NovelToon NovelToon
NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.

​Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Labirin Gua Kristal dan Sinergi Dua Dunia

Langkah Wang Jian dan Lin Meiling terhenti di depan sebuah celah menganga di lereng bukit yang tampak seperti mulut monster purba. Gua Kristal Magnetik. Udara yang keluar dari dalam gua tersebut terasa sangat kering dan bermuatan listrik statis, membuat rambut perak Jian sedikit berdiri. Di tempat inilah, menurut catatan kuno Meiling, tumbuh Bunga Es Abadi, bahan utama yang dibutuhkan untuk menstabilkan Resep Pil Pemurni Tulang Suci.

"Hati-hati, Jian," bisik Meiling sambil menyesuaikan tas obat di bahunya. "Medan magnet di dalam sini sangat kacau. Gravitasi tidak akan bekerja seperti biasanya. Dan yang lebih buruk, gua ini adalah sarang bagi Kelelawar Suara Pemecah Jiwa."

Jian mengangguk tenang. Ia menggenggam gagang tombak hitamnya, merasakan berat lima ton senjata itu yang kini terasa ringan berkat penguasaan Gaya Berat-nya. "Tetaplah di belakangku. Jika kau merasakan getaran frekuensi tinggi, langsung telan pil penenang jiwa."

Navigasi di Dunia Terbalik

Begitu mereka melangkah masuk, dunia seolah berputar 180 derajat. Langit-langit gua yang dipenuhi kristal bercahaya mendadak menjadi lantai tempat mereka berpijak. Meiling hampir terjatuh karena pusing, namun Jian dengan sigap menangkap lengannya.

"Gunakan napasmu untuk menyeimbangkan tekanan telinga tengahmu," instruksi Jian. Ia menggunakan Manipulasi Tekanan untuk menciptakan zona gravitasi mikro di sekitar kaki Meiling, membantunya tetap melekat pada permukaan kristal yang licin.

Saat mereka masuk lebih dalam, kegelapan mulai digantikan oleh ribuan pasang mata merah yang bergantung di bayang-bayang. CIIIIIIII! Suara melengking yang menyakitkan telinga meledak secara serempak.

Ratusan Kelelawar Suara Pemecah Jiwa meluncur turun. Mereka tidak menyerang dengan taring, melainkan dengan gelombang ultrasonik yang mampu menghancurkan organ dalam dan mengacaukan meridian seorang kultivator.

"Meiling, sekarang!" teriak Jian.

Meiling melemparkan butiran debu berwarna ungu ke udara—Bubuk Pengacau Gema. Di saat yang sama, Jian merentangkan kedua tangannya. Ia melakukan sesuatu yang sangat berani: ia menciptakan Dinding Vakum.

Dengan memutar angin secara radial dan mengeluarkan udara dari area di sekeliling mereka, Jian menciptakan ruang hampa udara. Karena suara membutuhkan medium untuk merambat, gelombang maut dari para kelelawar itu mendadak "mati" sebelum menyentuh mereka.

"Luar biasa..." gumam Meiling. Di dalam keheningan vakum itu, ia melihat ribuan kelelawar terbang kebingungan, menabrak dinding kristal karena radar suara mereka tidak lagi berfungsi.

Pertempuran di Dasar Kristal

Setelah melewati kawanan kelelawar, mereka sampai di sebuah aula besar di dasar gua. Di tengah-tengah aula, tumbuh sekuntum bunga berwarna biru safir yang memancarkan kabut dingin yang membekukan lantai di sekitarnya. Bunga Es Abadi.

Namun, bunga itu tidak sendirian. Sesosok raksasa berkaki delapan dengan tubuh transparan menyerupai kaca berdiri menjaganya. Laba-laba Kristal Magnetik, monster Peringkat 2 puncak yang kulitnya sekeras berlian dan mampu memanipulasi logam.

SYUT!

Laba-laba itu menembakkan jaring kristal yang sangat tajam. Jian mencoba menangkis dengan tombak hitamnya, namun ia terkejut—tombaknya terasa sangat berat dan sulit digerakkan. "Magnetisme!" teriak Jian. Laba-laba itu menggunakan medan magnet gua untuk mengunci senjata logamnya.

"Jian, jangan gunakan senjata logam! Bidik sendi di bawah perutnya, itu satu-satunya bagian yang tidak terlapisi kristal!" seru Meiling sambil melemparkan Pil Asap Pembakar Mata ke arah monster itu.

Jian melepaskan tombaknya. Ia melesat maju dengan tangan kosong. Ia memusatkan seluruh energi Angin Primordial dan mutasi Petir-nya di ujung jari telunjuk.

"Gaya Berat: Langkah Udara!"

Jian melompat di udara, seolah-olah ada tangga tak kasat mata di bawah kakinya. Saat laba-laba itu terdistraksi oleh asap Meiling, Jian muncul tepat di bawah perut monster tersebut.

"Bor Udara Pemutus Langit: Versi Petir!"

CRASH!

Jari Jian menembus bagian lunak laba-laba tersebut. Ledakan tekanan udara dan listrik di dalam tubuh monster itu membuatnya hancur berkeping-keping dari dalam. Kristal-kristal tubuhnya berhamburan seperti hujan berlian.

Ikatan Takdir dan Harapan Baru

Meiling segera berlari menuju Bunga Es Abadi dan memetiknya dengan hati-hati menggunakan penjepit kayu. Ia menatap Jian dengan binar mata yang penuh rasa kagum.

"Kita berhasil, Jian. Tanpa teknik vakum dan kecepatanmu, aku sudah lama menjadi mangsa kelelawar itu."

Wang Jian mengatur napasnya, merasakan tulang-tulangnya bergetar puas setelah pertempuran yang intens. "Dan tanpa pengetahuanmu tentang titik lemah monster dan bubuk alkimiamu, aku mungkin masih terjebak melawan jaring magnet itu."

Malam itu, mereka berkemah di dekat pintu keluar gua. Meiling mengeluarkan alat alkimia portabelnya dan mulai mengekstraksi sari pati Bunga Es Abadi.

"Jian," ucap Meiling sambil menatap api unggun kecil (yang apinya berwarna biru karena pengaruh magnetik). "Aku sadar sesuatu. Resep Pil Pemurni Tulang Suci ini... ia membutuhkan 'tekanan' untuk menyatu, bukan panas. Teknik Alkimia Dingin milikmu adalah kunci yang hilang selama ini."

Jian menoleh. "Maksudmu?"

"Jika kau membantuku memurnikan bahan-bahan ini dengan tekanan anginmu, kita bisa menciptakan pil yang jauh lebih kuat dari apa yang pernah dibuat nenek moyangku. Pil yang bisa membawamu menembus Ranah Pemurnian Qi dengan fondasi yang tidak bisa dihancurkan."

Wang Jian tersenyum tipis—sebuah senyuman langka yang mengandung ambisi besar. "Mari kita lakukan. Aku ingin melihat seberapa jauh dunia ini bisa terguncang oleh angin kita."

Di bawah naungan langit malam perbatasan Lembah Naga, dua pemuda yang tadinya asing kini terikat oleh sumpah persaudaraan dan tujuan yang sama: Menaklukkan Langit.

Status di Akhir Bab 9:

Wang Jian: Ranah Penguatan Tulang Bintang 6 (Fondasi semakin padat).

Lin Meiling: Memperoleh Bunga Es Abadi, mulai mempelajari sinergi Alkimia Dingin.

Teknik Baru: Dinding Vakum (Defensif), Langkah Udara (Mobilitas vertikal).

1
evelyn Syaquita
new saga
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.
evelyn Syaquita
Tahapan dari Qi Condensation hingga [Tahap Tertinggi] dijelaskan dengan detail yang memuaskan, membuat pembaca ikut merasakan jerih payah sang protagonis dalam bermeditasi dan menerjang kesengsaraan langit (Heavenly Tribulation).😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!