Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang mencintai seorang teman kelas nya, namun cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan, dan novel ini juga menceritakan tentang perubahan sikap kedua orang tua nya yang berubah semenjak kedatangan sepupu nya yang ikut tinggal bersama keluarga nya, ia sangat sakit dan terluka namun ia di sambut dengan hangat oleh lelaki yang selama ini melindungi nya dari kejauhan dan ia pun pergi tinggal bersama laki laki itu, ternyata laki laki itu adalah seorang CEO dan MAFIA, pada akhirnya laki laki yang ia cintai dan orang tua nya menyesal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9 HEBOH
Setelah pesan terkirim oleh mamah nya, alletha pun langsung membuka nya.
"Hum ternyata cukup jauh ya mah". Ucap alletha
"Iya nak, nanti bawa motor nya hati hati, jangan ngebut, atau mau di antar saja sama pak boby". Ucap Bu iris, pak boby adalah sopir pribadi Bu iris, yang selalu mengantar ke mana pun Bu iris pergi, ntah itu saat Bu iris berbelanja atau kumpul dengan teman arisan nya.
"Gak mah alletha bawa motor saja, alletha pelan kok mah bawa
motor nya". Jawab alletha lembut.
"Memang nya mau berangkat jam berapa, ini sudah mau sore". Tanya Bu iris
"Eh iya mah, alletha berangkat dulu ya". Ucap alletha dan menyalami tangan mama nya itu.
"Assalamualaikum mah". Ucap alletha
"Waalaikumsalam". Jawab Bu iris
Sedangkan teman teman kls alletha sudah berkumpul di rumah Rinaldi, yang tidak terlalu jauh dari rumah alletha, dan alletha tau itu, karna sebelum berangkat ia membuka grup kls nya.
Setelah menempuh perjalanan yg tidak terlalu jauh akhirnya alletha sampai juga.
"Assalamualaikum". Ucap alletha, ketika memasuki rumah rinaldi.
"Waalaikumsalam". Jawab mereka serempak
"Len kamu lama banget si". Ucap Irma kesel
"Iya nih, kita dah dari tadi nungguin". Balas Siti
"Humm sorry sorry, tadi ada urusan, ayo kita berangkat sekarang". Jawab alletha
"Eh tunggu-tunggu, apa kamu tau rumah nya Nathanael". Tanya Rinaldi
"Humm ya". Jawab alletha cuek
Mereka pun akhirnya berangkat dengan menaiki kendaraan masing-masing, ada yang boncengan ada yang sendirian, ya begitu lah kira kira.
Dan yang ingin menjenguk Nathanael hanya beberapa saja dari anak kls itu, dan sebagian nya lagi Tidak ikut.
alletha mengendarai motor nya pelan sambil melihat pokus isi ponsel nya, agar tidak salah alamat.
"Alen bisa cepat tidak, kalau kamu lambat begitu kapan kita sampai nya". Teriak Rinaldi dari belakang.
Ya alletha berada paling depan, karna dia yang tau alamat nya, sedangkan yg lainnya mengikuti nya dari belakang.
"Hehe sorry sorry". Kekeh alletha, ia sama sekali tidak merasa bersalah, setelah paham dengan arah tujuan ia pun membawa kendaraan nya dengan sangat kencang.
"Woy Alen, kencang boleh tapi jangan kayak ngajak orang balapan". Teriak suci dari belakang.
Mereka pun akhirnya sama sama ngebut untuk mengejar alletha yang sudah sedikit jauh di depan.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka
sampai.
"Wih buset gede amat rumah nya". Ucap baron
"Kayak istana". Ucap Oliv
"Kaya banget org tua Nathanael". Ucap Irma
Dan banyak lagi ucapan yg mereka lontarkan.
"Ayo non, den bapak antarkan ke dalam". Ucap pak satpam yang menjaga rumah Nathanael.
"Owh iya pak". Jawab alletha sopan, dan yg lainnya hanya mengangguk
"Ting tong". Pak satpam memencet bel rumah Nathanael.
Setelah beberapa detik
akhirnya pintu di buka oleh asisten rumah tangga.
"Loh loh ada tamu ya pak dudung". Tanya mbok Ning kepada pak satpam tadi.
"Iya mbok, ini ada teman teman nya den Nathanael". Jawab pak dudung
"Ayo nak ayo masuk, den Nathanael lagi istirahat di kamar nya". Ucap mbok Ning ramah
"Iya makasi mbok". Ucap mereka kompak
"Makasi ya pak". Ucap alletha kepada pak dudung yang sudah mengantarkan mereka.
"Iya sama sama non". Jawab pak dudung
"Kalau begitu bapak permisi dulu". Ucap pak dudung dan berlalu pergi setelah di angguki oleh alletha dan kawan kawan nya.
Mereka di persilahkan masuk oleh mbok Ning, dan di suruh duduk di ruang tamu.
"Mbok permisi mau ke belakang dulu, kalian mau minum apa". Tanya mbok Ning
"Eh jus jeruk saja". Ucap Fitri dan Oliv serempak.
alletha dan yang lainnya menatap tajam ke arah Fitri dan Oliv.
Jika biasanya alletha yang bar bar namun kali ini tidak, ntah kenapa ia secepat ini berubah
menjadi kalem.
Fitri dan Oliv yang di tatap begitu tajam pun menjadi salah tingkah
"Eeeh GK jadi deh mbok". Ucap Oliv
"Iya mbok gak jadi". Balas Fitri dan ia menatap tidak suka kepada alletha.
"Loh kenapa tidak jadi non, tidak apa apa mbok buatkan dulu". Jawab mbok Ning ramah
"Tidak usah repot-repot mbok, kita ke sini ingin menjenguk Nathanael, tapi sepertinya ortu Nathanael tidak ada ya mbok". Ucap alletha heran, ya sedari tadi mereka masuk, ia tidak melihat org tua
Nathanael.
"Haduhh, mbok lupa, sebentar mbok panggil kan dulu, nyonya sama tuan mereka lagi istirahat di kamar nya". Ucap mbok ning, dan ia berlari kecil menaiki tangga, sebenar nya di rumah Nathanael ada lift, namun majikan nya saja jarang menggunakan nya kecuali jika sedang terburu buru.
alletha hanya mengangguk sambil tersenyum ramah.
"Tok tok tok". Mbok Ning mengetuk pintu majikan nya pelan.
"Siapa". Sahut mama nya Nathanael dari dalam kamar.
"Saya nya, mbok Ning". Ucap mbok Ning pelan
"Owh, tunggu sebentar mbok".
Jawab Bu Clara dari dalam
Setelah beberapa detik
akhirnya pintu di buka.
"Ada apa mbok"? Tanya Bu
Clara
"Itu nya, ada kawan kawan den
Nathanael di bawah, katanya si mau
jenguk aden". Jawab mbok ning.
"Loh? Kenapa mbok baru kasi
tau"? Tanya Bu Clara
"Hehe mbok lupa nya". Jawab
mbok Ning pelan
Bu Clara menggeleng kan
kepalanya pelan, karna ini sudah
kebiasaan mbok Ning org nya
sedikit pelupa.
"Apa Nathanael sudah bangun"?.
Tanya Bu Clara
"Tidak tahu nya, soalnya mbok
belum ke kamar den Nathanael". Ucap
mbok Ning
"Owh ya sudah, suruh mereka
tunggu dulu ya, dan siapkan
cemilan dan minuman untuk
mereka ya mbok". Ucap Bu Clara
lembut.
"Okey siap nya". Jawab mbok
Ning dan melangkah pergi
Bu Clara kembali masuk ke
dalam kamar nya untuk
membangun kan suaminya,
sepulang dari puskesmas pak
cakkira langsung beristirahat, dan
tidak kembali lagi ke kantor.
"Pah bangun, di bawah ada
kawan kawan nya Nathanael". Panggil
Bu Clara lembut
"Eeumm, papah capek banget
mah, mamah duluan saja". Ucap pak
cakkira.
"Hadeehhh papah, ya udah
mama turun dulu, nanti papa
nyusul, tapi mandi dulu, kalau GK
cuci muka". Ucap Bu clara yang
hanya di angguki kepala oleh
suaminya.
Bu Clara pun akhirnya keluar
dari kamar dan menuruni tangga.
Tak tak tak
Bunyi sendal yang di pakai Bu
calara.
"Perasaan itu ada lift deh, kok
mereka pada naik turun tangga".
Ucap Irma agak sedikit keras
"Huuss, jangan gitu ah, suka
suka mereka mau giamana". Jawab
Alletha pelan.
"Masyaallah, terima kasi ya nak
kalian sudah datang jauh jauh ke
sini untuk menjenguk anak tante".
Ucap Bu Clara
"Iya Tan sama sama, kami
sebagai teman kelas ingin melihat
Nathanael, dan mendoakan semoga
Nathanael baik baik saja". Ucap Alletha
dan di angguki oleh yang lainnya.
"Aamiin, sekarang keadaan
Nathanael sudah sedikit membaik".
Ucap Bu Clara lembut, ia tau yang
berbicara kepada nya saat ini adalah
Alletha anak sahabat suaminya
sekaligus anak teman nya.
Bu Clara menatap penuh
kagum terhadap Alletha yang begitu
cantik saat ini.
"Ehem". Deheman seseorang di
antara mereka yang terlihat tidak
suka
"Ayo kita ke atas, kamar Nathanael
ada di atas". Ucap Bu Clara sambil
nggandeng Alletha.
Alletha sedikit terkejut, namun
ia tak bisa berbohong bahwa saat ini
ia benar benar bahagia bisa di
gandeng oleh calon mertua upss.
Pikir Alletha
Jangkan Alletha, kawan kawan
Alletha yang lainnya pun terkejut
melihat Alletha yg di gandeng oleh
mama nya Nathanael.
"Waduhhh seperti nya mama
nya Nathanael menyukai Alletha tuk jadi
menantunya". Bisik Irma
"Iya tuh kayak nya si begitu".
Balas Siti
Tanpa mereka sadari sedari
tadi ada yang mengepalkan tangan
nya, melihat kedekatan Alletha dan
mama nya Nathanael.
"Masyaallah, kamu cantik
sekali". Puji Bu Clara terhadap
Alletha
"Aamiin makasi tan, Tante bisa
aja". Ucap Alletha malu
"Kok aamiin si nak, kamu
memang cantik". Jawab Bu Clara
"Kalau begitu jelas dong tan,
mamah ku cantik, papah ku
ganteng, jadi anak nya cantik juga
dong ". Ucap Alletha dengan PD nya.
Bu Clara tersenyum melihat
tingkah lucu Alletha
Sedangkan teman teman nya
yang mendengarkan penuturan
Alletha pun hanya diam saja, karna
sudah terbiasa.
"Hais ku kira sudah ilang sifat
bar bar nya, ternyata Masi ada".
Gumam rinaldi.
Disha yang berjalan di samping
Rinaldi pun mendengar gumaman
Rinaldi
"Jangan kan kamu, aku pun
ngira nya seperti itu". Bisik disha
Rinaldi yang di bisik secara tiba
tiba oleh disha pun kaget
"Bisa gak jangan ngagetin".
Ucap Rinaldi malas
"Hemmm". Jawab disha
Nathanael yang sedari tadi main
ponsel di dalam kamar nya pun
merasa terganggu, dengan suara
suara org yang sedang bicara di
lantai bawah di ruang tamu.
"Ada siapa si di bawah, berisik
banget". Grutu Nathanael dan ia
berjalan pelan membuka pintu nya
dan mengintip ke lantai bawah.
Betapa terkejutnya dia ketika
melihat teman kelas nya sudah
berkumpul di ruang tamu.
"Lah lah, kok bisa ada mereka
di sini, haduhhh pasti mau jengukin
aku, mana aku belum mandi lagi,
ni badan gatal banget ". Teriak
Nathanael pelan dan hanya dia yg bisa
mendengar kan teriakan nya.
Tanpa Nathanael sadari di antara
salah satu teman kelas nya ada yang
melihat diri nya sambil tersenyum
kecil, yaitu Alletha
Nathanael pun berlari pelan dan
masuk ke dalam kamar nya untuk
merapikan penampilan nya.
Tok tok tok
"Nathanael kamu lagi ngapain di
dalam". Tanya Bu Clara dari luar
"Lagi istirahat aja mah". Teriak
Nathanael dari dalam
"Boleh mamah masuk, ini ada
teman teman kelas mu ingin
menjenguk". Ucap Bu Clara
"Iya masuk saja". Teriak Nathanael
lagi.
Ceklek
Pintu di buka oleh Bu Clara dan
Bu Clara mengajak Alletha dan yang
lainnya untuk masuk.
Bu Clara menatap heran ke
arah Nathanael, karna seperti baru
selesai mandi dan saat ini ia sangat
rapih.
"Humm, ada yg tidak beres nih". Gumam Bu Clara pelan dan itu
pun di dengar kan oleh alena.
"Hay Dar, apa sudah agak
mendingan kondisi mu". Tanya
Alena
Darren menatap Alena sekilas
dan langsung menatap ke arah lain.
"Sudah". Jawab nya cuek
"Alhamdulillah". Ucap alena
dan yang lainnya.
Mereka di persilahkan untuk
duduk di sofa yang ada di kamar
Darren.
"Dar ini dari pak Subarjo dan
beberapa guru lainnya, dn ini dari
kami". Ucap Rinaldi sembari
memberikan bingkisan makanan
dan buah buahan kepada darren.
"Tarok di meja aja". Ucap
Darren
"His sama teman jangan cuek
cuek ". Ucap Bu Clara menegur
Darren
"Hemm". Jawab Darren
"Tidak apa apa tan, sudah
terbiasa di sekolah". Ucap Rinaldi
sambil meletakkan bingkisan
makanan dan buah buahan di atas
meja.
Bu Clara yang mendengarkan
itu pun kaget
"Apa Darren sangat cuek di
sekolah". Tanya Bu Clara kepada
alena
Darren menatap ke arah Alena
dingin.
"Hum iya Tan sedikit". Ucap
alena sambil menatap ke arah
Darren
"Bukan sedikit si Tan tapi
emang sangat sangat cuek". Jawab
Irma
Bu Clara yang mendengarkan
itu pun menatap ke arah Darren
dan menghela nafas
Alena meletakkan sesuatu yang
ia bawa di antara makanan dan
buah buahan itu.
Mereka asik mengobrol
sedangkan Darren hanya diam saja
dan pokus ke ponsel nya, mereka
ingin ngobrol dengan Darren pun
percuma karna akan di balas
dengan cuek oleh Darren.
Hari sudah mulai gelap , ketiak
mereka ingin pulang, tiba tiba
hujan lebat".
"Haduhh gimana ini". Ucap Oliv
"Yah hujan, pasti nanti kena
marah". Ucap suci
"Yah coba aja tadi bawa mobil".
Ucap Fitri
Dan banyak lagi ucapan ucapan
yg mereka lontarkan.
"Sudah tidak apa apa, bisa kok
nginap di rumah Tante kalau kalian
mau". Ucap Bu Clara, malahan dia
senang nanti rumah jadi rame
"Wah org tua saya gak boleh
nginap tan". Ucap Oliv
"Iya Tan ortu saya pun sama".
Ucap yang lainnya serempak,
kecuali Alena yg hanya diam saja
"Ya sudah kalau begitu nanti
kalian di antar sama sopir Tante".
Ucap Bu Clara lagi.
"Mah, sudah pulang ya anak
anak tadi". Teriak pak cakkra di
lantai bawah.
Bu Clara pun keluar dan
melihat suami nya dari lantai atas.
"Masih ada kok pah, ini mereka
ada di kamar Darren". Teriak Bu
Clara dari atas
Pak cakkra pun langsung
menaiki lift biar lebih cepat
"Tan apa Tante lebih suka naik
turun tangga dari pada naik lift".
Tanya suci
"Ya Tante lebih suka naik turun
tangga biar banyak gerak dan badan
jadi sehat". Ucap Bu Clara
"Wah benar itu tan, ortu aku
pun juga selalu bilang seperti itu,
jadi nya di rumah aku lebih suka
naik turun tangga di banding kan
naik lift". Ucap alena
"Berarti pemikiran keluarga kita
sama". Ucap Bu Clara dan di
angguki sambil senyum oleh Alena.
"Ayo bagi yang mau sholat,
sholat dulu habis itu kita sarapan
bersama nanti". Ucap Bu Clara
Dan mereka semua pergi ke
ruangan khusus untuk sholat para
tamu pria dan wanita.
Setelah selesai dengan
kewajiban mereka sebagai umat
muslim, mereka pun duduk di
ruang makan keluarga yg sangat
luas dan besar.
"Wih makanan nya pasti enak
enak banget". Ucap Oliv
Alena yang duduk di samping
nya pun langsung menyenggol
lengan Oliv menyuruh nya untuk
diam saja.
Mereka pun sarapan bersama
termasuk Darren.
"Ayo ayo Makan yang banyak,
om malah senang kalau makanan
nya di habiskan supaya tidak
mubazir". Ucap pak cakkra
"Hehe makanan nya enak enak
om, boleh di bawa pulang gak om".
Ucap Oliv
"Iya om enak banget makanan
nya serasa pengen bawa pulang".
Ucap Irma
"Ya tidak apa apa malahan om
senang". Ucap pak cakkra lagi
"Ayo tambah lagi biar kenyang".
Ucap Bu clara, dia sangat senang
suasana rumah nya jadi rame
seperti ini.
Mereka hanya mengangguk
kan kepala saja sambil tersenyum
bahagia.
Alena menatap ke arah Darren
yang hanya diam saja dan pokus
dengan sarapan nya.
"Hm seperti nya susah
ngedeketin dia, tapi tidak apa apa,
demi cinta pertama". Ucap alena
dalam hati sambil tersenyum ke
arah Darren
Darren merasa ada yang sedang
menatap nya, dan setelah ia cari
ternyata itu Alena.
Ia menatap jengah kepada
alena dan ia menatap Alena dengan
tajam.
Alena yang mendapatkan
tatapan tajam dari Darren bukan
nya takut malah kembali menatap
Darren dalam.
"Dia ngeri juga, tapi lucu". Ucap
alena dalam hati dan ia
mengedipkan sebelah matanya
kepada Darren, tanpa Alena sadari
Bu Clara dan pak cakkra
memperhatikan nya sedari tadi
sambil tersenyum.
Setelah selesai sarapan mereka
kembali berkumpul di ruang tamu
sambil menunggu hujan reda, dan
tak lupa mengabari ortu masing
masing.
"Tan apa di sini ada kolom
renang". Tanya Fitri
Mereka semua menatap ke arah
Fitri termasuk Darren, sebenar nya
di tubuh Darren masi gatal gatal
namun ia tahan saja.
"Oh kolam renang ada di
belakang, apa kalian ingin
berkeliling di sana". Ucap Bu Clara
"Wah mau tan". Ucap Fitri dan
Oliv entah kenapa malam ini mereka selalu kompak dalam
menjawab.
"Mbok Ning". Panggil Bu Clara
"Iya nya". Teriak mbok Ning
dari dalam dapur
"Iya nya ada yang bisa mbok
bantu". Tanya mbok Ning
"Tolong antarkan anak anak ke
belakang ke kolam renang". Ucap
Bu Clara
"Owh, siap nya, ayo ikut mbok".
Ucap mbok Ning
Mereka pun mengikuti mbok
Ning dari belakang.
"Wih kolam renang nya luas
banget". Teriak Irma heboh
"Wah jadi pengen mandi". Ucap
disha
"Gila luas banget kolam renang
nya, mana ada kostum mermaid
nya lagi". Teriak Oliv
"Gais ayok foto foto dulu kita".
Ucap Siti
"Nal tolong fotoin". Ucap disha
Rinaldi menghela nafas nya.
"Ayok foto foto dulu di sini".
Teriak Oliv
Cewek cewek itu pada heboh
sedang kan yang cowok nya hanya
biasa saja.
Saat mereka ingin berfoto
foto.....
"Auhhhh". Dusss suara org jatoh
ke kolam renang.
"Loh fit". Teriak mereka panik
"T-tolong". Teriak Fitri minta
tolong
Rinaldi dan yang lainnya
langsung terjun ke kolam renang,
ternyata kolam renang tersebut
sangat dalam dan mereka melihat
Fitri semakin tenggelam ke dalam
kolam.
Pak cakkra dan Bu Clara yang
mendengarkan ribut ribut dari
kolam renang langsung berlari
menghampiri mereka.
"Ada apa nak, kok pada teriak
teriak". Ucap Bu Clara panik
"Itu Tan, Fitri jatoh ke kolam
renang". Jawab Alena dengan
panik.
"Apaaa'?? Teriak Bu Clara dan
pak cakkra panik
Darren yang tadi nya Tidak
ingin ikut dan bersantai santai di
ruang tamu berlari menghampiri
mamah dan papa nya yang tadi
berteriak kencang.
"Ada apah mah". Tanya Darren
"Ren itu teman kelas mu Fitri
jatoh ke kolam renang yang dalam
itu". Ucap Bu Clara panik ya saat ini
ia benar benar panik.
Darren yang mendengarkan itu
pun langsung terjun ke kolam
renang dan mencari fitri.
Kolam renang yang ada di
rumah pak cakkra itu ada 3 petak,
yang 1 khusus untuk anak anak
kecil, yang 1 khusus untuk anak
anak remaja, dan yg 1 nya lagi
khusus untuk org dewasa.
Mereka yg ada di sana sangat
sangat panik dan heboh, apa lagi
Irma dan Siti tak hentinya berteriak
memanggil fitri.
Pada akhirnya Rinaldi Darren
dan yang lainnya naik ke
permukaan, Rinaldi dan Darren
membawa Fitri ke atas dan
langsung memberikan pertolongan
pertama Cpr.
Fitri terbatuk batuk dan
mengeluarkan air dalam mulut nya.
"Ayo kita bawa ke rumah sakit".
Ucap pak cakkra tegas.
Darren langsung menggendong
Fitri dan berlari ke arah garasi
mobil dengan cepat membuka nya.
"Jalan pak". Ucap Bu Clara
panik
Alena yang melihat Darren
menggendong Fitri aga sedikit
cemburu namun dalam kondisi
seperti ini ia Tidak ingin egois, apa
lagi Darren bukan siapa siapa nya.
Sesampainya di rumah sakit
"Dok tolong periksa kondisi
teman anak saya". Ucap pak cakkra
tegas dan juga panik takut terjadi
sesuatu.
Alena juga ikut ke rumah sakit.
Sedangkan yg lainnya pulang
karna hujan sudah berhenti dan
mereka sudah di telefon oleh org tua
mereka.
Dan salah satu dari mereka
sudah menghubungi org tua Fitri,
dan sekarang org tua Fitri sedang
dalam perjalanan.
"Iya pak, bapak jangan terlalu
panik, doakan saja semoga Tidka
terjadi apa apa kepada pasien" ucap
dokter tersebut dan langsung
masuk ke ruangan.
Saat di perjalanan Fitri sudah
sedikit sadar namun kembali
pingsan.
Ketika org tua Fitri sudah
sampai di rumah sakit mereka
langsung berlari mencari Rungan
tempat Fitri di rawat.
"Pak bagaimana kondisi anak
saya". Ucap mama nya Fitri yang tak
hentinya menangis
Sedangkan papa Fitri menatap
pak cakkra penuh arti
"Tenang Bu, anak ibu sedang di
tangani oleh dokter". Ucap pak
cakkra.
Bu calara langsung memeluk
mana nya Fitri lembut
"Kita doakan saja semoga anak
ibu baik baik saja". Ucap Bu Clara
Ortu Fitri berusaha untuk
tenang dan sabar menunggu dokter
sampai dokter itu keluar.
Tak lama kemudian terdengar
suara pintu ruangan itu terbuka.
"Dok bagaimana kondisi anak
saya dok". Ucap papa nya Fitri
"Alhamdulillah anak ibuk saat
ini sudah sedikit membaik, tadi
anak ibuk hampir saja kehilangan
nafas nya, untung saja bapak ini
segera membawa nya ke rumah
sakit". Jelas dokter itu
"Alhamdulillah". Ucap mereka
serempak".
"Apa boleh saya melihat
keadaan anak saya dok". Ucap
mama nya Fitri ya meskipun dokter
sudah memberitahu bahwa anak
nya baik baik saja, yang nama nya
seorang ibu tetap lah panik dan
khawatir.
"Maaf buk untuk saat ini tidak
bisa, anak ibuk Masi belum
sadarkan diri, tunggu anak ibu
sudah siuman dan sudah lebih
membaik lagi". Ucap dokter itu
menjelaskan
"Baiklah, terimakasih dok".
Ucap papa nya fitri