NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Mengikuti Kata Hati

"Kamu langsung ke Markas, Kal?" Tanya Alfandra, Kakak Kalandra. Pagi itu, mereka sedang sarapan bersama di rumah orang tua Kalandra.

Kalandra memutuskan untuk menginap di rumah orang tuanya kemarin setelah Mama Vina berhasil membujuk putra bungsunya itu.

Semalam pun mereka berempat bisa puas mengobrol hingga larut malam. Hal yang sangat jarang mereka lakukan karena kesibukan yang mereka miliki.

"Aku pulang ke Apartemen dulu, Kak, ambil seragam." Jawab Kalandra.

"Kenapa gak tinggal di sini aja sih, Dek. Kan kita bisa sering ngobrol." Kata Alfandra yang sebenarnya rindu mengobrol panjang dengan adik satu - stunya itu.

"Terlalu jauh dari Markas, Kak. Kalau ada tugas darurat, aku gak bisa cepat sampai di Markas. Kalau dari Apartemen kan, gak sampai sepuluh menit, udah sampai di Markas." Jawab Kalandra.

"Kalau tau bakal kayak gini, dulu Papa bikin rumah di sebelah Markas Damkar. Kalo perlu yang satu halaman sekalian, biar kamu gak perlu naik kendaraan. Gelundung aja sampe." Kata Papa Haris yang membuat Kal, Alfan dan Mama Vina tertawa.

"Kita cari tanah dekat situ aja apa ya, Pa?" Tanya Alfan.

"Ah, percuma juga. Kalian semua kan pada sibuk, belum tentu bisa ketemu tiap hari juga walaupun pindah rumah di deket Markas Damkar." Kata Mama Vina.

"Udah, gak usah pada ngada - ngada mau pindah rumah segala, deh. Justru kalau makin rindu kan makin hangat waktu ketemu." Kata Kalandra yang membuat anggota keluarganya terkekeh.

Setelah selesai sarapan, Kalandra kemudian berpamitan pada kedua orang tua juga Kakaknya. Dengan motor sport kesayangannya, ia segera pulang ke Apartemen untuk berganti pakaian.

"Ah, bisa terlambat kalau kayak gini." Lirih Kalandra yang segera mengganti pakaiannya ketika sampai di Apartemen.

Ia pun kemudian berlari turun setelah memastikan seragam yang ia kenakan sudah benar dan rapi.

Kalandra segera memacu motornya dengan kecepatan tinggi agar bisa segera sampai di Markas.

"Ah! Cobaan apa lagi, ini. Astaghfirullah." Lirih Kalandra saat melihat kemacetan di depannya.

"Gini nih kalo ngikutin kata hati. Harusnya lewat jalan yang biasanya aja. Secara, kalo di pikir logika, jalanan sini memang padet." Gerutu Kalandra lagi.

Kalandra pun menegakkan badannya, mencoba melihat apa yang sedang terjadi hingga menimbulkan kemacetan.

"Ada apa di depan, Pak?" Tanya Kalandra pada salah satu warga yang nampak berlarian.

"Itu, ada mobil pick up yang muatannya terbakar." Jawab si Bapak.

mendengar itu, Kalandra segera menepikan motornya dan menitipkan di sebuah warung nasi uduk. Ia kemudian berlari kencang menuju ke sumber asap yang terlihat mulai membumbung tinggi.

"Awas - awas, Pak!" Seru Kalandra sambil menerobos kerumunan warga yang sedang berusaha memadamkan api.

"Kenapa gak ada yang manggil petugas Damkar? Padahal Markasnya gak jauh!" Kata Kalandra.

"Bapak yang punya mobil, ya?" Tanya Kalandra.

"Iya, Mas." Jawab si pria dengan wajah yang sedih.

"Saya bawa mobilnya, Pak. Saya petugas Damkar." Kata Kalandra sambil membuka jaketnya untuk menunjukkan ID Cardnya.

Tanpa banyak bicara, Kalandra segera menghidupkan mobil yang mutannya terbakar itu kemudian segera tancap gas menuju ke Markas.

"Mas! Kalau kita kepanggang di sini, gimana?" Cicit si pemilik mobil.

"Tenang aja, Pak, jangan panik. Apinya belum membakar muatan sampai bawah. Kalau sudah sampai di bawah juga saya gak berani bawa mobilnya, Pak." Jawab Kalandra yang mempercepat laju kendaraan pick up itu.

Ia pun menghubungi anggota Damkar yang sedang bertugas dan memita mereka untuk bersiap menyambut kedatangannya.

Api kian membesar di perjalanan akibat angin yang terbentuk saat Kalandra melajukan mobil. Orang - orang yang melintas pun nampak heran sekaligus takut melihat mobil api yang baru saja lewat itu.

Sementara, Kalandra yang masih tampak tenang langsung membawa mobil itu ke depan garasi mobil.

Begitu sampai, ia langsung di sambut dengan semburan air yang di tembakkan oleh anggotanya yang memang sudah menunggu.

Kalandra dan pemilik mobil segera keluar dari dalam mobil dan melihat proses pemadaman api yang membakar muatan pick - up.

"Bisa - bisanya kamu ngide kayak gini, Kal." Kekeh Komandan yang menghampiri.

"Kepikiran aja, Ndan. Lagian warga juga kenapa gak nelfon Damkar. Padahal kan jarak dari Markas ke lokasi kejadian gk sampe lima menit." Kata Kalandra.

"Ya namanya juga panik, Kal. Kondisi jalanan juga pasti padet pagi - pagi gini." Kata Komandan.

Warga memang kerap kali terlalu panik hingga lupa menghubungi Damkar ketika terjadi kebakaran. Setelah kebakaran mulai meluas dan Api semakin membesar, barulah mereka teringat dan menghubungi Damkar.

Setelah api berhasil di padamkan, Kalandra dengan di antar salah satu rekannya, kemudian kembali ke warung tempat ia menitipkan motornya.

"Bang Kalandra!" terdengar suara seseorang yang memanggilnya hingga dengan cepat ia menoleh karena mengenali si pemilik suara.

"Naina?" Lirihnya yang seperti tak percaya jika melihat Naina di sana.

Ia sempat terpaku sejenak sembari menatap gadis cantik yang tampak berbeda deri yang terakhir kali ia lihat.

Gadis itu tampak jauh lebih cantik dari yang terakhir kali ia lihat ketika berada di Hutan. Tentu saja, saat itu Naina berada dalam kondisi yang kucal dan lusuh karena tersesat beberapa hari di hutan.

"Abang ngapain di sini? Cari sarapan?" Tanya Naina yang menghampiri Kalandra.

"Enggak, abis nolong mobil yang kebakar tadi." Jawab Kalandra.

"Oh! Mobil pick - up yang muatannya terbakar tadi, ternyata Abang yang bawa pergi?" Tanya Naina yang di jawab anggukan oleh Kalandra.

"Kamu ngapain di sini, Nai?" Tanya Kalandra.

"Abis dari rumah teman. Mau pesan ojek, eh hapeku mati." Kata Naina sambil menunjukkan ponselnya yang mati.

"Mau aku antar?" Tawar Kalandra.

"Eh! Gak usah, Bang. Nanti Abang muter - muter. Kan kantor Abang gak jauh dari sini." Tolak Naina yang tentu merasa sungkan.

"Kalau gitu, pake aja ini." Kata Kalandra sambil menyerahkan powerbank yang memang selalu ada di tasnya.

"Gak apa - apa, ini aku pinjam dulu, Bang?" Tanya Naina.

"Iya, gak apa - apa." Jawab Kalandra.

"Makasih ya, Bang. Tiap ketemu, pasti Abang selalu nolong aku." Ucap Naina yang di jawab anggukan oleh Kalandra.

"Oh iya, aku catat nomor ponsel Abang, biar enak ngehubungi Abang waktu mau kembalikan powerbanknya." Kata Naina sambil mencari pena dan kertas di tasnya.

"Catat aja nomormu di sini." Kata Kalandra sambil menyerahkan ponselnya.

"Iya, Bang." Jawab Naina. Gadis cantik itu kemudian meraih ponsel Kalandra dan mencatat nomor ponselnya di sana.

Setelahnya, Kalandra pun menyimpan nomor ponsel Naina dan tak lupa mengirimkan chat pada gadis itu.

"Sudah aku chat." Kata Kalandra.

"Makasih ya, Bang, aku pinjam dulu." Kata Naina.

"Iya. Yasudah, aku duluan kalau begitu." Pamit Kalandra yang harus segera berganti shift dengan rekannya.

"Iya, Bang. Hati- hati, Bang." Kata Naina yang kembali di jawab anggukan oleh Kalandra.

Kalandra pun segera melajukan motornya, meninggalkan gadis cantik dengan mata indah yang mengusiknya beberapa hari ini.

Senyumannya pun terkembang di balik helm yang ia kenakan.

"Hikmah dari ngikutin kata hati." Kekeh Kalandra.

1
Ita Xiaomi
Kalandra kalimat terakhir tlg direvisi bs bikin emosi nih😁
Ita Xiaomi
Daddy berkelit aja tuh 🤣
Nurlaila Elahsb
fans ya😀di maklumi aja na😊
Dewi kunti
mengantar yaaa
Nuri 73749473729
ada2 aja kamu kal... lanjut💪
Esther
bagi coklatnya Naina, jangan dihabiskan sendiri nanti sakit gigi😄😂
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh kal. bikin orang bete aja kata terakhir nya
Mulyani Asti
seru
Ita Rcwt
ga sabar ini nunggu lanjutannya😊
Nifatul Masruro Hikari Masaru
langsung dapat gelar mommy aja nih
Atik Kiswati
semoga langgeng sampe nikah ya....
Nuri 73749473729
lanjut thor💪
Dewi kunti
pacarnya boleh Nemu dihutan itu🤭🤭🤭🤭
Kristiana Subekti
semangat up nya thor 🥰
Faqisa Sakila
yg dsni happy2..
yg crita stunya ko serem sih thor..
doble up donk
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wiiiih langsung gercep
Priyatin
mau .... ayo bang 🥰🥰🥰🥰
Priyatin
hah. ek kok aku yg kaget bang 😄😄😄
Atik Kiswati
lnjt..
Nuri 73749473729
nah tu na... mau dikenalin sama camer lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!