NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:711
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Dua Saudara Dalam Bahaya

"Bu Ren berhati-hatilah bocah ini sangat cerdik" Huang Zhou yang ikut serta memperingatkan pemuda yang akan jadi lawan Feng Yan.

"HUANG BU REN!!

Sudah terburu nafsu Bu Ren langsung menggunakan Berkah nama untuk segera mengalahkan Feng Yan.

"Bocah, walau kau menggunakan tombak pusaka tetap tidak akan mampu mengalahkanku yang menggunakan tombak tingkat atas."

Ia langsung menderu menusuk ke arah perut Feng Yan yang langsung di tepis dengan mengayunkan tombaknya ke samping.

Feng Yan memukulkan tombaknya ke kaki Bu Ren, namun dengan gesit Bu Ren melompat ke belakang.

"Hehehe, seperti yang diharapkan dari si sampah jenius." Bu Ren memutar-mutar tombak nya sebelum melompat dan memukulkan tombak ke kepala Feng Yan.

Hiyaattt

<<

Feng Yan menahan pukulan dengan melintangkan tombak diatas kepala, namun karena kalah kekuatan dan tanpa berkah nama ia terdorong jauh ke belakang dengan menyisir salju.

"Lihatlah bocah, tombak pusaka itu sayang disayangkan berada di tangan yang tidak tepat." ejek Bu Ren dengan senyum sinis.

YunZhi yang masih waspada

Terhadap tiga orang lainnya terlihat khawatir pada Feng Yan yang dalam kondisi tertekan.

"Adik Feng, habisi saja dia!" teriak YunZhi menyemangati.

"Sebaiknya kita juga bermain Nona manis" Tianzhi mengeluarkan pedang dari warangkanya. Kali ini ia terlihat tidak membawa busur yang sebelumnya ia gunakan.

Tianzhi melompat dan menebas ke arah kepala YunZhi yang masih duduk diatas kuda. Hanya menunduk YunZhi berhasil menghindari tebasan pedang dengan mudah.

Melihat YunZhi di serang oleh Tianzhi, Feng Yan memperkuat genggaman pada tombak dan mundurkan kaki kanan ke belakang.

Memutar tombak ia mengalirkan

Energi spiritual elemen api, tombak dalam genggamannya langsung berubah warna dan diselimuti oleh api.

Sebuah lingkaran besar Rune Sihir muncul di tanah dengan kaki Feng Yan sebagai porosnya.

"Hiyaaa!! Jurus Tombak Amarah Naga!!

meneriakkan nama jurusnya ia melesat dan menusukkan tombak ke arah dada Bu Ren.

Tak tinggal diam Bu Ren juga sudah menyiapkan jurus tandingan. Ia mengalirkan energi spiritual yang terlihat berwarna coklat.

"Sial, ternyata bocah ini menguasai teknik tombak tertinggi klan" Bu Ren sedikit khawatir walau ranah kultivasinya lebih tinggi.

"Hiyaaaa, Jangan pikir bisa

Mengalahkanku bocah!!!"

Dari tombak Feng Yan muncul bayangan naga merah yang memiliki tanduk dan kumis yang panjang. Tubuh naga itu bahkan lebih besar hingga melewati tubuh Feng Yan.

"Bu Ren menghindar !!! Huang Zhou memperingatkan tapi kedua mata tombak itu sudah berbenturan.

"Sial!! kenapa bocah sampah ini sudah berada di ranah pemurnian puncak" Bu Ren menyadari kesalahannya yang sudah meremehkan lawannya. Namun semua sudah terlambat untuk disesali.

Tombak Bu Ren hanya bisa menahan sebentar laju dari tombak Feng Yan, bayangan naga merah sudah mendahului mata tombak dan terus menerjang ke arah dada hingga membuat Bu Ren terpental cukup jauh hingga menabrak

Sebuah pohon lalu jatuh dan tertimbun oleh salju yang jatuh dari batang pohon.

"Bu Ren!!! bagaimana mungkin dalam sebulan kau sudah berada di ranah akhir pemurnian?!"

Tianzhi dengan marah menunjuk Feng Yan dengan pedang nya.

"Kakak, percayalah padaku. Aku akan memancing mereka ke dalam hutan sehingga kakak aman memasuki kota" Feng Yan menyampaikan ide nya pada YunZhi yang baru saja melompat ke sisi Feng Yan.

"Adik, apa yang kau katakan? Kita baru beberapa hari berikrar menjadi saudara. Bagaimana mungkin aku meninggalkan adikku untuk mati. Jangan pernah mengatakan hal buruk seperti itu lagi" YunZhi sangat marah karena mereka ternyata sudah membuat sumpah menjadi adik dan kakak saat

Dalam perjalanan.

Tak ingin Feng Yan mengatakan hal aneh lagi, YunZhi dengan berani langsung menerjang tiga orang lainnya.

"Aku ZHAO YUNZHI sebagai kakak tidak akan rela adiknya menjadi tameng untukku!!!

Yunzhi dengan teknik pedang yang dianggap aneh oleh tiga lawannya cukup membuat mereka kerepotan.

Tiga orang itu melompat ke belakang sejenak menjauhi YunZhi.

"Kakak, teknik pedang gadis ini sangat sulit di tebak. Ia bahkan hampir merobek perutku" salah satu pemuda Huang memegang pakaian yang robek terkena sayatan pedang di perutnya.

"Nona dari klan mana kau berasal? Kenapa kau berjalan dengan sampah itu?" Tianzhi mencoba menelisik asal

Usul YunZhi.

"Pergilah kalau kalian tidak ingin mati!" ancaman YunZhi membuat tiga orang itu merasa terhina digertak oleh seorang gadis.

"Siapa yang akan mati?!" Seorang melompat dan langsung berdiri di hadapan tiga pemuda Huang.

"Kakak akhirnya kau datang" Huang Zhou terlihat sangat senang dengan kedatangan saudara yang lebih kuat. Tetapi Tianzhi justru memperlihatkan wajah masam karena akan sulit baginya memiliki barang yang dia incar.

Dia akan kehilangan barang incarannya bila seniornya ada disini.

Apa yang menahan kalian disini? Kenapa bocah itu masih hidup dan dimana Bu Ren?!"

Ia memandang juniornya dengan

Tatapan kesal.

Teringat Bu Ren, Huang Zhou langsung berlari ke arah pohon tempat Bu Ren jatuh tadi.

"Bu Ren!!" ia mengeluarkan Bu Ren dari timbunan salju, namun ekspresinya terlihat sayu setelah menemukan Bu Ren sudah tidak bernyawa.

"Bu Ren Sudah tewas!!!" ia berteriak memberi tahu mereka semua.

Feng Yan yang mendengar itu terlihat diam saja.

"Kurang Ajar! Kalian berani membunuh sepupuku, jangan harap ada yang hidup setelah ini."

"HUANG LIN DAN!!!"

Tidak cukup dengan berkah nama pemuda yang berusia lebih dari dua puluh tahun itu mengeluarkan tekanan

Tenaga spiritual dari tubuhnya.

"Adik Yan, kita dalam bahaya. Orang ini sudah berada di ranah master menengah" YunZhi memperingatkan Feng Yan.

"Kakak, sepertinya kita hanya punya pilihan kabur ke dalam hutan dan menunggu hari yang sebentar lagi gelap."

"Adik kau tidak boleh mati, aku tidak mau kehilangan saudara setelah satu hari"

"Kakak Zhi tenang saja, walau tidak mungkin menang paling tidak kita bisa kabur dulu dan membalas mereka kemudian hari." YunZhi hanya membalas dengan anggukan.

Tanpa memberi aba-aba dua orang yang ternyata sudah jadi saudara itu mengeluarkan teknik kuat yang mereka

Miliki.

Tombak Amarah Naga!!!

Tebasan Cahaya Bulan!!!

Bersamaan mereka melompat ke udara dan melepaskan energi berbentuk naga serta sebuah energi seperti bulan sabit berwarna biru.

Naga merah meliuk-liuk ke arah musuh, sedangkan bulan sabit mengarah ke tanah yang tertutup salju.

<<>

Terdengar dua ledakan bersamaan hingga membuat butiran salju beterbangan di udara.

Serangan naga dari Feng Yan cukup memberi dampak besar pada empat pemuda Huang. Walau mereka menahannya dengan tameng energi, namun serangan itu masih bisa

Mementalkan mereka kebelakang.

Walau sudah dibantu tameng perlindungan dari Lin Dan yang sudah di ranah master.

"Bocah ini ternyata sudah berada di ranah pemurnian akhir. tapi kenapa kekuatannya sama dengan Inti Tunggal?" Lin Dan cukup kesal dengan kemampuan Feng Yan.

"Padahal Bocah itu masih di ranah Pemurnian tubuh tapi bisa memberikan dampak besar pada kakak Lin Dan" Huang Zhou merasa ngeri apabila tidak ada Lin Dan disana menahan serangan dari Feng Yan.

"Kurang Ajar! Kakak Lin Dan, mereka melarikan diri ke hutan." Tianzhi berseru setelah pandangan mereka cukup jelas.

"Tenang saja mereka tidak akan bisa pergi jauh, dia pasti sudah

Menghabiskan energinya saat menggunakan teknik tertinggi klan. Ayo cepat susul mereka!" Setelah memberi perintah Lin Dan langsung melompat ke arah hutan diikuti oleh tiga orang lainnya.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!