[ Fantasi Barat+ Misteri+ Sistem+ Ksatria+ Penyihir+ Abad Pertengahan ]
Agus yang terlibat pinjol akhirnya mati karena kecelakaan, jiwanya terseret ke dalam dunia lain dan menjadi Simon Blake di dunia pedang dan sihir, Simon bangkit dari budak bandit hingga menjadi penyihir terkuat, dengan sistem kemahirannya ia akan mencapai puncak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Walker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bergerak Ke Perbatasan
Matahari mulai naik, memancarkan cahaya jingga dari cakrawala sebuah fenomena unik yang menyambut pagi harinya di kota Brent.
Di dalam mes prajurit yang masih sunyi, Simon terbangun dari tidurnya.
Ia tidak langsung beristirahat sejenak setelah bangun, melainkan langsung berdiri dan ia segera mengambil posisi kuda-kuda rendah yang kokoh.
Syuut! Syuut!
Simon memukul ke udara dengan gerakan eksplosif, menciptakan bunyi desingan angin yang tajam dari kepalan tangannya.
Setelah rangkaian pukulan cepat, ia berdiri tegak dan menggeliat, meregangkan otot-otot tubuhnya yang kini terasa jauh lebih kuat dan berisi dibandingkan saat ia masih menjadi budak bandit yang kurus.
Setiap bunyi tulangnya terdengar seperti mesin yang sedang diselaraskan kan dan di tempa.
Setelah beristirahat selama sehari penuh untuk memulihkan kelelahan mentalnya, Simon tidak bosan untuk terus mengumpulkan poin kemahiran sebanyak-banyaknya.
Fokus utamanya kali ini tertuju pada teknik tinju riak karena teknik tinju ini hanya butuh beberapa poin lagi untuk menerobos.
Pukul udara!
[ Tinju Riak +2 ]
[ Tinju Riak +1 ]
Simon terus mengulang gerakan tinju riak dengan fokus penuh seakan dunia di sekitarnya lambat, sampai.....
[ Tinju Riak +2 ]
[ Tinju Riak ( Dasar ) 1/200
Simon menyipitkan mata merahnya.
Ia ingin menguji sejauh mana peningkatan kekuatan tinju riak ini.
Memusatkan berat badannya pada kaki kanan, menarik napas yang dalam, lalu menghantamkan tinjunya ke udara kosong di depannya.
[ Tinju Riak +2 ]
Bersenandung - BOOM!
[ Tinju Riak +2 ]
Jika sebelumnya riak yang dihasilkan hanya berupa getaran samar, kini udara di depan tinjunya berdistorsi secara tak kasat mata.
Sebuah gelombang tekanan transparan melesat keluar dari tinjunya, menciptakan dentuman udara yang cukup kuat untuk menggetarkan daun pintu mes.
Simon mengangguk puas, riak ini sekarang memiliki daya hancur yang lebih stabil, jika di gabungkan dengan Qi pertempuran kekuatannya mungkin akan jauh lebih kuat!
Simon melangkah menuju kasur jeraminya yang empuk, merebahkan tubuhnya yang berkeringat, lalu memanggil panel status pribadinya untuk meninjau hasil kerja kerasnya selama beberapa waktu terakhir.
Nama: Simon Blake
Pekerjaan: Ksatria Magang Tingkat 3
Ketrampilan:
Pernafasan Ular Hitam (Tinggi): 170/400
Pernafasan Gajah Bertanduk 2 (Dasar): 111/200
Teknik Pedang Silang (Menengah):122/300
Tinju Riak (Dasar): 13/200
Farmasi (Pemula): 37/100
Simon menatap angka-angka itu dengan perasaan senang di hatinya.
Dengan sisa Ramuan Ksatria yang ia racik dan beli dari Tuan Martin, kecepatan peningkatannya terasa berkali-kali lipat lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Poin kemahiran yang biasanya berjalan lambat kini melesat seiring dengan ramuan yang ia konsumsi.
Mengingat kembali dunia yang ia tinggali sekarang.
Tanpa modal yang cukup besar untuk membeli ramuan dan pengetahuan, seorang ksatria hanya akan menjadi prajurit kelas bawah selamanya.
"Benar kata orang-orang dulu," pikir Simon sambil memejamkan matanya perlahan.
"Pepatah mengatakan orang miskin belajar dalam ilmu pengetahuan, orang kaya berlatih seni bela diri' bukanlah ungkapan omong kosong"
Simon tidak berniat untuk tetap menjadi miskin di kedidupan keduanya, cepat atau lambat dia akan membangun raksasa bisnisnya sendiri di dunia ini, cukup berikan waktu untuk dirinya untuk menjadi lebih kuat.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan keras bergema di pintu kayu mes Simon.
"Simon, kamu sudah bangun? Ayo ikut denganku, Baron Brent memanggil kita ke kediamannya sekarang," suara berat Kapten Jon terdengar dari balik pintu.
Simon, yang baru saja menyelesaikan istirahanya, segera bangkit dari kasur jeraminya.
"Tunggu sebentar, Kapten," jawab Simon sembari meraih baju zirah kulit ringannya.
Dengan gerakan efisien, ia mengencangkan tali-tali pelindung tubuhnya dan memastikan Pedang Hitam miliknya terpasang di pinggang.
Saat Simon membuka pintu, ia mendapati Kapten Jon sudah berdiri tegak dengan baju besi lengkap yang berkilauan.
Kapten Jon terdiam sejenak, matanya menyipit sembari memindai sosok pemuda di hadapannya dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Sepertinya tinggi badanmu bertambah lagi, ya?" ucap Kapten Jon sembari mengangkat tangannya untuk mengukur tinggi Simon secara kasar.
"Sebelumnya tinggi badanmu sekitar 170, dan sekarang sepertinya bertambah 10 sentimeter menjadi 180."
Simon tertegun sejenak.
Ia memang merasakan pakaiannya menjadi sedikit lebih sesak, namun ia tidak menyadari bahwa pertumbuhannya akan sepesat ini.
"Benarkah begitu?" Kata Simon.
Dulu tinggi badannya hanya mentok di angka 168 sentimeter. Apakah ini efek dari teknik pernapasan ksatria?
"Ini mungkin karena pertumbuhanku yang lambat, sebelumnya aku tidak makan banyak, tapi sekarang di bawah berkah Baron aku makan 3 kali dalam sehari" duga Simon.
"Mungkin." Menurut kapten Jon itu masuk akal.
"Baiklah, ayo ikut aku. Jangan biarkan Baron menunggu terlalu lama," ajak Kapten Jon.
Keduanya berjalan melintasi barak militer menuju kediaman megah Baron.
Begitu tiba di depan pintu aula kerja Baron, Kapten Jon memberikan isyarat agar mereka diizinkan masuk.
Setelah pintu kayu ek besar itu terbuka, Kapten Jon memimpin langkah dan langsung berlutut dengan satu kaki di depan meja kerja sang penguasa wilayah.
Simon mengikuti gerakan tersebut dengan etiket ksatria yang sempurna.
Baron Brent, yang sedang memeriksa beberapa dokumen logistik, mendongak. Sorot matanya yang tajam tertuju pada Simon.
"Apakah sekarang anak muda begitu mengerikan, di umur 16 tahun kamu sudah menjadi ksatria magang tingkat 3, aku sangat iri dengan kalian anak muda," gumam Baron dengan nada puas yang tak dapat disembunyikan.
"Kamu sangat berbakat, Simon. Sebagai bentuk apresiasi, aku akan membagikan sumber daya tambahan untuk menunjang perkembanganmu, 5 ramuan ksatria tingkat sedang dan satu set baju besi baru yang lebih kokoh dari gudang senjata pribadiku," ucap Baron Brent.
"Terima kasih banyak, Tuan Baron. Saya akan selalu menjaga wilayah ini dengan sepenuh hati," jawab Simon dengan hormat.
Wajah Baron Brent kemudian berubah menjadi lebih serius. Ia menatap Kapten Jon dan Simon bergantian.
"Namun, hadiah ini datang dengan tanggung jawab. Aku memerintahkan Kapten Jon dan timnya termasuk kamu, Simon untuk segera bergerak ke perbatasan."
"Sekte Widow mulai merajalela dan mengganggu jalur logistik penting wilayah kita. Berantas mereka sampai ke akarnya."
"Saya setuju dan akan melaksanakannya dengan sepenuh hati, Tuan Baron. Kami berjanji akan memberantas mereka secepat mungkin," jawab Kapten Jon dengan tegas.
Baron Brent menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya, seolah teringat sesuatu.
"Satu hal lagi, Simon... Putriku akan segera kembali dari akademi di ibu kota. Aku berharap kamu bisa menjemput dan mengawalnya dengan selamat sampai ke wilayah ini. Aku mempercayakan keselamatannya padamu."
Simon mengangguk kecil. "Saya akan melaksanakan perintah Tuan dengan sebaik-baiknya."
"Bagus. Sekarang pergilah dan bersiap. Kalian bebas meninggalkan ruangan," usir Baron Brent sembari kembali memfokuskan perhatiannya pada perkamen di mejanya.