NovelToon NovelToon
Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Nikahmuda
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Karakter Utama:

​Arga: Cowok yang biasanya tenang, rapi, dan selalu jadi "penjaga" kalau mereka nongkrong. Tapi malam itu, dia sama mabuknya.

​Kinar: Cewek ceplas-ceplos, panikan, dan tipe sahabat yang tahu semua aib Arga dari zaman masih ngompol sampai sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Skenario Kamar Utama yang Berantakan

Ibu Arga melangkah masuk ke dalam rumah kontrakan dengan anggun sambil membawa rantang susun tiga berwarna hijau tua yang aromanya sudah sewangi surga dapur. Mata beliau yang tajam khas ibu-ibu langsung mengedar ke sekeliling ruangan, memeriksa setiap sudut kebersihan, kelembapan, hingga tata letak barang di rumah anak dan menantunya.

"Kok napas kamu ngos-ngosan gitu, Nar? Pagi-pagi begini muka kamu juga agak merah. Kamu habis ngapain?" tanya Ibu Arga sambil menaruh rantang di atas meja makan, matanya menyipit menatap Kinar penuh selidik.

Kinar menelan ludah dengan susah payah, otaknya dipaksa berputar seratus kilometer per jam untuk mencari alasan yang paling masuk akal bagi seorang pengantin baru. "Eh... itu, Bu... Kinar habis... anu, habis olahraga zumba mandiri di dalam rumah! Iya, stretching tipis-tipis biar ototnya gak kaku, Bu. Maklum tugas kuliah lagi banyak."

Tepat saat Kinar hampir kehabisan kata-kata, Arga keluar dari kamarnya. Untungnya, cowok itu sudah sempat memakai kaos jins berwarna hitam dan celana pendek kasual, meski rambutnya masih basah acak-acakan karena belum sempat disisir. "Eh, Ibu. Kok tumben banget dateng jam segini? Gak ngabarin Arga dulu lewat WhatsApp?" Arga langsung menyambar tangan ibunya untuk menciumnya, disusul oleh Kinar yang ikut salaman formalitas demi menjaga citra menantu idaman bangsa.

"Kalau Ibu ngabarin dulu, pasti kalian berdua bakal repot-repot bersih-bersih rumah demi nyambut Ibu," ujar Ibu Arga santai sambil mengibaskan tangannya. Beliau kemudian membalikkan badan dan berjalan lurus menuju ke arah kamar utama di depan. "Oh iya, Ibu mau taruh mukena baru yang Ibu jahit sendiri ini di kamar kalian ya. Biar bisa langsung dipakai Kinar buat salat jamaah bareng kamu, Ga."

"JANGAN MASUK, BU!" seru Arga dan Kinar kompak secara berbarengan dengan volume suara yang agak terlalu keras. Hal itu sukses membuat Ibu Arga langsung menghentikan langkahnya tepat di depan gagang pintu kamar utama. Beliau menoleh ke belakang dengan dahi berkerut heran.

"Loh, kenapa jangan? Memangnya ada apa di dalam kamar kalian? Ada barang rahasia?" tanya Ibu Arga curiga.

Kinar langsung menyenggol pinggang Arga dengan sikutnya dengan keras, memberi kode tak kentara agar suaminya itu yang bicara. Arga berdeham gugup sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Itu... kamarnya berantakan banget, Bu. Belum sempat Kinar rapiin dari subuh tadi. Soalnya... itu, baju-baju kerja dan handuk Arga masih berserakan di atas kasur. Malu kalau Ibu liat kamar cowok petakilan kaya Arga."

Mendengar alasan itu, Ibu Arga bukannya marah malah tersenyum penuh arti. Sebuah senyuman khas orang tua yang mengira bahwa sepasang anak muda yang baru menikah ini pasti sedang sibuk menikmati masa-masa awal berdua. "Halah, kamu ini kaya sama siapa aja, Ga. Sama Ibu sendiri kok pakai gengsi dan malu segala. Malah bagus kalau berantakan, berarti kalian beneran menikmati masa-masa awal nikah tanpa diganggu orang lain."

Tanpa bisa dicegah lagi oleh argumen apa pun, Ibu Arga langsung menekan gagang pintu dan membuka kamar utama itu lebar-lebar.

Kinar sudah pasrah dan bersiap memejamkan mata. Dia sangat takut kalau di dalam kamar itu tidak ada satu pun barang milik Arga yang menandakan kalau mereka tidur bersama dalam satu ranjang. Namun, begitu Kinar memberanikan diri mengintip ke dalam, dia langsung tertegun kebingungan.

Di atas kasur utama yang sepreinya berwarna merah muda itu, ada jaket motor kulit milik Arga yang tergeletak sengaja di sudut tempat tidur. Dan di atas meja rias, ada botol parfum maskulin milik Arga bersanding rapi di sebelah deretan botol skincare milik Kinar.

Kinar menoleh ke arah Arga dengan pandangan tidak percaya dan penuh tanda tanya besar. Arga yang berdiri di belakang ibunya hanya tersenyum tipis sambil memberikan satu kedipan mata yang sangat cepat ke arah Kinar. Ternyata, diam-diam sejak hari pertama mereka pindah, Arga sudah sengaja memindahkan sebagian barang pribadinya ke kamar utama agar jika orang tua mereka datang melakukan inspeksi mendadak seperti ini, skenario pernikahan mereka tetap terlihat sempurna dan aman terkendali.

1
Delia_Sherlyn
bola mata ap bola apa?
Markario Putra: bola matanya k,siap salah🙏😄
total 1 replies
Delia_Sherlyn
semangat ya kak, mohon izin untuk jadi refrensi🙏
Markario Putra: ok ka👍
total 1 replies
Markario Putra
Untuk sahabat ku semua yang baru membaca novel ku ini,jangan lupa untuk klik tombol IKUTI ya kawan ku semua🙏🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. ceritanya masuk di aku 🤣. semangat terus ya author.


btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya juga ya. tinggal tekan profile, terima kasih /Smirk//Rose/
Kim Borahae: terima kasih yaa
total 2 replies
Markario Putra
Tinggalkan komentar Anda🙏🙏
Markario Putra: untuk sahabat ku,mohon tinggalkan komentar supaya sy bisa lebih semangat lagi untuk menulis🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!