"Dulu aku hanyalah pemuda biasa tanpa bakat, tanpa kekuatan, dan tanpa tujuan. Dunia terasa abu-abu sampai akhirnya aku bertemu dengannya—cahaya yang menerangi hidupku dan mengajarkanku arti cinta."
Namaku Li Yao. Aku tidak memiliki bakat kultivasi, namun cintaku padanya membuatku rela membelah langit dan bumi demi menjadi kuat. Bersamanya, aku merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan, hingga sebuah malam kelam mengubah segalanya.
Mata keparat merenggut nyawanya di hadapanku. Aku tak berdaya. Aku hanya bisa menangis melihat darahnya menetes. Saat napas terakhirnya berhembus, sebuah sumpah setan terucap:
"Aku akan membasmi mereka semua. Walau harus menjadi iblis, walau harus menyeberangi lautan darah, dendam ini akan kubayar lunas!"
Kini, dunia tidak lagi memiliki Li Yao yang lembut. Yang tersisa hanyalah Pendekar Berhati Es, seorang pembunuh dingin yang pedangnya selalu basah oleh darah musuh. Setiap tebasan adalah doa dendam, setiap nyawa yang melayang adalah persembahan unt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29 Menembus Batas: Puncak Qi Naga
"Serang!! Bunuh iblis itu sekarang juga!!" teriak Tetua Klan Naga Hitam dengan penuh amarah.
Ratusan ahli bela diri dan prajurit elit menyerbu ke arah Li Yao secara serentak. Aura mereka bergabung menjadi satu, membentuk badai energi yang dahsyat. Langit-langit aula bergetar hebat, lampu-lampu hancur berantakan, dan debu beterbangan ke mana-mana.
Ini adalah pertarungan hidup dan mati yang sesungguhnya.
"HAHAHAHA!! DATANGLAH SEMUA!!" Li Yao tertawa keras tanpa rasa takut. Ia tidak mundur, justru ia berlari maju menuju tengah kerumunan musuh, menantang maut dengan segala keberanian iblisnya.
BOOM!!!
Ledakan demi ledakan terjadi di mana-mana. Li Yao bergerak seperti angin puyuh pembunuh. Di tangan kanannya, pedang panjang menari mematikan, memotong segala sesuatu yang mendekat. Di tangan kirinya, energi hitam pekat meledak-ledak, menghancurkan tembok dan musuh dengan kekuatan kasar yang luar biasa.
Namun, musuh terlalu banyak. Dan di antara mereka, ada beberapa ahli tingkat tinggi yang kekuatannya tidak bisa dianggap remeh.
Byur!
Sebuah pedang panjang berhasil mencederai bahu kanan Li Yao. Darah segar memuncrat keluar.
Sret!
Sebuah senjata tajam lain menggores perutnya.
"Arghhh!" Li Yao meringis kesakitan, tapi rasa sakit itu justru memicu kemarahan dan kekuatannya semakin menjadi-jadi.
Ia terlempar mundur beberapa langkah, berdiri di tengah tumpukan mayat. Tubuhnya penuh darah, napasnya memburu berat, dan energinya mulai menipis.
"Lihat! Dia terluka! Dia mulai lelah!" teriak salah satu musuh dengan penuh semangat. "Serang lebih keras! Dia akan mati sebentar lagi!"
"Mati kau, monster! Akhirnya kau terjepit juga!"
Li Yao menunduk, menatap tanah yang basah oleh darahnya sendiri dan darah musuh. Kakinya gemetar, bukan karena takut, tapi karena beban energi di dalam tubuhnya yang sudah mencapai titik didih maksimal.
Teknik Pembakar Jiwa bekerja sekuat tenaga. Energi hitam itu mendidih, berputar kencang di dalam dantian-nya, mencoba mencari jalan keluar namun terkungkung oleh batas tubuh manusia yang terbatas.
'Tidak... belum cukup... Masih kurang...' batinnya menjerit frustrasi. 'Aku harus lebih kuat! Aku harus meledak! Aku harus melewati batas ini!'
"Qingyu... bantu aku... Berikan aku kekuatan!!"
Li Yao menengadah ke atas dan berteriak sekuat tenaga. Ia membuang rasa takut, membuang rasa sakit, dan membuang seluruh akal sehatnya. Ia membiarkan energi iblis itu menguasai seluruh sel tubuhnya tanpa filter sedikit pun.
"LEDAKLAH!!!"
BUUUUUUUUMMMMMM!!!!
Seketika, gelombang kejut yang dahsyat meledak keluar dari tubuh Li Yao! Kekuatannya tidak lagi berwarna hitam pekat, tapi berubah menjadi Emas Tua yang bercampur dengan warna Ungu Gelap!
Suara gemuruh seperti ribuan guntur menyambar bersamaan terdengar dari dalam tubuhnya.
Dan di punggungnya, bayangan samar sebuah makhluk raksasa mulai terbentuk. Bukan naga biasa, melainkan Naga Iblis yang memiliki sisik tajam dan mata yang memancarkan kematian!
"A-apa ini?!"
"Energinya... energinya gila!"
"Level apa ini?!"
Para musuh yang tadi menyerang langsung terlempar mundur oleh tekanan itu, bahkan beberapa yang lemah langsung muntah darah dan pingsan hanya karena berdiri terlalu dekat.
Tetua Klan yang tadi sombong kini wajahnya pucat pasi, kakinya gemetar hebat hingga ia jatuh terduduk di kursinya.
"Qi... Qi Naga... Puncak Qi Naga... Mustahil! Bagaimana bisa seorang pemuda mencapai level legendaris itu di usia segini muda?!"
Li Yao membuka matanya. Mata itu kini bukan lagi mata merah, melainkan mata yang bersinar dengan cahaya emas yang agung namun mengerikan.
Ia merasakannya. Seluruh rasa sakit di tubuhnya lenyap seketika, digantikan oleh kekuatan yang melimpah ruah, seolah ia bisa menghancurkan gunung hanya dengan satu jari.
"Ini... ini rasanya..." Li Yao mengepalkan tangannya, udara di sekitarnya berputar membentuk pusaran angin kencang. "Aku menembus batas... Aku benar-benar menembus batas kematian!"
Ia menatap para musuhnya yang kini gemetar ketakutan.
"Kalian bilang aku monster? Lihat ini! Ini adalah kekuatan para Dewa! Atau mungkin... ini adalah kekuatan Iblis yang lebih tinggi dari para Dewa!"
Li Yao mengangkat pedangnya sekali lagi. Namun kali ini, bilah pedang itu tidak lagi terlihat seperti besi, melainkan seperti terbuat dari cahaya murni yang bisa memotong ruang dan waktu.
"Puncak Qi Naga... Terima kasih, Qingyu. Kekuatan ini... akan aku gunakan untuk menyapu bersih kalian semua dari muka bumi!"