Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09
"Raisya,,,!" Tiba - tiba terdengar suara dari depan pintu kamar nya Raisya.
Semu orang langsung menoleh ke arah asal suara, di depan pintu sudah berdiri Dimas yang baru saja pulang dari kantor.
"Mas Dimas!" Sapa Raisya.
Raisya berjalan mendekati suami nya, dia mengambil tas kerja dari tangan Dimas. Tidak lupa sebagai seorang istri, Raisya meraih tangan Dimas dan mencium nya.
"Raisya, kau punya tabungan kan? Jadi apa salah nya jika uang itu di gunakan untuk biaya resepsi pernikahan nya Neta dulu, toh nanti Neta akan mewarisi seluruh kekayaan keluarga suami nya!" Dimas berkata pada Raisya.
Raisya terdiam, baru saja tiba di rumah Dimas langsung membahas masalah itu lagi.
"Benar itu Raisya, sudah 2 tahun kalian menikah. Jadi kita adalah keluarga, dan sebagai sesama keluarga kita harus saling membantu!" Mama Rika mulai menurunkan nada suara nya.
"Aku setuju dengan ucapan Mama, tapi seharusnya itu berlaku dengan uang nya mas Dimas. Sebagai istri nya, seharusnya aku juga berhak atas uang nya. Tapi nyata nya apa, aku bahkan tidak tahu berapa gaji suami ku dan uang nya di habiskan untuk apa saja!" Raisya mulai mengeluarkan segala sesuatu yang memenuhi rongga dada nya selama ini.
Dimas membuka mulut nya, dia ingin menjawab ucapan Raisya. Tapi mendadak lidah nya menjadi kelu, sehingga tidak ada kata - kata yang keluar dari mulut nya.
"Raisya, sebagai keluarga memang sudah menjadi kewajiban mu membantu yang lain nya!" Cika juga ikut menimpali.
"Mbak Cika, apa yang tidak aku bantu selama ini. Kamu lupa selam satu tahun ini, aku lah yang menanggung semua kebutuhan keluarga mu. Mbak Cika dan mas Alvin bisa hidup enak di rumah ini, siapa yang memenuhi semua kebutuhan kalian kalau bukan aku!" Jawab Raisya lagi.
Cika langsung memasang wajah masam saat Raisya membahas tentang keluarga nya, memang benar semenjak Alvin di pecat gara - gara kasus korupsi, mereka tinggal di rumah ini secara gratis.
"Raisya, kamu tidak pantas mengungkit pemberian pada sesama keluarga!" Ucap Mama Rika.
"Raisya, aku mohon pada mu. Ini untuk terakhir kali nya kami minta tolong pada mu, setelah ini kami tidak akan menyusahkan kamu lagi!" Dimas memohon pada Raisya.
"Mas, jika memang benar Neta dan Rian akan mengadakan resepsi pernikahan mereka. Aku cuma bisa bantu, tapi tidak banyak hanya 10 juta!" Jawab Raisya pada akhir nya.
"Apa? 10 juta? Cukup buat apa mbak uang 10 juta itu?" Tanya Neta dengan kesal.
"Neta, 10 juta bukan lah jumlah yang sedikit. Bagi ku itu uang yang cukup besar, jika mau silahkan ambil tapi jika tidak, terserah pada mu!" Raisya berkata dengan tegas.
"Mas, istri mu sangat keterlaluan!" Neta mulai menghasut Dimas.
"Iya Dimas, sekarang Raisya sudah berani kurang ajar dengan menolak perintah Mama!" Mama Rika mulai menyiramkan minyak di dalam api yang mulai menyala.
"Terserah kalian mau bilang apa, tapi yang pasti satu hal. Kalian semua tidak berhak menentukan bagai mana uang yang ada di dalam rekening ku di gunakan, sementara aku sendiri tidak tahu seperti apa uang mu, mas!" Kembali Raisya menegaskan.
"Raisya, sebagai istri ku. Kau wajib patuh pada ku!" Bentak Dimas yang mulai terpancing emosi.
"Sebagai suami ku, kau wajib menafkahi aku. Tapi ini malah sebaliknya, menikah dengan mu membuat aku harus menanggung semua kehidupan keluarga mu!" Balas Raisya dengan tak kalah geram.
Dimas merasa frustasi, dia menjambak rambut nya sendiri. Raisya sudah mulai berubah, tidak lagi seperti dulu.
"Raisya, benar apa yang di katakan Dimas. Kau wajib mematuhi ucapan suami mu!" Seperti nya Mama Rika belum mau menyerah agar Raisya mengeluarkan uang nya.
"Ma, Neta menikah karena sudah hamil duluan. Gak usah sok - sok an mau buat resepsi mewah lah, yang terpentingkan akad nikah nya saja. Agar anak nya lahir nanti punya ayah, gak usah mikirin gengsi!" Raisya mengingatkan Mama Rika.
"Raisya,,,, jaga mulut mu!" Bentak Dimas dengan emosi.
Dimas sangat marah dan dia tidak terima saat Raisya membahas masalah kehamilan adik nya, bagi nya itu adalah aib yang harus di tutup rapat - rapat.
"Kenaps mas? Kenapa kau marah? Aku hanya bicara fakta, tidak ada guna nya mengadakan resepsi mewah untuk menutupi aib!" Raisya kembali berkata.
"Wajar saja selama 2 tahun menikah, kau tidak kunjung hamil. Itu semua karena kau begitu jahat pada keluarga!" Sindir Mama Rika.
"Aku bersyukur sampai saat ini Allah belum memberikan aku keturunan, aku tidak mau terikat selama nya dengan keluarga yang toxic seperti kalian!" Kini Raisya sudah tidak bisa lagi menahan diri nya yang sudah terlanjur emosi.
"Apa maksud mu, Raisya?" Tanya Dimas dengan nada terkejut.
"Mas, jika keluarga mu terus memaksa ku untuk membiayai resepsi pernikahan nya Neta dan Rian. Maka lebih baik kita berpisah saja, aku tidak mau terus - terusan menjadi donatur keluarga kalian!" Raisya berkata dengan tegas.
"Raisya, jangan pernah bicara masalah perpisahan. Karena sampai kapan pun, aku tidak akan pernah menceraikan mu!" Dimas berkata dengan tegas.
"Sekarang aku mau istirahat, keluar kalian semua dari dalam kamar ku!" Raisya mengusir mertua dan ipar nya dari dalam kamar nya.
"Dasar menantu tidak punya akhlak!" Umpat Mama Rika dengan geram.
"Ma, tolong keluar dulu. Biar aku yang bicara dengan Raisya!" Dimas berbisik pada Mama Rika.
Mama Rika dengan wajah di tekuk, mengajak anak dan juga menantu nya keluar dari dalam kamar nya Raisya.
"Ayo Neta, Cika!" Ajak Mama Rika.
Ketiga nya pun keluar dari dalam kamar nya Raisya dan Dimas, tapi jelas sekali dari raut wajah mereka sedang menahan kekesalan nya.
Setelah mereka keluar, Raisya segera menuju kamar mandi. Dia merileks kan tubuh nya dengan berendam di dalam bath up, perdebatan dengan keluarga suami nya telah membuat kepala Raisya berdenyut nyeri. Tidak terasa hari sudah milai gelap, setelah merasa tubuh nya lebih segar baru lah Raisya keluar dari kamar mandi.
"Sya, kamu sudah kelewatan!" Raisya yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung mendapat sambutan dari Dimas.
"Jangan mulai lagi, Mas!" Raisya mengingatkan suami nya.
"Raisya, keluarga ku hanya minta resepsi mewah. Bukan kapal pesiar, uang mu tidak akan habis hanya dengan membuat resepsi untuk Neta!" Seperti nya Dimas masih belum menyerah.
"Uang tabungan ku bukan lah dana darurat keluarga mu, silahkan saja jika kalian mau adakan resepsi mewah. Tapi jangan lihatlah aku di dalam nya!" Raisya berkata dengan ketus.
Dimas tidak tahu lagi, bagai mana membujuk Raisya. Seperti nya kali ini Raisya sudah benar - benar berubah, Raisya udah mulai menolak keinginan keluarga nya.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄