Tidak pernah terbayang sebelumnya. Lelaki yang dulu sangat mencintainya kini berubah drastis setelah pernikahan terjadi.
Pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berbanding terbalik dari angannya selama ini.
Tidak tau mengapa suaminya tiba-tiba bersikap dingin terhadapnya. Bahkan di malam pertama mereka suaminya meninggalkannya begitu saja.
Suamiku Membenciku....
Follow Akun Ig saya: lisa_gultom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabetgultom191100, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Katakan padaku
Nafas Shara memburu seraya dengan amarahnya yang menggebu-gebu. Inilah kali pertama Shara meluapkan amarahnya kepada Arian. Selama sebulan ini Shara sudah cukup bersabar menghadapi sikap pria itu. Wanita itu tidak diterima dituding seburuk itu. Bagaimana mungkin Shara melakukan perbuatan menjijikkan itu. Itu semua tidak benar, Shara tidak pernah menjajakan tubuhnya kepada siapa pun.
Arian terdiam sejenak, melihat Shara yang kini sudah emosi di hadapannya. Arian cukup terkejut, karena ini kali pertama Shara begitu emosi. Dulu semarah apapun, Shara tidak pernah membentak ataupun berkata kasar padanya. Wanita itu akan selalu sabar menghadapinya dan memberikan pengertian kepadanya.
"Berani sekali kau meneriakiku!" kecam Arian. "Memangnya apa hakmu berteriak kepadaku. Dasar murahan."
"Aku berhak. Aku berhak karena aku istrimu. Aku berhak membela diriku atas apa yang tidak pernah kulakukan. Dan satu lagi, berhenti menyebutku murahan, karena aku tidak pernah melakukan seperti yang kamu katakan." ujar Shara seraya menahan isak tangisnya. Ini sudah kesekian kalinya Shara menangis dibuatnya.
Arian terkekeh, memandang Shara seolah mengejek, "Istri kamu bilang? Coba katakan lagi?" Arian tergelak. "Wah wah wah... percaya diri sekali kamu Shara, kamu pikir aku pernah menganggapmu sebagai istri? Kamu salah besar. Sedikitpun aku tidak pernah sudi menganggapmu sebagai istriku. Kamu tidak lebih dari wanita murahan di luar sana. Dan tidak sepantasnya kamu menyandang status Adiputra di namamu." sarkas Arian tanpa perasaan.
Shara terdiam, air matanya telah mengartikan bagaimana hancurnya perasaan wanita itu. Begitu sakit. Sakit yang tak akan terobati terukir dalam di dalam hatinya yang rapuh.
"Kenapa Mas. Kenapa kamu berubah. Apa yang membuatmu begitu membenciku. Bukankah kamu sangat mencintaiku? Bukankah kamu sangat mengenal diriku? Di mana letak sifat murahanku yang membuatmu begitu membenciku Mas? Kapan, kapan aku pernah berkhianat darimu, kapan..." rentetan pertanyaan yang dipikulnya selama ini terucap dari bibir wanita malang itu.
Arian hanya bisa bungkam, melihat Shara yang perlahan merosot di lantai yang dingin itu dengan air mata yang membanjiri wajah cantiknya. Mengingat kembali bayangan sebelum mereka menikah sebulan yang lalu, wajah Arian menggelap, rahang tegasnya mengeras seraya dengan amarah yang kembali meliputi hatinya.
Arian mensejarkan tubuhnya, memegang kuat dagu Shara yang terasa basah, "Kamu tanya kenapa? Tidakkah kamu sadar dimana letak kesalahanmu? Selama ini kamu telah menipuku dengan berpura-pura polos di hadapanku. Mengambil hatiku hingga akhirnya kamu sekarang menjadi istriku." kecam Arian tepat di wajah Shara. Bahkan Shara dapat merasakan deru nafas pria itu di permukaan kulit wajahnya.
Lagi-lagi Shara tidak menjawab, lelaki itu selalu menyuruhnya untuk menyadari kesalahannya. Tapi Shara merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa. Bagaimana ini. Bagaimana Shara menyelesaikan masalahnya jika Asrian tidak mau mengatakan dimana letak kesalahannya. Semua ini menjadi lebih karena kebungkaman Arian.
"Aku tidak tau Mas. Katakan padaku, apa kesalahanku? Katakan padaku, agar aku bisa memperbaiki kesalahanku yang mungkin membuatmu marah Mas?" lirih Shara dengan tangan kekar Arian masih mencengkram kuat dagunya, Kedua anak manusia yang sedang dilanda kemarahan dalam hati mereka masing-masing saling menatap, pandangan mereka terkunci hingga beberapa saat.
Aria memutus tatapan itu, "Jangan tanya aku, tanyakan dirimu sendiri kesalahan apa yang telah kamu perbuat. Tapi menurutku kamu tidak akan pernah sadar. Karena kamu hanyalah wanita murahan!"
Dahlah malas banget sama Arian, susah bgt ngasih taunya.
kan govlok,,baru lihat foto aja langsung percaya tanpa tahu kebenaran nya,,seharusny kau selidiki dulu kebenaran foto itu,,asli atau editan,,kapan perlu kau panggil too ahli telematika untuk melihat asli ato palsu,, cape' deh,,olang kaya tapi GOBLOK🙉🙊🙈