NovelToon NovelToon
Su Yu Memberontak Takdir

Su Yu Memberontak Takdir

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Action / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.

Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.

Ia memilih yang kedua.

Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Perpisahan Dan Burung Biru

Waktu terus bergerak setelah sumpah itu selesai diucapkan. Cahaya fajar yang sebelumnya menyusup di antara pepohonan perlahan berubah terang, sementara Su Yu dan Peri Cangle akhirnya keluar dari goa kristal dan berdiri di depan mulut goa setelah bermadu kasih yang berlangsung begitu lama.

Su Yu menghentikan langkahnya ketika menyadari bahwa mereka telah tiba di luar. Ia menoleh kepada Cangle yang berdiri beberapa langkah di sampingnya, kemudian menghela napas panjang sebelum membuka suara.

"Istriku... mengenai sumpah yang baru saja kita ucapkan, menurutku ada bagian yang terlalu berat."

Cangle mengangkat alisnya.

"Bagian mana?"

Su Yu mengusap dagunya sebentar sebelum menjawab, "Sebelumnya kau mengatakan bahwa segala luka yang aku alami akan menjadi lukamu, bahkan beban yang berada di pundakku juga akan menjadi bebanmu. Jika sumpah itu benar-benar harus dipenuhi sepanjang hidup... itu akan memberatkan perjalanmu."

Cangle terdiam.

Su Yu melanjutkan setelah melihat wanita itu tidak segera menjawab, "Karena itu, sebagai suami, aku membebaskanmu dari bagian tersebut. Kau sudah cukup banyak membantuku, dan aku tidak ingin kebaikanmu berubah menjadi belenggu."

Jari Cangle yang berada di sisi tubuhnya bergerak perlahan. Ia menundukkan wajah, lalu mengangkat kembali pandangannya kepada Su Yu.

"Suamiku sungguh pengertian..." katanya lirih. "Pernikahan yang awalnya demi melindungi kehormatan ku dan keluargaku... kini terasa begitu alami. Ternyata, keputusanku menikah denganmu merupakan pilihan yang tepat."

Su Yu hendak menjawab, tetapi Cangle sudah berbalik.

Wanita itu melangkah menjauh dari mulut goa, melewati batu-batu yang berserakan di tanah. Setelah berjalan beberapa langkah, ia berhenti dan menoleh sedikit tanpa sepenuhnya membalikkan tubuh.

"Aku tidak memiliki banyak waktu lagi. Jalan yang menghubungkan tempat ini dengan Benua Langit mungkin akan segera tertutup. Jadi aku harus pergi sebelum kesempatan itu lenyap."

Su Yu berdiri diam di belakangnya.

Cangle kembali melangkah, tetapi baru beberapa langkah kemudian Su Yu mengepalkan tangan kanannya. Tatapannya mengikuti punggung wanita itu hingga akhirnya sebuah pertanyaan keluar dari bibirnya.

"Istriku..."

Cangle berhenti dan menoleh.

Su Yu menarik napas perlahan. "Apakah kita masih memiliki kesempatan untuk bertemu kembali?"

Tatapan Cangle bergetar sesaat sebelum ia menjawab, "Aku tidak bisa memastikannya. Jalan kultivasi penuh dengan perubahan, dan tidak seorang pun mampu menjamin pertemuan berikutnya."

Ia mengangkat tangan, kemudian energi spiritual berkumpul di bawah telapak kakinya. Tubuh wanita itu perlahan terangkat dari permukaan tanah, sementara rambutnya bergerak mengikuti aliran energi yang semakin kuat.

"Namun..." Cangle memandang Su Yu untuk terakhir kalinya, "jika kau sungguh ingin bertemu dengan ku lagi, maka carilah aku di pusat Benua Langit. Selagi masih bernapas, aku akan menunggumu di sana."

Su Yu baru hendak membuka mulut, tetapi tubuh Cangle telah melesat ke kejauhan.

WUSSS!

Sosoknya berubah menjadi bayangan yang semakin kecil di antara pepohonan sebelum akhirnya menghilang dari pandangan.

Su Yu tetap berdiri di tempatnya, kemudian mengangkat tangan dan menekan dadanya sendiri selama beberapa saat.

Ia tidak berkata apa-apa. Namun rasa sesak di dadanya menjelaskan beratnya perpisahan ini.

Setelah menarik napas panjang, Su Yu menurunkan tangannya dan mengalihkan pandangan ke arah hutan. Kakinya kemudian bergerak meninggalkan mulut goa.

"Baiklah..." gumamnya pelan. "Sekarang aku harus mencari rusa malam."

Ia berjalan melewati pepohonan yang rapat, melangkahi akar yang menonjol dari tanah, kemudian menyusuri jalan berbatu yang terbentuk secara alami di antara semak-semak. Ketika menemukan aliran parit kecil, Su Yu menapakkan kakinya pada batu datar dan melompat melewatinya sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Beberapa saat kemudian, suara air yang lebih deras terdengar dari arah depan.

Su Yu memperlambat langkahnya dan mengangkat pandangan. Setelah melewati beberapa batang pohon besar, ia tiba di tepi anak sungai dan mendadak berhenti ketika melihat sesuatu di dekat aliran air.

Seekor rusa malam tergeletak tanpa bergerak di atas tanah. Tubuhnya baru saja mati, sementara seekor burung biru berukuran kecil berdiri di atasnya dan sedang menyantap daging rusa tersebut.

Mata Su Yu langsung melebar.

"Burung itu..."

Ia mengenalinya.

Beberapa waktu sebelumnya, burung tersebut pernah bertarung dengan Peri Cangle. Namun sekarang ukurannya jauh lebih kecil, dan tubuhnya juga tampak jauh berbeda dibandingkan saat pertarungan sebelumnya berlangsung.

Su Yu segera memutar tubuh dan hendak pergi tanpa menarik perhatian.

Ia tidak melakukannya karena takut.

Sebelum meninggalkan goa, ia dan Cangle telah berbicara cukup lama mengenai kejadian yang terjadi sebelumnya. Dari penjelasan Cangle, burung pemangsa langit itu telah mengalami luka yang jauh lebih parah daripada dirinya.

Suara kasar tiba-tiba terdengar dari belakang.

"Hei, bocah!"

Su Yu berhenti. Ia perlahan memutar kepala dan melihat burung biru itu telah mengepakkan sayapnya. Burung tersebut terbang mendekat, lalu berhenti sekitar satu zhang di hadapan Su Yu.

"Kau hendak pergi begitu saja?" Burung itu menyipitkan matanya. "Aneh sekali... mengapa tubuhmu membawa aroma seorang peri dari Benua Langit?"

Su Yu tidak menjawab.

Burung itu menatapnya lebih lama, lalu mengangkat kepalanya dengan sombong. "Kalau kau memang tidak ingin membuka mulut, aku tidak keberatan membunuhmu. Aroma peri dari Benua Langit yang melekat padamu juga sangat menggoda... daging seperti itu pasti memiliki rasa yang berbeda."

Su Yu tetap diam.

Namun diamnya Su Yu membuat burung itu merasa terabaikan.

Di depan paruh burung tersebut, cahaya biru mulai berkumpul. Dalam beberapa tarikan napas, cahaya itu membentuk lingkaran formasi yang berputar perlahan.

"Karena kau tidak mau bicara..." suara burung itu menjadi dingin, "maka terimalah seranganku."

Dari dalam formasi biru tersebut, seekor ular energi tiba-tiba menyembul. Tubuhnya memanjang dengan cepat dan langsung menerjang ke arah Su Yu.

SWISH!

Su Yu hanya menatap serangan itu dengan pandangan dingin.

Jarak di antara mereka terus menyusut. Ketika ular energi itu hampir mencapai tubuhnya... serangan tersebut menghantam dada Su Yu.

THUD!

Ular energi itu lenyap begitu menyentuh tubuhnya.

Burung biru yang sebelumnya memasang wajah angkuh mendadak kehilangan keseimbangan. Tubuhnya jatuh ke tanah dan berguling beberapa kali sebelum berhenti, sayapnya bergerak lemah.

"Aduduh... kepalaku terasa berputar," keluhnya sambil mengangkat kepalanya. "Aku benar-benar memaksakan diri terlalu jauh."

Su Yu menyipitkan mata. Ia memperhatikan burung itu selama beberapa tarikan napas, kemudian menggelengkan kepala dan berjalan menuju rusa malam tanpa menghiraukannya.

Ketika melewati sisi burung tersebut, salah satu kaki Su Yu hampir menginjak tubuh kecilnya.

Burung itu langsung melompat menjauh.

"Kurang ajar!" teriaknya. "Kau benar-benar berani memperlakukan burung agung sepertiku dengan langkah kakimu?"

Su Yu bahkan tidak menoleh.

Ia terus berjalan hingga tiba di sisi rusa malam. Setelah memeriksa tubuh rusa itu sebentar, tangannya mencengkeram kedua tanduk yang masih melekat pada kepalanya.

Dengan kekuatan yang baru saja ia peroleh, Su Yu menarik kedua tanduk tersebut.

CRACK!

Kedua tanduk itu terlepas dari kepala rusa tanpa banyak kesulitan.

Su Yu mengangkatnya, membersihkan sisa kotoran yang melekat pada bagian pangkal, kemudian memasukkan keduanya ke ikat pinggangnya.

"Semoga dengan membawa ini..." ucapnya perlahan, "adik tidak terlalu marah."

1
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
misteri lahar panas/Proud/
septian arista
aduh aku juga bingung Kak Kenapa beberapa karya novelmu yang baru ini seperti kurang peminatnya
padahal Kalau menurut aku secara pribadi sih karya-karya dari Kakak ini sangat menarik dan juga bagus ceritanya🥺🥺🥺
septian arista: nggak apa-apa
tetap semangat dan semoga selalu sehat Kak
ditunggu Karya yang terbaru lagi dan semoga yang baru nanti banyak mendapatkan atensi dan apresiasi dari para pembaca👍👍👍
total 4 replies
septian arista
Apakah ikan itu nantinya akan berevolusi seiring dengan bertambahnya ranah kultivasi dari sang tokoh utama
septian arista
apa yang tersimpan di dalam lahar tersebut
pastinya itu adalah sesuatu yang bisa membantu untuk meningkatkan kekuatan
Marun Ka
Semangat Thor!!
AAAAAA: Ya... terimakasih🙏
total 1 replies
Ilham Yono
nice
Ilham Yono
koki 👻
Ilham Yono
menanam kebaikan👍
Ilham Yono
good
Ilham Yono
good choice
Fajar Fathur rizky
thor tolong di buat nanti suyu punya tubuh klone seperti xuhao thor bikin nanti alur cerita tubuh klone menolong seseorang yang mempunyai hubungan dengan keluarga istrinya suyu
Ilham Yono
sikat/Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver/👻☠️
Ilham Yono
bantai
Ilham Yono
👻👻👻👻☠️
Ilham Yono
sikat☠️⚔️👻
septian arista
pasti dia akan mendapatkan apa yang dia mau👍👍👍
septian arista
Apakah dia akan segera membalas dendam kepada klannya ataukah menahan diri dulu sambil meningkatkan kekuatan lalu menghancurkan seluruh Klan yang telah menyiksanya selama bertahun-tahun
septian arista
bagus memiliki perkembangan kultivasi yang cepat dan dengan cara yang berbeda dengan cultivator biasa👍👍👍
AAAAAA: Betul sekali/Angry//Determined/
total 1 replies
Ilham Yono
beuh ..apa yang diliat tidak seperti prasangkaan gaes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!