NovelToon NovelToon
Twin Gus: A Love Story

Twin Gus: A Love Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Hantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fega Meilyana

"Aku yang akan menikahi Zaskia, Abi."
"Apa kamu yakin?"
"Yakin Abi. Hanya Zaskia yang Aryan mau dan Zaskia cuma butuh aku saat ini."
***
"Gus itu terlalu galak!"
"Bukan saya yang galak, tapi kamu yang bebal dan sulit di atur!"

Kisah cinta dua Gus Kembar.
Zaskia diguna-guna oleh seorang laki-laki yang menggilainya, sihir itu akan musnah jika Zaskia menikah dan berhubungan dengan suaminya. Aryan yang menikahi Zaskia meski ia tau bahwa Zaskia tidak mencintai dirinya melainkan sahabatnya-Kafa. Lantaran Kafa mundur bak pengecut.

Sedangkan Kisah Gus Arshaf, yang sudah menyerah dengan sikap nakal santriwatinya, bernama Zayna. Juga tentang Zayna yang sudah kebal dengan kegalakan dan semua hukuman dari Gus-nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fega Meilyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rujak

“Gimana gak jadi pusat perhatian. Cewek yang terkenal alim di prodi malah pacaran, terus sekarang hamil.” Seru salah seorang gadis yang baru saja menuruni anak tangga.

"Lo hamil, kan?" lontar gadis itu ketika sudah berada di depan Aryan dan Zaskia.

Becca bahkan tidak merasa sungkan sedikitpun pada kakak tingkatnya.

Zaskia tercekat lidahnya mendadak peluh seiring debaran yang mengguncang keras organ di balik dadanya. Zaskia sangat malu lantaran kini ia sudah menjadi pusat perhatian semua orang. Tempat yang ia pijak mendadak ramai.

Aryan agak terkejut bukan pada berita yang menyebar tentang dirinya dan Zaskia melainkan pada Becca yang sepertinya sudah sering membuat masalah dengan istrinya.

"Terus kenapa kalau dia hamil?" Tanya Aryan, dingin.

Perhatian Becca teralihkan pada Aryan.

"Ya gapapa, tapi munafik gak sih? Percuma aja kan pakai kerudung lebar-lebar taunya pacaran dan sekarang malah hamil. Memang gak bisa buang di luar ya, kak? Kasihan tau entar pacarnya jadi omongan di kampus."

Aryan tetap berusaha tenang walau sebenarnya ingin sekali ia menghantam bibir gadis di depannya ini.

"Enggak bisa, karena Zaskia istri gue."

Semua orang terkejut.

"Haha, kocak banget. Itu cuma alasan lo doang kan? Karena kalian udah ketangkep basah"

"Kalau gue bisa buktiin lo, siap gak gue hukum?" Aryan menatap Becca dengan sorot mata yang tenang namun tersirat kemarahan di dalamnya.

"Memangnya lo siapa bisa hukum gue?"

"Bukan siapa-siapa. Gue cuma anggota BEM yang sekarang lagi dalam misi buat memberantas pembullyan di kampus dan menghukum orang-orang kayak lo."

Aryan menekan setiap kata yang terlontar dari mulutnya sambil menyeringai seiring tatapannya yang berubah tajam.

Becca mulai terkecoh, BEM adalah organisasi utama di setiap kampus yang memiliki tugas dan wewenang untuk membimbing, mengawasi, dan mengarahkan kegiatan UKM atau Unit Kegiatan Mahasiswa.

"Semuanya tolong dengerin gue, gue sama Zaskia kita udah nikah lebih dari dua bulan yang lalu. Iya, kita emang pacaran, tapi pacaran halal. Kalau lo mau bukti, lo bisa tanya sama Kafa atau sama Arshaf. Lo semua pasti kenal sama bintang kampus kita kan? Mereka yang jadi saksi di pernikahan gue."

Semua orang kian dibuat syok. Tentu saja mereka mengenal Kafa dan Arshaf. Siapa yang tidak mengenal dua laki-laki tampan bersuara emas yang memegang kegiatan seni di organisasi UKM.

"Gimana? Udah puas lo?" tanya Aryan sedikit menyentak.

Becca bersama kedua temannya mati kutu, ketiganya tersudut dan gantian menjadi pusat perhatian.

Kemudian Aryan mengeluarkan ponsel dan terlihat ingin menghubungi seseorang. "Halo, Presma, gue nemuin tiga cewek bermasalah nih. Kirim anggota buat jemput mereka. Gue ada di gedung Fakultas Ilmu Ekonomi sekarang ya, gue tunggu di sini."

Panggilan berakhir sesaat itu. Tiga gadis di depannya seketika panik dan wajahnya mereka langsung memelas.

"Kak, maafin kita, kita benaran gak tau kalau ternyata kalian udah nikah."

"Kalau lo gak tau, lo tanya baik-baik, bukan lo bully," sentak Aryan.

"Buat lo semua, jadi kan ini pelajaran di saat lo semua lihat sesuatu yang salah sama diri seseorang, lo tabayyun dulu, lo nasihatin dia secara empat mata, jangan asal tuduh dan malah ngebully. Paham loh semua!"

"Paham, Kak!"

"Paham, Kak!"

Zaskia di sampingnya hanya diam, tak berani mengangkat wajah. "Satu lagi, kalau masih ada yang nge-bully istri gue, siap-siap berhadapan sama hukum, gue serius."

Semua orang langsung mengangguk cepat dan meminta maaf pada Zaskia.

"Maafin kita ya, Kia."

"Iya, gapapa."

Aryan menghela nafas panjang, seraya menggeleng terhadap pikir bisa-bisanya ia tidak tau jika selama ini istrinya mendapatkan perlakuan tidak baik dari teman satu prodi. Seketika penyesalan pun menelusup hatinya. Seharusnya ia lebih sering bertanya bagaimana keadaan Zaskia di kampus dibanding menanyakan perasaan perempuan itu padanya.

"Ada apa, Yan?" Tiga orang anggota bem masuk dan sudah bergabung bersama mereka.

"Beresin nih, bro. Rusuh!"

"Kak, maafin kita. Tolong jangan dihukum. Kita janji bakal berperilaku baik dan sopan sama Zaskia."

"Iya, Kak. Baru juga semester tiga. Masa mau dikeluarin? Tolong maafin kita, Kak!" Ketiga gadis itu meringis minta dilepaskan.

"Enggak akan ada yang dikeluarin. Kalian juga cuma dihukum atas apa yang udah kalian kerjain. Pembullyan itu tindakan yang bisa merusak mental seseorang. Kalau kalian gue lepasin, bukan gak mungkin kalian bakal ngelakuin hal yang lebih parah dari ini. Setidaknya dengan hukuman yang kalian terima, kalian bisa introspeksi dan jadiin semua ini pelajaran!" tegas Aryan.

"Aduh, dek. Masih junior udah bullying aja. Gimana entar kalau jadi senior?"

"Angkut, guys."

"Kak, Kak!!" Becca dan kedua temannya pun dibawa pergi untuk menjalani hukuman mereka.

"Semuanya bubar!" perintah Aryan.

Dan setelah itu kembali membawa langkah meninggalkan tempat tersebut bersama Zaskia.

Sedikit kelegaan dapat Zaskia rasakan sekarang. Semoga dengan terbukanya hubungan mereka, tidak akan ada lagi orang-orang usil yang mengusik ketenangan Zaskia selama ia menempuh pendidikan di kampus.

“Kak...” panggil Zaskia lirih ketika mereka tiba di pertengahan anak tangga yang mulai sepi.

Aryan menghentikan langkahnya. “Kamu kenapa gak pernah ngomong kalau selama ini dibully?”

Zaskia menunduk. “Maaf...”

Aryan mengembuskan napas berat.

Tanpa berkata apa-apa lagi, laki-laki itu langsung menarik Zaskia ke dalam pelukannya.

Tangannya menangkup belakang kepala sang istri erat seolah takut perempuan itu kembali terluka.

“Sakit banget lihat kamu diginiin, Kia...” bisiknya serak.

Zaskia menggigit bibirnya yang mulai bergetar.

Pucuk hidungnya memerah, sementara air mata perlahan kembali jatuh membasahi pipinya.

***

Siang harinya, usai melaksanakan salat Dzuhur di musala kampus, Aryan bergegas keluar dari bangunan tersebut. Langkahnya langsung menuju teras musala bagian wanita.

Di salah satu anak tangga, Zaskia tampak sudah menunggu sambil memainkan ujung gamisnya pelan.

Begitu melihat Aryan datang, perempuan itu segera bangkit berdiri. Senyumnya ikut mengembang hangat.

“Udah lama nunggu?” tanya Aryan saat sudah berada di hadapan istrinya.

Zaskia menggeleng pelan. “Baru aja kok. Pulang sekarang kan?”

Aryan tampak sedikit bersalah. “Hari ini Kakak ada rapat BEM, Kia,” ucapnya hati-hati. “Kamu pulang dianter Kafa sama Arshaf ya? Mereka naik mobil kok. Kakak udah minta tolong.”

Zaskia terdiam sejenak.

“Pulangnya ke rumah Bunda dulu. Nanti sore Kakak jemput. Enggak apa-apa kan?”

Zaskia akhirnya mengangguk sambil mengembuskan napas pelan.

Jujur saja, ada sedikit rasa kecewa di hatinya. Padahal sejak tadi ia sudah membayangkan makan rujak bersama Aryan sepulang kuliah.

Entah kenapa, beberapa jam terakhir pikirannya terus dipenuhi makanan asam dan segar itu.

Mulutnya terasa pahit, membuatnya ingin makan sesuatu yang pedas, asem, dan dingin.

“Ya udah deh, Kak. Gapapa,” jawabnya pelan. “Terus mereka di mana?”

“Masih di dalam. Bentar lagi juga keluar.”

“Oh iya...” Zaskia teringat sesuatu. “Bukannya Kak Arshaf lagi sakit?”

“Tadi Kafa selesai kelas jam setengah sebelas terus langsung nganterin Arshaf ke dokter,” jelas Aryan. “Karena Kakak ada rapat, jadi Kakak minta tolong mereka sekalian jemput kamu.”

“Oalah... gitu toh.”

Tak lama kemudian, dua laki-laki itu akhirnya muncul dari arah koridor.

“Bucin teruuussss!” seru Arshaf sambil menunjuk Aryan dengan ekspresi dramatis.

Aryan langsung menyeringai. “Iyalah sama istri sendiri. Lo kalau mau ya nikah aja.”

“Nah kan!” Arshaf mengelus dada. “Kalau udah dijawab begini gue gak bisa bales lagi.”

Kafa yang berdiri di sampingnya cuma geleng-geleng sambil tertawa kecil.

Aryan lalu menoleh pada mereka. “Gue titip Kia ya, Shaf, Kaf.”

“Siap, Bos,” jawab Arshaf santai.

“Inget, Kaf,” lanjut Aryan sambil menunjuk sahabatnya itu. “Jangan pandangan dari bini gue.”

Kafa langsung membelalak. “Astaghfirullah, Yan!” protesnya. “Kagak! Tenang aja napa sih!”

Arshaf malah ngakak melihat ekspresi Kafa.

“Lo mau rapat?” tanyanya kemudian. “Jadi tuh demo?”

“Jadi,” jawab Aryan. “Lo berdua ikut ya?”

“Siap!” jawab Arshaf semangat.

Kafa ikut mengangguk. “Ya udah, Kakak pergi dulu ya. Assalamu’alaikum.”

Aryan berpamitan sambil mencubit pelan pipi chubby Zaskia. “Sakit tau!” protes perempuan itu spontan. “Wa’alaikumussalam.”

“Gemes, Sayang.” Aryan tertawa kecil lalu mundur beberapa langkah sebelum akhirnya benar-benar pergi meninggalkan mereka.

Tangannya sempat melambai kecil ke arah Zaskia.

Dan perempuan itu otomatis membalas lambaian tersebut sambil tersenyum tipis.

Namun setelah Aryan menghilang di balik koridor, suasana mendadak terasa canggung bagi Zaskia.

Meski dulu ia sering bermain bersama Arshaf saat kecil, tetap saja penampilan laki-laki itu sekarang jauh lebih sangar dibanding Aryan dulu.

Belum lagi Kafa.

Walau perasaan Zaskia pada laki-laki itu sudah benar-benar memudar, tetap saja mereka pernah memiliki hubungan yang tidak bisa dianggap tidak pernah ada.

Karena itulah, sekarang Zaskia jadi salah tingkah sendiri berada di antara dua laki-laki tersebut.

***

Selama di perjalanan, suasana di dalam mobil terasa cukup hening.

Kafa fokus menyetir, sementara Arshaf tampak rebahan santai di kursi depan sambil memainkan ponselnya. Sedangkan Zaskia memilih diam di kursi belakang.

Namun tak lama kemudian, suara Arshaf memecah keheningan.

“Kaf, itu ada tukang rujak. Berhenti bentar.”

Kafa langsung menoleh heran. “Mau ngapain sih?”

“Tiba-tiba gue pengen rujak.”

Mata Zaskia langsung berbinar. “Kia juga pengen rujak, Kak!”

“Nah kan!” Arshaf langsung menunjuk ke arah belakang dengan semangat. “Kia aja pengen. Buruan nepi lah.”

Kafa menghela napas pasrah sebelum akhirnya memperlambat mobil.

“Bukannya kamu gak suka rujak, Kia?” tanyanya spontan sambil melirik ke arah kaca tengah.

Zaskia langsung terkesiap.

Pertanyaan itu muncul begitu tiba-tiba sampai membuatnya bingung harus menjawab apa.

Ternyata Kafa masih mengingat hal-hal kecil tentang dirinya.

“Lo tau dari mana kalau Kia gak suka rujak?” tanya Arshaf dengan dahi berkerut.

Kafa refleks menegang. “Ya tau lah,” jawabnya santai meski sebenarnya panik. “Dulu setiap kita ja—”

“Kak!” Zaskia langsung memotong dengan suara agak tinggi.

Jantungnya berdebar panik saat menyadari Kafa hampir saja membongkar hubungan mereka di masa lalu.

Arshaf sampai sekarang memang belum tau kalau Kafa dan Zaskia pernah menjalin hubungan.

Ia hanya tau sahabatnya itu dulu menyukai Zaskia.

Kafa langsung mengatup rapat bibirnya begitu sadar dengan kesalahan ucapannya.

“Dulu kenapa?” tanya Arshaf curiga.

Suasana mendadak canggung.

Kafa mengembuskan napas pelan sambil merutuki diri sendiri. Ia melirik Zaskia yang tampak gugup sambil menggeleng kecil.

“Gapapa,” jawabnya akhirnya. “Gue salah ngomong aja.” Setelah itu, Kafa buru-buru kembali fokus menatap jalan.

“Apa sih, gak jelas lo,” gumam Arshaf.

Kafa memilih diam.

Ia kembali menarik napas panjang sebelum akhirnya fokus menyetir lagi.

“Yaudah cepetan cari lagi." katanya.

“Iya bawel banget sih,” sahut Arshaf. “Ngidam apa lo?”

“Gatau nih,” jawabnya sambil mengusap perut. “Sumpah gue pengen banget rujak.”

Zaskia yang sejak tadi memperhatikan tingkah Arshaf akhirnya ikut penasaran.

“Kak Arshaf tadi kata dokter apa?”

“Katanya sih cuma masuk angin aja, Kia,” jawab Arshaf santai. “Tapi sebelumnya dia malah nanya apa Kakak udah nikah.”

Zaskia mengernyit. “Hah? Kok gitu?”

“Nah itu dia,” lanjut Arshaf. “Heran banget gue. Apa hubungannya coba?”

“Kakak jawab apa?”

“Ya apa adanya lah,” jawabnya enteng. “Kan emang belum nikah.”

“Jomblo akut lo!” celetuk Kafa spontan.

“Enak aja lo, Kaf!” Arshaf langsung melotot. “Lihat aja nanti, di antara kita berdua malah lo yang paling lama nikah.”

“Wah parah, nyumpahin.”

“Hahaha, makanya jangan rese.”

“Gus yang satu ini emang paling pedes kalau ngomong,” gerutu Kafa.

Zaskia cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah dua sahabat itu.

Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi.

Perempuan itu langsung membuka layar dan mendapati pesan dari Aryan.

“Udah sampai rumah belum?” Senyum kecil langsung terbit di bibirnya.

Jari-jarinya mulai mengetik balasan. “Belum, Kak. Kak Arshaf ngajakin makan rujak.”

Pesannya langsung centang dua, namun belum dibaca.

Mungkin Aryan kembali fokus pada rapatnya.

Sekitar lima menit kemudian, balasan akhirnya masuk.

“Bukannya kamu gak suka rujak? Dan kok tiba-tiba banget si Arshaf mau rujak?”

Zaskia terkekeh kecil membaca pesan itu. “Tapi sekarang lagi pengen, Kak. Gatau tuh. Ngidam kali dia.”

Tak lama, Aryan kembali membalas. “Kamu juga ngidam?”

“Sepertinya iya.”

“Terus kenapa tadi gak bilang kalau kamu pengen rujak?”

Zaskia menggigit bibir kecil sebelum mengetik lagi..“Tapi kan Kakak ada rapat.”

“Kakak bisa izin bentar.”

“Gapapa kok, Kak.”

Balasan Aryan datang cepat kali ini. “Maaf ya Kakak enggak peka.”

Zaskia langsung tersenyum gemas. “Ih, gapapa. Ngapain minta maaf. Lagian ini Kak Arshaf juga pengen rujak, sekalian aja.”

Setelah beberapa detik, layar ponselnya kembali menyala.

“Yaudah. Tunggu Kakak pulang ya. Love you, Kia.”

Seketika pipi Zaskia menghangat.

Senyumnya mengembang tanpa sadar sambil menatap layar ponselnya cukup lama.

***

Mobil akhirnya berhenti tepat di depan gerobak rujak sederhana yang berada di pinggir jalan.

Aroma buah segar bercampur bumbu kacang langsung menyeruak begitu kaca mobil dibuka.

“Wah, enak banget baunya,” gumam Arshaf sambil buru-buru turun lebih dulu.

Kafa ikut keluar sambil menggeleng melihat tingkah sahabatnya itu.

“Lo kayak orang kelaparan tiga hari.”

“Emang iya,” jawab Arshaf santai. “Gue dari tadi mual terus. Sekarang malah pengen makan beginian.”

Zaskia ikut turun pelan dari mobil.

Baru beberapa langkah mendekati gerobak, matanya langsung berbinar melihat aneka buah yang tersusun rapi di etalase kaca.

Mangga muda, nanas, bengkuang, jambu air, kedondong, sampai mentimun.

“Seporsi berapa, Bang?” tanya Zaskia. Air liurnya nyaris menetes melihat buah-buahan segar yang sedang dipotong si penjual.

“Kalau porsi kecil sepuluh ribu, Neng. Kalau porsi jumbo lima belas ribu,” jawab si abang rujak ramah. “Mau yang mana?”

“Yang porsi jumbo dua, Bang,” jawab Zaskia cepat. “Kalau bisa cepet ya.”

“Iya siap, Neng. Makan di sini atau bungkus?”

“Makan di sini aja. Saya duduk di sana ya.”

“Siap!”

Zaskia pun berjalan menghampiri meja plastik tempat Arshaf dan Kafa duduk.

“Kak, udah Kia pesenin tuh.”

“Wah, terima kasih adik ipar!” seru Arshaf semangat.

Kafa justru memperhatikan Arshaf dengan curiga. “Shaf, lo yakin baik-baik aja kan?”

“Ngapa sih?”

“Lo sama Kia kompak banget makan beginian,” sahut Kafa sambil menyipitkan mata. “Beneran kayak orang ngidam.”

“Bawel ah.”

Lalu tanpa aba-aba, Kafa menoleh ke arah Zaskia. “Kia... kamu lagi hamil ya?”

“Eh—” Zaskia langsung gugup.

Untung saja di saat bersamaan abang rujak datang membawa dua piring jumbo pesanan mereka.

“Nih, rujaknya, Neng.”

Mata Zaskia dan Arshaf langsung berbinar bersamaan.

Kafa sampai melongo melihat sinkronisasi keduanya. “Kalian serem banget deh,” gumamnya.

Arshaf langsung menyambar sendok. “Bismillah!”

“Kamu yakin sanggup ngabisin sebanyak itu?” tanya Kafa.

“Sanggup,” jawab Zaskia mantap. “Kalau gak habis kan bisa dibawa pulang. Nanti makan sama Kak Aryan.”

Kalimat itu membuat dada Kafa terasa sesak seketika.

Meski ia sudah berusaha ikhlas, tetap saja ada bagian kecil dalam hatinya yang masih terasa nyeri setiap mendengar Zaskia menyebut nama Aryan dengan penuh kelembutan seperti itu.

Namun laki-laki itu segera menepis pikirannya dan memilih memesan satu porsi biasa untuk dirinya sendiri.

Tak lama, ketiganya makan bersama.

Anehnya, Arshaf yang tadi mual-mual justru makan paling lahap.

“Wow enak banget,” gumamnya sambil nambah sambal.

Zaskia sampai terkekeh kecil melihat tingkah mereka.

Tak lama kemudian, terdengar suara seorang perempuan memanggil dari kejauhan.

“Kak Kafa!” Ketiganya spontan menoleh.

Seorang gadis remaja berseragam sekolah tampak berlari kecil menghampiri mereka sambil tersenyum lebar.

“Andara?” Kafa langsung berdiri.

“Kak Kafa ngapain di sini?” tanya gadis itu polos.

Kafa malah balik menginterogasi. “Kakak yang harusnya nanya. Ngapain kamu di sini? Ini jauh banget dari sekolah kamu.”

“Andara main ke rumah temen, Kak.”

“Terus ke sini sama siapa?”

“Sama supir kok.”

Kafa memijat pelipisnya. “Abi sama Bunda tau enggak?”

Andara langsung nyengir bersalah. “Enggak...”

“Ya Allah, Andara!” Kafa langsung menghela napas panjang.

Ia lalu menoleh pada Arshaf. “Shaf, sepupu lo beneran bandel banget.”

Andara baru sadar ada Zaskia dan Arshaf di sana. “Kak Kia!” serunya girang.

“Hai, Andara,” balas Zaskia sambil tersenyum manis.

“Maaf ya, Kak, waktu itu aku gak datang ke nikahan Kakak sama Kak Aryan.”

“Iya, gapapa kok.”

“Kak Arshaf!”

“Apa, bocil?”

“Ih! Aku udah dewasa tau!”

“Mana ada dewasa yang masih kelas lima SD, Daraaa!”

"Kata siapa aku kelas lima SD, 2 bukan lagi aku naik kelas!"

"Tetep aja sekarang kelas 5!"

“Ish, galak banget!”

“Galak begini tapi Azel lebih lengket sama Kakak daripada sama Aryan.”

Andara mendecak. “Tapi gantengan Kak Aryan!”

“Heh! Kakak juga ganteng, orang kita kembar.”

“Iya sih, kalian sama-sama ganteng, tapi...” Andara menggantung ucapannya sambil melirik jahil.

“Tapi apa?” kali ini Kafa yang bertanya.

“Pengen tau aja apa pengen tau banget?”

“Ya ampun, Andara.” Kafa menggeleng pasrah. “Mending kamu pulang. Inget, jangan pacaran. Masih bocil.”

“Kalau udah gede berarti boleh?”

“Enggak boleh juga!”

“Terus kalau gak boleh gimana dong?”

“Ya langsung nikah lah!”

"Yaudah aku nikah sekarang."

"Mana bisa, Andara! Maksud kakak tuh nanti kalau sudah legal umurnya minimal."

Andara langsung tersenyum lebar. “Nikah sama Kak Kafa aja ya?”

“HUH?!” Kafa hampir tersedak ludah sendiri.

Arshaf langsung ngakak tanpa dosa. “HAHAHAHA! Mampus lo, Kaf!”

“Jangan tawa lo!” kesal Kafa.

Andara malah makin santai. “Soalnya Kak Kafa ganteng.”

“Denger tuh,” sahut Kafa sok bangga sambil melirik Arshaf.

“PD banget lo.”

Zaskia sampai ikut tertawa kecil melihat tingkah mereka.

“Tapi...” Andara kembali bersuara sambil menatap Kafa polos. “Kak Kafa jangan lama-lama jomblonya ya.”

Kafa terdiam sebentar.

“Kenapa emang?”

“Nanti kesepian.”

Jawaban sederhana itu justru membuat suasana mendadak sedikit hening.

Arshaf yang tadinya tertawa perlahan diam.

Sedangkan Zaskia refleks menunduk pelan.

Kafa tersenyum tipis, meski ada samar rasa nyeri di dadanya.

“Iya,” jawabnya ringan. “Doain aja.”

“Emangnya Kak Kafa belum nemu yang cocok?”

Belum sempat Kafa menjawab, Arshaf langsung menyela cepat.

“Udah! Tapi dianya kalah cepet sama Aryan.”

“SHAF!” bentak Kafa spontan.

Andara langsung membulatkan mata. “Hah? Maksudnya apa?”

“Enggak ada!” Kafa buru-buru mengacak rambut Andara gemas. “Anak kecil gak usah kepo.”

“Ih! Penasaran tau!”

“Udah sana beli minum dulu. Haus enggak?”

“Mau es teh!”

“Nah gitu dong.”

Kafa segera berdiri untuk memesankan minuman, jelas-jelas mengalihkan topik.

Sedangkan Zaskia diam-diam mengembuskan napas lega.

Namun saat Kafa berjalan menjauh, Andara malah mendekat pada Zaskia lalu berbisik pelan.

“Kak Kia...”

“Hm?”

“Kak Kafa dulu suka banget ya sama Kakak?”

Zaskia langsung tersedak udara sendiri.

“Dara!” Kafa berdecak. "Ck, nih anak."

“Aku gak bohong kok,” bisik gadis itu lagi polos. “Soalnya dulu Kak Kafa sering banget nyebutin nama Kak Kia.”

Kafa mendorong pelan pundak gadis itu agar masuk ke dalam mobil.

Namun sebelum benar-benar masuk, Andara tiba-tiba menoleh lagi ke arah Zaskia.

“Kak Kia!”

“Iya?”

“Jadi mata-mata untuk Kak Kafa ya.”

Zaskia tersenyum bingung. “Loh, kenapa?”

“Jangan sampai Kak Kafa digaet cewek lain. Pokoknya yang boleh cuma aku!”

Wajah Kafa seketika berubah panik. “Andara!”

“Loh aku salah ngomong ya?”

“Udah masuk mobil SEKARANG.”

“Yaudah, yaudah.”

Andara cekikikan sambil buru-buru masuk ke dalam mobil.

Kaca mobil belum sempat tertutup ketika gadis itu kembali berteriak kecil.

“BYE KAK KIAAAA! BYE KAK ARSHAF! BYE CALON SUAMIKU!”

“YA ALLAH!” Kafa benar-benar pasrah sambil menutup wajahnya sendiri.

Arshaf sampai terbahak-bahak sambil menepuk pundak sahabatnya. “Selamat ya, calon suami Andara.”

“Gue tonjok lo ya.”

1
Syti Sarah
Masya Allah bucin bnget sih Aryan 🥰🥰
Ayu Oktaviana
jodohnya kafa msih unyu unyu😁😁😁😂😂😂
syora
dara nih kyak si onty zura 🤣🤣🤣🤣
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wah jodoh nya kafa masih sd
Syti Sarah
kocak juga nih anak nya Azzam 😂😂
Shabrina Darsih
blm Tau aja kia. uda nikah pasti hbs tuh sm aryan
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya nggak papa lah wong yang hamilin kan suami sendiri
nan luxiao
suka banget, dari cerita athar cila, abidzar zuya, azzam aira, sama yang ini selalu seruu banget
Syti Sarah
waah,mmang ya umma zuya absurd nya gak ada lawan.msa anak sndiri di bilang hamil 😂😂
anakkeren
best ,❤️
Anak manis
cakep buat authornya 🥰
just a grandma
seruuu
cutegirl
pokoknya aku sllu menunggu cerita dri author ini
cutegirl
ada ada aja😂
Ayu Oktaviana
selamat untuk kia dan aryan😍😍.. kita tinggal tunggu arshaf nih
Fegajon: kurang lebih begitu 😛
total 3 replies
Syti Sarah
Masya Allah,lengkap sudh kbhgian pasangan ini.slmat ya kia Aryan 🥰🥰
Syti Sarah
ciie yg udh di blas cinta nya sama istri 🥰
Syti Sarah
prsis kyak Abi nya ya aryan ini.tpi klau udh sah,bda bnget sifat nya sama istri nya .jdi syang ,bucin bnget sama istri nya .eeeh,udh mulai brani ya kia😁😁
Syti Sarah: iya btul bnget kak 😊
total 4 replies
Syti Sarah
ciie yg msak untuk pak suami 🤭🤭
Nifatul Masruro Hikari Masaru
udah terlambat kali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!