NovelToon NovelToon
Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Xavier Volkov, adalah seorang pemuda tampan yang dikenal dingin dan sangat sulit didekati. Namun ia memiliki sisi gelap sebagai seorang mafia yang ditakuti banyak orang. Meski banyak wanita yang mendekatinya, Xavier sama sekali tidak tertarik pada cinta ataupun hubungan serius. Namun hidupnya berubah saat sang ibu memaksanya untuk segera menikah. Karena tidak ingin dijodohkan dengan wanita hasil pilihan keluarganya, Xavier akhirnya memilih menikahi seorang mahasiswi polos yang bernama Lyko. Bagi Lyko, pernikahan itu bukan tentang cinta. Ia membutuhkan uang untuk bayar hutang dan pengobatan ibunya. Dengan terpaksa gadis itu menerima tawaran Xavier dan masuk ke dalam kehidupan pria yang sama sekali berbeda dari dunianya. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Xavier tetap bersikap dingin dan cuek pada Lyko. Tetapi semakin lama tinggal bersama, Xavier mulai merasa ada sesuatu yang tumbuh dihati. Di saat perasaan itu mulai tumbuh, berbagai macam bahaya mulai datang menganggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 09 : Keluarga Volkov

Rumah besar keluarga Volkov kini tampak jauh lebih hidup dari biasanya, lampu-lampu kristal menyala terang, para pelayan berlalu-lalang membawa bunga, kain hias, dan berbagai peralatan makan mewah. Aroma wangi bunga segar memenuhi seluruh ruangan utama.

Mama Olivia yaitu ibu dari Xavier sedang berdiri di tengah aula besar, matanya memperhatikan setiap detail para pelayannya.

“Vas itu luruskan sedikit,” ucapnya tegas. “Dan bunga di meja itu diganti, warnanya kurang cerah, jangan sampai menantuku tidak menyukainya.”

Para pelayan menjawab. “Baik, Nyonya, ” jawab mereka semua serempak.

Hari ini harus disiapkan serapih mungkin untuk besok. Karena besok adalah istimewa bagi keluarga Volkov. Besok Xavier akan datang, tapi bukan sendirian. Ia datang dengan wanita pilihannya.

“Pastikan semuanya sempurna. Tidak boleh ada yang salah sedikit pun, aku mau melihat menantuku merasa nyaman!” ucap Olivia lagi.

Di sisi lain ruangan, seorang pria paruh baya berdiri memperhatikan dirinya. Itu adalah suaminya, Tuan besar Edward. Tangannya terlipat di depan dada, wajahnya sangat tenang sambil melihat kearah istrinya.

Ia melangkah mendekat ke arah Olivia. “Olivia…” panggilnya pelan.

Wanita itu menoleh. “Ada apa?”

Edward berdiri di depannya. “Apa kau tidak berlebihan? Aku tahu kau ingin menyambut menantu baru kita, tapi kau juga harus istirahat, kau tidak lelah?” tanyanya.

Olivia terdiam sejenak. Kemudian ia tersenyum tipis. “Ini harus aku lakukan, aku tidak lelah sama sekali, karena mungkin dengan ini senyum Xavier akan kembali,” jawabnya pelan.

Edward mengernyit sedikit, berusaha memahami maksud istrinya itu. Olivia menunduk, dan kemudian kembali berkata dengan lembut.

“Aku harus menunjukkan pada Xavier bahwa dia masih bisa percaya pada rasa cinta,” katanya sambil mengeluarkan foto Xavier dari dalam saku, itu adalah foto Xavier saat masih kanak-kanak.

Kalimat itu membuat Edward terdiam, ia paham maksud dari perkataan istrinya.

“Aku akan menunjukkan padanya, bahwa seandainya kali ini gagal lagi…” lanjut Olivia. “Aku ada disampingnya, walau aku tidak tahu bagaimana dia akan bertahan kedepannya. Tapi aku harus mencoba itu.”

Ia tersenyum, namun matanya mulai berkaca-kaca. “Aku sudah terlalu lama tidak ada di sisinya… saat dia membutuhkan kita, justru kita tidak ada untuknya.”

Olivia mendekap foto Xavier di dadanya. “Dulu… saat dia masih seperti anak-anak lain… tersenyum, terbuka, dan masih hangat...” suaranya mulai pecah. “Kita tidak ada disampingnya.”

“Dan sekarang…” air matanya jatuh perlahan. “Dia berubah, sudah jauh dari Xavier yang kita kenal.”

“Bahkan saat dia sakit dan menderita… kita tidak tahu apa-apa... aku gagal menjadi seorang ibu untuknya...” lanjutnya pelan dengan air mata yang terus berlinang.

Edward menghela napas dalam. Perlahan, ia mengangkat tangannya… lalu mengusap air mata Olivia. “Bukan hanya kau,” ucapnya rendah. “Aku juga gagal.”

Olivia menatapnya, walau matanya masih berkaca-kaca namun ia tetap tersenyum.

Edward menariknya ke dalam pelukan hangat. “Tapi, mari kita bangun ulang, sekarang kita sudah diperlihatkan oleh Tuhan bahwa pekerjaan bukan prioritas, namun keluargalah yang prioritas nomor satu,” lanjutnya sambil membelai rambut sang istri.

“Aku berharap, dengan gadis yang dia bawa nanti...” lanjut Edward, “semuanya bisa berubah, semoga gadis ini dapat menerima dia bukan ada apanya, namun apa adanya.”

Edward melepas pelukannya dan memegang pipi Olivia. “Aku berharap gadis ini dapat menyembuhkan semua kenangan itu.”

Olivia mengangguk pelan, ia mengerti apa yang dimaksud dengan suaminya.

****

Kini Xavier dan Lyko sudah sampai di depan pintu kamar hotel. “Masuklah, jangan lupa. Jangan membuka pintu sembarangan, kecuali untuk staf hotel dan aku,” ucap Xavier.

Lyko mengangguk mengerti.

Xavier menatapnya beberapa detik, kemudian kembali berkata. “Aku sedikit meragukanmu, atau aku tempatkan pengawal saja di depan pintu?” ucap Xavier sambil melihat sisi pintu.

Lyko langsung menggeleng dengan cepat. “Ti-tidak perlu, ia aku janji tidak akan membukakan pintu untuk orang asing. Lagipula.... itu malah merepotkanmu,” jawabnya lembut.

Xavier menyeringai kecil, namun kemudian mengangguk. “Baiklah, itu janjimu sendiri, aku akan terus mengingatnya,” ucap Xavier. “Dan kau juga seharusnya sadar posisimu sekarang, kau... adalah milikku, paham?” Xavier sedikit mencondongkan tubuhnya kearah Lyko.

Lyko terdiam membeli mendengarnya, rona merah mulai terlihat di pipinya, ia memalingkan wajah kearah lain dan mengangguk mengerti. “Aku... paham.”

Xavier kembali berdiri tegap. “Kalau begitu aku pergi dulu.”

“Hati-hati dijalan,” ucapnya pelan.

Setelah Xavier pergi ia langsung masuk kedalam ruangan.

***

Kini Xavier langsung masuk kedalam mobil. “Ke markas,” ucapnya tegas pada Felix.

“Baik, Tuan,” jawab Felix mengerti.

Mobil kembali menyala dan melanju pergi.

Setelah beberapa menit kemudiaan, kini Xavier sudah sampai di markas. Ia langsung berlalu pergi ke ruangannya tanpa menghiraukan sekitar.

Saat di dalam ruangan dan baru saja duduk terdengar suara pintu diketuk.

TOK! TOK! TOK!

Xavier menoleh kearah sumber suara, “masuk.”

Pintu perlahan dibuka, dan dari balik sana terlihat Area yang datang. “Maaf menganggu waktu anda, Tuan Xavier,” Ares perlahan melangkahkan kaki masuk kedalam sana.

Xavier mengangkat kepalanya. “Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Xavier dengan nada dingin seperti biasa.

Ares mengeluarkan sebuah chip seperti flashdisk lalu perlahan menyerahkannya kepada Xavier. “Ini blue print milik musuh Tuan.”

Xavier mengambilnya, lalu langsung memasukkannya ke dalam laptopnya yang ada di atas meja. Begitu flashdisk dimasukkan, laptop langsung menampilkan garis biru yang membentuk jalur seperti peta.

Setiap sudut dan detail dari area misuh terlihat dengan sangat jelas. Mulai dari jalur masuk, pos penjaga, dan jalur evakuasi semuanya lengkap didalam flashdisk itu.

Saat sedang mengeser jalur menggunakan trackpad ia terhenti di bagian jalur evakuasi. Xavier tampak menyeringai, ternyata jalur evakuasi musuh mereka adalah jalur laut.

Itu memang bukan pilihan yang tepat, karena jalur laut akan sangat sulit untuk menjadi pelarian disaat genting.

“Jalur evakuasi mereka hanya jalur laut?” tanya Xavier pada Ares.

Ares mengangguk. “Benar, Tuan. Mereka hanya punya satu jalur evakuasi, dan itulah yang membuat tim kita sedikit memiliki keunggulan.”

Xavier mengangguk paham.

Ares berkata pelan dengan sedikit ragu. “Namun Tuan, saya sangat minta maaf pada anda, mungkin perang akan diundur sampai besok. Karena semua tim harus saya kirimkan blue print ini dan mereka juga memperlukan waktu untuk menghafal setiap detail dari isi blue print, saya benar-benar minta maaf, Tuan,” Ares membungkukkan badannya.

Xavier terdiam, besok adalah hari dimana ia harus membawa Lyko kepada keluarganya. Namun Xavier langsung kembali berkata, “apa bisa selesai sampai maksimal jam 7 malam?” tanya Xavier pada Ares.

“Waktu kita 2-3 jam Tuan,” jawab Ares. “Dan itu maksimal kalau mereka bertahan mati-matian.”

Xavier kembali terdiam, ‘3 jam juga mungkin cukup, aku bisa undur pertemuan dengan mama pada malamnya,’ batin Xavier.

“Aku paham, kalau begitu kita jalankan operasi besok pada sore hari,” ucap Xavier pada Ares. “Siapkan pasukanmu, pastikan jangan ada yang buat kesalahan,” Xavier melepas flashdisk itu dan menyerahkannya kembali pada Ares.

Ares menerima flashdisk itu kembali. “Baik, terimakasih banyak, Tuan,” ucapnya. “Kalau begitu saya permisi dulu, maaf menganggu waktu anda,” ia membungkukkan badan perlahan lalu berlalu pergi.

Saat pintu kembali tertutup, Xavier langsung bersandar pada kursi, pikirannya terus melayang. Namun inilah resiko yang harus ia tanggung.

“Felix,” panggil Xavier.

Felix langsung mendekat. “Ada yang bisa saya bantu, Tuan?” tanya Felix sambil sedikit membungkuk.

“Beritahu orang tuaku bahwa aku dan Lyko akan datang pada malam hari jam 7 dirumah,” katanya sambil sedikit memijat pelipisnya.

“Baik, Tuan,” Felix segera membuka tabletnya dan segera melakukan hal yang disuruh oleh Xavier.

Untuk pertama kalinya dalam seumur hidup, pikiran Xavier sedikit terganggu. Namun ia harus tetap kuat, karena mau bagimana pun kedepannya, ini lah masalah yang Xavier ciptakan sendiri dan ia juga yang harus menyelesaikan nya sendiri.

1
Raicy Starmoonix
bnr lgi/Facepalm/
It's me Sky: efek trlalu kaya bgtu tuh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bohongnya nyambung lagi/Facepalm/
It's me Sky: bkn skrip dlu mrka/Slight/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
gmna g terpesona Lykonya aja cantik gituu/Sly//Rose/
It's me Sky: //Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
tegang tor, aura mafianya ada bgt/Shame/
It's me Sky: bulu kudup aman?/Blush/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bagusss bgt ceritanyaa/Kiss//Kiss/
Raicy Starmoonix
si mc ganteng bgt tor/Drool/
It's me Sky: kiww🤭
total 1 replies
Raicy Starmoonix
Xavier tanggung jwb anak orng salting/Facepalm/
It's me Sky: xavier aja salting sendiri/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
salting.... saltingg/Smirk/
It's me Sky: gengsi... gengsi/CoolGuy/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
omak, terbakar cemburu dan posesif/Doubt/
It's me Sky: shhtt/Shhh/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
astaga diksih black card.../Doubt/
It's me Sky: iya dong/Casual/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
lyko nya polos bgt pilss/Proud/
It's me Sky: hu um, soalnya dya bukan batik/Tongue/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
pingin punya cowok spek Xavier ihh, royal bgt😍/Rose/
It's me Sky: heii aku jg mau lohh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
wahh alurnya keren/Joyful/
Arditya
luar biasa mantap thor
It's me Sky: makasihh/Hey/
total 1 replies
Arditya
Mampir baca thor😍
It's me Sky: yuk¹ mampir/Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!