NovelToon NovelToon
Setelah Kata Usai

Setelah Kata Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Menikah dengan Kerabat Mantan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:226
Nilai: 5
Nama Author: Fahri Sohil Munawar

Beberapa hubungan berakhir bukan karena rasa cinta yang pudar, melainkan karena rahasia yang terlalu berat untuk dipikul sendirian.
​Diputus sepihak oleh Putri membuat Alex terjebak dalam labirin pertanyaan tanpa jawaban. Rasa patah hati membawanya pada titik terendah, memaksa Alex merangkak bangkit dan menata ulang takdirnya lewat kata demi kata yang ia tulis.
​Kehadiran Syafa seperti cahaya senja yang tenang—menghangatkan hatinya yang beku dan membantunya menyembuhkan luka. Namun, saat batas antara masa lalu dan masa depan semakin kabur, Alex dihadapkan pada kenyataan pahit yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
​"Setelah Kata Usai" adalah perjalanan emosional tentang bagaimana menyembuhkan diri dari pengkhianatan, memahami arti melepaskan, dan menemukan cinta sejati di tempat yang paling tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahri Sohil Munawar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9 perlahan terbongkar

“Bukankah itu Putri? Kok bukan sama Alex?” tanya Kak Nadia dalam hati.

Dari kejauhan, Kak Nadia melihat Putri sedang duduk di sebuah kafe bersama seorang cowok. Karena pikirannya mulai tidak tenang melihat pemandangan itu, Kak Nadia bergegas membuka riwayat pesan Instagram-nya untuk mencari nomor telepon Alex.

“Wah, samperin enggak, ya? Ah, jangan dulu deh. Takutnya Alex emang udah putus sama Putri,” gumam Kak Nadia lagi dalam hati.

Setelah menemukan nomor Alex di arsip obrolan lama, Kak Nadia langsung mengirimkan pesan singkat.

“De, gimana kabar?”

Tak butuh waktu lama, ponsel Kak Nadia bergetar menandakan pesan balasan dari ujung sana.

“Sehat. Ini siapa, ya?”

“Syukurlah. Ini Kak Nadia, De,” balas Kak Nadia.

Namun, belum sempat bertanya lebih lanjut, pesan berikutnya dari Alex muncul dan langsung memberitahukan kenyataan pahit.

“Kak, Ade udah putus sama Putri.”

Sontak pesan itu membuat Kak Nadia syok tak percaya. Hubungan yang ia tahu sudah berjalan cukup lama itu ternyata kini sudah kandas.

“WHAT?! Kenapa? Kok bisa? Besok ketemu bisa, kan?”

Kak Nadia paham betul kondisi pikiran Alex pasti sedang berkecamuk saat ini. Tanpa ragu, ia langsung mengajak adik angkatnya itu untuk bertemu.

“Boleh, Kak. Besok ya,” sahut Alex di ujung pesan, menyetujui ajakan tersebut.

Saat Kak Nadia berdiri dan menyampirkan tasnya, matanya tak sengaja beradu pandang dengan Putri. Jelas sekali cewek itu sadar akan kehadiran Kak Nadia. Namun, alih-alih menyapa atau tersenyum sopan seperti biasanya, Putri justru memutar bola matanya malas lalu membuang muka—berpura-pura fokus tertawa bersama cowok di depannya.

Kak Nadia mengepalkan tangannya pelan. Sebegini cepatnya? Sebegini gampangnya dia membuang Alex demi orang baru?

Ada rasa panas yang menjalar di dada Kak Nadia. Ia bertekad, besok saat bertemu Alex, semua teka-teki busuk ini harus terkuak.

____**_____

​Pagi mulai menyambut, tanpa ada lagi suara lembut yang biasanya menyapa. Meski begitu, hati Alex sedikit lebih tenang karena sore nanti ia akan bertemu dengan Kak Nadia, kakak angkatnya.

​Tidak banyak aktivitas yang dilakukan Alex hari ini. Mengingat tidak ada jadwal kuliah, Alex hanya berbaring menatap langit-langit kamar, memikirkan banyak hal yang bahkan ia sendiri tidak tahu apa.

​Di tengah keheningan itu, ponsel Alex bergetar. Sebuah pesan masuk dari Andre, teman sekelasnya, melampirkan sebuah foto.

​(Foto Putri sedang duduk bersama seorang pria lain)

​“Wah, Lex, parah sih... Putri udah ada cowok lain aja,” tulis Andre pada kolom pesan.

​“Itu cowoknya siapa, ya? Kok kayak gak asing?” balas Alex, memicingkan mata mengamati foto yang sedikit buram tersebut.

​“Iya njir, siapa ya... Nanti gue kasih tahu Lex kalau mukanya makin keliatan jelas,” sahut Andre.

​“Woke, makasih, Ndre.”

​Usai obrolan singkat itu, dada Alex mendadak sesak. Tanpa berpikir panjang, ia langsung menghubungi Umam.

​“Mam, parah sih... Bangsat tuh cewek,” ketik Alex dengan jemari yang sedikit gemetar.

​“Why, Lex?” tanya Umam cepat.

​Tanpa membalas dengan kata-kata, Alex langsung meneruskan foto dari Andre ke obrolan mereka.

​“Wah, parah... Berarti pas masih sama lu, dia kayaknya udah main belakang deh, Lex,” cerca Umam.

​“Mungkin... Tapi masa tega banget? Tapi lu tahu gak itu cowok siapa?” balas Alex.

​“Hmm... Keliatan gak asing sih.”

​“Iya kan? Keliatan kayak sering kita lihat dari postur badannya,” timpal Alex, mencoba meneliti tiap detail postur tubuh pria di foto tersebut.

​“Tapi... Kok kayak Marko gak sih, Lex?” cetus Umam tiba-tiba.

​Jantung Alex serasa berhenti berdetak sesaat.

​“Mmmmm... Tapi mana mungkin dia setega itu, Mam?” sangkal Alex, mencoba membela sahabatnya sendiri.

​“Cinta mah gak ada yang tahu, Lex.”

​Pesan terakhir dari Umam membuat kamar Alex mendadak makin hening. Alex terdiam, merenungi kata-kata itu. Apa iya sahabatnya sendiri tega melakukan hal sekejam itu? Apakah pesan mencurigakan yang sempat ia lihat di ponsel Marko kemarin memang benar-benar dari Putri?

End of bab 4

1
Putry Chan
deskripsi terlalu bertele-tele, belum nyambung.
judul dan tagar tidak nyambung " dusta yang sempurna" tema balas dendam, romansa fantasi tapi deskripsi nya hanya berbicara putus cinta dan trauma tidak ada unsur kebohongan, fantasi, atau persaingan.
tidak memancing penasaran.
kurang emosi yang terasa

dan cover tulisan belum menyatu
kurang memikat mata
belum ada menggambar isi cerita
Fahri Sohil Munawar: terimakasih kak atas sarannya akan saya perbaiki terimakasih mohon bimbingannya
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
lanjut kakk
Fahri Sohil Munawar: makasih kak sudah mampir 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!