Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengujian Terakhir Dan Tak Kembali
Keesokan harinya setelah Ipul selesai melakukan aktivitas hariannya, ia pun segera bergegas pulang untuk langsung menemui App0. Karna sudah tidak sabar ingin segera mencoba alat baru mereka yaitu, Penerobos Semesta yang sudah hampir sempurna.
Dan untuk menguji apakah alat tersebut sudah benar-benar selesai, maka sebagai bahan uji coba berikutnya Ipul bersedia menjadi media uji.
Sesampainya di rumah, ia pun bergegas menuju keruangan App0 untuk memastikan perkembangan apa yang terjadi pada bahan uji coba yang kemarin.
Setelah di dalam ruangan, ia melihat App0 begitu murung. Dia terlihat seperti orang lelah dan sedang putus asa. Melihatnya seperti itu, Ipul pun segera menghampiri nya dan menanyakan apa yang terjadi padanya.
Namun dia hanya diam menunduk sambil memegang sesuatu di tangannya tanpa menjawab pertanyaan dari temannya itu. Lalu Ipul pun juga ikut terdiam dan duduk di depan temannya yang dari tadi tidak juga mau bicara. Di dalam pikirannya, ia menebak mungkinkah percobaan yang kemarin itu gagal dan membuat temannya murung.
Tapi tiba-tiba secara spontan App0 melompat dari duduknya dan berdiri mengangkat benda yang dipegangnya tadi seraya berkata
“Taada... Lihatlah ini teman ku, ini bahan uji coba yang kita gunakan kemarin kini telah kembali.!” Jelas App0 sembari menunjukan tabung yang berisi kucing, hewan yang kemarin di pakai untuk pengujian mereka.
Dengan ekspresi bahagia App0 memberitahu temannya bahwa percobaan mereka yang kemarin berhasil sesuai yang mereka inginkan.
Mendengar itu, Ipul pun ikut senang dan lega. Dia tidak begitu mengkhawatirkan kegagalan pengujian mereka itu, tapi lebih mengkhawatir kan mental temannya jikalau uji coba itu gagal.
Merasa semua baik-baik saja, Ipul pun lega melihat temannya kembali bersemangat. Dia tidak merasa sedikit pun sedang di goda temannya yang sedari awal sudah berpura-pura murung untuk mengejutkannya.
App0 pun tertawa seolah-olah rencananya berhasil untuk membuat temannya terkejut. Dengan raut muka yang seolah menggoda ia pun bertanya.
“Apakah kamu terkejut kawan.? wkwkkwkk.” Tanya App0 kepada Ipul sambil tertawa terbahak-bahak.
“Wah aku terkejut.! Wkwkwkwk.” Jawab Ipul yang juga ikut tertawa melihat temannya itu.
Kemudian App0 menimpali
“Aahh khuntullah.! Kau tidak terkejut kan.?” Tanya App0 seketika menghentikan tertawanya.
Namun Ipul hanya menjawab dengan tertawa kembali dan mereka berdua pun tertawa tanpa henti.
Seusai makan malam mereka pun mulai bersiap untuk melakukan percobaan terakhir yang mana di percobaan ini, akan menentukan berhasil atau tidaknya alat yang telah mereka buat.
Setelah mempersiapkan semuanya dengan teliti dan seksama, mereka pun bersiap untuk memulai petualangan menjelajahi ruang dan waktu.
Namun sebelum melakukan percobaan terakhir ini, App0 memberikan gelang Universal yang di buat oleh kedua orang tuanya dulu untuk Ipul pakai Saat pengujian ini.
Gelang itu berfungsi sebagai pelindung dan alat sirkuit deteksi lokasi seperti alat yang di pakaikan ke media kucing waktu itu. Namun alat ini lebih canggih lagi dan banyak kegunaannya.
Selain bisa menciptakan apa pun yang di bayangkan oleh penggunanya, alat ini juga tahan terhadap apa pun.
Setelah selesai menjelaskan panjang lebar tentang kegunaan alat itu, App0 pun lalu memasangkan gelang itu ke tangan temannya yang akan jadi media uji coba terakhir.
Dengan sedikit rasa ragu App0 berpesan, jika keadaan terdesak segera aktifkan mode otomatis yang ada pada gelang tersebut.
Lalu mereka pun mulai menuju ketempat mereka masing-masing, dan bersiap memulai pengoperasian alat. Dengan melakukan hitungan mundur, alat itu pun mulai diaktifkan.
Perlahan demi perlahan tubuh Ipul terurai menjadi partikel atom dan sekejap mata menghilang meninggalkan alat dan ruang tersebut. Lalu sepersekian detik terkonfirmasi di monitor titik koordinat Ipul beserta seluruh datanya yang sesuai dengan yang sudah di setting oleh App0 di mesinnya itu.
App0 pun mencoba menghubungi Ipul yang sudah berpindah tempat tadi melalui gelombang frekuensi suara yang sudah terhubung ke gelang yang dipakai oleh Ipul.
Mereka pun saling berbicara dengan nada senang setelah berhasil pengiriman Ipul ke suatu tempat tanpa sedikit pun ada kendala, serta Ipul terlihat baik-baik saja.
App0 terus memantau dan mengarah temannya itu untuk berjalan menelusuri semua tempat yang ia inginkan dan mencoba untuk merekam semua yang terlihat olehnya disana.
Setelah mereka puas menjelajahi tempat yang ada di sana, mereka pun sepakat untuk menyudahi penelusuran agar dapat segera kembali. Karena setelah percobaan ini berhasil, mereka berdua nanti akan berencana untuk melakukan petualangan bersama menjelajahi alam semesta.
Ipul pun sepakat untuk segera kembali dan sesegera mungkin menyusun rencana untuk petualangan mereka berdua.
Lalu Ipul pun segera bergegas mencari tempat yang tidak ada satu orang pun di situ, agar tidak terlihat siapa pun untuk bersiap kembali ke tempatnya.
Setelah ia memastikan tidak ada siapa pun di tempat itu, Ipul mempersiapkan diri untuk kembali.
Perlahan tubuhnya terurai dan lenyap seketika dari tempat tersebut. Namun anehnya tubuhnya tidak lansung kembali ke mesin yang ia gunakan tadi.
Harusnya dalam sekejap mata ia sudah langsung berada di mesin itu, seperti kucing yang di kembali ke mesin itu.
Saat itu App0 yang menyadari bahwa temannya tidak langsung berada di mesin saat proses pengembalian nya, ia pun panik dan segera mencoba menghubungi dan mencari tau apa yang terjadi pada temannya itu.
Namun tidak ada jawaban darinya, dan sirkuit titik koordinatnya pun menghilang. Tidak ada data yang tertera seperti tadi, yang terlihat di monitor hanyalah tabel yang bertuliskan simbol secara acak yang tidak berbentuk sebuah kalimat.
App0 terus mencari dan menganalisa
“Apa yang terjadi ini.? dan apa ada yang salah.? seharusnya dia lansung sampai tanpa ada jeda waktu.! Tanyanya dalam hati.
Sementara itu Ipul dalam keadaan tidak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya, terlihat masih mengambang di dalam ruang dimensi yang gelap gulita. Dan di saat itu ia masih memiliki kesadaran dan masih dapat melihat sekeliling tempat tersebut.
Di sana Ia hanya dapat berbicara, namun tidak dapat mendengar apapun. Lalu Ia mencoba berteriak terus menerus sekuat tenaga, namun tidak sedikit pun mendengar ada yang merespon teriakkan nya itu.
Merasa putus asa dengan apa yang ia lakukan itu, ia pun berhenti berteriak dan pencoba memejamkan matanya. Ia berpikir sebaiknya dia mencoba untuk tidur, barang kali begitu ia bangun sudah sampai ke rumahnya kembali.