NovelToon NovelToon
ARA-ALEX

ARA-ALEX

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:475.8k
Nilai: 4.5
Nama Author: karmela

Hai kakak, ini kelanjutan kisah ara dan alex.
Ara yang dipaksa menikah dengan seorang duda muda, anak teman bisnis papanya untuk menyelematkan perusahaannya.

Beberapa part akan ditambah dengan momen manis mereka membesarkan si kembar dan bagaimana mereka melewati hidup tanpa alinya mereka.


ini season dua dari terpaksa menikah dengan duda muda. Silakan baca season satunya di profil aku kakak. Kisah cinta orang tua ara, diman dan lala.

terimakasih sudah mampir
jangan lupa tinggalkan jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 - Ara sakit

Alex

menelpon dokter untuk memeriksa Ara. Karena tak mungkin mengatakan

kalau Ara sakit, takutnya keluarga ara khawatir, Alex menelpon sekolah

dengan alasan Ara sedang ada acara keluarga.

"Kak, kak ara gak masuk?"

Riri datang mencari kakak perempuan, Ara, ke kelasnya, biasanya

mereka akan ke kantin bersama, tapi ini ara tak ada di kelasnya. Riri

bertanya pada Eki dan Niko.

"Lah, Ngapain dia sama si om." Ari juga datang, untuk melihat

kakaknya, lebih ke penasaran, bagaimana tiba-tiba kakaknya bisa menginap

di rumah alex. Kemaren ngoto gak mau. Nolak perjodohannya, sekarang

main nyosor nginep di rumahnya.

'****** kalau gue jawab kemaren ara kena tonjok gue, habis gue gak

dibolehin temenan sama tuh anak ajaib." batin Eki bingung mau bilang

apa. Anak ajaib, maksud eki adalah ara.

"Emm, araa..." baru saja Niko ingin menjawab. Ponsel riri berdering.

Kling..

Satu pesan masuk dari ponsel Riri. Riri langsung membukanya dan membaca pesan itu. Riri tersenyum membacanya.

"Dari kak ara, katanya dia liburan dadakan sama calon suaminya. Untuk

pendekatan." Kata riri membacakan isi pesannya untuk tiga pria

didepannya.

"ouhh. Bagus deh. Perusahaan aman, kita masih tetep bisa sekolah,

bontottt.." Ari lagi-lagi mengacak rambut Riri dan pergi begitu saja,

dia ingin pergi ke kantin.

Riri, Eki dan Niko juga mengikuti langkah Ari ke kantin. Karena

mereka juga kelaparan, butuh makan untuk stok tenaga karena sekolah

masih beberapa jam kedepan. Sementara otak eki, memikirkan ara. Ngapain

ara sama si om alex itu?

***

"Dokter, itu pipinya gak apa-apa kan?"

Alex mengantat dokter keluar, setelah dokter selesai memeriksa Ara.

Dokter menjelaskan kalau lebamnya bisa hilang benar-benar hilang dalam

waktu satu minggu. Itu artinya ara harus bersembunyi dari orang-orang

selama satu minggu dan bersama alex, satu minggu.

"lalu demamnya?"

"ini obat untuk mengurangi demamnya, anada juga bisa mengompres lebamnya." kata dokter.

Alex pun mengambip resep dari dokter. Dokter itu pamit pergi. Alex

kembali masuk ke kamar Ara, dia kembali mengecek suhu tubuh ara,

panasnya tak telalu tinggi setelah doktes menyuntikan sesuatu ke lengan

ara tadi.

Alex melirik jam, dia bingung. Harus meeting, tapi tak tega

meninggalkan ara. Alex juga harus menebus obatnya, kalau obat alex bisa

menyuruh supir. Kalau meninggalkan ara di rumah sendirian?

"bik, saya ada meeting penting tentang lounching desain motor baru, gak bisa saya tinggalin."

Akhirnya Alex memutuskan, dia menemui bibik di dapur, meminta tolong bibik, untuk mejaga ara.

"iya tuan, saya cuma disuruh jaga nona yang didalem kan, yang soal

meeting atau apa lah itu. Saya gak tau." bibik pusing sejak tadi

mendengarkan celotehan Alex tentang meeting, tangan bibik menggaruk

kepalanya yang tak gatal.

"iya bik, maaf." alex tertawa, iya juga buat apa dia cerita soal meetingnya.

Ketika alex baru saja akan berangkat, ara terbangun. Dia keluar dari kamarnya, berjalan tertatih dan memegangi perut.

"bibik, bibik punya pembalut gak?" tanya ara yang menghiraukan Alex,

yang harusnya ara malu ada alex. Tapi sekarang itu juga sudah umum untuk

laki-laki. Wanita datang bulan kan?!

"gak punya non, orang saya sudah lama berhenti datang bulan." Bibik

menghampiri ara, dan memeganginya. Khawatir, liat muka ara pucat

ditambah sakit perut.

"aku beliin mau?" tandas alex menawarkan diri.

Ara tak bisa lagi mencari celah, dari sosok alex, yang mana yang bisa

disebut kalau alex itu cowok urakan, nakal, sampai punya anak tidak

sah. Itu murni kecelakaan dan dia bertanggung jawab, alex benar-benar

baik.

"iya, tolong om." Timpal ara. Hampir saja bibik tertawa, semuda itu

dipanggil om. Emang alex kelihatan om-om. Dari penampilan dan muka,

babyface kok, masih imut.

"ya udah, bentar ya. Didepan ada warung kok. Aku beliin." Alex bergegas pergi. Bibik membantu ara duduk, tapi ara tak mau.

"bibik, ara mau ke toilet aja. Nanti tolong bilangin mas alex ya, buat anter pembalutnya ke kamar."

Bibik senyum-senyum sendiri kali ini dengan ara memanggil alex dengan

mas, itu karena gensi, ketika ada alex, tak mau memanggil alex mas,

atau terlalu malu.

"iya non."

Ara bergegas ke kamar mandi didalam kamarnya. Bibik membuatkan teh hangat untuk ara.

***

"kira-kira, kak ara kemana ya sama calon suaminya?"

Riri, Eki, Niko dan Ari sudah ada di kantin, mereka sudah memesan

makanan yang mereka inginkan masing-masing. Tinggal menunggu ibu kantin

mengantarkan makanannya.

"silakan..."

Tak lama makanan dan minumannya datang. Ari, eki dan Niko langsung

melahapnya, begitu juga dengan riri, tapi riri jadi ingat kakaknya, yang

selalu makan disampingnya, entah di rumah atau di sekolah.

"riri kangen kak ara, kak ari?" riri mengadu pada ari yang sedang asik menyeruput mie panjangnya.

Eki dan Niko yang mendengar itu jadi makin bersalah dengan ara, bahkan mereka sendiri tak tau keadaan ara bagaimana dengan alex.

"Kak, kan kemaren kalian berangkat sama-sama, katanya mau

jalan-jalan. Kok kak ara bisa ketemu sama alex, terus nginep, sekarang

liburan bareng. Gimana sih ceritanya?" Ari jadi inget kejadian kemarin.

Aduh. Niko dan Eki makin bingung mau jawab apa. Niko dan Eki saling

melirik. Eki meminta Niko, yang jago bicara untuk menjawabnya.

"Emm, jadi gini." Niko menarik nafas panjang sambil memikirkan

jawabannya, "kemaren, kita hangout, ke mall. Terus mampir ke cafe, gak

sengaja pas mau pulang ketemu Alex itu. Terus alex sama ara ngobrol

berdua, eh ara katanya mau pulang sama alex."

Niko lega begitu juga eki yang lega mendengar jawaban Niko yang

dirasa detail, lancar, tak akan membuat orang curiga dan tentunya aman

untuk semua orang.

"semoga, kak alex baik ya sama kak ara." riri berharap itu, mendoakan yang terbaik untuk kakak perempuan terbaiknya.

***

Tok tok

Alex terpaksa masuk ke kamar, bahkan mengetuk pintu kamar mandi,

karena bibik sedang sibuk membuatkan bubur, dan ara tak ada di kamarnya.

"iyaa..." dengan suara lemas, ara menjawab dari dalam, ara membuka sedikit pintu kamar mandinya. Dia mengulurkan tangan.

Alex langsung menaruh pembalut itu diatas tangan ara. Ara bergegas

menarik tangannya kembali masuk ke kamar mandi, menutup pintunya.

Memakai pembalutnya.

"mama, perut ara sakit. Kenapa sih tiap dateng bulan pasti waktu

badan gak enak, jadi tambah makin sakit. Ihh, nyebelin si bulan pakai

datang." ara tanpa sadat berceloteh sendiri di kamar mandi.

Alex yang tak tega meninggalkan ara masih ada didepan. Antara kasihan dengan keadaan ara, tapi juga lucu karena ucapan ara.

"mau ditinggal, kok kasihan?" Alex masih mempertimbangkan

keputusannya. Dia melihat jam tangan yang dia kenakan. Percuma saja,

meeting juga sudah terlambat. Padahal Alex paling benci karyawannya

telat. Bisa malu alex.

krekk...

Ara membuka pintunya setelah selesai mengenakan pembalutnya, betapa

kagetnya ara melihat alex masih bediri didepan pintu kamar mandi. Akex

juga terkejut melihat ara yang tiba-tiba membuka pintu kamar mandi. Mata

keduanya saling bertemu, saling memandang.

Degg...

Dari deket, secara sadar, melihar alex yang tepat ada didepannya,

jantung ara berdegup keras, sampai ara takut alex mendengarnya.

"maaf, tadi saya khawatir sama kamu." katanya lagi, makin membuat ara melayang. Pipinya sudah terasa panas, memerahkan?

ahh, ara tak mau alex mengetahuinya, kalau ada sedang terpesona,

tersanjung dengan ucapan dan sikap alex. Ara langsung menutup kedua

pipinya. Membuat alex makin khawatir.

"apa sekarang kedua pipi kamu juga sakit?" tanya alex dengan polos.

ahh, sudah lah. Makin menatap alex, pipi ara bisa makin merona,

jantung ara bisa makin heboh, seperti gemuru gunug yang akan meletus.

Sebentar lagi.

"gak kok, om. Ara laper." ara beralasan, dia langsung pergi dari

hadapan alex menuju keluar kamar. Karena alasannya lapar, otak dan kaki

ara seakan selaras, membawa tubuh ara berjalan kearah dapur.

"bibik, saya laper. Ada yang bisa saya makan?" tanya ara pura-pura sibuk sendir.

Alex lega, kalau seperti ini dia bisa meninggalkan ara, untuk meeting

sebentar dan menebus obat ara sekalian keluar. Tanpa pamit, alex kali

ini benar-benar pergi.

***

aaa... ciee araaa...

1
beybi T.Halim
gimana cerita nya anaknya Alex ditinggal?
Alfia Amira
gk ada Poto nya , judulnya photoshoot
Alfia Amira
homeschooling bisa kali Ra , bukan gk boleh sklh, tpi aktivitas sklhnya dikurangi
Alfia Amira
sesuai nama Angel , ancen bener2 Angel (sulit) 🤣🤣🤣🤣
Alfia Amira
harusnya Alex dulu yg jatuh cinta
Arjun Septiandi
pliss lanjutin napa thorr berasa ngegantung 😢
Inoc
manteb
Svwalad Amanah
lanjut thor,blm upjgn d ganTVunh thor,ceritanya bgs dan serusemangaast truuus ya
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Hasrinawati Hasan Basri
capek baca... endingnya abu abu....
~Diamond Cat🐺
blm tertarik saat baca diawal....
Nyimak dl thor!...
siapa tau bs dipahami alurnya....
bs jd tertarik dan menarik tu diteruskan mmbc nya...
ryemi
ah om Alex manisss Nn skapny
Murti Yatni
jangan dibantu lagi perusahaan nya kan udah diserahkan ke anggel
Jingga
👍👍👍👍
Jingga
mau thor
Naftali Hanania
giliran angel ngelanggar janji dateng kejakarta masak gak ada sangsi nya...kok enakan di angel semua ya...bs morotin terus...kesan nya...alex kaya tp oon ✌️
Naftali Hanania
bukan nya di penjara ...hrs nya mah hukum tetep jalan...darah mah ambil aja...org itu anak nya...tanpa syarat .. .✌️
Naftali Hanania
👏👍👏👍
Naftali Hanania
😱😱😱😱
Naftali Hanania
ibu biologis doang....gak ada tanggung jawab nya hbs dilahirin.....lbh kejam dr ibu² binatang 😡
Naftali Hanania
😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!