jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.
akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akting
Hari ini jungkook sudah mulai kembali ke sekolah setelah beberapa hari dirinya tidak masuk dan untuk taehyung tentu saja selalu menemani jungkook selama beberapa hari ini.
Setelah membaca pesan suara beberapa hari yang lalu dirinya kini sedikit ragu dengan irene tapi taehyung tidak ingin terburu buru karena dia akan membuktikannya sendiri.
Tok…tok…
“Kookie cepatlah taehyung sudah menunggumu dari tadi" teriak nyonya jeon dari balik pintu kamar.
“Iyaa ma sebentar lagi kookie keluar" saut jungkook dari kamar.
“Dasar anak itu memang hmm", gumam nyonya jeon lalu turun ke bawah untuk menemui taehyung.
"Maaf ya tae kamu lama nunggu itu anak”, kata nyonya jeon.
"Tidak apa-apa ma, lagipula ini masih pagi” jawab taehyung sambil tersenyum.
Tak beberapa lama terlihat jungkook turun dengan pakaian sekolahnya.
"Kenapa lama sekali hmm? Ga kasian apa taehyung sudah menunggu lama” ucap nyonya jeon.
"Ish mama batu juga 15 menit” kata jungkook lalu beralih ke taehyung.
"Ayo tae kita berangkat” ajak jungkook.
"Kamu sudah bawa obatmu kookie?” Tanya sang mama.
"Aku sudah baik-baik saja ma, ga perlu obat” kata jungkook.
"Mana obatnya ma, biar tae yang bawa”, kata taehyung.
“Tunggu sebentar mama ambilkan" kaya nyonya jeon lalu naik ke kamar jungkook.
“Kenapa harus dibawa sih", sungut jungkook.
“Kamu belum terlalu sehat kookie", kata taehyung lembut sambil mengusak rambut sahabatnya.
Tak beberapa lama nyonya jeon pun datang dan menyerahkannya kepada taehyung.
“Ini tae dan tolong pastikan dia meminum obatnya nanti siang", pesan nyonya jeon dan diangguki oleh taehyung.
Dan setelahnya kedua meninggalkan mansion untuk pergi ke sekolah.
"Nanti beritahu aku jika kamu merasa tidak enak badan, kita bisa izin untuk pulang”, kata taehyung sambil fokus menyetir.
"Iyaa”, kata jungkook singkat sambil fokus ke ponselnya.
*****
"Kookie akhirnya kamu bisa masuk sekolah lagi”, kata lisa senang.
"Aku hanya demam tidak perlu sepanik itu” kata jungkook lalu duduk di bangkunya.
"Ssttt..sepertinya sakitmu membawa hikmah ya”, bisik jennie sambil tersenyum jahil.
Sedangkan jungkook hanya senyum-senyum sendiri.
"Tae…" panggil irene yang tiba-tiba masuk ke kelas taehyung dan menghampiri kekasihnya.
"Kamu kenapa akhir-akhir ini sangat susah dihubungi?” Tanya irene sambil bergelayut manja ke lengan taehyung di depan anak-anak yang lain.
"Maaf irene ssi aku menjaga jungkook yang demam beberapa hari ini”, jawab taehyung tenang.
"Kenapa harus kamu yang menjaganya tae bukankah dia punya orang tua, kamu tahu kemarin kepalaku pusing dan kamu tidak ada untukku” adu irene manja.
"Maafkan aku, jungkook agak manja jika sedang sakit dan hanya aku yang bisa menjaga dan mengurusnya” jawab taehyung tenang.
Irene tertegun dengan jawaban taehyung bahkan taehyung tidak menanyakan kondisinya.
"Aku ingin ke kantin kamu temani aku ya tae”, ajak irene.
Taehyung tersenyum
"Tentu saja, tapi tunggu dulu ya aku ada kepentingan sebentar”, kata taehyung lalu berjalan menghampiri jungkook.
“Ingin aku bawakan sesuatu hmm?" Tanya taehyung lembut sambil mengelus surai jungkook.
“Tidak usah tae nanti aku ke kantin dengan yang lainnya saja waktu jam istirahat siang, kalau kamu mau ke kantin buruan ke kantin keburu bel masuk”, kata jungkook.
"Baiklah aku tinggal dulu ya”, pamit taehyung dan diangguki oleh jungkook.
Semua siswa yang melihat interaksi jungkook dan taehyung hanya bisa tersenyum.
“Sudah lama tidak melihat mereka sedekat itu" kata salah satu siswa.
“Kamu benar interaksi mereka selalu alami dan natural seperti sudah menjadi makanan sehari hari" timpal salah satu siswa.
“Ya maklum saja mereka sahabat sejak kecil bukan jadi jika mereka dekat itu wajar", ucap salah satu siswa.
Irene yang kebetulan berdiri tidak terlalu jauh hanya bisa mengepalkan tangan menahan emosinya.
“Kookie kapan kamu serahkan semua buktinya ke taehyung?" Tanya jennie setelah kepergian taehyung dan irene.
“Aku belum tahu dan aku ragu menyerahkan bukti itu ke taehyung", jawab jungkook lirih.
“Tapi kenapa?" Tanya rose penasaran.
“Aku tidak ingin menghancurkan perasaan taehyung, kalian tentu tahu bukan jika taehyung sangat mencintai irene bahkan dia rela menunggu irene sejak kelas 10 lalu bagaimana bisa aku menghancurkan perasaannya”, jelas jungkook.
"Kamu kan hanya membantu taehyung sedikit sadar dan mengenal sisi asli dari irene” kata lisa.
“Kalau itu biarkan taehyung mengetahuinya sendiri", kata jungkook tenang.
Sementara itu di kantin.
"Tae kapan hari aku melihat gaun sangat indah tapi harganya sangat mahal, mungkin aku harus menabung terlebih dahulu untuk bisa membelinya”, kata irene lirih berusaha menarik perhatian taehyung.
Taehyung tidak mengucapkan sepatah katapun dan langsung mengirimkan uang ke rekening irene.
"Apakah itu cukup?” Tanya taehyung tenang.
Irene bergegas mengecek ponselnya dan melihat nominal yang sangat banyak masuk ke rekening pribadinya.
“Uang apa ini tae? Tidak-tidak aku akan mengembalikannya padamu" tolak irene.
“Terimalah sebagai permintaan maafku karena sudah mengabaikanmu beberapa hari ini", kata taehyung tenang.
"Tapi tae ini….” Kata-kata irene terpotong.
"Sudahlah hanya uang segitu, kamu kan kekasihku irene ssi dan aku tidak ingin kekasihku menerima uang dari pria lain kamu mengerti", kata taehyung lirih.
“I..iiyaa aku mengerti tae" kata irene lirih.
Entah kenapa hari ini taehyung terasa berbeda, irene merasa seperti ada sesuatu yang akan meledak di dalam diri taehyung.
“Ayo masuk kelas sebentar lagi bel masuk berbunyi" ajak taehyung lalu berdiri dan berjalan lebih dulu dari irene.
Irene menatap punggung taehyung heran dengan perubahan sikap taehyung.
“Baru beberapa hari mereka dekat kembali tapi perubahan taehyung sangat besar, ini tidak bisa dibiarkan", gumam irene
Jam istirahat makan siang.
“Kalian duluan saja, aku mau ke toilet sebentar", kata jungkook kepada para sahabatnya.
“Biar aku yang mengantarnya", kata jaehyun dan diangguki oleh yang lain.
“Setelah ini apa rencanamu?" Tanya jaehyun saat dalam perjalanan ke toilet.
“Aku belum tahu tapi aku yakin pasti irene sedang memikirkan suatu cara supaya taehyung mengasihaninya, mungkin dengan memfitnahku seperti sebelumnya", kata jungkook.
“Bagaimana jika taehyung percaya?" Tanya jaehyun.
Jungkook mengedikkan bahunya,
“Entahlah aku tidak terlalu memikirkannya" kata jungkook.
"Tunggu di sini ya aku masuk dulu”, kata jungkook begitu tiba di depan toilet dan diangguki oleh jaehyun.
Jungkook keluar dari salah satu bilik dan tidak sengaja melihat irene sedang membersihkan tangannya di wastafel.
Pandangan jungkook mengedar ke seluruh toilet dan kosong, perasaan was was melingkupinya.
Irene membalikkan badan dan menatap jungkook.
“Jeon jungkook apa yang kamu lakukan pada taehyung hah?” Tanya irene emosi.
"Aku? Aku tidak melakukan apapun padanya, tapi sebenarnya aku juga heran dia bisa mengabaikanmu berhari hari irene ssi”, kata jungkook santai.
"Pasti kamu menggunakan tubuhmu untuk menahannya bukan? Cih dasar jalang”, ejek irene sarkas.
Plaaaaakk
Sebuah tamparan menggema di toilet yang sepi itu.
"Dengar bae irene ssi aku berbeda dengan dirimu yang menjajakan tubuhmu demi uang, level kita berbeda jauh”, kata jungkook dingin.
"Kau berani menamparku? Lihat saja aku akan mengatakan hal ini ada taehyung dan aku yakin dia akan kembali membencimu” kata irene menggebu.
Jungkook tersenyum manis.
“Silahkan saja, adukan pada taehyung dan kita lihat siapa yang akan menang", tantang jungkook lalu berlalu dari sana.
“Lihat saja jeon jungkook aku akan menghancurkan persahabatan kalian dan akan aku pastikan jika taehyung hanya akan peduli padaku dan mendengarkanku", kata irene lalu mengambil kamera yang sengaja dia sembunyikan.
Irene memegang kamera tersebut dan bersmirk.
“Dengan ini aku akan membuat taehyung mengasihaniku" kata irene percaya diri.
Sementara itu di suatu tempat.
“Cih dasar bodoh, menggali lubang kematiannya sendiri".
Jungkook keluar dari toilet dengan wajah tenangnya.
“Maaf ya jae, lama ya nungguinnya", kata jungkook.
“Engga kok, ayo kita ke kelas" ajak jaehyun dan diangguki oleh jungkook.
Dibelakang gedung sekolah.
"Kamu sudah menyimpan buktinya?” Tanya seorang pria.
"Sudah kamu tenang saja dan jika waktunya sudah tiba aku akan menyebarmya di forum sekolah” jelas orang suruhan itu.
"Jangan terburu buru, biarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan, kita beri dia waktu di atas angin terlebih dahulu” kata pria tersebut.
Disaat orang suruhan itu ingin membantah pria itu berkata.
“Kita bongkar semuanya di hari perpisahan dimana semua guru, murid bahkan orang tua murid berkumpul", jelas pria itu.
“Ck idemu aku akui sangat bagus sekali, baiklah aku setuju dengan idemu itu" jawab orang suruhan itu.
Jam pulang sekolah.
"Ayo kookie kita pulang” ajak taehyung dan diangguki oleh jungkook.
“Kookie kami duluan yaa", pamit lisa serta yang lain, sedangkan jungkook mengangguk dan tersenyum
Saat perjalanan ke tempat parkir taehyung dan jungkook bertemu irene.
"Tae bisa antar aku pulang, aku tidak enak badan" kata irene dengan manja”
"Baiklah ayo” ajak taehyung dengan jungkook yang mengikuti pasangan itu.
Sesampainya di parkiran irene langsung masuk dan duduk di kursi penumpang sebelah kemudi, sedangkan jungkook dengan cuek masuk ke kursi belakanng.
“Kookie, kita antar irene dulu ya" kata taehyung saat mobil meluncur keluar gerbang sekolah.
“Terserah" kata jungkook cuek sambil memainkan ponselnya.
“Kenapa kamu pulang bersama kami?" Tanya irene tiba-tiba.
“Aku dari tadi bersama taehyung" jawab jungkook cuek.
"Hari ini kamu tidak ingin bermian ke tempatku kah tae? Aku merindukanmu” rayu irene manja.
"Maaf sayang, hari ini aku harus ke perusahaan ada sesuatu yang harus aku urus”, kata taehyung.
"Oh baiklah, tapi kapan-kapan kita keluar bersama ya aku ingin jalan-jalan tae” ajak irene dan taehyung pun mengangguk.
Setelah mengantar irene mobil taehyung memasuki mansion jeon.
Taehyung memarkir mobilnya dan keluar mobil bersamaan dengan jungkook.
"Kenapa kamu ikut keluar?” Tanya jungkook heran sedangkan taehyung hanya mengedikkan bahu dan berjalan memasuki mansion.
"Ck menyebalkan” gumam jungkook.
"Aku mendengarnya jeon jungkook” teriak taehyung dari dalam mansion.