NovelToon NovelToon
Membual Demi Kejayaan Sekte!

Membual Demi Kejayaan Sekte!

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fat Kitten

Bai Ren, transmigrator dari Bumi, dipindahkan ke dalam dunia novel beladiri yang penuh dengan para kultivator.

Di dunia yang asing namun familiar itu, Bai Ren diberikan misi untuk membangun sekte terkuat dengan cara membual.

[Ding!!]

[Hadiah penyelesaian tiba!]

[Satu bualan Anda akan dikonversi menjadi kenyataan!]

Apa yang akan kamu lakukan jika bualanmu menjadi kenyataan?

Tentu saja, aku akan semakin rajin membual!

Semakin banyak membual, semakin kuat jadinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fat Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : Merekrut murid (8)

Notifikasi hadiah yang bertubi-tubi mengejutkan Bai Ren.

Ia benar-benar tidak menduga kalau narasi yang dikarangnya ternyata adalah kebenaran.

'Sebentar... apakah bencana yang akan datang itu benar-benar akan terjadi?!'

Bai Ren panik bukan main mengetahui fakta itu.

Sekali lagi, ia tidak menyangka jika omong kosong yang dikeluarkannya ternyata malah menjadi kenyataan.

'Pantas saja sistem tiba-tiba menyeretku ke dunia ini dan membuatku mendirikan sekte!'

'Jadi semuanya memang sudah direncanakan?!'

Meski Bai Ren merasa dijebak, tapi ia tidak merasa kesal ataupun marah. Ia hanya menerimanya begitu saja seolah itu adalah hal yang wajar.

"Master sekte Bai, apakah yang kau katakan itu benar jika ada bencana yang akan datang?"

"Aku tidak memaksamu untuk mempercayainya, tapi memang begitulah adanya."

[Ding!!]

[Poin stat +1]

"Kalau boleh tahu, bisakah kau menjelaskan bencana seperti apa yang akan menimpa kita?"

"Untuk hal ini, biarkan waktu yang menjawabnya. Ini adalah rahasia langit, jadi aku dilarang membocorkan garis besarnya."

[Ding!!]

[Poin stat +1]

Chou Jin tenggelam dalam pikirannya setelah mengkonfirmasi apa yang telah didengarnya.

"Jangan terlalu tegang. Sekte kamilah yang mengemban tugas menghadapi bencana ini, kau hanya perlu duduk tenang dan nikmati saja pertunjukkannya saat waktunya tiba nanti."

[Ding!!]

[Poin stat +1]

"Hahaha, jika kau membiarkannya menjadi rahasia, tentu aku akan bersikap tak tahu menahu soal itu."

Ekspresi Chou Jin menegas saat ia melanjutkan kalimatnya.

"Tapi kau telah memberitahuku berita yang begitu penting, jadi bagaimana mungkin aku sebagai tetua sekte Flaming Fire hanya diam saja setelah mengetahui tentang ini."

Chou Jin kemudian berdiri dan berpamitan dengan Bai Ren.

"Karena masalah ini bukan persoalan sepele, jadi aku harus segera kembali ke sekteku dan memberitakannya secara langsung kepada pemimpin sekte."

Chou Jin membungkuk dan menyatukan kedua tangannya pada Bai Ren.

"Aku mewakili sekte Flaming Fire, berterima kasih banyak atas peringatan yang telah kau berikan, Master sekte Bai. Kuharap kita bisa membahas persoalan ini di tempat yang selayaknya di pertemuan kita berikutnya."

"Baiklah, aku menantikannya."

Dengan begitu, Chou Jin berpisah dengan Bai Ren dan meninggalkan arena pertarungan.

...***...

Sementara itu, di atas tribun VIP, Tuan kota, Lan Hua dan Jian Xin tiba.

Ketiganya memasang eskpresi tegas dan berwibawa.

Tatapan Tuan kota menyapu tribun di bawahnya dan jatuh pada pria muda yang duduk bersama pria kekar dengan ukuran tubuh tak biasa.

"Jadi, kedua orang itu yang menyebabkan keributan di pintu masuk?"

Lan Hua dan Jian Xin diam, tidak menanggapi pertanyaan Tuan kota.

Perasaan ditekan dan ketidakberdayaan masih terasa di sekujur tubuh mereka.

Lan Hua sedikit melirik ke arah Bai Ren sebelum mengalihkan pandangannya ke Jian Xin.

Sebelum datang kemari, keduanya adalah sosok yang begitu dipuja dan diagung-agungkan ke mana pun mereka pergi.

Dalam pertarungan nyata, baik itu sparring ataupun pertempuran hidup dan mati, keduanya nyaris tidak pernah berada di posisi yang merugikan.

Namun di hadapan pria muda itu, keduanya dibuat berlutut dan dipaksa merasakan dinginnya tanah.

Itu adalah pertama kalinya mereka merasakan apa itu tertindas dalam hidup mereka.

Perasaan itu melukai harga diri dan mental mereka, yang mungkin membutuhkan waktu sangat lama untuk pulih.

"Kedua orang itu sangat berbahaya. Aku sarankan Tuan kota jangan sampai menyinggungnya atau konsekuensinya akan sangat tak terbayangkan."

Tuan kota menoleh pada Lan Hua.

'Orang macam apa yang membuat dewi seperti ini sampai menasehatinya untuk waspada.'

Tuan kota yang memiliki pengalaman hidup sangat panjang dan telah merasakan berbagai situasi, menerima nasehat tersebut tanpa sedikit pun pertanyaan.

'Jika dua orang besar ini begitu mewaspadainya, berarti orang itu benar-benar sesuatu.'

'Semoga saja aku tidak menjadi musuh orang itu.''

*Dong!!

*Dong!!

Suara gong yang menandai dimulainya turnamen bergema dan menggetarkan seisi arena.

Tuan Kota maju ke depan menyampaikan pidato pembukaannya.

"Turnamen beladiri kota Nanfang resmi dimulai!!"

"Seperti yang tertuang dalam aturan kompetisi, setiap peserta akan bertanding sesuai bagan yang telah ditetapkan!"

"Setiap pemenang akan terus melaju sampai menyisakan dua orang di babak final!"

"Pemenang turnamen akan mendapat wildcard yang memungkinkan ia langsung bergabung dengan Fairy Sect jika pemenangnya perempuan dan Sword Pavilion jika pemenangnya laki-laki!"

"Untuk sisa peserta lainnya, kalian bisa tenang! Jika kalian mampu menampilkan penampilan yang memukau, maka para perwakilan sekte-sekte yang hadir di tribun, bisa saja mengundang kalian untuk bergabung ke dalam sekte mereka!"

"Oleh sebab itu, mari tunjukkan penampilan terbaik kalian dan raih mimpi kalian di atas arena!!"

""Wooooooaaaaaahhh!!!""

Keriuhan para penonton dan peserta membanjiri arena.

Suaranya begitu keras hingga nyaris memekakkan telinga.

Para peserta mengepalkan tinju mereka, bertekad untuk mengerahkan segala yang mereka punya agar bisa menarik setidaknya perhatian dari salah satu perwakilan sekte.

Lagi pula, bergabung ke suatu sekte itu sangat sulit. Kau harus melewati beberapa ujian jika ingin memasuki sekte secara normal.

Itulah alasan mengapa para bakat terbaik di kota ini mempertaruhkan segala yang mereka punya pada turnamen ini, karena satu-satunya cara memasuki sekte selain lewat ujian adalah dengan menerima undangan dari tetua ataupun instruktur sekte terkait.

-- "Turnamen ini, kandidat juaranya orang itu, kan?!"

-- "Ya, sudah tidak diragukan lagi! Di kota ini, cuma dia bakat yang begitu menonjol!"

-- "Aku harap terjadi kejutan."

-- "Tidak mungkin, orang itu pasti juaranya. Jika tidak, lalu untuk apa Tuan kota menyelenggarakan turnamen ini?"

-- "Ya, kau benar. Tentu saja turnamen ini tak lain adalah sarana bagi Tuan kota untuk mempromosikan putranya."

Semua orang membicarakan orang yang sama, yaitu Zhang Chun, putra sang Tuan kota, kandidat utama juara di turnamen ini.

Bukan tanpa dasar ia sangat diunggulkan.

Meskipun usianya baru 16 tahun, namun kultivasinya telah menembus ranah Martial Spirit bintang dua tahap akhir, yang membuktikan kejeniusannya.

Calon lawannya di turnamen ini, hanya ada beberapa orang yang telah mencapai Martial Spirit bintang dua. Sisanya, bahkan tidak layak disebut.

"Pertandingan pertama akan dimulai!!"

"Para peserta yang dipanggil, silakan menaiki panggung!"

Pemandu akhirnya membacakan duel pertama yang menjadi pembuka turnamen.

"Jiang Diyi berhadapan melawan Zhang Chun!!"

1
RMQ
kasih lima lagi kalau bisa🤣🤣🤣
RMQ
3 hari nunggu cuman 1 chapter thor🗿🗿
Karenina
Nice
verto
wah ta k lah
RMQ
minimal 5-10 chapter sehari🤭😄🤣🤣🤣
RMQ
thor kalau ceritanya bikin penasaran banyak kan chapternya lah thor biar gak mati penasaran pula aku dibuatnya🗿
RMQ
lama juga updatenya🗿1 chapter aja thor🗿
Fat Kitten: sabar, dicicil dulu chapternya🤣
total 1 replies
RMQ
gak ada update lagi ya thor🗿🗿🗿
RMQ
lanjutkan ceritanya jangan setengah setengah kalau buat cerita thor🔥🔥
Nanaa
Seruuu!!
Karenina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!