Elea Zara adalah seorang remaja ceria yang bersekolah di SMA favorit, dia bertemu dengan cowo kaya raya dan super nyebelin yaitu Aksara Zean yang ganteng dan hits di sekolah.
Pada hari pertama pertemuan mereka pun aksara sangat benci kepada elea karena kecerobohan elea, dan tidak patuh pada peraturan aksara. Sedangkan teman satu angkatannya sangat takut dan menghormati aksara.
Di perbatasan gerbang sekolah elea berlari sambil menangis pada saat bersamaan hujan deras ikut turun. Elea mulai kehilangan keseimbangan dan kehilangan arah pada saat berlari karena perasaan yang sangat menyakitkan seseorang yang menyakitinya ternyata rasa berlebihan itu sangat amat fatal.
Bagi elea, cinta itu adalah suatu yang sangat indah yang bisa di rasakan semua orang, mengapa baginya itu luka dan kenapa harus merasakan kerinduan yang menyakitkan.
Apa yang akan terjadi dengan kisah cinta elea dan aksara ?
Tunggu yaaa part selanjutnya !!!
Jangan lupa follow dan komen ya teman-teman, saya pemula yang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sweet Pen ASIAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Overthinking
Jam pun berlalu, terlihat hari mulai gelap, aksara masih demam tapi sudah turun ke angka 38 derajat. Dia tidak mungkin meninggalkan aksara sendirian karena di rumah tidak ada orang, hanya ada satpam yang berjaga di pintu gerbang. Akhirnya dia menelpon ibu nya meminta izin untuk menemani aksara malam ini di rumahnya karena kasian tidak ada orang dan berjanji tidak akan melakukan hal apapun yang merugikan diri sendiri, setelah mendengar penjelasan elea ibu dan ayahnya pun mengizinkan elea untuk menginap.
Lagi-lagi elea mengecek dahinya dan mengecek lewat termometer juga supaya lebih akurat tapi panas nya malah naik lagi ke 40, elea mulai mengompres dan mengganti dengan air hangat yang baru.
“Mahh kenapa mamah ninggalin aksara ?”. Suara lirih itu terdengar elea langsung menenangkan aksara yang mengigau dengan menggenggam tangannya “aksara tenang ya kamu ga sendirian ada aku disini.” Aksara mulai tenang dan melanjutkan tidurnya. Beberapa kali elea mengecek nya lagi dan mengompresnya sudah sedikit turun.
Dia inget jangan-jangan aksara sakit itu karena kemarin malem membantu elea yang terjebak di toilet gedung sekolah sepertinya masuk angin. Makanya dia sedikit menurunkan ego benci nya dan merasa bersalah karena membuat aksara sakit. Elea yang duduk di lantai karena aksara ga mau melepaskan genggamannya akhirnya tertidur menyender ke kasur aksara.
Pukul menunjukan jam 2 pagi, demam aksara mulai turun ke 37 derajat. Dia melihat elea tertidur pulas di lantai dan dengan posisi tangan saling menggenggam. Jantung aksara mulai berdegup lagi, tanpa berpikir panjang dia menggendong elea dan memindahkannya ke kasur lalu di selimuti. Sedangkan aksara memilih tidur di sofa di samping kasurnya.
Dia menatap lamat-lamat elea sambil tersenyum dan berkata “thanks ya udah mau gue repotin ngurusin demam gue, tapi kenapa harus lo sih orang yang nyebelin.”
Suara burung berkicau dan matahari mulai tinggi, elea bangun dan langsung melihat jam dinding menunjukan jam 8 pagi. Dia kaget bukan dari jam nya tapi kenapa bisa dia tidur di kasurnya aksara, dia mngecek bajunya dan menyingkap selimut untungnya tidak ada kejadian yang merugikan itu. Matanya langsung tertuju pada sofa ada selimut dan bantal dia berpikir kemungkinan aksara tidur di sofa. Tapi tetep aja sebelum dia memastikan apa yang terjadi tadi itu benar dia masih akan marah. Lalu dia turun dari kasurnya.
“Aksara … aksaraa lo dimana ?” Sambil berkeliling di ruang kamar, lalu ia memasuki wardrobe lantai sedikit licin seperti kena air kayanya aksara di kamar mandi.
“Aksara buka pintunya, gue mau ngomong gue mau nanya penting.” Elea teriak sambil menggedor kamar mandinya.
Lalu aksara keluar dengan memakai baju rapih dan wangi “apasi teriak-teriak, eh ini bukan di hutan ini rumah gue jadi lo harus tau so pan san tun faham?.”
“Lo tadi malem ngapain gue hah ?.” Sambil menarik kerah baju aksara sehingga muka aksara saling tatap dengan elea
“Dengerin ya! gue ga ngapa-ngapain lo, gue gamau juga deket-deket sama lo apalagi lebih dari itu wlee.” Nada meyakinkan dan meledek.
“Lo ga bohong kan ?.” Sambil menarik lagi tubuh aksara jadi semakin dekat dengan muka elea.
“Gue ga bohong dan ga pernah gue bohongin cewe.”