tidak ada pria lain saja."

Wanita pertama tertawa kecil.

"Benar. Apalagi..."

Ia melirik Tiara.

"Masih cantikan istri sah daripada gundiknya."

Kalimat itu terdengar cukup jelas.

Wajah Intan langsung berubah.

Matanya berkaca-kaca.

Haikal menoleh.

"Intan?"

Intan menutup mulutnya.

"Aku..."

Air mata mulai mengalir.

"Maaf, Mas."

Ia berbalik dan berjalan pergi.

"Intan!"

Haikal langsung mengejarnya.

Rumi ikut menyusul.

"Intan, tunggu!"

Tiara hanya memandangi mereka.

Tidak ada kepuasan di wajahnya.

Justru ada rasa lelah.

Raisa mendekati Tiara.

"Kamu tidak apa-apa, Kak?"

Tiara menggeleng.

"Aku baik-baik saja."

Namun ketika Haikal sempat menoleh dari kejauhan, pandangan mereka bertemu.

Untuk pertama kalinya malam itu, Haikal melihat sesuatu yang berbeda di mata istrinya.

Bukan kesedihan.

Bukan kemarahan.

Melainkan ketenangan.

Seolah Tiara sudah tidak lagi membutuhkan pengakuannya.

Haikal berhenti sebentar.

Entah kenapa, dadanya terasa sesak.

Selama ini ia mengira Tiara akan selalu berada di sisinya.

Akan selalu menunggunya.

Akan selalu menerima apa pun yang dia lakukan.

Tetapi malam ini...

Tiara terlihat seperti seseorang yang perlahan-lahan sedang melepaskan dirinya.

"Mas!" teriak Intan dari kejauhan.

Haikal tersadar.

Ia kembali mengejar Intan.

Sementara itu, Permana berdiri di samping Tiara.

"Kau benar-benar baik-baik saja?"

Tiara mengangguk.

"Ya."

Permana tersenyum.

"Kalau begitu, jangan biarkan siapa pun membuatmu merasa tidak berharga seperti malam ini, Tiara."

Bersambung ...

1
Ma Em
Selamat untuk Tiara dan Permana sekarang Tiara sdh sah menjadi istri Permana , semoga langgeng pernikahan nya dan segera diberi momongan , untuk Haikal nikmati saja karma yg kamu terima itu balasan karena kamu sdh menyakiti wanita yg baik sabar dan setia meskipun Tiara selalu dihina dan tdk dianggap serta diperlakukan seperti babu dirumah mu .
sunaryati jarum
Intan lagi
sunaryati jarum
🙏
sunaryati jarum
Walaupun ada kebencian masih ada sisi kemanusiaan kamu,Tiara.Orang- orang sombong dan tidak menghargai orang lain, bahkan menantu dihina dan diinjak-injak , akhirnya dapat karma
sunaryati jarum
Kamu percaya Intan wanita ular yang mengingkari hartamu,maka memanipulasi hasil tes kesuburan Tiara.
sunaryati jarum
Haduh , sudah jatuh tertimpa tangga.Js
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 percaya dirimu patut diacungi jempol Haikal, sayang tidak sesuai dengan ekspektasi kamu
sunaryati jarum
Keputusan apa Haikal,kau hampir bangkrut,kan
sunaryati jarum
Memangnya Tiara mau kembali padamu?
sunaryati jarum
Nikmati kebodohan kamu , Haikal
sunaryati jarum
Untuk selingkuhannya mungkin, Haikal.Selamat menyesal telah membuang berlian dan memungut kerikil dari limbah busuk.
sunaryati jarum
Nikmati saja pilihan kamu Haikal,kamu ganti istri berapa kal pun mungkin ,nggak akan punya anak
Ma Em
Nikmati saja kan Intan istri pilih Hanum Haikal jadi jgn menyesal rasakan saja manis getirnya rumah tanggamu bersama Intan pilihanmu , semoga rencana pernikahan Tiara dgn Permana dilancarkan sampai hari H dan tdk ada gangguan .
sunaryati jarum
Syokoooor rasain, Haikal! Perempuan jika marah merusak perabotan atau apapun, alamat cepat kismin
sunaryati jarum
Kali ini usahamu akan gagal Intan
cinta semu 2
dih mantan suami sok cakep...😁😁dah g ada manfaat ny u Haikal...
cinta semu 2
mertua durhakim
sunaryati jarum
Kan sudah mantan kenapa marah.Selidiki Intan ,dia hanya menginginkan hartamu.Setelahnya kau akan ditinggalkan.Sedangkan Tiara akan mendapatkan jodoh yang sangat baik dan mencintai
Ma Em
Lagian Bu Rumi , Haikal tdk malu emang kalian saat Tiara bersama kalian selalu dihina dan direndahkan skrg setelah. bercerai ibu Rumi mencari Tiara suruh saja si intan istri tercinta Haikal yg ngurus jgn cari Tiara .
sunaryati jarum
Tidak tahu diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!