⚠️ ***+ | Kisah Cinta segitiga
Valencia kehormatannya direnggut, hatinya terbelah.
Valencia hancur saat kehormatannya direnggut oleh Ansel—pria yang hadir diantara cinta Valencia dan Zyro,. Namun Zyro, kekasihnya yang sangat mencintainya, tetap ingin menerima apa adanya dan ingin menikahinya.
Keduanya mengaku mencintainya, keduanya tak ada mau mengalah. Perkelahian sengit pun terjadi, hingga di batas keputusasaan, Valentina harus melukai dirinya sendiri hanya agar mereka mau berhenti...
Melihat wanita yang mereka cintai terbaring penuh darah, akhirnya kedua pria itu mengambil keputusan berat: mereka berdua akan menikahi Valen dan berjanji menjaganya bersama-sama.
Dua pria, satu wanita.
Akankah cinta bisa menyatukan mereka, atau malah membawa pada kehancuran yang lebih dalam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Wisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amukan Zyro
Srek!
Suara gesekan kulit terdengar samar saat akhirnya benda miliknya berhasil menembus masuk hingga ke akar-akarnya.
"Ah...!!" Valencia mencengkeram pundak Ansel dengan sangat kuat, hingga kuku-kukunya yang indah dan panjang itu menancap masuk ke dalam daging pria itu, meninggalkan jejak yang dalam.
"Tahan sebentar, Sayang... Tahan sedikit lagi... Aku akan melakukannya dengan pelan dan lembut agar kau tidak terlalu sakit..." bisik Ansel dengan napas yang memburu, mencoba menenangkan wanita itu sekaligus menahan dorongan hasratnya agar tidak terlalu kasar.
Ia diam sejenak di dalam sana, membiarkan tubuh Valencia beradaptasi dengan ukurannya yang besar dan panjang. Saat ia menunduk melihat ke bawah, matanya tertuju pada sebaris cairan merah segar yang mengalir perlahan dari pertemuan tubuh mereka. Itu adalah darah suci pertanda bahwa wanita di bawahnya ini masih benar-benar suci dan perawan sebelum ia menyentuhnya. Senyum lebar dan puas tersungging di bibir Ansel. Perasaannya bercampur antara bahagia yang luar biasa karena ia adalah pria pertama yang memilikinya, namun juga ada rasa bersalah yang samar menyelinap di hatinya.
"Terima kasih... dan maafkan aku, Valen... Maafkan aku harus mengambilnya dengan cara seperti ini..." bisiknya lirih tepat di telinga wanita itu.
Setelah cukup memberi waktu, ia mulai menggerakkan pinggangnya naik turun dengan irama yang lama-lama semakin cepat dan kasar. Rasa nikmat yang luar biasa menyergap sekujur tubuhnya. Ia terus melakukannya selama kurang lebih lima belas menit dengan gerakan yang tak kenal lelah, hingga akhirnya ia pun mencapai puncak kenikmatannya. Dengan satu dorongan yang sangat kuat dan dahsyat, ia menembakkan seluruh isinya ke dalam rahim Valencia, membanjiri sana dengan cairan hidupnya yang hangat dan kental. Ini juga merupakan pengalaman pertama bagi Ansel, dan rasanya sungguh luar biasa, jauh lebih indah dari apa yang pernah ia bayangkan sebelumnya.
Zyro sampai ke lobi, waktu yang berhasil dia tempuh 20 menit, dengan suara mesin mobil balap yang yang mendukung membuat Jodi yang berada di parkiran mobil tersentak dia pun keluar mobil mengikuti orang yang mengendarai mobil balap tersebut sampai pada di repsisonis dia melihat seseorang yang menanyakan room atas nama Ansel,
"Ruangan atas nama Tuan Ansel"
"Ruangan 101 pak"
"Tunggu tuan, apa keperluan anda" cegah Jodi.
"Bukan urusan mu, aku ingin menjemput kekasih ku" dengan tergesa Zyro bergegas ke ruangan
"Tunggu tuan" cegah Jodi
Tapi Zyro tak memperdulikannya dia bergegas ke ruangan Ansel.
Sampai di depan ruangan, di putarnya kenoc pintu seperti nya di kunci sekuat tenaga dia mendobrak pintu tersebut.
Belum sempat Ansel mencabut kemal*annya dan menenangkan napasnya yang tersengal-sengal, tiba-tiba suara dobrakan pintu yang sangat keras terdengar dari arah pintu.
Brak
Pintu itu didobrak paksa dari luar hingga terbuka lebar dan menghantam dinding dengan keras. Seorang pria dengan napas terengah-engah, wajah merah padam menahan amarah, dan mata yang menatap tajam penuh kebencian berdiri di ambang pintu itu. Itu adalah Zyro!
"Apa yang kau lakukan pada Valencia?!!" teriak Zyro dengan suara menggelegar, ia langsung berlari mendekat dan menarik paksa tubuh—Ansel dengan kasar hingga terlepas dari tubuh Valencia.
Ansel tersentak kaget luar biasa. Ia buru-buru menguasai dirinya dan menutupi ke gugupan nya dengan wajah yang tenang dan dingin seolah tidak terjadi apa-apa. Ia segera mengenakan celananya dengan cepat.
Sementara itu, Zyro dengan tangan gemetar dan mata yang sudah berkaca-kaca menahan tangis serta amarah, segera meraih kain apa saja yang ada di dekatnya untuk menutupi tubuh Valencia yang masih telanjang dan lemas di sofa. Ia memeluk tubuh wanita itu erat seolah ingin melindunginya dari pandangan mata siapa pun.
Jodi yang menyusul Zyro dan melihat keadaan didalam dia bergegas keluar dan menutup pintu kembali, dia menjaga diluar pintu.
Ansel tersenyum sinis dan mengejek saat melihat kemarahan Zyro. "Aku telah mengambilnya? Dia sekarang sudah menjadi milikku sepenuhnya. Dan tenang saja, aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah kulakukan padanya. Aku akan menikahinya."
BUG!
Tanpa aba-aba lagi, Zyro menggeletakan pelan Valencia pelan, Zyro langsung melayangkan kepalan tangannya sekuat tenaga tepat mengenai perut Ansel hingga pria itu terbatuk dan mundur ke belakang.
"Dasar binatang!! Kau pikir dengan kata tanggung jawab semuanya akan beres?! Kau sudah menghancurkan hidupnya! Kau sudah menghancurkan nya! Aku tidak akan memaafkan mu, Tuan Ansel! Tidak akan pernah!" bentak Zyro dengan suara bergetar hebat.
Mereka berdua saling menatap, udara di ruangan itu terasa sangat panas dan penuh ketegangan yang bisa meledak kapan saja.
Suasana di dalam ruangan itu terasa begitu panas dan menyesakkan. Kedua pria itu masih saling tatap dengan pandangan yang penuh kebencian dan amarah yang membara. Napas mereka terdengar berat dan tak beraturan, seolah-olah kapan saja perkelahian sengit itu akan kembali terjadi. Namun di tengah keributan dan ketegangan yang meledak-ledak itu, perlahan-lahan kesadaran Valencia mulai kembali.
Rasa pusing yang luar biasa masih terasa menyengat di kepalanya, tubuhnya terasa lemas sekali seolah tak ada tulang yang menopangnya, dan rasa sakit yang tajam terasa di bagian bawah tubuhnya membuatnya mengerang pelan.
"Ahh..." rintihnya lirih, matanya masih terasa berat untuk dibuka sepenuhnya, pandangannya masih kabur dan berputar-putar. Namun, suara teriakan dan pertengkaran yang terjadi di dekatnya terdengar jelas masuk ke dalam pendengarannya, meski masih terasa samar-samar.
Perlahan tapi pasti, ia mencoba membuka kelopak matanya yang terasa begitu berat itu. Di tengah pandangannya yang masih buram, ia melihat dua sosok pria yang berdiri saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat. Salah satunya adalah sosok yang sangat dikenalnya, itu adalah Zyro kekasih nya!
Jantung Valencia seakan berhenti berdetak sesaat saat sadar sepenuhnya akan apa yang terjadi dan apa yang baru saja dialaminya. Ia merasakan kain yang menutupi tubuhnya, merasakan rasa sakit di bagian kewanitaannya, dan perlahan ingatan demi ingatan kembali berputar di kepalanya seperti potongan film yang mengerikan. Ia ingat Leo, ingat minuman itu, ingat rasa panas yang menyengat, dan ingat sosok Ansel yang melakukan hal-hal menjijikkan padanya.
Air mata seketika mengalir deras membasahi pipinya yang masih memerah. Rasa malu, rasa sakit, rasa hina, dan rasa bersalah yang luar biasa menghantam dadanya sekuat tenaga hingga ia sulit bernapas. Ia sadar betul... ia sudah tidak suci lagi. Ia sudah rusak. Ia sudah kehilangan hal paling berharga yang seharusnya ia berikan hanya untuk pria yang ada di hadapannya saat ini—Zyro, kekasihnya.
Zyro yang mendengar rintihan lirih itu dan melihat air mata yang mulai mengalir dari mata Valencia, seketika melupakan kemarahannya pada Ansel. Ia segera berlutut di samping sofa, menatap wajah wanita itu dengan mata yang sudah basah dan berkaca-kaca. Air matanya jatuh juga, menetes perlahan membasahi pipinya yang keras. Ia memegang lembut tangan Valencia yang dingin dan gemetar.