NovelToon NovelToon
Jodoh Pak Dokter

Jodoh Pak Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Ibu susu / Nikah Kontrak
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Di tengah duka kehilangan bayinya dan pengkhianatan suaminya, Shanum berjuang sendirian demi kesembuhan Sang Nenek, satu-satunya keluarga yang ia miliki.

Bekerja sebagai ART dengan upah kecil, tak cukup untuk membiayai pengobatan jantung sang nenek di rumah sakit.

Kondisi ini menarik simpati Dokter Daniel yang menangani neneknya. Daniel sendiri tengah didera lara, ia ditinggal selingkuh oleh istrinya dan kini merawat putri kecilnya yang berusia empat bulan seorang diri.

Masalah kian pelik karena sang bayi mengalami alergi susu formula dan sangat bergantung pada donor ASI.

Didorong rasa iba dan kebutuhan yang mendesak, Daniel menawarkan Shanum pekerjaan sebagai pengasuh sekaligus ibu susu bagi putrinya. Bagi Shanum, ini dilema antara kehormatan dan kebutuhan ekonomi. Tanpa ia sadari, bayi kecil yang butuh dekapannya itu perlahan menjadi obat bagi trauma kehilangan buah hatinya.

Akankah pertemuan dua jiwa yang sama-sama patah ini menjadi awal dari kesembuhan luka mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

Setelah beberapa saat kemudian, Baby Ziva akhirnya melepaskan sarapan nya tanda ia sudah kenyang meminum ASI eksklusif dari Shanum. Dengan gerakan yang sangat telaten, Shanum segera menegakkan tubuh mungil Ziva di pundaknya. Tangan kanannya dengan lembut menepuk-nepuk punggung bayi itu secara perlahan agar ia bisa bersendawa, sebuah metode yang sangat efektif untuk mencegah bayi mengalami gumoh atau muntah.

Daniel yang sejak tadi sudah membalikkan tubuhnya kembali, terpaku menyaksikan pemandangan itu. Melihat cara Shanum yang begitu cekatan, tenang, dan sangat mengerti bagaimana cara mengurus bayi dengan benar, sebuah keyakinan kuat mendadak muncul di hati Daniel. Pengalaman pahit Shanum yang baru kehilangan bayinya ternyata membekali wanita itu dengan naluri keibuan yang luar biasa. Akhirnya, Daniel mantap mengambil keputusan.

"Shanum, boleh kita bicara sebentar?" tanya Daniel pelan.

Shanum mengangguk patuh. Ia melangkah mendekati boks bayi, menempatkan kembali tubuh Baby Ziva yang kini sudah tertidur pulas dengan napas yang teratur. Setelah memastikan selimut sang bayi terpasang rapi, Shanum dan Daniel berjalan keluar dari ruangan tersebut menuju koridor yang lebih sepi.

Raut wajah Daniel menunjukkan keseriusan yang mendalam saat ia menatap mantap wanita di hadapannya.

"Apa yang ingin Pak Dokter bicarakan kepada saya?" tanya Shanum sopan.

"Begini, Shanum. Melihat bagaimana Ziva begitu tenang bersamamu, aku ingin meminta kesediaan mu untuk menjadi pengasuh sekaligus ibu susu untuk Ziva. Mengenai gaji, aku akan membayar berapapun yang kamu mau, asalkan kau mau mengabulkan permintaanku ini," ucap Daniel langsung pada intinya.

Shanum terdiam sejenak. Otaknya mencoba berpikir keras. Tawaran ini tentu saja sangat besar dan bisa menjadi jalan keluar bagi seluruh biaya rumah sakit neneknya. Di sisi lain, Daniel menunggu jawaban itu dengan debar jantung yang tak menentu. Jauh di dalam lubuk hatinya, selain demi kebutuhan Ziva, Daniel juga ingin sekali membantu wanita ini. Kisah hidup Shanum yang memilukan telah mengetuk pintu hatinya yang selama ini beku, ditambah lagi Shanum telah menjadi penyelamat bagi putrinya malam ini.

"Tapi Pak... saya merasa tidak enak dengan majikan saya yang sekarang, jika saya harus keluar begitu saja setelah baru beberapa hari bekerja," jawab Shanum bimbang. Ia menunduk, namun pikirannya kembali berputar pada kebaikan Daniel yang telah mengoperasi neneknya tanpa menuntut bayaran di awal.

Mendengar keraguan itu, raut wajah Daniel seketika menyiratkan kekecewaan yang samar. Namun, sebelum kekecewaan itu menetap, Shanum kembali mendongak dan memberikan jawaban lanjutannya.

"Tapi... demi Baby Ziva, dan demi semua kebaikan Pak Dokter yang sudah menyelamatkan nyawa Nenek saya... baik Pak, saya mau menjadi pengasuh sekaligus ibu susu untuk Baby Ziva."

Mendengar keputusan akhir dari bibir Shanum, Dokter Daniel seketika tersenyum lebar. Sebuah senyuman manis yang begitu langka, hingga memperlihatkan lesung pipi yang selama ini tersembunyi di balik wajah dinginnya. Keramahan itu membuat ketampanannya berlipat ganda dan terlihat sangat mempesona.

Shanum yang tidak sengaja melihat senyuman itu mendadak salah tingkah. Pipinya menghangat, dan ia buru-buru menundukkan kepalanya dalam-dalam untuk menyembunyikan rona merah yang terbit di wajahnya.

Saking bahagianya, tanpa sadar Daniel melangkah maju dan meraih kedua bahu Shanum dengan lembut. "Terima kasih banyak, Shanum. Aku benar-benar berhutang budi padamu!"

Shanum sedikit tersentak merasakan kehangatan tangan Daniel di bahunya, namun ia tetap menjaga pandangannya ke bawah, tidak berani menatap mata sang dokter. "Tidak, Pak Dokter. Justru ini adalah cara saya untuk membalas budi atas semua kebaikan Dokter selama ini terhadap Nenek."

Di saat momen penuh kehangatan itu tercipta, dari arah ujung lorong dekat pintu masuk ruangan pasien, Dokter Maura berdiri membeku. Menyaksikan bagaimana tangan Daniel mendarat di bahu Shanum dan bagaimana pria dingin itu tersenyum begitu lepas, Dokter Maura mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat hingga kukunya memutih.

'Apa-apaan ini?! Kenapa Dokter Daniel bisa begitu dekat dan bahkan menyentuh wanita kampungan itu? Ini tidak bisa dibiarkan!' batin Dokter Maura penuh dengan emosi dan rasa cemburu yang membakar dadanya.

Setelah pembicaraan penting dengan Dokter Daniel selesai, Shanum segera kembali ke kamar rawat inap kelas tiga untuk menemui sang Nenek. Dengan napas yang masih sedikit memburu akibat rasa haru yang membuncah, ia menceritakan seluruh kejadian yang baru saja dialaminya, tentang Baby Ziva yang demam, kecocokan ASI nya, hingga tawaran Daniel untuk menjadikannya pengasuh sekaligus ibu susu.

Mendengar penuturan jujur dari cucunya itu, air mata kebahagiaan meleleh di pipi keriput Bu Siti. Beliau berkali-kali melafalkan kalimat hamdalah, melangitkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Sang Pencipta.

"Alhamdulillah, Ya Allah... Gusti Allah tidak pernah tidur, Num," ucap Bu Siti sambil menggenggam jemari Shanum. Beliau tersenyum penuh arti, merasa bahwa jalan menuju jodoh antara cucunya dengan Dokter Daniel kini semakin terbuka lebar.

Di dalam lubuk hatinya, Bu Siti hanya memiliki satu keinginan terakhir di sisa umurnya, yakni ia ingin melihat Shanum kembali bahagia. Setelah segala kepedihan, pengkhianatan mantan suaminya, dan kehilangan bayi yang menyayat hati, Shanum berhak mendapatkan pria baik yang akan memperlakukannya layaknya wanita terhormat, dihargai, dan dilindungi dengan sepenuh hati. Dan Bu Siti melihat sosok pelindung itu ada pada diri Dokter Daniel.

Keesokan Harinya

Keesokan harinya berjalan begitu cepat. Shanum mendatangi rumah majikan lamanya untuk mengundurkan diri secara baik-baik. Beruntung, sang majikan dapat memahami situasinya setelah Shanum menjelaskan bahwa ia harus mengurus bayi seorang dokter yang telah berjasa menyelamatkan Neneknya.

Selepas urusan itu selesai, Shanum bergegas kembali ke Rumah Sakit Citra Medika. Langkah kakinya membawa Shanum menuju lantai atas, tempat di mana Baby Ziva kini sudah dipindahkan ke ruang rawat inap kelas VVIP yang sangat mewah, luas, dan tenang.

Saat jemarinya mendorong pintu kayu yang kokoh itu, Shanum sempat dihinggapi rasa canggung yang luar biasa. Ruangan itu begitu megah, sangat kontras dengan kehidupan sederhananya selama ini. Namun, seluruh rasa canggung dan minder itu seketika sirna begitu pandangannya menangkap sosok Dokter Daniel yang sedang berdiri di dekat jendela, menggendong Baby Ziva dalam dekapannya.

Sadar akan kehadiran seseorang, Daniel menoleh dan tersenyum hangat. Di dalam gendongannya, Baby Ziva yang semula tenang mendadak bergerak aktif begitu melihat wajah Shanum. Sepasang mata bulatnya berbinar, dan kedua tangan mungilnya langsung terangkat ke udara, bergerak-gerak heboh memberi isyarat kuat bahwa ia ingin segera berpindah ke pelukan Shanum.

Melihat respons menggemaskan itu, Shanum tidak dapat menahan senyumnya. Ia melangkah mendekat dengan senang hati, menjulurkan kedua tangannya untuk meraih tubuh mungil Ziva dari dekapan hangat sang dokter.

"Aduh, Ziva cantik sudah bangun ya? Kangen sama Bunda ya, Nak?" tanya Shanum spontan dengan nada yang sangat gemas, secara alami menyebut dirinya 'Bunda' karena naluri keibuannya yang terketuk.

Ziva yang kini sudah berada di pelukan nyaman Shanum langsung mendongak. Seolah mengerti ucapan wanita itu, sang bayi mulai berceloteh riang dengan bahasa bayinya yang khas, memamerkan gusi mungilnya yang belum tumbuh gigi.

Celotehan tak bergelombang dan ekspresi lucu Ziva sontak membuat Shanum dan Dokter Daniel tertawa terbahak-bahak secara bersamaan. Suara tawa mereka bersahutan, mengisi setiap sudut ruangan VVIP yang semula sunyi itu dengan kehangatan yang baru.

Dokter Daniel perlahan melangkah mundur satu jengkel, memandangi pemandangan indah di depannya dengan perasaan lega yang teramat sangat. Hatinya dipenuhi rasa beruntung yang luar biasa. Baru kali ini, semenjak kepergian mantan istrinya, ia melihat Baby Ziva bisa sebahagia dan seaktif ini bersama orang lain. Di mata Daniel, di antara Ziva dan Shanum seperti sudah memiliki sebuah ikatan batin yang sangat kuat, seperti seorang anak yang akhirnya menemukan kembali belahan jiwa ibunya yang sempat hilang.

Bersambung...

1
Teh Yen
nah loh rasain malu malu dha tuh c Klara huuh 😤
shanum menahan perasaannya jangan sampai baper lagi seperti kemarin yah takutnya dokter Daniel mengatakan seperti itu hanya untuk meyakinkan hakim dan memenangkan persidangan d hak asuk ziva yah num
Teh Yen
smoga setelah persidangan Daniel benar" meminta maaf dan meluruskan kata kata nya kmr yg salah ucap jujur janji yah Daniel jujur sama.perasaanmu sama shanum
Dew666
🍎🍎🍎🍎
Nar Sih
siip daniel hajar terus sampai klara ngk bisa berkutik dan kmu lah yg jdi pemenang nya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😉
total 1 replies
neny
makanya jng menganggap sepele sm orang lain,, apalagi masa lalu itu km sendiri yg menghancurkan nya,,
shanum masih gk percaya klau daniel cinta sm dia,,ayo daniel nyatakan lg perasaan mu sm shanum nanti di mobil,,biar shanum gk salah faham 🤭
neny: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Nar Sih
semagat 💪daniel smoga kmu lah yg menang atas tuntutan hak asuh ziva
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin 😊
total 1 replies
~Ni Inda~
Klw perlu karir yg dia bangun mati²an dg memanfaatkan Sony...hancur berkeping²
Dan Sony yg mulai meragukan cinta Klara kpdnya...segera hengkang...menjauh & lepas tangan thd Klara
Biar sempurna hancurnya perempuan penuh intrik & drama itu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju kak, hancur dengan sikapnya sendiri
total 1 replies
~Ni Inda~
Masalah gakan selesai dg saling menduga
Cobalah utk saling jujur ttg perasaan masing²
Manatau gayung bersambut kan
Klwpun bertepuk sebelah tangan ..ya gpp...anggap uji nyali
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, mantap uji nyali ya kak🤭
total 1 replies
Ilfa Yarni
hajR trus spe masuk bui tuh perempuan licik dia yg berulah dia yg emosi hahaha kau ga bakal menang Kiara dasar perempuan murahan
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
neny
ya iya lah daniel,,km yg buat Hanum seperti itu,,muka km hrs menyelesaikan Maslah ini,,spy kalian berdua harmonis lg🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
semoga shanum dan Daniel yg memenangkan hak asuh ziva
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Aamiin 🤲🏼
total 1 replies
neny
semuanya serba salah faham,,sebaik nya jujur ajh sm perasaan masing2,,drpd kesalah fahaman ini ber larut2
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, tunggu saatnya tiba, harus ada salah satu yang mengalah
total 1 replies
Teh Yen
nanti malam.jangan.salahkan.shanum.klaau Tidka.mau.tidur sekamar lagi yah dok.huuh 😤
Teh Yen
lah knp malah kata kata itu yg keluar dari mulutmu Daniel hadeeuh kasian kan shanum terluka padhl dia jg berharap loh dokter Suka smaa dia 🙈
Teh Yen
nah gt dong untung dokter daniel.cepat sadar dengan perasaannya yah ,, smoga shanum jg mau mengakui perasaannya pada Daniel yah
Teh Yen
kasian dokter.daniel.sakit.karena kelelahan mungkin yah
Teh Yen
xixixi .... engg pa pa num pijit ajah lumayan bikin badan rileks kan 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣
total 1 replies
Teh Yen
yah kali ini gagal mah umpannya 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Teh Yen
Xixixiii mamah Daniel bisa aj nih bikin pengantin baru salah tingkah d nurutin kemauannya dari pada sandiwaranya terbongkar hihii tp bagus sih anggap aj latihan yah 😁
Teh Yen
duh udh main peluk peluk aj nih shanum cie daniel.deg deg gan engg tuh hihii 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!