NovelToon NovelToon
Obsesi Gila Tuan Kazarov

Obsesi Gila Tuan Kazarov

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:911
Nilai: 5
Nama Author: Kiandra_Reinn

Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Mengamati

Sesampainya di kafe, nayara segera mengganti pakaiannya dengan seragam kerja lalu mulai menjalani pekerjaannya seperti biasa. Aroma kopi yang memenuhi ruangan bercampur dengan suara obrolan para pelanggan membuat suasana terasa lebih hidup dari biasanya. Hari itu, kafe tampak jauh lebih ramai, membuat naya Harus bergerak cepat melayani setiap pesanan yang terus berdatangan.

*****

Dominic Mengamati gadis itu dari dalam mobilnya yang terparkir tidak jauh dari kafe. Sorot matanya tertuju pada Nayara yang tampak sibuk mondar-mandir melayani pelanggan. Gadis itu terlihat cekatan dalam bekerja, senyumnya tetap terpasang meski suasana kafe sedang ramai.

Victor yang duduk di kursi kemudi melihat Dominic Dari balik kaca dashboard, memperhatikan tuannya yang sejak tadi tak mengalihkan pandangan dari gadis tersebut. Pria itu pun menyadari siapa yang sedang menjadi pusat perhatian bosnya saat ini.

"Apa tuan ingin saya menemui nona naya lagi?" Tanya nya.

Dominic langsung mengalihkan perhatiannya ke depan "tidak, Aku bisa menemuinya nanti, sekarang kita pulang,victor"

"Baik, tuan" Victor menyalakan mesin dan mengemudikan mobil roll Royce tersebut kembali ke mansion kazarov.

Saat ini Dominic berada di dalam ruang kerja milik nya, bayang-bayang wajah gadis tersebut selalu muncul di pikirannya.

"Apa yang terjadi kepadaku? Kenapa wajah gadis itu selalu memenuhi pikiranku... Ah sial! Ini sangat mengganggu sekali." Ia mengusap wajahnya dengan kasar.

"NAYARA" Dominic menatap tablet di tangannya yang menunjukkan biodata gadis tersebut, tidak sulit bagi nya mengetahui identitas seseorang. Cukup lama dia melihat hingga akhirnya,ia berdiri menuju mini bar dan mengambil botol minuman beralkohol tinggi.

Dominic menuangkan wine ke dalam gelasnya dan meminumnya dengan sekali teguk hingga tandas. Setiap kali ia merasakan perasaan yang aneh karena gadis itu, Diminic pasti akan mengalihkan nya dengan meminum sebotol penuh alkohol demi menghilangkan rasa gelisah yang melanda nya, dia bahkan tidak tahu apa yang terjadi kepadanya. Kenapa dia selalu memikirkan gadis itu setiap saat.

***

Satu minggu kemudian.

Dikantin, nayara, ara dan viola duduk di tempat mereka seperti biasa, saat sedang menikmati makanannya dengan khidmat, geng nexus masuk ke dalam kantin dan membuat semua murid menatap kedatangan mereka disambut dengan sorakan kecil dari fans nexus.

Bara yang berdiri paling depan langsung berjalan menuju meja tempat nayara, ara dan viola duduk. Bara mengambil tempat duduk disebelah nayara yang masih kosong. Ya semenjak kejadian Bara memberikan makanan itu seminggu lalu mereka menjadi lebih akrab dari biasanya. Disusul dengan tiga anggota geng nexus yang duduk di antara para gadis tersebut.

Para gadis itu mengernyit, melihat keempat pria yang saat ini ada dihadapan mereka dengan santainya duduk ditempat yang biasanya hanya dihuni oleh mereka.

"Kalian mau makan apa, biar sekalian gue pesenin" Yasa berinisiatif untuk membantu temannya memesan makanan.

"Gue mie ayam, minumnya es jeruk aja" Ujar gio.

"Lo apa ken, bos? " Tanya nya lagi.

"Samain aja"

"Gue juga" Kenzo ikut menimpali perkataan Bara.

Yasa bergegas pergi menuju stand makanan dan memesannya, setelah selesai yasa kembali membawa empat mangkok mie ayam dan es jeruk.

Nayara melirik ke arah bara yang duduk disebelahnya "ngapain lo duduk disini, meja kalian kan disebelah sana" Ia menunjuk dengan bibirnya ke arah pojok kantin tempat biasa genk zenith duduk.

Bara langsung menarik bibir gadis itu yang terlihat menggemaskan "bisa nggak,kalau nunjuk nggak usah pake bibir"

Nayara langsung memukul tangan pria itu "ihhh Bara lo rese banget sih, sakit tau nggak bibir gue, kalau bibir gue maju lima senti gimana coba, lo mau tanggung jawab,hah?" Nayara terus mengelap bibirnya dengan tangan.

Bara terkekeh lalu mengacak rambut nayara " Salah sendiri nunjuknya pake bibir, tangan lo kan ada ngapain harus pake bibir"

Nayara mencebik kesal,tapi itu malah terlihat semakin menggemaskan di mata Bara.

"Tau ah, gue sebel sama lo"

Kenzo, gio, yasa, ara dan viola menatap cengo tingkah kedua manusia ini, mereka terkejut dengan tindakan dan reaksi Bara.

Orang yang dulunya terkenal cuek itu bahkan bisa berekspresi dengan baik, saat didekat nayara. mereka berpikir apa jangan-jangan Bara kerasukan jin,sampai sifatnya berubah 180 derajat.

"Wah bos makin hari gue liat lo makin berwarna aja hidupnya.udah bisa senyum dan ketawa,biasanya kan tuh muka selalu datar tanpa ekspresi, hehehe"

Tawa di wajah Yasa luntur setelah mendapatkan tatapan setajam elang yang diperlihatkan Bara.

"Visss bercanda doang bos, ah elah gitu doang marah, nggak asyik banget sih"

Ara langsung memberikan tatapan menyelidik ke wajah Bara "lo kerasukan penunggu jin sekolah ya? seinget gue lo itu dulu cuek parah sama siapapun termasuk fans lo, gue kira selama ini lo sama kenzo gay.karena ni ya,yang sering gue lihat deket atau godain cewek itu cuman yasa dan Gio"

Kenzo yang sedang menikmati makanan nya langsung tersedak,gio dengan sigap menyodorkan minuman ke depan kenzo.

"gila lo nuduh gue gay, gini-gini gue masih normal kali"

"Ya kirain! Kan lo dengan Bara deket tuh, terus gue nggak pernah tuh liat kalian dekat dengan cewek manapun, hehehe" Lanjut Amara.

"Emang harus banget nunjukin ke semua orang kalau gue lagi deket sama cewek, lagian gue juga punya cewek yang gue suka, itu berarti gue normal, ngerti lo" Jawab kenzo sambil memijit pelipisnya.

"Oh iya! gue hampir lupa,berhubung gue udah gajian, gue bakal traktir lo. Lo bebas pesan makanan apapun" Ujarnya sambil melihat ke samping tempat Bara duduk.

Bara tersenyum tipis,kembali mengacak rambut nayara "nggak perlu, uangnya lo simpan aja buat beli kebutuhan lo, gue udah bilang kalau gue ikhlas ngasih lo"

"Nggak bara, gue udah janji dan gue nggak bisa mengingkari janji gue, jadi jangan nolak ya, gue nggak mau berhutang budi dengan siapapun"

Karena terus dipaksa,Bara akhirnya menerima tawaran nayara.

"Wih kalau bos ditraktir berarti kita semua ditraktir dong, asik makan gratis nih" Ucap yasa dengan wajah sumringah.

Laura langsung memberikan tatapan maut ke arah yasa "yang ditraktir itu Bara doang bukan lo ataupun yang lain, nggak tau malu banget sih lo"

Nayara tersenyum "nggak papa la, sesekali gue traktir kalian semua, uang gue cukup kok kalau cuman buat bayarin makanan kalian"

"Nah tuh denger temen lo, kyna aja nggak papa kenapa jadi lo yang sewot sih" Yasa merasa dirinya dibela tentu saja dia senang.

Tangan gio melayang kebagian belakang kepala yasa "lo itu cowok, nggak malu apa minta traktir cewek, gue sebagai teman lo malu tau nggak, kek orang susah aja lo"

Yasa meringis "sakit nyet kepala gue lo getok mulu, heran gue tangan lo ringan banget sih, si nayara nya aja nggak masalah kok kenapa jadi lo sama viola yang ribet sih.. Ah elah"

Nayara hanya bisa tersenyum melihat interaksi mereka, sungguh dia sangat merasa terharu mendapatkan teman-teman yang begitu baik,disaat dia tidak memiliki keluarga.

"Tuhan, Terima kasih sudah menghadirkan mereka dalam hidupku"

Bara melihat senyum diwajah Nayara. "Naya! Gue senang melihat senyum diwajah lo seperti ini, gue janji bakal buat lo tersenyum seperti ini setiap harinya"

"Lo kenapa senyum senyum gitu liatin gue?"

Bara tersadar "gigi lo ada cabe tuh, makanya gue senyum"

Wajah nayara panik "beneran? "

Bara mengangguk.

Nayara Mengambil ponselnya lalu membuka kamera,melihat giginya tapi tidak menemukan apa yang dikatakan Bara tadi “Baraaaaa, berani beraninya lo bohongin gue" Ia memukul lengan Bara sedikit keras.

"Akh sakit,nay" Bara Mengusap lengannya yang terasa nyeri.Memang tidak bisa dipungkiri jika nayara memiliki tenaga setara dengan laki laki dewasa.

"Rasain! biar tau rasa lo, karena udah berani bohongin gue" Nayara melipat kedua tangannya.

Yasa menyenggol lengan gio, berbisik pelan Ditelinganya "gue rasa besok tangan bos lo bakal lebam tuh dibuat naya"

Gio mengangguk "gue rasa juga gitu sih, liat aja tadi naya mukulnya nggak kira kira, kasian bener nasib bos kita ya."

"Nggak papa, anggap aja itu sebagai pengorbanan cintanya ke kyna" Yasa terkekeh.

"Bener tuh" Ujar Gio.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!