NovelToon NovelToon
Black Shadow

Black Shadow

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Horor / Horror Thriller-Horror / Tamat
Popularitas:44.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratu Arin

Awal Judul Ada & Tiada

Berawal dari kesurupan massal di malam puncak penerimaan mahasiswa/i baru menjadi titik awal temu mereka. Saling menyadari bahwa mereka sama, sama-sama hidup diantara mereka yang tiada namun sebenarnya ada.

Kisah tentang perjalanan sekelompok anak muda yang memiliki kemampuan sixth sense, melihat apa yang semestinya tidak terlihat, dan merasakan kehadiran mereka yang tak tersentuh.

Akankah mereka bisa menjalani hidup normal seperti orang lain?

Kisah mereka akan hadir setiap hari pukul tujuh malam. Jangan baca sendiri, siapa tahu kau sedang tak sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Arin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkunjung

Mereka bercengkrama bersama, berbagi cerita lucu, pengalaman aneh bahkan mereka saling berbagi info seputar dunia para pemilik sixth sense. Dewa dan Arindita yang hanya bisa menyimak pun tak kalah seru, bagi mereka berdua mendengar serta ikut tahu tentang hal berbau sixth sense dari sumbernya langsung membuat fikiran mereka terbuka. Tak selamanya sixth sense adalah kekurangan, bahkan Dewa lebih merasa mereka seperti baru dapat wadah dan tempat berbagi cerita seputar dunia sixth sense.

Disaat bersamaan ponsel Dewa pun berbunyi, menampakkan nama 'Ibu Negara' tersemat di layar ponselnya.

"Sebentar ya, Ibu negara menelepon, kalian lanjutkan saja, aku permisi sebentar." ujar Dewa, sambil berpamitan dan melangkah pergi dari meja teman-temannya.

"Hallo Mom. Ada apa Mommy menelepon?" tanya Dewa asal, ia berdiri di meja dekat meja kasir sambil menatap Arindita yang sedang duduk bersama temannya yang lain.

"Dasar anak nakal, memangnya Mommy tidak boleh menghubungi putra Mommy yang keras kepala itu?" ujar Dita, sang Mommy.

"Besok Mommy dan Daddy sudah di Djogja, kapan kamu mau ke Djogja? Apa kau tidak merindukan Mommy? Oia, bagaimana dengan taruhan kita, apa kau sudah punya kekasih?" tanya Dita begitu penasaran, Dewa langsung menatap ke Arindita yang sedang tertawa.

"Hm ...." jawab Dewa asal, ia tidak fokus dengan pertanyaan sang Mommy karena tatapannya hanya terkunci ke satu arah yakni gadis idaman nya, Arindita.

"Oh ya? Wah Mommy kalah dong, bawa dia ke Djogja segera, karena Mommy harus menemani Daddy mu ke Milan. Sampai jumpa tampan ku." ucap sang Mommy.

"What?" teriaknya, ia baru sadar karena ucapan terakhir sang Mommy, dengan bodohnya ia sendiri mengiyakan ucapan sang Mommy, Dewa mencoba menghubungi Mommy-nya lagi namun nomor Dita sibuk terus, hingga pesan di ponsel Dewa berbunyi dan muncul disana pesan dari Dita

"Maaf tampan ku, Daddy mu sedang ngambek, kota lanjutkan nanti saja ya." begitulah isi pesan Dita ke sang anak.

"Ah, kenapa aku sial sekali si, bagaimana aku harus membawanya ke Djogja. Mommy selalu saja membuat ku pusing jika sudah berhubungan soal wanita." umpat Dewa sambil menatap ponsel miliknya.

Dewa memutuskan untuk kembali bergabung dengan yang lain, ia sedang berfikir bagaimana cara menyampaikan ke semuanya akan permintaan Mommy-nya.

"Hm, apakah rencana ke Djogja jadi akhir pekan?" tanya Dewa, ia sedang mencari topik agar semua perempuan bisa ikut ke Djogja, dengan begini Arindita tidak akan curiga jika ia mengajaknya ke Djogja.

"Kalian akan ke Djogja? Wah, bisakah kami ikut?" tanya Ochi to the point, Ocha yang merasa tak enak hati pun menyikut lengan Ochi.

"Kenapa si Cha, bukankah kita bertiga memang akan kesana akhir bulan ini? Apa bedanya berangkat sekarang dan nanti, lebih ramai lebih baik bukan?" ucap Ochi dengan ceriwisnya. Al pun mencoba menanggapi ucapan Ochi.

"Setuju, lagi pula lebih ramai lebih baik, Haura dan Arindita apa kalian akan ikut juga?" tanya Al sambil menatap Arindita dan Haura secara bergantian. Di lain sisi kini Dewa sedang berdoa agar Arindita langsung mengiyakan pertanyaan Al.

"Selama kedua Kakak ku ikut, Aku yes." kata Haura, ia tersenyum senang menatap Ochi yang juga tersenyum kepadanya.

"Baiklah, aku mengalah, aku akan ikut." sambung Ocha. Ochi dan Haura pun semakin tersenyum senang mendengar ucapan Ocha.

"Kak Arindita?" tanya Haura singkat, Haura sangat menyukai sosok Arindita sejak mereka mulai berbagi cerita, tawa dan pengalaman, seperti bertemu dengan sosok Kakak yang ia harapkan jika memiliki seorang Kakak laki-laki.

"Hm? Aku harus diskusi dengan Bunda terlebih dahulu, bagaimana pun kami baru saja pindah, akan tidak enak jika aku berlibur tapi Bunda sendirian di rumah." jawab Arindita sambil tersenyum kecut, begitu pun Dewa, ia mendadak lesu saat harapannya pupus.

"Kau sedih karena Arindita tidak bisa ikut?" tanya Awan ke Dewa, ucapan Awan berhasil membuat semua yang ada disana menatap Dewa.

"Bukan, bukan seperti itu, aku hanya sedang berfikir hal lain saja." ucapnya terbata. "Mulut mu bisa saja berbohong, tapi tidak dengan tubuh mu." ucapan Awan semakin membuat Dewa terpojok karenanya.

"Haish bocah ini tidak bisa rem sedikit mulutnya, membuat ku malu saja di depan Arindita." umpat Dewa dalam hati.

"Bagaimana jika kita semua mampir ke rumah mu Ar? Sekalian berkenalan dengan Bunda mu. Siapa tahu jika kami datang Bunda akan mengizinkan mu pergi ke Djogja bersama." ucap Al, Dewa pun setuju dalam diam.

"Baiklah kalau begitu." ucap Arindita setuju, Dewa pun ikut senang, perasaannya lega sekali.

"Oke kita berangkat sekarang." ujar Al sambil berdiri, Arindita pun kaget, ia tidak menyangka akan secepat ini.

"Sekarang?" tanya Arindita bingung, ia tidak menyangka akan malam ini.

"Iya, mau kapan lagi? Besok malam kita sudah berangkat bukan?" ucap Al ke Arindita, Arindita pun mengangguk paham, dan mempersilahkan mereka untuk berangkat mengunjungi rumahnya.

Arindita dan Dewa berangkat dengan mobil yang sama, Dewa merasa sangat deg-degan, otak nya sudah tidak bisa berfikir dengan jernih bagaimana jika bunda Arindita tidak mengizinkan putrinya untuk pergi, dan apa uang harus ia ucapkan ke Mommy-nya nanti, begitulah sekiranya fikiran Dewa saat ini.

"Kau baik-baik saja Wa?" tanya Arindita sambil menoleh ke Dewa, yang ditanya pun tak menjawab karena asyik melamun kan sesuatu.

"Dewa?" panggil Arindita lagi sambil menepuk pelan pundak pria itu.

"Ah ... Ya, kenapa Ar?" tanya Dewa asal, Arindita pun menyadari jika Dewa tidak mendengarkan ucapannya tadi.

"Kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya Arindita lagi.

"Hm ... Aku sedang khawatir ...." jawabnya singkat, Dewa menoleh dan tersenyum ke Arindita.

"Khawatir tentang apa?" tanya Arindita dengan polosnya.

"Mengkhawatirkan mu." jawab Dewa sambil meledek Arindita.

"Aku serius Dewa." jawab Arindita kesal.

"Aku pun serius. Aku takut Bunda tidak mengizinkan mu ikut Ar, perjalanan akan sangat membosankan tanpa mu." jawab Dewa dengan nada sedih.

Di luar dugaan ternyata Arindita merespon ucapan Dewa dengan tertawa, "Kau tertawa? Aku sedang tidak bercanda." ujar Dewa. Arindita pun mencoba menahan tawanya.

"Maafkan aku, apa kau sedang menggombali ku? Sayang itu tidak berpengaruh padaku." kata Arindita sambil menahan tawanya.

Dewa yang mendengar Arindita tertawa karena dirinya pun mulai terbawa perasaan, ada rasa senang di hatinya kala melihat Arindita tertawa, itu artinya Arindita sudah mulai merasa nyaman dengan kehadiran Dewa.

"Aku suka melihat mu tertawa." kata Dewa to the point. Arindita yang tertawa pun seketika terdiam dan berdeham, ia tersipu malu karena pujian Dewa tentang dirinya.

"Berhenti menggombal Wa." ujar Arindita tanpa menoleh ke Dewa.

"Pft ...." saat ini Dewa yang menahan tawanya. Mereka berdua pun sama-smaa tersenyum satu dengan yang lain.

Bersambung ....

1
rara fan
astaga, diriku sangat rindu
rara fan
even it's from a long time ago, I'm still have butterflies in my stomach
rara fan
udah setahun yaa
rara fan: ceceee😭😭😭
total 2 replies
Lussy_ᶻᵃᵃ(off)
yeyyyyyyy pas buka dan download lagi Noveltoon..novel ini akhirnya up😍😍
semangat Kaka Arin...lanjuttt yaaa
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
pertamaaa
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
semangatttt Kakak cantikku😘😘
☘●⃝§ 玫瑰_khan⁴⁰⁴🎴
asih kak ayin love you
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
up kak rin
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
kak Arin lanjutin lagi episode nya walupun gaada lagi fams nya
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
sakit ya kalo kita dianggap orang lain bukan diri kita sendiri😭😭huaaaaa😭😭😭😭😭
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
ekhem ekhem ada yg di cium nih😋🤣🤣
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
khem khem ada yg naksir nih😂😂😂
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
aku juga punya sahabat campur² namanya okta, dea, izmi, diva, amel, kiran, rizki dan si rizki itu cowo sendiri tapi kita gk pandang cewe cowo kita kalo kumpul kayak gitu seru seruan tp karna sekarangan corona kita cmn lewat chatting atau video call😭😭😭sediihh banget gk bisa kumpul bareng
🦩Robin: Thans Acha sudah mampir dan share tentang sisi kamu :)
salam hangat :)
total 1 replies
L A
Thor ceritanya bagus, tapi yg agak mengganggu ttg kebiasaan merokok, klo boleh jangan terlalu banyak diceritakan ttg cowok2 saat merokok...syukur klo bisa di skip aja 😍
delesia
bagus 👍👍 Aldi cowok gentle
delesia
ocha kan sama bang Keenan😁
delesia
kasihan Aldi..
kalo Ari suka Haura Krn sbg adik saja kan
Dhewie Puspita
meninggalkan kedua adiknya sendirian...kalimat aneh & salah.... membungkukkan kepala...aish !! yg betul menundukan kepala...
Dhewie Puspita
tokohnya langsing keluar banyak ya...berani banget thor
Lussy_ᶻᵃᵃ(off)
aku kira mau kencan dan ngatain perasaannya...
TPI aku terharu Aldi bisa juga mengikhlaskan Anita dan TDK menganggap Haura bayangan nya Anita...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!