NovelToon NovelToon
Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang tidak diinginkan, di tuntut untuk selalu mengalah dalam segala hal, menyerahkan apapun yang dimiliki untuk orang lain bahkan orang yang di cintai sekalipun harus ia lepaskan? Selalu salah dan di anggap pembawa sial.

Itulah penderitaan yang di rasakan oleh seorang wanita bernama Ayla, ia tumbuh di keluarga yang serba berkecukupan, punya dua kakak laki-laki dan orang tua yang masih lengkap, namun sayang sekali, meskipun memiliki semua itu Ayla sama sekali tidak memiliki kasih sayang dan kebahagiaan.

Di mata keluarga Ayla adalah pembawa sial, sosok yang selalu salah dalam segala hal, berbanding terbalik dengan Alena yang selalu menerima kasih sayang penuh dan selalu di utamakan oleh semua orang.

Siapa Alena? Dan kenapa Ayla memiliki nasip berbeda dengan nya? Cus baca kisah mereka di sini, bersama author Nadia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#09 Ruangan Gelap

Suara lantang itu tiba-tiba memecah kesunyian dan perdebatan di ruang tengah itu. Semua mata seketika tertuju pada pemilik suara itu, yang tak lain adalah Ayla.

“Kau?! Sejak kapan kau ada di sana?! Berani-beraninya belajar menguping pembicaraan orang tua dan kakakmu ya!” bentak Papa Bayron marah.

“Lalu kenapa?! Apakah aku harus diam saja mendengar hal yang mengejutkan dan kejam seperti itu? Selama ini aku sama sekali tidak pernah menikmati sedikit pun kemewahan atau harta kekayaan keluarga Gunawan. Aku hidup menderita, disakiti, dibenci, dan disiksa. Tapi kenapa sekarang, saat ada masalah, kalian malah ingin mengorbankan aku? Pa, Ma, Kak... kalian benar-benar tega ya?” ucap Ayla sambil berjuang menahan tangis yang hampir tumpah.

Sudah beberapa menit ia berdiri di balik dinding mendengar semuanya. Kakinya yang lemas kini terasa makin tak bertenaga, namun rasa sakit hatinya jauh lebih berat.

“Beraninya anak sial pembawa nasib buruk sepertimu bicara seterang itu di hadapan kami semua!” seru Papa Bayron, lalu bangkit berdiri dengan amarah meluap.

“Ma, Pa, Kak... aku mohon kali ini saja. Jangan korbankan aku... aku mohon sekali lagi. Aku sudah punya Kak Reyhan. Kami sudah berpacaran dua tahun lamanya, kami saling mencintai dan berjanji akan bersama selamanya...” rengek Ayla, suaranya bergetar ketakutan.

Setelah berani melawan sedikit tadi, kini ia kembali melemah, berusaha membujuk dan meluluhkan hati mereka. Namun, sepertinya usahanya itu sia-sia belaka. Karena bagaimanapun juga, ia bukanlah Alena.

"Kau tidak punya hak untuk bernegosiasi dengan keluarga ini. Lagipula, Reyhan lebih cocok dengan Alena, bukan denganmu," ungkap Adnan sambil menatap Ayla penuh kebencian.

"Ayla, Mama mohon, setujui saja ya. Keluarga Aditama adalah keluarga kaya dan terkemuka di kota ini. Menikah dengannya, bukankah itu suatu keberuntungan bagimu?" ucap sang Mama berusaha membujuk. Ia bahkan menghampiri Ayla dan menggenggam tangan putrinya itu.

"Tapi Ma, siapa yang tidak tahu kalau Tuan Muda Valen itu cacat fisik dan mental? Jika memang itu disebut keberuntungan, kenapa tidak kalian berikan saja kepada Alena, kesayangan kalian?" jawab Ayla dengan tegas. Untuk pertama kalinya, ia berani bicara setegas itu.

Plak...

Sebuah tamparan keras dari Mama Tina mendarat tepat di pipi Ayla, hingga sudut bibir gadis itu berdarah segar.

"Kau ini benar-benar keras kepala! Alena itu membutuhkan perhatian dari kami. Jika dia yang menikah, rasanya tidak adil. Dia sama sekali bukan anak kandung keluarga ini, jadi dia tidak punya tanggung jawab untuk membantu keluarga ini," jelas Mama Tina, mulai emosi.

"Mamamu benar," ucap Papa Bayron.

"Kalian juga tahu kalau Alena bukan anak kandung, tapi selama ini kenapa hanya aku yang selalu tersisihkan?" bantah Ayla lagi.

"Itu karena kau pembawa malapetaka," ucap Adnan.

Hati Ayla seperti tersambar petir mendengar ucapan kakaknya itu. Telinganya bahkan terasa berdenging hebat.

Namun di saat yang bersamaan, Bastian berdiri dari duduknya lalu menghampiri Ayla.

"Kak, aku mohon..." ucap Ayla, seolah menaruh harapan terakhir kepada Bastian.

"Ayla, Kakak minta maaf. Tapi kita semua tidak punya jalan lain. Kau harus menerima perjodohan ini," ucap Bastian sambil memegangi kedua pundak Ayla.

Seketika, pupus sudah harapan gadis malang itu. Ia kembali merasa lemah dan tak berdaya mendengar jawaban Bastian.

Adnan dan Mama Tina tersenyum tipis, senang mendengar Bastian berpihak kepada mereka.

"Tidak! Aku tidak mau! Aku sama sekali tidak mau! Aku tidak mencintai laki-laki itu, aku punya Kak Reyhan di sisiku!" ucap Ayla, masih berharap Reyhan akan berpihak padanya.

"Baiklah kalau begitu. Kau tidak perlu makan sampai kau setuju untuk menikah," ucap sang Papa. Ia kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Ayla.

Orang tua itu langsung menarik tangan Ayla dan membawanya ke tempat biasa. Ya, ke mana lagi kalau bukan ke ruang kurungan. Tempat yang gelap gulita itu adalah tempat di mana Ayla selalu dikurung untuk menerima hukuman.

"Pa..." ucap Bastian, hendak mencegah.

"Biarkan saja," potong sang Mama, lalu menahan Bastian agar tidak berbuat apa-apa.

Sementara itu, Adnan hanya tersenyum tipis melihat kejadian itu.

"Lepaskan, Pa! Aku mohon, jangan kurung aku, Pa! Lepaskan aku, aku mohon!" jerit Ayla, namun teriakannya sama sekali tidak dihiraukan.

Tubuh kurusnya terpelanting masuk ke dalam ruangan yang sangat gelap itu. Pintu pun ditutup rapat, dan ia dikunci di sana tanpa diberi makanan maupun minuman.

"Kau hanya boleh keluar jika kau sudah setuju," ucap Papa Bayron, lalu meninggalkan tempat itu.

"Pa! Buka pintunya, Pa! Aku mohon jangan kurung aku! Pa! Ma!" jerit Ayla sambil menggedor-gedor pintu kayu itu sekuat tenaga.

Namun, tak ada satu pun yang mempedulikannya. Seolah-olah semua orang di luar sana tuli dan tidak mendengar apa pun.

Ayla pun akhirnya menyerah. Ia duduk bersandar di pojok ruangan sambil memeluk kedua lututnya. Percuma saja ia memberontak; hal itu hanya akan membuatnya semakin tersiksa, karena mereka tidak akan pernah berhenti memaksanya melakukan apa pun yang mereka inginkan.

Malam harinya.

Reyhan dan Alena tiba kembali di rumah. Kepulangan Alena sebenarnya membuat Papa, Mama, dan yang lainnya sedikit terkejut, karena mereka mengira Alena akan menghabiskan waktu lebih lama berduaan dengan Reyhan di rumah sakit.

"Ma, Pa, Kakak... aku kembali," ucap Alena dengan wajah yang terlihat sangat gembira.

"Om, Tante," sapa Reyhan, sambil masih menenteng tas berisi pakaian ganti milik Alena.

"Astaga, Alena, kau sudah kembali? Kenapa begitu cepat? Mama pikir kau akan dirawat lebih lama sampai benar-benar pulih," ucap Mama Tina, bergegas menghampiri putri angkatnya itu.

"Aku bosan di rumah sakit, Ma. Lagipula, sekarang aku sudah merasa enakan," jawab Alena sambil tersenyum manis.

"Syukurlah kalau begitu. Alena sudah kembali," ucap Papa Bayron lega.

"Bintang keberuntungan akhirnya pulang. Rumah ini bisa bersinar kembali," lanjut Adnan dengan nada suara yang sangat manis.

"Reyhan, terima kasih banyak sudah menjaga Alena," ucap Bastian.

Reyhan tersenyum lalu mengangguk. Sosok Ayla yang tidak terlihat di sana sama sekali tidak menimbulkan pertanyaan sedikit pun di benak Reyhan, seolah-olah ia sudah melupakan keberadaan gadis itu begitu saja.

"Kalau begitu, aku permisi pulang dulu, Tante, Om," ucap Reyhan, hendak beranjak pergi.

"Tunggu, Reyhan," cegah Alena sambil memegangi pergelangan tangan laki-laki itu.

"Ada apa?" tanya Reyhan sambil berbalik badan.

"Sebaiknya kau pergi setelah makan malam saja. Anggap saja ini ucapan terima kasihku karena kau sudah menemaniku seharian penuh," ucap Alena dengan tatapan penuh harap.

"Alena benar. Ayo makan. Kebetulan sekali, kami semua juga belum makan. Ayo makan bersama, setelah itu baru kau pulang," sambung Papa Bayron.

"Baiklah, aku tidak bisa menolak tawaran itu," jawab Reyhan. Ia tak tega menyakiti hati Alena dengan menolak permintaannya.

Akhirnya, mereka pun berkumpul di meja makan minimalis yang ada di ruang makan rumah itu.

****

Maaf sebelumnya aku salah up bab

1
Soraya
lanjut thor
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
putmelyana
next Thor ceritanya
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
Valen Angelina
jgn jdi lemah ok....
Author Nadia🪷: okeee
total 1 replies
Adi Sudiro
salah satu cerita dgn segala kebodohan dan ketololan pemeran utama
bukan satu atau dua alur cerita begini jadi udah malas ma ceritanya
Author Nadia🪷: iya maaf ya kak 🙏
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Author Nadia🪷: iya kak makasih ya
total 1 replies
Valen Angelina
semoga ayla cepat sembuh😍
Author Nadia🪷: udah gak sabar yaaa🤭🤭🤭🤭 btw sekarang aku juga punya Kanaya, ramekan ya kak, meskipun baru satu bab aja wkwkwkwkw
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛𝚒𝚗 𝚎𝚖𝚐 𝚎𝚗𝚊𝚔
Author Nadia🪷: terkapar deh🤭🤭
total 1 replies
Valen Angelina
𝚝𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚋𝚞𝚌𝚒𝚗 𝚖𝚞 𝚠𝚔𝚔𝚠
Valen Angelina
tenang aylia... suamimu ganteng bbgt lo wkkwk😂
Author Nadia🪷: kalau aku jadi Ayla udah gas Ken banget 🤣🤣🤣
total 1 replies
Valen Angelina
𝙷𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚢𝚕𝚒𝚊... 𝚘𝚛𝚝𝚞𝚊 𝚋𝚘𝚍𝚘𝚑 𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚌𝚘𝚋𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒𝚙𝚍𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒
Author Nadia🪷: betul dan itu sakit banget, kita kalau dibedain orang tua sama saudara kandung sendiri aja sakit hati apalagi sama saudara angkat
total 1 replies
Valen Angelina
𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜
Author Nadia🪷: makasih kak
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚊𝚢𝚕𝚊..... 𝚜𝚊𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚊𝚕𝚊𝚜 𝚍𝚎𝚗𝚍𝚊𝚖
Author Nadia🪷: makasih kak🥰
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚟𝚊𝚕𝚎𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚢𝚊... 𝚗𝚊𝚖𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚘𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚠𝚔𝚠𝚔𝚔𝚠🤣
Author Nadia🪷: awokawok ngakak, mana iya lagi sama nama nya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ulfah Fiza
luar biasa
Author Nadia🪷: terimakasih kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!