NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sang Mafia

Pengantin Pengganti Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Mafia / Cintapertama
Popularitas:318.6k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

Dipaksa menjadi pengantin pengganti demi melunasi utang lima miliar keluarga angkatnya, Kiyora Aleena pasrah dibawa oleh penguasa mafia Italia yang paling ditakuti—Salvatore.

Namun, alih-alih dijadikan tawanan atau simpanan, pria dingin nan kejam itu justru memperlakukannya bagai seorang ratu. Puncaknya terjadi saat sebuah bisikan misterual membakar ingatan masa lalunya.

"Aku tidak pernah salah mengenali milikku," bisik Salvatore rendah, menatap gelang perak berbandul merah di pergelangan tangan Kiyora.

"Kamu adalah Istriku. Ratu dari seluruh kerajaanku ... Alaura."

"N-Nama aku Kiyora, Om Tuan Mafia! Salah orang kali!" pekik Kiyora panik dengan mata bulatnya yang berbinar kaget.

Siapa sebenarnya Alaura? Dan mengapa takdir mempertemukannya kembali dengan Salvatore di tengah ancaman perang berdarah antar-klan mafia yang siap membongkar rahasia besar tentang identitas aslinya?

Terlebih, ada bocil cadel menggemaskan yang merecoki kisah percintaan mereka.

"Ini Mama Milooo!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alaura?

Kiyora terus berlari menembus lebatnya pepohonan di tengah hutan. Di bawah naungan rindangnya dedaunan tinggi yang menghalangi sinar matahari, napasnya terdengar memburu, memecah keheningan alam. Sesekali ia menoleh ke belakang dengan raut panik, memastikan tidak ada anak buah Salvatore yang mengejarnya dari balik pepohonan. Kakinya terus melangkah tanpa henti, tak peduli pada gesekan semak belukar maupun ranting-ranting tajam yang menggores kulit kakinya hingga menyisakan garis-garis kemerahan. Rambut panjangnya mengibar bebas tertiup angin seiring dengan langkah kakinya yang makin tak beraturan.

Saat sampai di pertengahan jalan, rasa lelah luar biasa akhirnya menghentikan langkah Kiyora. Wanita itu mendadak berlutut di atas tanah berlumut, mencoba mengatur napasnya yang terengah-engah. Tangannya bertengger erat pada perut bagian kanannya yang terasa amat sakit dan menusuk, dampak dari berlari maraton secara mendadak.

"Oh astaga, apa masih jauh?" gumam Kiyora liris.

Ia mendongak, menatap sekelilingnya yang hanya berisi barisan pohon pinus tanpa batas. Telinganya ditajamkan, mencoba mendengarkan apakah ada suara deru mesin atau langkah kaki mengejar. Namun, rapatnya pohondi hutan membuat Kiyora sama sekali tak bisa menebak seberapa jauh lagi ia harus melangkah untuk menemukan peradaban.

Setelah beberapa saat beristirahat dan mengumpulkan sisa tenaga, Kiyora kembali memaksa kakinya berjalan. Tubuhnya memang sangat lelah, tetapi logikanya terus membisikkan peringatan: ia harus pergi sejauh mungkin dari Salvatore. Pria itu adalah marabahaya tak tertebak. Mungkin pada awal-awal Salvatore sempat membuatnya terlena dengan kehangatan palsu, tetapi Kiyora tahu betul dunia mafia sangat kelam. Ia hanya ingin menyelamatkan dirinya sendiri sebelum terlambat.

Selang beberapa saat berjalan dan menerobos rimbunnya Hutan, mata Kiyora akhirnya menangkap bayangan membahagiakan: sebuah jalanan beraspal mulus di balik semak-semak. Dengan sisa tenaga yang ada, ia berlari menuruni bukit kecil lalu menjatuhkan dirinya di pinggir jalan.

"Hah ... hah ... akhirnya ... akhirnyaaaaaa!" pekik Kiyora kegirangan, kehabisan napas namun lega luar biasa.

Tepat saat itu, sebuah mobil pick-up tua tampak melintas dengan kecepatan sedang dari kejauhan. Tak membuang kesempatan emas, Kiyora segera berdiri dan melambaikan kedua tangannya dengan heboh, membuat mobil tersebut perlahan mengerem dan berhenti di hadapannya.

Kiyora mendekati pintu pengemudi yang terbuka. "Bapak, Bapak, ikut boleh? Aku habis kabur, diculik sama om-om!" ucap Kiyora penuh permohonan dengan napas masih terengah.

Sopir yang merupakan seorang pria tua berwajah ramah itu menatap Kiyora iba, lalu terkekeh pelan. "Yaudah, ayo naik ke belakang," ucap pria tua itu mengangguk setuju.

Kiyora tersenyum lebar hingga matanya menyipit. Tanpa menunggu dua kali, ia melompat naik ke bak belakang mobil pick-up tersebut. Mesin mobil kembali menderu, membawanya melaju menjauhi wilayah hutan tersebut. Kiyora duduk bersandar pada dinding bak mobil, menatap hamparan hijau hutan yang perlahan makin menjauh. Senyum bahagianya merekah sempurna di bawah terik matahari. Pikirannya dipenuhi rasa lega, setelah ini, dirinya benar-benar bebas!

“Babai Om Mafia! Bukan aku ingin menjadi wanita nakal yang kabur-kaburan, tapi kamu itu seperti hewan buas. Sewaktu-waktu bisa menyerangku atau bahkan membunuhku. Aku tak mau mati konyol! Aku masih mau bernapas dan menikmati makanan enak!” batin Kiyora riang, membayangkan kebebasan yang kini sudah di depan mata.

Sementara itu, di kediaman utama keluarga Cosa Nero yang megah, Enzo kebetulan sedang melangkah melewati area ruang tamu. Matanya menangkap sosok Amoera yang tampak rapi dan bersiap untuk pergi. Wanita paruh baya yang tetap terlihat cantik dan elegan itu sudah siap dengan pakaian modis serta tas bermerek mewahnya, tengah berdecak kesal menatap layar ponsel di tangannya.

"Mom, mau ke mana?" tanya Enzo menghampiri.

Amoera menoleh, menatap putra sulungnya itu sekilas. "Mau ke kota sebentar, bosan di rumah. Nanti kalau Daddy-mu pulang, bilangin ya. Mommy malas chat Daddy-mu yang suka gak nyambung kalau dibalas," ucap Amoera sewot seraya mengibaskan tangannya, lalu melangkah pergi begitu saja meninggalkan Enzo yang berdiri bingung memegangi tengkuknya.

Amoera memilih tak menggunakan jasa sopir pribadi hari ini. Ia memandu mobil pribadinya sendiri keluar dari pelataran mansion. Sebagai istri dari petinggi organisasi, di dalam bagasi mobil mewahnya selalu tersedia beberapa senjata api yang siap digunakan kala situasi mendadak tak aman.

Ia menyalakan mesin mobil, membuka dasbor, lalu mengambil kaca mata hitam yang terletak tepat di samping sebuah pisau lipat taktis. Setelah mengenakan kaca mata hitamnya dengan elegan, ia menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju pusat kota.

Dertt! Dertt!

Ponselnya di atas dasbor bergetar, menampilkan nama suaminya. Amoera melirik layar sejenak lalu sengaja mengabaikannya.

"Udah dibilang siang mau pergi, malah tanya lagi apa. Kenapa sih suami kalau dikabarin malah tanya hal yang lagi dilakukan?" gerutu Amoera menggeleng-gelengkan kepala.

Mungkin karena sudah memasuki jam makan siang, jalanan utama menuju kota menjadi sedikit padat dan macet oleh kendaraan warga yang keluar untuk berburu makan siang. Tak masalah baginya, Amoera memelankan kendaraan dan menghentikan mobilnya tepat di barisan depan sebuah lampu merah. Jarinya mengetuk-ngetuk kemudi mengikuti irama musik di radio.

Namun, tanpa ia sadari, sebuah mobil pick-up tua berhenti tepat di jalur sebelah kanannya. Di bak terbuka mobil itu, seorang gadis muda terlihat sedang berteduh dari terik matahari yang menyengat, mencoba menutupi kepalanya menggunakan kedua telapak tangannya yang mungil.

Amoera menoleh secara tidak sengaja ke arah samping. Matanya menatap iba pada gadis di bak mobil pick-up yang tampak sangat kepanasan itu. Dengan inisiatif dan naluri keibuannya yang hangat, Amoera mengambil sebuah payung lipat elegan dari dalam dasbor, lalu membuka kaca jendela mobilnya. Tangannya terulur ke luar jendela, menyodorkan payung tersebut ke arah bak mobil pick-up.

Gadis itu mendongak, merasa heran dan terkejut menatap payung yang Amoera sodorkan padanya dari dalam mobil mewah.

"Pakailah, cuaca sedang panas sekali. Kamu bisa pingsan kalau kepanasan begitu," ucap Amoera ramah.

Gadis itu mengangkat pandangannya sepenuhnya, menatap tepat ke arah wajah Amoera dengan sepasang mata bulatnya yang jernih. Begitu mata mereka saling bertaut, suara Amoera seketika tercekat di tenggorokan. Jantungnya berdegup kencang secara mendadak. Tatapan mata gadis itu, garis wajahnya, bentuk alisnya, hingga lekuk hidungnya ... sangat mirip dengan milik suaminya.

"Terima kasih, Tante," sahut gadis itu tersenyum manis, lalu meraih payung tersebut.

Lampu lalu lintas seketika berganti hijau. Mobil pick-up tua itu mulai bergerak maju melaju pergi. Sementara itu, Amoera masih membeku di balik kemudi mobilnya, dengan tangan masih terulur ke luar jendela dan sepasang matanya mendadak berkaca-kaca dipenuhi air mata yang merebak.

"Alaura?" bisik Amoera bergetar.

TIN! TIN!

Suara klakson nyaring dari mobil-mobil di belakangnya seketika menyentak Amoera dari lamunan hebatnya. Dengan tangan yang bergetar hebat, ia lekas menarik tangannya masuk, memutar setir mobil dengan sigap, dan langsung menginjak pedal gas dalam-dalam untuk melaju menyeberangi jalur demi mengejar mobil pick-up tua tadi.

"Alaura? Anak Mommy ... Alaura?!" seru Amoera dengan suara serak menahan tangis, matanya mengawasi ketat mobil pick-up di depannya dengan dada yang bergemuruh hebat.

1
Ita rahmawati
emang kampret bgt kamu ya salvatore 😡
kiyora 😭
Ita rahmawati
kiyora emang orang asing dn kamu yg maksa dia buat jd GK asing dn setelahnya kamu asingkan LG dia 🤦🙄
Naila hana
kejem amat Bangsal, awas kena karma instan loh
zahara
nanti Salvatore pasti sangat menyesal sudah bersikap dingin dan menyuruh Kiyora mengugurkan kandungnya jika hamil, pasti nanti Salvatore sangat sulit untuk mendapatkan Kiyora kembali
Iccha Risa
pergi sejauh mungkin dari yg kamu bisa kiyora, buat Salvator menyesal
Syifa Azhar
semoga saja saat hamil kyora sudah pergi dari rumahmu biar tau rasa kamu musang tua😬😬
Iccha Risa
dia gakan sadar om Thomas, om om tua ini kudu di getok
Eli Rahma
lsnjuuttt kak
Eli Rahma
pengen tek cakar aja nih wajah kael
Eli Rahma
woooiii setujuuu bgt...
Eli Rahma
drama cucu milo
AriNovani
sukurrr di kerjain /Facepalm/
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
nah kira" hamil gak tuh kiyora
faridah ida
bagus Kiyora ...👍👍👍👍
faridah ida
mending kamu kabur aja dan besarkan anak kamu Kiyora , biar Don tahu rasa nanti dan menyesal ...
Lilik24
hasil tes DNA itu sudah disabotase pastinya
eny mamanya irwanfizi
hebat darah mafia ada didrmu gag bakal takut...ayo lari tak bantuin kamu ketemu ortu biar mafia kampret nangis2 binggung kalau perlu yang thour bikin hamil trus dia yang ngerasa ngidam muntah mual biar tau rasa tu org dasar mafia kampret terobsesi am masa lalu
faridah ida
seruuu seperti nya kalau belati itu kena burung Don ...😂😂😜
faridah ida
duuuh bocah pinter banget daah drama nya ...😁😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!