NovelToon NovelToon
Kutukan Mbah Golok Sakti

Kutukan Mbah Golok Sakti

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Epik Petualangan / Sistem
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Reno Alvarez (25 tahun) punya visual secakep Yeonjun TXT, tapi statusnya tragis: PEngangguran JAkarta BARat yang hobinya cuma rebahan.

Nasib Reno mendadak korslet setelah nekat membuang golok warisan kakeknya ke tong sampah. Bukannya hilang, golok penuh daki itu malah auto-summon balik ke bawah bantalnya.

Reno resmi terkena kutukan Mbah Golok Sakti! Jiwanya mulai disedot paksa masuk ke berbagai dimensi absurd setiap kali tidur. Mulai dari dikejar zombie modal kolor Doraemon, operasi tenggorokan singa di Afrika, sampai debut dadakan jadi member TXT gara-gara Yeonjun asli lagi diare di toilet!

Setiap misi emang dapet cuan, tapi kalau Reno harus pindah dimensi terus nyawa bisa jadi taruhannya. Mampukah sang beban negara ini bertahan?

Warning: Jangan baca sambil minum, rawan nyembur! 🤣🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Kursus Bahasa Korea Dadakan di Ujung Senapan

'Doraemon sama sempak terakhir gue resmi disandera musuh! Mama, Reno nggak mau berakhir jadi model majalah dewasa di alam mimpi!' batinnya meronta-ronta penuh dengan rasa kehinaan yang mendalam.

Reno akhirnya berteriak sekuat tenaga mengeluarkan seluruh isi pengingat di dadanya sampai urat di lehernya mau putus, "AKHHHHH.... LEPASIN GUEEE!"

Seketika, tepat pada detik saat keputusasaan Reno mencapai puncaknya, sebuah benda keras berukuran panjang mendadak meluncur keluar dari kepulan pendaran cahaya di telapak tangan kanannya.

Cling!

"Eh... kenapa ini golok karatan bisa otomatis auto-download di tangan gue? Ini kuota internetnya dari mana?!" tanya Reno heran sambil melongo menatap telapak tangannya.

Ternyata, benda yang baru saja muncul secara gaib itu adalah sebilah golok tua warisan dari Apih Supardi yang beberapa jam lalu sudah ia buang sekuat tenaga ke dalam tong sampah depan rumahnya di Jakarta Barat.

"Wah, parah sih! Ternyata barang rongsokan dari Apih ini punya sistem canggih berupa auto-summon kayak di game RPG?!" gumam Reno takjub.

Tak mau ambil pusing lebih lama lagi soal urusan logistik klenik dan supranatural tersebut, Reno yang posisinya masih telanjang bulat langsung mengibas-ngibaskan golok tua itu ke arah depan sambil kedua matanya terpejam rapat.

Ia beneran tak kuat dan jijik melihat wajah-wajah para zombie yang kondisinya hancur amburadul macam korban malpraktik gagal operasi plastik. Belum lagi bau embusan napas mereka yang level horornya mengalahkan bau comberan yang nggak pernah dikuras selama sepuluh tahun berturut-turut.

Brakkk!! Brakkk!! Brakkk!!

Bugghh!! Bugghhh!! Bugghhh!!!

Siapa yang menyangka, sebilah golok karatan penuh daki itu mendadak mengeluarkan pendaran cahaya merah dan menciptakan pusaran kekuatan angin topan level tornado skala besar! Angin kencang itu berputar cepat menghantam ke depan.

Para zombie yang mengepung Reno seketika terhempas tinggi ke udara, terpelanting hebat menabrak dinding gedung-gedung pencakar langit di sekitar tempat itu sampai tubuh mereka hancur berkeping-keping kayak kerupuk rengginang yang diremas dengan tangan kosong.

"Anjir! Gue mendadak berubah jadi Avatar pengendali angin, tapi versi telanjang bulat?!" gumam Reno kaget setengah mati saat ia memberanikan diri membuka kedua matanya.

Ia menyadari kalau area jalan raya di sekitarnya kini sudah bersih total dari keberadaan para mayat hidup.

"Waduh!! Zombienya kok mendadak hilang semua? Eh... terus ini goloknya ke mana lagi? Kok tiba-tiba statusnya jadi off-line lagi?"

Reno kebingungan saat golok sakti di genggaman tangannya mendadak raib kembali secara misterius. Yang tersisa di atas aspal hanyalah potongan tubuh zombie yang berserakan di mana-mana, membuat perut Reno mendadak mual bukan main melihat pemandangan gore tersebut.

"Hoekk!! Hoekk!!"

Reno refleks memuntahkan seluruh isi jeroan perutnya yang tadi malam habis menyikat habis nasi rames di meja makan.

Tid... Tid... Tid...

Tiba-tiba, seberkas cahaya lampu sorot mobil yang sangat terang memancar tajam dari arah tikungan jalan, langsung mengarah lurus ke arah posisi Reno yang masih berdiri tegak tanpa sehelai benang pun.

Kedua tangannya sibuk bergerak lincah menutupi "aset berharga milik negara" miliknya. Sebuah mobil box besar berwarna militer berhenti tepat di depannya, dan dua orang pria bertubuh kekar yang mengenakan seragam tentara lengkap keluar dari pintu kemudi sambil memegang senjata api laras panjang.

Reno seketika merasa lega bukan main. Di dalam benaknya, akhirnya ada manusia normal yang muncul (walaupun raut wajah kedua tentara itu tampak galak dan sadis kayak debt collector pinjol).

"Bang, tolongin saya, bang!! Saya takut banget di sini, saya mau pulang ke Jakbar sekarang juga!!"

Reno memohon dengan tampang melas paling maksimal yang bisa ia lakukan, sambil kedua telapak tangannya tetap setia menutupi aset berharganya di bagian bawah.

Kedua pria berseragam militer itu saling pandang satu sama lain dengan dahi yang berkerut dalam. Salah satu tentara yang memiliki potongan rambut cepak berkata dalam bahasa Korea, "Nuguseyo? Wae yeogi issneun geoyeyo? Geuligo jeoleohge almom-ieyo?" (Kamu siapa? Kenapa kamu ada di sini? Dan kenapa telanjang bulat begitu?)

"Hah? Ngomong apa sih si Abang?" Reno menggaruk kulit kepalanya yang tidak gatal dengan ekspresi bingung.

‘Aduh, mampus dah gue! Gue harus jawab pakai bahasa apa ini? Gue kan cuma tahu kosakata Annyeonghaseyo sama Shibal doang dari drakor! Tapi tunggu dulu, muka ini orang kok rasanya familiar ya? Jangan-jangan jiwa gue beneran masuk ke dalam gerbong film drakor zombie yang sering Mama tonton di kamar?!’ batin Reno panik.

Teman tentara di sebelahnya ikut menimpali dengan nada ketus, "Geuneun michin salam gat-ayo." (Sepertinya dia ini orang gila).

Reno, dengan tingkat kepercayaan diri yang arahnya salah total, malah mengangguk-angguk mantap dengan senyuman lebar, lalu berkata dengan lantang, "Gamsahamnida! Gamsahamnida! (Terima kasih! Terima kasih!)"

Kedua tentara Korea itu seketika melotot sempurna. Sersan Jung Seok dan Kopral Chul Min kini semakin yakin 100% kalau pemuda aneh di depan mereka ini memang sudah putus urat saraf otaknya, entah akibat kelamaan menjomblo atau karena kebanyakan mengonsumsi seblak ceker pedas di Jakarta.

"Geuneun jeongmal michinnom-in deushabnida. Dangsin-i geuleul michinnom-ilago bulleoss-eul ttae geuneun dangsin-ege gamsaleul pyohaess-eunikkayo," (Dia beneran gila. Masa dipanggil orang gila malah bilang terima kasih dengan ceria.)

Chul Min langsung menodongkan moncong senjatanya tepat ke arah wajah Reno dengan tatapan mata yang sangat sadis, "Geuleul guhaedo soyong-eobs-eoyo. Geuga yeogi issneun geon najung-e uliege munjeman il-eukil ppun-ieyo." (Percuma diselamatkan, orang gila telanjang ini cuma bakal nyusahin kita nanti.)

Reno yang mulai merasa tertekan melihat moncong senapan besi dingin di depan matanya, dan bingung harus menjawab apa lagi demi menyelamatkan nyawanya, secara refleks mengeluarkan satu-satunya kosakata kasar bahasa Korea yang nyangkut di memori otaknya:

"Shibal!"

Seketika itu juga, suasana di tengah jalan raya mati itu menegang selevel dengan ruang ujian CPNS. Kedua tentara militer itu merasa sangat dihina dan dilecehkan oleh seorang "orang gila" telanjang bulat yang baru saja mengumpat ke arah mereka dengan kata kotor.

"Jigeum dangjang kkeutnaebeolyeo! Jombideul-i dol-aogi jeon-e!" (Habisi dia sekarang juga sebelum para zombie itu balik lagi ke sini buat mencari celana!) perintah Jung Seok dengan nada dingin.

Reno hanya bisa tersenyum-senyum pasrah macam orang gila beneran karena ia sama sekali nggak mengerti kalau nyawanya saat ini sedang berada di ujung laras senapan yang siap meledak.

Di tengah ketidaktahuannya itu, ia bahkan sempat-sempatnya mengambil posisi berpose ala model koper internasional yang ia lakukan di halaman rumah Mimih kemarin pagi di Sukabumi.

Tanpa ada rasa ragu sedikit pun, Chul Min yang sudah benar-benar kehilangan kesabaran langsung menarik pelatuk senjatanya sebanyak dua kali berturut-turut. Sasaran tembak empuknya tepat mengarah ke bagian kepala Reno yang visual tampannya mahal itu.

DORR!! DORR!!

Dua butir peluru tajam melesat cepat membelah udara dingin di kota mati tersebut. Reno yang tadinya masih asyik tersenyum pamer pose ketampanan, mendadak merasakan sebuah benturan keras yang luar biasa dahsyat menghantam bagian kepalanya.

Pandangan dunianya seketika terasa berputar-putar ekstrem, cahayanya makin lama makin silau menyilaukan mata, dan bagian kepalanya terasa sangat pening seolah-olah baru saja ditimpuk oleh daster karet milik Rika yang di dalamnya sengaja diisi batu bata proyek.

‘Aduh, Mamaaa! Reno beneran ketembak! Reno mati gaya!’

1
Zyren Vale
mampir dong Thor 🗿
umar aryo
lanjut thor.... bagus cerita dan gaya bahasanya...
Ed Troivan
lanjut thor 💪
Ed Troivan
💪💪💪👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!