NovelToon NovelToon
Su Yu Memberontak Takdir

Su Yu Memberontak Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Epik Petualangan
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.

Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.

Ia memilih yang kedua.

Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Perpisahan Dan Burung Biru

Waktu terus bergerak setelah sumpah itu selesai diucapkan. Cahaya fajar yang sebelumnya menyusup di antara pepohonan perlahan berubah terang, sementara Su Yu dan Peri Cangle akhirnya keluar dari goa kristal dan berdiri di depan mulut goa setelah bermadu kasih yang berlangsung begitu lama.

Su Yu menghentikan langkahnya ketika menyadari bahwa mereka telah tiba di luar. Ia menoleh kepada Cangle yang berdiri beberapa langkah di sampingnya, kemudian menghela napas panjang sebelum membuka suara.

"Istriku... mengenai sumpah yang baru saja kita ucapkan, menurutku ada bagian yang terlalu berat."

Cangle mengangkat alisnya.

"Bagian mana?"

Su Yu mengusap dagunya sebentar sebelum menjawab, "Sebelumnya kau mengatakan bahwa segala luka yang aku alami akan menjadi lukamu, bahkan beban yang berada di pundakku juga akan menjadi bebanmu. Jika sumpah itu benar-benar harus dipenuhi sepanjang hidup... itu akan memberatkan perjalanmu."

Cangle terdiam.

Su Yu melanjutkan setelah melihat wanita itu tidak segera menjawab, "Karena itu, sebagai suami, aku membebaskanmu dari bagian tersebut. Kau sudah cukup banyak membantuku, dan aku tidak ingin kebaikanmu berubah menjadi belenggu."

Jari Cangle yang berada di sisi tubuhnya bergerak perlahan. Ia menundukkan wajah, lalu mengangkat kembali pandangannya kepada Su Yu.

"Suamiku sungguh pengertian..." katanya lirih. "Pernikahan yang awalnya demi melindungi kehormatan ku dan keluargaku... kini terasa begitu alami. Ternyata, keputusanku menikah denganmu merupakan pilihan yang tepat."

Su Yu hendak menjawab, tetapi Cangle sudah berbalik.

Wanita itu melangkah menjauh dari mulut goa, melewati batu-batu yang berserakan di tanah. Setelah berjalan beberapa langkah, ia berhenti dan menoleh sedikit tanpa sepenuhnya membalikkan tubuh.

"Aku tidak memiliki banyak waktu lagi. Jalan yang menghubungkan tempat ini dengan Benua Langit mungkin akan segera tertutup. Jadi aku harus pergi sebelum kesempatan itu lenyap."

Su Yu berdiri diam di belakangnya.

Cangle kembali melangkah, tetapi baru beberapa langkah kemudian Su Yu mengepalkan tangan kanannya. Tatapannya mengikuti punggung wanita itu hingga akhirnya sebuah pertanyaan keluar dari bibirnya.

"Istriku..."

Cangle berhenti dan menoleh.

Su Yu menarik napas perlahan. "Apakah kita masih memiliki kesempatan untuk bertemu kembali?"

Tatapan Cangle bergetar sesaat sebelum ia menjawab, "Aku tidak bisa memastikannya. Jalan kultivasi penuh dengan perubahan, dan tidak seorang pun mampu menjamin pertemuan berikutnya."

Ia mengangkat tangan, kemudian energi spiritual berkumpul di bawah telapak kakinya. Tubuh wanita itu perlahan terangkat dari permukaan tanah, sementara rambutnya bergerak mengikuti aliran energi yang semakin kuat.

"Namun..." Cangle memandang Su Yu untuk terakhir kalinya, "jika kau sungguh ingin bertemu dengan ku lagi, maka carilah aku di pusat Benua Langit. Selagi masih bernapas, aku akan menunggumu di sana."

Su Yu baru hendak membuka mulut, tetapi tubuh Cangle telah melesat ke kejauhan.

WUSSS!

Sosoknya berubah menjadi bayangan yang semakin kecil di antara pepohonan sebelum akhirnya menghilang dari pandangan.

Su Yu tetap berdiri di tempatnya, kemudian mengangkat tangan dan menekan dadanya sendiri selama beberapa saat.

Ia tidak berkata apa-apa. Namun rasa sesak di dadanya menjelaskan beratnya perpisahan ini.

Setelah menarik napas panjang, Su Yu menurunkan tangannya dan mengalihkan pandangan ke arah hutan. Kakinya kemudian bergerak meninggalkan mulut goa.

"Baiklah..." gumamnya pelan. "Sekarang aku harus mencari rusa malam."

Ia berjalan melewati pepohonan yang rapat, melangkahi akar yang menonjol dari tanah, kemudian menyusuri jalan berbatu yang terbentuk secara alami di antara semak-semak. Ketika menemukan aliran parit kecil, Su Yu menapakkan kakinya pada batu datar dan melompat melewatinya sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Beberapa saat kemudian, suara air yang lebih deras terdengar dari arah depan.

Su Yu memperlambat langkahnya dan mengangkat pandangan. Setelah melewati beberapa batang pohon besar, ia tiba di tepi anak sungai dan mendadak berhenti ketika melihat sesuatu di dekat aliran air.

Seekor rusa malam tergeletak tanpa bergerak di atas tanah. Tubuhnya baru saja mati, sementara seekor burung biru berukuran kecil berdiri di atasnya dan sedang menyantap daging rusa tersebut.

Mata Su Yu langsung melebar.

"Burung itu..."

Ia mengenalinya.

Beberapa waktu sebelumnya, burung tersebut pernah bertarung dengan Peri Cangle. Namun sekarang ukurannya jauh lebih kecil, dan tubuhnya juga tampak jauh berbeda dibandingkan saat pertarungan sebelumnya berlangsung.

Su Yu segera memutar tubuh dan hendak pergi tanpa menarik perhatian.

Ia tidak melakukannya karena takut.

Sebelum meninggalkan goa, ia dan Cangle telah berbicara cukup lama mengenai kejadian yang terjadi sebelumnya. Dari penjelasan Cangle, burung pemangsa langit itu telah mengalami luka yang jauh lebih parah daripada dirinya.

Suara kasar tiba-tiba terdengar dari belakang.

"Hei, bocah!"

Su Yu berhenti. Ia perlahan memutar kepala dan melihat burung biru itu telah mengepakkan sayapnya. Burung tersebut terbang mendekat, lalu berhenti sekitar satu zhang di hadapan Su Yu.

"Kau hendak pergi begitu saja?" Burung itu menyipitkan matanya. "Aneh sekali... mengapa tubuhmu membawa aroma seorang peri dari Benua Langit?"

Su Yu tidak menjawab.

Burung itu menatapnya lebih lama, lalu mengangkat kepalanya dengan sombong. "Kalau kau memang tidak ingin membuka mulut, aku tidak keberatan membunuhmu. Aroma peri dari Benua Langit yang melekat padamu juga sangat menggoda... daging seperti itu pasti memiliki rasa yang berbeda."

Su Yu tetap diam.

Namun diamnya Su Yu membuat burung itu merasa terabaikan.

Di depan paruh burung tersebut, cahaya biru mulai berkumpul. Dalam beberapa tarikan napas, cahaya itu membentuk lingkaran formasi yang berputar perlahan.

"Karena kau tidak mau bicara..." suara burung itu menjadi dingin, "maka terimalah seranganku."

Dari dalam formasi biru tersebut, seekor ular energi tiba-tiba menyembul. Tubuhnya memanjang dengan cepat dan langsung menerjang ke arah Su Yu.

SWISH!

Su Yu hanya menatap serangan itu dengan pandangan dingin.

Jarak di antara mereka terus menyusut. Ketika ular energi itu hampir mencapai tubuhnya... serangan tersebut menghantam dada Su Yu.

THUD!

Ular energi itu lenyap begitu menyentuh tubuhnya.

Burung biru yang sebelumnya memasang wajah angkuh mendadak kehilangan keseimbangan. Tubuhnya jatuh ke tanah dan berguling beberapa kali sebelum berhenti, sayapnya bergerak lemah.

"Aduduh... kepalaku terasa berputar," keluhnya sambil mengangkat kepalanya. "Aku benar-benar memaksakan diri terlalu jauh."

Su Yu menyipitkan mata. Ia memperhatikan burung itu selama beberapa tarikan napas, kemudian menggelengkan kepala dan berjalan menuju rusa malam tanpa menghiraukannya.

Ketika melewati sisi burung tersebut, salah satu kaki Su Yu hampir menginjak tubuh kecilnya.

Burung itu langsung melompat menjauh.

"Kurang ajar!" teriaknya. "Kau benar-benar berani memperlakukan burung agung sepertiku dengan langkah kakimu?"

Su Yu bahkan tidak menoleh.

Ia terus berjalan hingga tiba di sisi rusa malam. Setelah memeriksa tubuh rusa itu sebentar, tangannya mencengkeram kedua tanduk yang masih melekat pada kepalanya.

Dengan kekuatan yang baru saja ia peroleh, Su Yu menarik kedua tanduk tersebut.

CRACK!

Kedua tanduk itu terlepas dari kepala rusa tanpa banyak kesulitan.

Su Yu mengangkatnya, membersihkan sisa kotoran yang melekat pada bagian pangkal, kemudian memasukkan keduanya ke ikat pinggangnya.

"Semoga dengan membawa ini..." ucapnya perlahan, "adik tidak terlalu marah."

1
iwakali
berenang dalam tanah
septian arista
👍👍👍👍👍
septian arista
malu nggak tuh😀😀😀
AAAAAA: Hehe/Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
septian arista
👍👍👍
septian arista
untuk mengelabuhi musuhnya Kenapa nggak lompat ke sungai terlebih dahulu baru masuk ke dalam tanah
AAAAAA: Sungai dibelakang musuh. Nanti lari ke musuh dong.
total 1 replies
septian arista
semoga novel ini benar-benar tamat sampai episode terakhir enggak kaya novel-novel yang sebelumnya
AAAAAA: Ya semoga aja/Grievance/
total 1 replies
septian arista
semakin bagus ceritanya
AAAAAA: Terimakasih/Determined/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
septian arista
benar-benar menarik
Fajar Fathur rizky
bikin jika su yu sudah kuat bantai klan su sampai ke akar akarnya thor bantai tetua keempat yang menendang suyu itu dengan cara paling kejam pajang tubuhnya yang tidak bernyawa itu
Fajar Fathur rizky: thor bikin su yu tubuhnya yang baru tubuh lamanya hancur jiwanya masuk ke dalam tubuh baru yang menyimpan rahasia seperti novel sebelumnya thor tolong di jawab
total 2 replies
septian arista
apa novel yang satunya lagi nggak dilanjutin
AAAAAA: Enggak. Nanti mau di pindahkan ke tempat lain.
total 1 replies
septian arista
mau seperti apapun dia harus ingat istrinya yang sudah berjanji menunggu dia di benua Tengah
AAAAAA: Santay aja, aman/Smile/
total 1 replies
Agus Rose
Hmmm selalu ada aj perempuan muda yang belom apa2 sudah mengarah ke su yu ,semoga tidak ada kata "merah merona,menggigit bibir" karena kalo ada itu tanda2 😍❤️
AAAAAA: Enggak lah/Facepalm/
total 1 replies
septian arista
ini para pembaca yang lain ke mana ya
biasanya novel karyamu selalu mendapatkan atensi yang banyak🤔🤔🤔
septian arista
Ayo Terus lanjut👍👍👍
Fajar Fathur rizky
thor bikin su yu mendapatkan teknik untuk membuat klon thor bikin nanti yang ketemu istri peri cangle ketemu tubuh klone su yu
septian arista
semakin seru dan menarik Sayang kalau novel ini nggak sampai tamat
AAAAAA: Kita lihat nanti/Sweat//Cry/
total 1 replies
septian arista
ini berarti burung biru itu akan menjadi mentor bagi dia
AAAAAA: Aman itu. Nanti dapat teknik dia/Determined/
total 3 replies
septian arista
Kenapa istrinya tidak memberikan teknik beladiri kepada suaminya walaupun sedikit saja sebagai bekal
AAAAAA: Si Peri Cangle dari keluarga kelas SSS. Jadi dia gak punya teknik dasar yang normalnya manusia dana di benua Ming. Kalau author buat Cangle kasih teknik, cerita jadi gak menarik akibat Su Yu terlalu mudah nantinya. Jadi ini keputusan author aja sih. Nanti juga si Xiaotian sedikit banyaknya yang bimbing. Jadi santuy/Determined//Determined/
total 1 replies
septian arista
semoga dua novel yang baru ini nggak berhenti di tengah jalan atau dihapus lagi🥺🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!