NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[cp akan terlambat]
negara : Indonesia

sinopsis:
Mati setelah seumur hidup bekerja sendirian itu melelahkan. Ketika Olyvia Arabella membuka mata, ia kembali ke usia 20 tahun—tepat saat calon ibu mertua menyodorkan amplop "uang perpisahan" yang ternyata hanya berisi seratus ribu. Dunia sudah gila: nilai uang menurun 10.000 kali lipat, dan hanya Olyvia yang sadar karena rekening bank masa depannya ikut terbawa. Sekarang ia menjadi satu-satunya konglomerat di dunia yang mendadak miskin. Tapi kekayaan tak membuat hidupnya lebih mudah, terutama saat para pria dari masa lalunya kembali—kali ini dalam keadaan jauh lebih melarat. Balas dendam tak cukup dengan uang. Tapi setidaknya, Olyvia bisa membeli waktu untuk memilih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngajak Mereka Jalan-Jalan

 (maaf bagi pembaca yang merasa tulisan saya ada yang campur aduk, kadang saya buat pas ngantuk atau gak konsen antara tangan dan pikiran. Dan juga untuk beli apartemennya saya skip bab 29, soalnya 2 bab sudah saya buat, kalau buat lagi gak nyampe otak saya, maaf atas kelalaian saya)

(⁠。⁠ŏ⁠﹏⁠ŏ⁠)

Pagi itu Olyvia terbangun bukan karena alarm, melainkan karena suara tawa renyah dari lantai bawah. Ia menggeliat di atas kasur king size-nya, menatap langit-langit kamar yang tinggi, dan butuh beberapa detik untuk mengingat bahwa rumahnya sekarang tidak lagi sepi.

Oh iya. Temen-temen gue udah datang.

Ia turun dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi. Setelah mandi cepat dan memakai pelembap wajah, ia memilih pakaian sederhana: kaus putih polos, celana jeans biru muda, dan sepatu kets putih. Rambutnya diikat ekor kuda tinggi. Ia menatap cermin dan sedikit mengerutkan kening melihat kantung matanya yang masih sedikit menghitam.

Gak bisa ilang semalem. Ya udah lah.

Ia keluar kamar dan menuruni tangga. Di ruang makan, keenam temannya sudah duduk mengelilingi meja besar. Bu Sri dan Bu Ratih sibuk menyajikan sarapan: nasi goreng, bubur ayam, aneka lauk, dan teko besar berisi teh manis hangat.

Liu Meixiang langsung melambai begitu melihat Olyvia. "Oly! Sini! Sarapan enak banget! Bik Sri masak nasi gorengnya mantap!"

Olyvia tersenyum dan duduk di kursi kosong. Ia melihat sekeliling. Zhang Wei dan Wang Junjie sedang lahap menyantap nasi goreng. Sun Xiaowen dan Wu Yating mencicipi bubur ayam dengan hati-hati. Zhao Lihua menyeruput teh manis dengan wajah puas.

Dan Xiao Han duduk di ujung meja, menatap piringnya dengan tenang, sesekali menyuap nasi goreng ke mulutnya. Pagi itu ia mengenakan kemeja abu-abu muda dan celana hitam. Rambutnya sedikit basah, pertanda ia baru saja mandi.

Dia selalu rapi. Bahkan pas sarapan.

Olyvia mengalihkan pandangan dan mulai menyantap bubur ayamnya. Liu Meixiang yang duduk di sebelahnya langsung menyikut pelan.

"Oly, lo ngantuk banget ya? Kantung mata lo masih item."

Olyvia menghela napas. "Iya, nih. Semalem gak bisa tidur cepet. Kebanyakan mikir."

Zhang Wei menyeringai dari seberang meja. "Mikirin apa? Jangan-jangan mikirin kita semua yang tiba-tiba nyerbu rumah lo?"

Olyvia tertawa kecil. "Iya, salah satunya. Yang lain... proyek AI-ku masih setengah jalan."

Zhao Lihua menggeleng. "Lo harus rileks, Oly. Kita datang ke sini buat liburan, sekalian bikin lo rileks. Jadi hari ini lo jangan mikirin proyek. Kita jalan-jalan!"

Sun Xiaowen langsung bersemangat. "Iya! Aku udah cari-cari di internet. Surabaya punya banyak tempat wisata! Ada House of Sampoerna, ada Monumen Kapal Selam, ada Jembatan Merah!"

Wu Yating menambahkan dengan suara lembut, "Aku mau coba makanan khasnya. Katanya ada rawon sama rujak cingur."

Wang Junjie mengangguk. "Gue penasaran sama rujak cingur. Katanya pakai mulut sapi?"

Liu Meixiang langsung menjerit. "MULUT SAPI?! IH, NGERI!"

Semua tertawa. Olyvia ikut tertawa dan mengangguk. "Oke, oke. Hari ini kita jalan-jalan. Aku jadi tour guide. Tapi kalian harus janji, gak boleh protes kalo kecapekan."

Zhang Wei mengacungkan jempol. "Siap, Bos!"

Perjalanan Dimulai

Setelah sarapan, mereka semua bersiap. Olyvia sudah memesan satu mobil MPV premium melalui aplikasi untuk mengangkut semua orang. BMW-nya hanya muat lima orang, jadi ia memutuskan untuk menggunakan dua kendaraan: BMW-nya untuk para gadis, dan MPV sewaan untuk para pria.

Mereka berangkat pukul sembilan pagi. Tujuan pertama: House of Sampoerna, museum rokok legendaris yang juga menjadi ikon Surabaya.

Di dalam BMW, Liu Meixiang duduk di kursi penumpang depan, sementara Zhao Lihua, Sun Xiaowen, dan Wu Yating di belakang. Mereka terus berceloteh sambil menunjuk-nunjuk pemandangan kota.

"Oly, bangunan di sini mirip sama di kota-kota China. Tapi lebih... tropis," komentar Zhao Lihua.

Olyvia tersenyum. "Iya, Surabaya memang kota lama. Banyak bangunan kolonial."

Mereka tiba di House of Sampoerna. Bangunan tua bergaya kolonial dengan halaman luas itu langsung membuat keenam temannya berdecak kagum. Zhang Wei dan Wang Junjie langsung sibuk memotret. Xiao Han berjalan pelan di belakang, matanya mengamati setiap detail bangunan.

Mereka masuk ke dalam museum dan melihat proses pelintingan rokok secara tradisional oleh para buruh wanita. Liu Meixiang terpaku melihat kecepatan tangan para buruh itu.

"Gila. Cepet banget. Kayak robot."

Olyvia menjelaskan sedikit sejarah tempat itu dalam bahasa Mandarin. Ia ingat pernah membaca tentang House of Sampoerna saat masih kuliah di kehidupan pertama. Dulu ia hanya bisa membaca dari internet. Sekarang ia bisa membawa teman-temannya ke sini.

Setelah puas berkeliling, mereka mampir ke kafe di dalam kompleks. Olyvia memesan es kopi susu untuk semua. Harga per gelas: Rp1,5. Total untuk delapan orang: Rp12.

Dulu gue gak akan berani beliin kopi buat delapan orang. Sekarang? Recehan.

Mereka duduk santai sambil menikmati kopi. Xiao Han duduk di sebelah Olyvia, tapi tidak terlalu dekat. Ia menyeruput kopinya dengan tenang, sesekali menatap Olyvia dari sudut mata.

Sun Xiaowen yang duduk di seberang tiba-tiba berseru, "Oly, aku perhatiin, barang-barang di sini murah banget ya? Kopi seenak ini cuma seribu lima ratus rupiah? Di Shanghai, kopi kayak gini bisa tiga yuan (aslinya 30 yuan)!"

Olyvia tersenyum. Murah buat kalian. Murah juga buat gue. Tapi dulu, seribu lima ratus itu berharga. "Iya, di sini murah. Tapi gaji juga kecil kok."

Zhao Lihua mengangguk paham. "Iya, aku baca. Standar hidup di sini memang berbeda."

Tujuan Kedua: Monumen Kapal Selam

Dari House of Sampoerna, mereka melanjutkan perjalanan ke Monumen Kapal Selam, sebuah kapal selam sungguhan yang dijadikan museum. Begitu melihat kapal selam raksasa yang terparkir di daratan, Zhang Wei langsung berseru kagum.

"Wah! Kapal selam beneran! Gue belum pernah masuk kapal selam!"

Mereka semua masuk ke dalam kapal selam. Lorongnya sempit, penuh dengan pipa dan peralatan. Liu Meixiang yang bertubuh mungil bisa berjalan dengan mudah, tapi Zhang Wei yang tinggi harus menunduk terus.

"Gue berasa kayak di film perang," gumam Wang Junjie.

Xiao Han berjalan di belakang Olyvia. Saat Olyvia hendak menaiki tangga sempit, kakinya sedikit tersangkut. Xiao Han refleks meraih lengannya, menahannya agar tidak jatuh.

"Hati-hati."

Olyvia menoleh dan melihat Xiao Han menatapnya dengan mata teduh. Tangannya masih memegang lengan Olyvia.

"Ma-makasih."

Xiao Han melepaskan pegangannya dan mengangguk. "Sama-sama."

Olyvia buru-buru melanjutkan langkahnya. Jantung gue kenapa lagi sih? Ini cuma pegangan biasa. Temen-temen yang lain juga suka pegangan. Kenapa sama dia rasanya beda?

Ia menggelengkan kepala dan fokus pada tur kapal selam.

Makan Siang: Rawon dan Rujak Cingur

Setelah puas berkeliling kapal selam, perut mereka mulai keroncongan. Olyvia membawa mereka ke sebuah rumah makan legendaris yang terkenal dengan rawonnya.

Mereka memesan delapan porsi rawon, dua porsi rujak cingur untuk dicoba bersama, dan es teh manis. Total harga: Rp42 untuk semuanya.

Empat puluh dua rupiah. Di dunia normal, mungkin empat ratus dua puluh ribu. Di dunia gue sekarang? Berasa kayak beli permen.

Makanan datang. Rawon, sup daging berwarna hitam pekat dengan kuah kluwek, mengepulkan aroma rempah yang kuat. Rujak cingur, campuran sayur, buah, tahu, tempe, dan irisan mulut sapi dengan bumbu petis.

Liu Meixiang menatap rujak cingur dengan wajah ngeri. "Itu beneran mulut sapi?"

Olyvia tertawa. "Iya. Cobain dikit. Enak kok."

Zhang Wei memberanikan diri menyuap sepotong cingur. Ia mengunyah perlahan, lalu matanya membelalak. "Eh, enak! Kenyal-kenyal gitu!"

Wang Junjie ikut mencoba dan mengangguk setuju. Akhirnya semua ikut mencicipi, kecuali Liu Meixiang yang masih menggeleng keras. "Aku cukup rawon aja. Ini enak banget. Kayak sup daging di China, tapi lebih kaya rempah."

Olyvia tersenyum puas melihat teman-temannya menikmati makanan Surabaya. Misi mengenalkan kuliner Indonesia: sukses.

Xiao Han duduk di seberang Olyvia. Ia makan rawon dengan tenang, sesekali menyeruput kuahnya. Olyvia meliriknya dan melihat pria itu mengambil sepotong cingur dari piring rujak.

Dia berani juga.

Xiao Han mengunyah dan mengangguk pelan. Ia menatap Olyvia. "Enak."

Hanya satu kata. Tapi entah kenapa Olyvia merasa bangga.

Tujuan Ketiga: Tunjungan Plaza

Setelah makan siang, Olyvia membawa mereka ke Tunjungan Plaza, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya. Begitu masuk, Liu Meixiang dan Sun Xiaowen langsung histeris melihat deretan butik-butik branded.

"OLY! DI SINI ADA ZARA! ADA H&M! ADA UNIQLO!" teriak Liu Meixiang.

Sun Xiaowen langsung menarik tangan Wu Yating. "Kita harus belanja! Harga di sini pasti lebih murah daripada di China!"

Mereka berempat langsung menyerbu butik-butik. Zhang Wei dan Wang Junjie mengikuti dengan santai, sibuk melihat-lihat gadget di toko elektronik.

Xiao Han berjalan di samping Olyvia. Mereka berdua sedikit tertinggal di belakang.

"Kamu tidak ikut belanja?" tanya Xiao Han.

Olyvia menggeleng. "Aku udah punya banyak baju. Lagian aku lebih suka lihat-lihat aja."

Xiao Han mengangguk. Mereka berjalan berdampingan dalam diam. Tidak canggung, tapi nyaman.

Sampai Olyvia berhenti di depan sebuah toko aksesoris. Matanya tertuju pada sebuah jepitan rambut berbentuk bunga sakura berwarna merah muda. Cantik, tapi ia ragu.

Xiao Han mengikuti arah pandangannya. "Kamu suka?"

"Ah, enggak. Cuma lihat-lihat."

Tapi Xiao Han sudah melangkah masuk ke toko. Ia mengambil jepitan rambut itu, membayarnya di kasir, dan kembali ke hadapan Olyvia dengan sebuah kantong kertas kecil.

"Untukmu."

Olyvia terbelalak. "Xiao Han! Kamu gak usah!"

"Aku mau. Terima."

Olyvia menerima kantong itu dengan tangan sedikit gemetar. Ia mengeluarkan jepitan rambutnya. Bunga sakura merah muda yang cantik.

"Kenapa kamu...?"

Xiao Han menatapnya dengan mata teduh. "Karena kamu suka."

Kalimat sederhana. Tapi Olyvia merasakan dadanya menghangat. Dia selalu begitu. Gak banyak omong. Tapi tindakannya...

Ia menggigit bibir dan memasang jepitan itu di rambutnya. "Cocok?"

Xiao Han menatapnya. Untuk pertama kalinya hari itu, sudut bibirnya terangkat sedikit. "Cocok."

Sore Hari - Perjalanan Pulang

Setelah puas berbelanja, mereka pulang dengan mobil yang sama. Kali ini Olyvia merasa lebih lelah dari biasanya. Matanya mulai berat, dan ia beberapa kali menguap.

Liu Meixiang yang duduk di sebelahnya menyikut pelan. "Oly, lo ngantuk banget. Sini, biar gue yang nyetir."

"Lo bisa nyetir di Indonesia? Jalannya beda."

"Ya udah, jangan maksa. Nanti kita berhenti dulu buat istirahat."

Tapi Olyvia menggeleng. "Gak apa-apa. Bentar lagi sampe."

Mereka akhirnya tiba di istana dengan selamat. Olyvia memarkirkan mobil dan langsung disambut Bu Sri dengan es kelapa muda untuk semua.

Mereka semua duduk di tepi kolam renang, menikmati es kelapa muda sambil beristirahat. Liu Meixiang dan yang lain sibuk memamerkan hasil belanjaan mereka. Zhang Wei dan Wang Junjie membahas spesifikasi gadget yang mereka lihat.

Xiao Han duduk agak jauh, menatap kolam renang dengan tenang. Olyvia duduk di sebelahnya, menjaga jarak yang cukup.

"Hari ini menyenangkan," kata Xiao Han pelan.

Olyvia mengangguk. "Iya. Aku senang kalian suka."

"Bukan soal tempatnya. Tapi karena kamu yang jadi pemandunya."

Olyvia menoleh. Xiao Han masih menatap kolam renang. Tapi telinganya sedikit memerah.

Dia... malu?

Olyvia buru-buru mengalihkan pandangan. Oly, jangan baper. Lo udah pernah disakitin sama si monyet. Lo gak boleh jatuh cinta lagi. Fokus sama proyek. Fokus sama diri lo sendiri.

Tapi saat ia menyentuh jepitan rambut berbentuk bunga sakura di kepalanya, senyum kecil tidak bisa ia bendung.

1
Fauziah Daud
terharu sangat... trusemangattt
nana
bagus banget
Fauziah Daud
seru bangat... trusemangattt
Fauziah Daud
seru.. trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt
Kirina
hmmm tadinya bingung mau komentar apa, tapi e... nama agen nya kok sama semua ya sama nama ibu nya arjuna yaitu 'Ratna', apa jangan2 mereka kemabar lagi🤣🤣🤣🤣
Kirina: bagaimana dengan mia, reva, melinda, silviana, cecil, siska, moli, fani, novi, fitri, atau yang lainnya gitu....
total 2 replies
Andira Rahmawati
pindah apart aja ..yg tingkat keamanannya lebih tinggi..👍
Andira Rahmawati
hadirr...thorr💪💪💪
Kirina
ini kapan beli properti buat ibunya thor kok di undur mulu heran atau author lupa lagi
Kirina: gak papa 😇 tetep ya kak🤗 stay strong💪
total 5 replies
Yusna Wati
semangat ya thor up nya💪🤗
Ahmad Fauzi
bagus seru
Ellasama
salfok SM PP mu kak,,,/Chuckle/
Cloudia: kenapa dengan PP ku, bagus ya🤭
total 1 replies
Ellasama
puas banget,, nah kan gini baru bener si fl harus strong anti badai
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Ellasama
kok si olyv gak cepet nindak si Juna sih, seenggaknya kan jangan dibiarin gitu aja nanti dia nya makin ngelunjak lagi
Cloudia: pakai kapak aja gak sih?🤭
total 1 replies
Ellasama
tenang aja mbak mu itu supper super kaya tujuh turunan tujuh tanjakan /Hey/
Ellasama
monyet 🐒 gak tuh/Facepalm//Curse/
Ellasama
waduhhh, ni dunia cocok bgt buat isi kantong aku/Hey/
Ellasama
wihh satu dunia kek nya nak dibeli sama si olyv deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!