NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Aurora—seorang montir bar-bar dan hacker genius dunia bawah—tewas mengenaskan lalu bertransmigrasi ke raga Aletheia Elixir. Aletheia adalah istri figuran yang diabaikan dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri, Kaelen Azrael—Raja Mafia bermata merah, penguasa dunia, sekaligus pria tertampan yang dirumorkan impoten.

​Enggan mati konyol, Aurora langsung menghapus riasan menor buruk rupanya, mengungkap kecantikan aslinya yang secantik Dewita malam, lalu menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah sang tiran!

​Namun, Aurora salah perhitungan. Sifat bar-barnya yang menolak tunduk justru menyulut ego sang tiran. Dan yang paling mengerikan... tepat saat mata merah Kaelen menatap pesona Aurora yang mencoba menolaknya, penyakit impoten sang tiran sembuh.​

Gairah Kaelen yang telah mati bertahun-tahun meledak dengan begitu liar dan haus darah.
​Bukannya bebas, Aurora justru ditarik paksa ke atas sofa. Surat cerai terhempas berantakan, digantikan kukungan penuh kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: LANGKAH PERTAMA DI LUAR SANGKAR

​Aroma maskulin bercampur kayu cendana yang pekat masih tertinggal di udara kamar rahasia itu saat Aurora berdiri di depan cermin besar setinggi manusia. Setelah negosiasi yang menegangkan dan sarat gairah kemarin, hari ini adalah hari pertamanya mengirup udara bebas. Jemari lentiknya bergerak rapi, mengancingkan blazer formal berwarna hitam pekat yang membungkus kemeja satin putih di dalamnya. Setelan itu dipadukan dengan celana bahan senada yang mempertegas lekuk kaki jenjangnya—penampilan sempurna untuk seorang CEO Aletheia Tech.

​Meskipun penampilannya kini begitu elegan dan aristokrat, jiwa montir jalanan-nya yang bar-bar tetap terpancar dari kilat sepasang mata cokelat madunya. Dia menolak menggunakan riasan tebal; raga Aurora nya sudah terlalu memikat bahkan dengan rambut panjangnya yang hanya diikat kuda dengan menyisakan beberapa helai membingkai wajah murninya.

​Klik.

​Suara pintu jati bergeser terbuka memecah keheningan. Kaelen Azrael melangkah masuk dengan setelan jas tiga lapis miliknya yang legendaris. Aura tirani yang memancar dari tubuh tegap besarnya seolah mampu mereduksi oksigen di dalam ruangan dalam seketika. Sepasang mata merah mautnya langsung mengunci raga Rae, menatap istrinya dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan kilat kepemilikan yang teramat pekat.

​Kaelen berjalan mendekat tanpa suara, langkah besarnya yang mantap berhenti tepat di belakang punggung Rae. Melalui pantulan cermin, Rae bisa melihat bagaimana tubuh kekar suaminya begitu kontras bersanding dengan tubuh rampingnya.

​"Kau terlihat teramat memikat, Ratu Kecilku," bisik Kaelen, suara bariton rendahnya yang berat bergetar halus tepat di sisi telinga Rae. Napas panasnya menggelitik kulit leher Rae yang masih menyisakan plaster medis tipis dan beberapa tanda kemerahan baru.

​Sebelum Rae sempat membalas dengan senyuman miring tiraninya, Kaelen meraba saku jasnya dan mengeluarkan sebuah benda kecil yang berkilau perak. Itu adalah sebuah kalung rantai platinum tipis dengan liontin permata safir hitam kecil di tengahnya. Benda itu terlihat sangat mewah, namun Rae tahu betul esensi di baliknya: itu adalah borgol tak terlihat, sebuah alat pelacak GPS militer dengan enkripsi kuantum tingkat tinggi yang tersambung langsung ke tablet privat Kaelen.

​Kaelen menyibak rambut panjang Rae ke samping, lalu memasangkan kalung itu ke leher murninya dengan sentuhan yang posesif namun luar biasa hati-hati. Jemari besarnya yang kasar sempat mengusap kulit leher Rae, menyalurkan sensasi gairah liar yang membuat jantung Rae berdegup gundah.

​"Ingat janjimu, Aletheia," bisik Kaelen lagi, kali ini nadanya merendah menjadi titah kematian yang tidak menerima bantahan sekecil apa pun. "Jangan pernah melepas kalung ini. Jangan pernah mencoba mengaburkan sinyalnya walau hanya satu milidetik. Jika kau melanggarnya, aku sendiri yang akan menyeret mu kembali ke ranjang ini dan merantai mu untuk selamanya."

​Rae membalikkan tubuhnya dengan gerakan taktis, mendongak menatap langsung ke dalam netra merah maut suaminya tanpa rasa takut. "Aku memegang janjiku, Kaelen. Selama pasukan bayanganmu tidak bertindak seperti sipir penjara yang menghalangi pekerjaanku."

​Kaelen menyunggingkan senyuman predator yang penuh dengan kepuasan gila. Dia menunduk perlahan, meraba pinggul ramping Rae untuk menariknya mendekat, lalu mendaratkan satu kecupan dalam yang posesif di kening istrinya sebelum akhirnya melepaskannya pergi.

​Lima belas menit kemudian, Rae telah duduk di dalam kabin belakang limosin hitam berlapis baja milik keluarga Azrael. Begitu pintu kendaraan mewah itu tertutup rapat, mesin bertenaga monster di bawah kap depannya menderu halus, membawa Rae membelah pelataran mansion menembus gerbang besi utama yang menjulang tinggi.

​Rae menyandarkan punggungnya di atas jok kulit premium, sepasang matanya menatap lekat-lekat keluar jendela kaca yang gelap. Untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu terkurung, dia akhirnya bisa melihat pemandangan Sektor Tiga secara langsung. Hiruk-pikuk distrik bawah tanah, deretan gedung pencakar langit berbalut neon, hingga kepulan asap dari kawasan industri luar mulai bergantian melewati pandangannya. Ada rasa lega yang membuncah di dadanya, sebuah hirupan napas kebebasan yang teramat dia rindukan.

​Namun, kebebasan itu tidak datang dengan murah.

​Saat Rae melirik ke kaca spion samping, dia melihat barisan pengawalan yang dikirim oleh Kaelen. Tiga unit jip baja militer berwarna hitam legam berjalan beriringan di belakang limosinnya, membentuk formasi barikade bergerak yang super ketat. Di dalam setiap jip, terlihat siluet para pasukan elit divisi bayangan Azrael Corps yang duduk tegap dengan senjata kaliber berat siap tembak di tangan mereka.

​Kaelen benar-benar tidak main-main. Pria bucin ekstrem itu menjaga Rae seolah wanita itu adalah satu-satunya pasokan oksigen yang tersisa di bumi ini. Penjagaan berlapis ini membuat perjalanan menuju kantor Aletheia Tech terasa seperti konvoi militer tingkat tinggi yang mencekam, menarik perhatian setiap berandalan jalanan yang mereka lewati.

​Limosin terus bergerak lambat, perlahan meninggalkan distrik pusat bisnis yang gemerlap dan mulai memasuki kawasan pinggiran pergudangan logistik. Jalanan di area ini jauh lebih sepi, dikelilingi oleh kontainer-kontainer tua yang berkarat dan tembok beton yang retak. Gerimis tipis mulai turun dari langit Sektor Tiga yang abu-abu, membasahi kaca mobil dan menciptakan atmosfer yang semakin sunyi dan dingin.

​Rae melirik jam digital di pergelangan tangannya. Seharusnya, dalam waktu lima menit lagi mereka sudah sampai di perimeter luar kantornya. Namun, laju limosin mendadak melambat secara drastis sebelum akhirnya berhenti sempurna di tengah jalanan yang sepi.

​Cklik.

​Suara interkom dari kabin depan berbunyi, memutus keheningan di dalam mobil. Suara kepala pengawal dari divisi bayangan terdengar sangat tegang dan penuh kewaspadaan.

​"Nyonya Besar, mohon tetap berada di posisi Anda dan jangan merendahkan kaca mobil," lapor kepala pengawal dengan nada yang teramat serius. "Ada gangguan di depan. Sistem sensor jip terdepan kami mendeteksi adanya blokade jalan ilegal menggunakan tumpukan truk logistik yang sengaja dihancurkan."

​Rae memicingkan sepasang mata cokelat madunya yang pintar. Jiwa bar-barnya seketika bangkit, naluri bertarung yang lama terpendam membuat otaknya langsung bekerja cepat menganalisis situasi. Dia memajukan tubuhnya, menatap lurus menembus kaca depan kendaraan.

​Di kejauhan, melalui kabut gerimis yang tipis, terlihat kepulan asap hitam membubung dari sebuah area gudang kosong di sisi kanan jalan. Suasana di sekitar sana terlihat sangat mati, tidak ada aktivitas pekerja logistik seperti biasanya.

​DOR! DOR!

​Tiba-tiba, suara sayup-sayup gema tembakan pertama memecah kesunyian malam dari arah pergudangan tersebut, disusul oleh suara dentuman keras yang menggetarkan aspal di bawah roda limosin Rae. Keributan besar sedang terjadi di depan sana, sebuah penyergapan bersenjata berskala penuh yang tampaknya dilakukan oleh kelompok tentara bayaran elit.

​"Nyonya, kami diperintahkan oleh Tuan Besar untuk segera memutar balik kendaraan dan membawa Anda kembali ke mansion!" tegas kepala pengawal lewat interkom, terdengar panik karena keselamatan Rae adalah taruhan nyawa bagi mereka.

​Mendengar perintah untuk kembali ke dalam "sangkar", sudut bibir bengkak Rae perlahan terangkat ke atas, membentuk sebuah senyuman miring tiraninya yang sarat akan keliaran intrik. Jiwa montir jalanan-nya menolak mutlak untuk mundur. Sesuatu yang besar sedang terjadi di depan sana, dan insting pintarnya mengatakan bahwa ini adalah awal dari badai baru yang akan mengguncang kekuasaan suaminya.

​"Jangan berani memutar kemudi ini," cetus Rae seksi namun dingin melalui interkom, jemari lentiknya mulai meraba tuas pintu darurat manual. "Maju perlahan, atau aku sendiri yang akan melompat keluar dari mobil bergerak ini."

​Ketegangan di dalam limosin langsung memuncak drastis saat suara desingan peluru di kejauhan terdengar semakin rapat, menandakan bahwa sang dewi perang telah berdiri tepat di gerbang pertempuran yang sesungguhnya.

1
Nur Janah
suka ceritanya.....👍👍Rea tangguh n bar bar,,
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
namice
🤣🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
Sulati Cus
sekalinya hidup🤔
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
hukuman ranjang yg extrem🤣
namice: 🤣🤣🤣... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
astaga kebayang nggak sih 10ronde🤔 pertama melakukan alamat ...
namice: 🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak baca novel ku 🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
lanjut langsung tak favorit
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku sudah update satu bab lagi kak... 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!