NovelToon NovelToon
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang mencintai seorang teman kelas nya, namun cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan, dan novel ini juga menceritakan tentang perubahan sikap kedua orang tua nya yang berubah semenjak kedatangan sepupu nya yang ikut tinggal bersama keluarga nya, ia sangat sakit dan terluka namun ia di sambut dengan hangat oleh lelaki yang selama ini melindungi nya dari kejauhan dan ia pun pergi tinggal bersama laki laki itu, ternyata laki laki itu adalah seorang CEO dan MAFIA, pada akhirnya laki laki yang ia cintai dan orang tua nya menyesal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 HEBOH

Setelah pesan terkirim oleh mamah nya, alletha pun langsung membuka nya.

"Hum ternyata cukup jauh ya mah". Ucap alletha

"Iya nak, nanti bawa motor nya hati hati, jangan ngebut, atau mau di antar saja sama pak boby". Ucap Bu iris, pak boby adalah sopir pribadi Bu iris, yang selalu mengantar ke mana pun Bu iris pergi, ntah itu saat Bu iris berbelanja atau kumpul dengan teman arisan nya.

"Gak mah alletha bawa motor saja, alletha pelan kok mah bawa

motor nya". Jawab alletha lembut.

"Memang nya mau berangkat jam berapa, ini sudah mau sore". Tanya Bu iris

"Eh iya mah, alletha berangkat dulu ya". Ucap alletha dan menyalami tangan mama nya itu.

"Assalamualaikum mah". Ucap alletha

"Waalaikumsalam". Jawab Bu iris

 

Sedangkan teman teman kls alletha sudah berkumpul di rumah Rinaldi, yang tidak terlalu jauh dari rumah alletha, dan alletha tau itu, karna sebelum berangkat ia membuka grup kls nya.

Setelah menempuh perjalanan yg tidak terlalu jauh akhirnya alletha sampai juga.

"Assalamualaikum". Ucap alletha, ketika memasuki rumah rinaldi.

"Waalaikumsalam". Jawab mereka serempak

"Len kamu lama banget si". Ucap Irma kesel

"Iya nih, kita dah dari tadi nungguin". Balas Siti

"Humm sorry sorry, tadi ada urusan, ayo kita berangkat sekarang". Jawab alletha

"Eh tunggu-tunggu, apa kamu tau rumah nya Nathanael". Tanya Rinaldi

"Humm ya". Jawab alletha cuek

Mereka pun akhirnya berangkat dengan menaiki kendaraan masing-masing, ada yang boncengan ada yang sendirian, ya begitu lah kira kira.

Dan yang ingin menjenguk Nathanael hanya beberapa saja dari anak kls itu, dan sebagian nya lagi Tidak ikut.

 

alletha mengendarai motor nya pelan sambil melihat pokus isi ponsel nya, agar tidak salah alamat.

"Alen bisa cepat tidak, kalau kamu lambat begitu kapan kita sampai nya". Teriak Rinaldi dari belakang.

Ya alletha berada paling depan, karna dia yang tau alamat nya, sedangkan yg lainnya mengikuti nya dari belakang.

"Hehe sorry sorry". Kekeh alletha, ia sama sekali tidak merasa bersalah, setelah paham dengan arah tujuan ia pun membawa kendaraan nya dengan sangat kencang.

"Woy Alen, kencang boleh tapi jangan kayak ngajak orang balapan". Teriak suci dari belakang.

Mereka pun akhirnya sama sama ngebut untuk mengejar alletha yang sudah sedikit jauh di depan.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka

sampai.

"Wih buset gede amat rumah nya". Ucap baron

"Kayak istana". Ucap Oliv

"Kaya banget org tua Nathanael". Ucap Irma

Dan banyak lagi ucapan yg mereka lontarkan.

"Ayo non, den bapak antarkan ke dalam". Ucap pak satpam yang menjaga rumah Nathanael.

"Owh iya pak". Jawab alletha sopan, dan yg lainnya hanya mengangguk

"Ting tong". Pak satpam memencet bel rumah Nathanael.

Setelah beberapa detik

akhirnya pintu di buka oleh asisten rumah tangga.

"Loh loh ada tamu ya pak dudung". Tanya mbok Ning kepada pak satpam tadi.

"Iya mbok, ini ada teman teman nya den Nathanael". Jawab pak dudung

"Ayo nak ayo masuk, den Nathanael lagi istirahat di kamar nya". Ucap mbok Ning ramah

"Iya makasi mbok". Ucap mereka kompak

"Makasi ya pak". Ucap alletha kepada pak dudung yang sudah mengantarkan mereka.

"Iya sama sama non". Jawab pak dudung

"Kalau begitu bapak permisi dulu". Ucap pak dudung dan berlalu pergi setelah di angguki oleh alletha dan kawan kawan nya.

Mereka di persilahkan masuk oleh mbok Ning, dan di suruh duduk di ruang tamu.

"Mbok permisi mau ke belakang dulu, kalian mau minum apa". Tanya mbok Ning

"Eh jus jeruk saja". Ucap Fitri dan Oliv serempak.

alletha dan yang lainnya menatap tajam ke arah Fitri dan Oliv.

Jika biasanya alletha yang bar bar namun kali ini tidak, ntah kenapa ia secepat ini berubah

menjadi kalem.

Fitri dan Oliv yang di tatap begitu tajam pun menjadi salah tingkah

"Eeeh GK jadi deh mbok". Ucap Oliv

"Iya mbok gak jadi". Balas Fitri dan ia menatap tidak suka kepada alletha.

"Loh kenapa tidak jadi non, tidak apa apa mbok buatkan dulu". Jawab mbok Ning ramah

"Tidak usah repot-repot mbok, kita ke sini ingin menjenguk Nathanael, tapi sepertinya ortu Nathanael tidak ada ya mbok". Ucap alletha heran, ya sedari tadi mereka masuk, ia tidak melihat org tua

Nathanael.

"Haduhh, mbok lupa, sebentar mbok panggil kan dulu, nyonya sama tuan mereka lagi istirahat di kamar nya". Ucap mbok ning, dan ia berlari kecil menaiki tangga, sebenar nya di rumah Nathanael ada lift, namun majikan nya saja jarang menggunakan nya kecuali jika sedang terburu buru.

alletha hanya mengangguk sambil tersenyum ramah.

 

"Tok tok tok". Mbok Ning mengetuk pintu majikan nya pelan.

"Siapa". Sahut mama nya Nathanael dari dalam kamar.

"Saya nya, mbok Ning". Ucap mbok Ning pelan

"Owh, tunggu sebentar mbok".

Jawab Bu Clara dari dalam

Setelah beberapa detik

akhirnya pintu di buka.

"Ada apa mbok"? Tanya Bu

Clara

"Itu nya, ada kawan kawan den

Nathanael di bawah, katanya si mau

jenguk aden". Jawab mbok ning.

"Loh? Kenapa mbok baru kasi

tau"? Tanya Bu Clara

"Hehe mbok lupa nya". Jawab

mbok Ning pelan

Bu Clara menggeleng kan

kepalanya pelan, karna ini sudah

kebiasaan mbok Ning org nya

sedikit pelupa.

"Apa Nathanael sudah bangun"?.

Tanya Bu Clara

"Tidak tahu nya, soalnya mbok

belum ke kamar den Nathanael". Ucap

mbok Ning

"Owh ya sudah, suruh mereka

tunggu dulu ya, dan siapkan

cemilan dan minuman untuk

mereka ya mbok". Ucap Bu Clara

lembut.

"Okey siap nya". Jawab mbok

Ning dan melangkah pergi

Bu Clara kembali masuk ke

dalam kamar nya untuk

membangun kan suaminya,

sepulang dari puskesmas pak

cakkira langsung beristirahat, dan

tidak kembali lagi ke kantor.

"Pah bangun, di bawah ada

kawan kawan nya Nathanael". Panggil

Bu Clara lembut

"Eeumm, papah capek banget

mah, mamah duluan saja". Ucap pak

cakkira.

"Hadeehhh papah, ya udah

mama turun dulu, nanti papa

nyusul, tapi mandi dulu, kalau GK

cuci muka". Ucap Bu clara yang

hanya di angguki kepala oleh

suaminya.

Bu Clara pun akhirnya keluar

dari kamar dan menuruni tangga.

Tak tak tak

Bunyi sendal yang di pakai Bu

calara.

"Perasaan itu ada lift deh, kok

mereka pada naik turun tangga".

Ucap Irma agak sedikit keras

"Huuss, jangan gitu ah, suka

suka mereka mau giamana". Jawab

Alletha pelan.

"Masyaallah, terima kasi ya nak

kalian sudah datang jauh jauh ke

sini untuk menjenguk anak tante".

Ucap Bu Clara

"Iya Tan sama sama, kami

sebagai teman kelas ingin melihat

Nathanael, dan mendoakan semoga

Nathanael baik baik saja". Ucap Alletha

dan di angguki oleh yang lainnya.

"Aamiin, sekarang keadaan

Nathanael sudah sedikit membaik".

Ucap Bu Clara lembut, ia tau yang

berbicara kepada nya saat ini adalah

Alletha anak sahabat suaminya

sekaligus anak teman nya.

Bu Clara menatap penuh

kagum terhadap Alletha yang begitu

cantik saat ini.

"Ehem". Deheman seseorang di

antara mereka yang terlihat tidak

suka

"Ayo kita ke atas, kamar Nathanael

ada di atas". Ucap Bu Clara sambil

nggandeng Alletha.

Alletha sedikit terkejut, namun

ia tak bisa berbohong bahwa saat ini

ia benar benar bahagia bisa di

gandeng oleh calon mertua upss.

Pikir Alletha

Jangkan Alletha, kawan kawan

Alletha yang lainnya pun terkejut

melihat Alletha yg di gandeng oleh

mama nya Nathanael.

"Waduhhh seperti nya mama

nya Nathanael menyukai Alletha tuk jadi

menantunya". Bisik Irma

"Iya tuh kayak nya si begitu".

Balas Siti

Tanpa mereka sadari sedari

tadi ada yang mengepalkan tangan

nya, melihat kedekatan Alletha dan

mama nya Nathanael.

"Masyaallah, kamu cantik

sekali". Puji Bu Clara terhadap

Alletha

"Aamiin makasi tan, Tante bisa

aja". Ucap Alletha malu

"Kok aamiin si nak, kamu

memang cantik". Jawab Bu Clara

"Kalau begitu jelas dong tan,

mamah ku cantik, papah ku

ganteng, jadi anak nya cantik juga

dong ". Ucap Alletha dengan PD nya.

Bu Clara tersenyum melihat

tingkah lucu Alletha

Sedangkan teman teman nya

yang mendengarkan penuturan

Alletha pun hanya diam saja, karna

sudah terbiasa.

"Hais ku kira sudah ilang sifat

bar bar nya, ternyata Masi ada".

Gumam rinaldi.

Disha yang berjalan di samping

Rinaldi pun mendengar gumaman

Rinaldi

"Jangan kan kamu, aku pun

ngira nya seperti itu". Bisik disha

Rinaldi yang di bisik secara tiba

tiba oleh disha pun kaget

"Bisa gak jangan ngagetin".

Ucap Rinaldi malas

"Hemmm". Jawab disha

 

Nathanael yang sedari tadi main

ponsel di dalam kamar nya pun

merasa terganggu, dengan suara

suara org yang sedang bicara di

lantai bawah di ruang tamu.

"Ada siapa si di bawah, berisik

banget". Grutu Nathanael dan ia

berjalan pelan membuka pintu nya

dan mengintip ke lantai bawah.

Betapa terkejutnya dia ketika

melihat teman kelas nya sudah

berkumpul di ruang tamu.

"Lah lah, kok bisa ada mereka

di sini, haduhhh pasti mau jengukin

aku, mana aku belum mandi lagi,

ni badan gatal banget ". Teriak

Nathanael pelan dan hanya dia yg bisa

mendengar kan teriakan nya.

Tanpa Nathanael sadari di antara

salah satu teman kelas nya ada yang

melihat diri nya sambil tersenyum

kecil, yaitu Alletha

Nathanael pun berlari pelan dan

masuk ke dalam kamar nya untuk

merapikan penampilan nya.

 

Tok tok tok

"Nathanael kamu lagi ngapain di

dalam". Tanya Bu Clara dari luar

"Lagi istirahat aja mah". Teriak

Nathanael dari dalam

"Boleh mamah masuk, ini ada

teman teman kelas mu ingin

menjenguk". Ucap Bu Clara

"Iya masuk saja". Teriak Nathanael

lagi.

Ceklek

Pintu di buka oleh Bu Clara dan

Bu Clara mengajak Alletha dan yang

lainnya untuk masuk.

Bu Clara menatap heran ke

arah Nathanael, karna seperti baru

selesai mandi dan saat ini ia sangat

rapih.

"Humm, ada yg tidak beres nih". Gumam Bu Clara pelan dan itu

pun di dengar kan oleh alena.

"Hay Dar, apa sudah agak

mendingan kondisi mu". Tanya

Alena

Darren menatap Alena sekilas

dan langsung menatap ke arah lain.

"Sudah". Jawab nya cuek

"Alhamdulillah". Ucap alena

dan yang lainnya.

Mereka di persilahkan untuk

duduk di sofa yang ada di kamar

Darren.

"Dar ini dari pak Subarjo dan

beberapa guru lainnya, dn ini dari

kami". Ucap Rinaldi sembari

memberikan bingkisan makanan

dan buah buahan kepada darren.

"Tarok di meja aja". Ucap

Darren

"His sama teman jangan cuek

cuek ". Ucap Bu Clara menegur

Darren

"Hemm". Jawab Darren

"Tidak apa apa tan, sudah

terbiasa di sekolah". Ucap Rinaldi

sambil meletakkan bingkisan

makanan dan buah buahan di atas

meja.

Bu Clara yang mendengarkan

itu pun kaget

"Apa Darren sangat cuek di

sekolah". Tanya Bu Clara kepada

alena

Darren menatap ke arah Alena

dingin.

"Hum iya Tan sedikit". Ucap

alena sambil menatap ke arah

Darren

"Bukan sedikit si Tan tapi

emang sangat sangat cuek". Jawab

Irma

Bu Clara yang mendengarkan

itu pun menatap ke arah Darren

dan menghela nafas

Alena meletakkan sesuatu yang

ia bawa di antara makanan dan

buah buahan itu.

Mereka asik mengobrol

sedangkan Darren hanya diam saja

dan pokus ke ponsel nya, mereka

ingin ngobrol dengan Darren pun

percuma karna akan di balas

dengan cuek oleh Darren.

Hari sudah mulai gelap , ketiak

mereka ingin pulang, tiba tiba

hujan lebat".

"Haduhh gimana ini". Ucap Oliv

"Yah hujan, pasti nanti kena

marah". Ucap suci

"Yah coba aja tadi bawa mobil".

Ucap Fitri

Dan banyak lagi ucapan ucapan

yg mereka lontarkan.

"Sudah tidak apa apa, bisa kok

nginap di rumah Tante kalau kalian

mau". Ucap Bu Clara, malahan dia

senang nanti rumah jadi rame

"Wah org tua saya gak boleh

nginap tan". Ucap Oliv

"Iya Tan ortu saya pun sama".

Ucap yang lainnya serempak,

kecuali Alena yg hanya diam saja

"Ya sudah kalau begitu nanti

kalian di antar sama sopir Tante".

Ucap Bu Clara lagi.

"Mah, sudah pulang ya anak

anak tadi". Teriak pak cakkra di

lantai bawah.

Bu Clara pun keluar dan

melihat suami nya dari lantai atas.

"Masih ada kok pah, ini mereka

ada di kamar Darren". Teriak Bu

Clara dari atas

Pak cakkra pun langsung

menaiki lift biar lebih cepat

"Tan apa Tante lebih suka naik

turun tangga dari pada naik lift".

Tanya suci

"Ya Tante lebih suka naik turun

tangga biar banyak gerak dan badan

jadi sehat". Ucap Bu Clara

"Wah benar itu tan, ortu aku

pun juga selalu bilang seperti itu,

jadi nya di rumah aku lebih suka

naik turun tangga di banding kan

naik lift". Ucap alena

"Berarti pemikiran keluarga kita

sama". Ucap Bu Clara dan di

angguki sambil senyum oleh Alena.

"Ayo bagi yang mau sholat,

sholat dulu habis itu kita sarapan

bersama nanti". Ucap Bu Clara

Dan mereka semua pergi ke

ruangan khusus untuk sholat para

tamu pria dan wanita.

Setelah selesai dengan

kewajiban mereka sebagai umat

muslim, mereka pun duduk di

ruang makan keluarga yg sangat

luas dan besar.

"Wih makanan nya pasti enak

enak banget". Ucap Oliv

Alena yang duduk di samping

nya pun langsung menyenggol

lengan Oliv menyuruh nya untuk

diam saja.

Mereka pun sarapan bersama

termasuk Darren.

"Ayo ayo Makan yang banyak,

om malah senang kalau makanan

nya di habiskan supaya tidak

mubazir". Ucap pak cakkra

"Hehe makanan nya enak enak

om, boleh di bawa pulang gak om".

Ucap Oliv

"Iya om enak banget makanan

nya serasa pengen bawa pulang".

Ucap Irma

"Ya tidak apa apa malahan om

senang". Ucap pak cakkra lagi

"Ayo tambah lagi biar kenyang".

Ucap Bu clara, dia sangat senang

suasana rumah nya jadi rame

seperti ini.

Mereka hanya mengangguk

kan kepala saja sambil tersenyum

bahagia.

Alena menatap ke arah Darren

yang hanya diam saja dan pokus

dengan sarapan nya.

"Hm seperti nya susah

ngedeketin dia, tapi tidak apa apa,

demi cinta pertama". Ucap alena

dalam hati sambil tersenyum ke

arah Darren

Darren merasa ada yang sedang

menatap nya, dan setelah ia cari

ternyata itu Alena.

Ia menatap jengah kepada

alena dan ia menatap Alena dengan

tajam.

Alena yang mendapatkan

tatapan tajam dari Darren bukan

nya takut malah kembali menatap

Darren dalam.

"Dia ngeri juga, tapi lucu". Ucap

alena dalam hati dan ia

mengedipkan sebelah matanya

kepada Darren, tanpa Alena sadari

Bu Clara dan pak cakkra

memperhatikan nya sedari tadi

sambil tersenyum.

Setelah selesai sarapan mereka

kembali berkumpul di ruang tamu

sambil menunggu hujan reda, dan

tak lupa mengabari ortu masing

masing.

"Tan apa di sini ada kolom

renang". Tanya Fitri

Mereka semua menatap ke arah

Fitri termasuk Darren, sebenar nya

di tubuh Darren masi gatal gatal

namun ia tahan saja.

"Oh kolam renang ada di

belakang, apa kalian ingin

berkeliling di sana". Ucap Bu Clara

"Wah mau tan". Ucap Fitri dan

Oliv entah kenapa malam ini mereka selalu kompak dalam

menjawab.

"Mbok Ning". Panggil Bu Clara

"Iya nya". Teriak mbok Ning

dari dalam dapur

"Iya nya ada yang bisa mbok

bantu". Tanya mbok Ning

"Tolong antarkan anak anak ke

belakang ke kolam renang". Ucap

Bu Clara

"Owh, siap nya, ayo ikut mbok".

Ucap mbok Ning

Mereka pun mengikuti mbok

Ning dari belakang.

"Wih kolam renang nya luas

banget". Teriak Irma heboh

"Wah jadi pengen mandi". Ucap

disha

"Gila luas banget kolam renang

nya, mana ada kostum mermaid

nya lagi". Teriak Oliv

"Gais ayok foto foto dulu kita".

Ucap Siti

"Nal tolong fotoin". Ucap disha

Rinaldi menghela nafas nya.

"Ayok foto foto dulu di sini".

Teriak Oliv

Cewek cewek itu pada heboh

sedang kan yang cowok nya hanya

biasa saja.

Saat mereka ingin berfoto

foto.....

"Auhhhh". Dusss suara org jatoh

ke kolam renang.

"Loh fit". Teriak mereka panik

"T-tolong". Teriak Fitri minta

tolong

Rinaldi dan yang lainnya

langsung terjun ke kolam renang,

ternyata kolam renang tersebut

sangat dalam dan mereka melihat

Fitri semakin tenggelam ke dalam

kolam.

Pak cakkra dan Bu Clara yang

mendengarkan ribut ribut dari

kolam renang langsung berlari

menghampiri mereka.

"Ada apa nak, kok pada teriak

teriak". Ucap Bu Clara panik

"Itu Tan, Fitri jatoh ke kolam

renang". Jawab Alena dengan

panik.

"Apaaa'?? Teriak Bu Clara dan

pak cakkra panik

Darren yang tadi nya Tidak

ingin ikut dan bersantai santai di

ruang tamu berlari menghampiri

mamah dan papa nya yang tadi

berteriak kencang.

"Ada apah mah". Tanya Darren

"Ren itu teman kelas mu Fitri

jatoh ke kolam renang yang dalam

itu". Ucap Bu Clara panik ya saat ini

ia benar benar panik.

Darren yang mendengarkan itu

pun langsung terjun ke kolam

renang dan mencari fitri.

Kolam renang yang ada di

rumah pak cakkra itu ada 3 petak,

yang 1 khusus untuk anak anak

kecil, yang 1 khusus untuk anak

anak remaja, dan yg 1 nya lagi

khusus untuk org dewasa.

Mereka yg ada di sana sangat

sangat panik dan heboh, apa lagi

Irma dan Siti tak hentinya berteriak

memanggil fitri.

Pada akhirnya Rinaldi Darren

dan yang lainnya naik ke

permukaan, Rinaldi dan Darren

membawa Fitri ke atas dan

langsung memberikan pertolongan

pertama Cpr.

Fitri terbatuk batuk dan

mengeluarkan air dalam mulut nya.

"Ayo kita bawa ke rumah sakit".

Ucap pak cakkra tegas.

Darren langsung menggendong

Fitri dan berlari ke arah garasi

mobil dengan cepat membuka nya.

"Jalan pak". Ucap Bu Clara

panik

Alena yang melihat Darren

menggendong Fitri aga sedikit

cemburu namun dalam kondisi

seperti ini ia Tidak ingin egois, apa

lagi Darren bukan siapa siapa nya.

 

Sesampainya di rumah sakit

"Dok tolong periksa kondisi

teman anak saya". Ucap pak cakkra

tegas dan juga panik takut terjadi

sesuatu.

Alena juga ikut ke rumah sakit.

Sedangkan yg lainnya pulang

karna hujan sudah berhenti dan

mereka sudah di telefon oleh org tua

mereka.

Dan salah satu dari mereka

sudah menghubungi org tua Fitri,

dan sekarang org tua Fitri sedang

dalam perjalanan.

"Iya pak, bapak jangan terlalu

panik, doakan saja semoga Tidka

terjadi apa apa kepada pasien" ucap

dokter tersebut dan langsung

masuk ke ruangan.

Saat di perjalanan Fitri sudah

sedikit sadar namun kembali

pingsan.

Ketika org tua Fitri sudah

sampai di rumah sakit mereka

langsung berlari mencari Rungan

tempat Fitri di rawat.

"Pak bagaimana kondisi anak

saya". Ucap mama nya Fitri yang tak

hentinya menangis

Sedangkan papa Fitri menatap

pak cakkra penuh arti

"Tenang Bu, anak ibu sedang di

tangani oleh dokter". Ucap pak

cakkra.

Bu calara langsung memeluk

mana nya Fitri lembut

"Kita doakan saja semoga anak

ibu baik baik saja". Ucap Bu Clara

Ortu Fitri berusaha untuk

tenang dan sabar menunggu dokter

sampai dokter itu keluar.

Tak lama kemudian terdengar

suara pintu ruangan itu terbuka.

"Dok bagaimana kondisi anak

saya dok". Ucap papa nya Fitri

"Alhamdulillah anak ibuk saat

ini sudah sedikit membaik, tadi

anak ibuk hampir saja kehilangan

nafas nya, untung saja bapak ini

segera membawa nya ke rumah

sakit". Jelas dokter itu

"Alhamdulillah". Ucap mereka

serempak".

"Apa boleh saya melihat

keadaan anak saya dok". Ucap

mama nya Fitri ya meskipun dokter

sudah memberitahu bahwa anak

nya baik baik saja, yang nama nya

seorang ibu tetap lah panik dan

khawatir.

"Maaf buk untuk saat ini tidak

bisa, anak ibuk Masi belum

sadarkan diri, tunggu anak ibu

sudah siuman dan sudah lebih

membaik lagi". Ucap dokter itu

menjelaskan

"Baiklah, terimakasih dok".

Ucap papa nya fitri

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!