"janji ya kita harus bareng-bareng sampai besar nanti.. sampai aku bisa ajak kamu jalan-jalan keliling dunia!" seru Sena pada Arunika, gadis dengan rambut kepang duanya itu. "hm! Sena gak boleh ingkar janji ya, Aru bakalan nunggu janji Sena!" angguk gadis itu semangat sambil menyambut jari kelingkin Sena
namun sebuah kesalahpahaman menghantam keduanya, mengukir benci tanpa akhir. perpisahan tak dapat terelakkan hingga takdir mengikat keduanya kembali Cinta dan Benci, Rindu dan Dendam mempermainkan mereka dalam kisah masa-masa SMA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna_dee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis manis rasa cocopandan
"sejak kapan loe naksir?" tanya Alvin kepo, walau sering tebar pesona tapi baru kali ini temannya itu mengagumi seorang gadis
"gue liat-liat loe biasanya cuek aja, kenapa tiba-tiba loe naksir?" lanjut Alvin bertanya, Deva sudah keluar dari kelas berjalan menuju kantin
"gue... eh, Deva mana?" Samudra tersadar jika Deva sudah meninggalkan mereka, dua orang itu menyusul Deva buru-buru
"woi Dev!! kelas belum berakhir anj*r loe mau kemana!!" cegat dua orang itu, Deva keluar kelas tanpa izin
"toilet" jawab Deva meninggalkan mereka, Samudra dan Alvin kembali ke kelas sambil mengoceh
"aneh kan? baru kali ini dia keluar kelas tanpa izin, dia kayaknya demam deh" ucap Samudra
"tauk, gue kira mau bolos tadi!" sahut Alvin juga
jam istirahat datang, semua siswa berbondong-bondong keluar dari kelas mereka. puas duduk-duduk di bawah pohon, Yulia mengajak Lusi ke kantin
Marsha datang dengan minuman teh kotak di tangannya, awalnya mereka berjalan santai sampai Marsha berpura-pura tersandung dan melempar teh kotak yang sudah di sobek bagian atasnya itu ke arah Yulia
syuutt... Aaa!!
Marsha memekik kesal saat teh kotak itu malah berbalik menodai seragam dan rambutnya. Lusi refleks menendang teh kotak yang hampir mengenai Yulia itu ke sembarang arah tapi malah mengenai Marsha, dua gadis itu tersenyum puas menatap Marsha
" Loe!!" tunjuk Marsha pada Lusi dengan kesal
"apa?" sahut Lusi dengan wajah menantangnya
"loe sengaja ya!! kotor nih seragam gue!" bentak Marsha marah
"kalo gue gak tendang tehnya, yang di posisi itu sekarang Yuli Loh.. loe juga sengaja kan pengen ngotorin seragam Yuli?" sahut Lusi
"kalo iya emang kenapa? mau apa loe hah" teriak Marsha, Selvy dan Ecka pun bersiap melempar minuman kota ke arah Lusi
"mau balas loe karena nyari masalah duluan!"
duggh.. Aaaa!
tiga gadis dengan gaya princess itu jatuh tersungkur setelah Lusi menendang mereka. Yulia tersenyum puas di belakang, sepertinya gelar preman cewek di sekolah itu bukan cuma untuk dirinya setelah ini
"udah.. gak usah buang-buang waktu disini! kita punya urusan mendesak" tarik Yulia agar Lusi menjauh dari tiga orang itu, Marsha dan dua temannya teriak kesal hingga mengundang begitu banyak mata dan tawa. Lusi dan Yulia berlari sambil tertawa puas ke kantin
byurrr...
saat hampir sampai di kantin, Lusi mendapat kejutan dari Deva mata Yulia melotot kaget melihat Lusi yang sudah basah kuyup seragam putihnya pun berubah warna menjadi pink
"gadis manis rasa cocopandan!" ucap Deva dengan senyum smirk nya
"kenapa?" tanya Lusi menatap Deva dengan Amarah yang berusaha di tahannya
"karena loe ngerusakin seragam gue kemarin" jawab Deva membuang ember ke sembarang arah
"gue udah minta maaf dan gue udah berusaha bersihin baju loe kemarin!! cuma kena debu aja loe bilang rusak?? loe gila ya!" kesal Lusi mulai meninggi kan intonasi suaranya
"kalo iya, loe bisa apa?" sahut Deva yang memajukan wajahnya sambil menunduk
plakk..
tak cuma Deva, Yulia dan bahkan para siswa lain yang menonton pun mangap saking terkejutnya, Lusi sangat berani menampar Deva yang bahkan tak pernah di sentuh secuil pun oleh para guru-guru
"gue bisa protes, gue bisa ngamuk dan gue bisa balas loe lebih dari ini!!" kesal Lusi, dadanya naik turun karena marah
Deva menyentuh pipinya yang terasa panas, Samudra dan Alvin mengalihkan pandangan saat Deva menatap mereka
"anj*rr!!! berani banget tuh cewek!" gumam Samudera menggigit bibir bawahnya
"gue yakin sih hidup nya gak bakalan tenang setelah ini" sahut Alvin
"loe berani juga ya?" ucap Deva menatap dingin bola mata Lusi
"kenapa? loe pikir loe Tuhan kah? atau loe berpikir kalo loe itu Raja disini? kita sama-sama manusia, sama-sama makan buat bertahan hidup juga kan? jangan karena loe lahir dari keluarga yang kaya loe bisa berlaku seenaknya!!" celoteh Lusi, seragam yang di pakainya basah kuyup dan hampir menerawang, meski memakai baju kaos dari dalam tetap saja Lusi akan mendapat tertawaan jika tak segera mengganti seragamnya
Deva menarik tangan Lusi untuk keluar dari kerumunan para siswa, Yulia berlari menyusul takut jika Lusi di lempar dari lantai dua oleh Deva
brakk..
Deva menutup keras pintu gudang OSIS, membuat Yulia yang masih di luar terkejut bukan main, Deva mendorong keras Lusi tanpa kata. Lusi tak berhenti mengoceh sejak tadi tak terima dengan perlakuan semena-mena Deva
"buat tamparan loe hari ini, bakalan gue hitung pelan-pelan!" ucap Deva melempar seragam baru pada Lusi setelah itu keluar dari gudang itu dan pergi begitu saja tanpa memperdulikan Yulia yang terkejut untuk kedua kalinya karena dirinya
Yulia buru-buru masuk, memeriksa keadaan Lusi apa masih hidup atau sudah tak bernyawa di dalam sana, Deva membalikkan badan sebentar untuk melihat lagi Yulia yang tiba-tiba cukup familiar bagianya, entah di mana dia pernah melihat gadis itu sebelumnya
"Ucii loe gak apa-apa kan?" tanya Yulia membolak balikkan tubuh Lusi melihat apa ada luka di sana
"gue gak apa-apa kok Yul, gue cuma heran aja abis ditampar tu orang malah jadi malaikat dan ngasih gue seragam baru walaupun pake kata-kata ancaman juga sih" jawab Lusi, Yulia mengelus dada karena lega
"terserah deh.. untung loe masih di kasih seragam baru sekarang mending loe ganti baju dulu deh!" tarik Yulia mengajak Lusi untuk ke toilet
Deva melangkah dengan wajah masamnya memasuki kelas, Samudra sampai menelan salivanya kasar melihat sahabatnya itu yang sudah seperti hulk yang sedang marah
"pipi loe gak miring kan?" tanya Samudra pelan, Alvin menegur Samudra dengan kakinya
"loe gak apa-apain dia kan?" tanya Alvin juga
"gue bisa apain dia emangnya?" tanya Deva balik pada Alvin
"mainan baru kalo terlalu sering di mainin bakalan bosen, masih ada besok, lusa dan lusanya lagi" lanjut Deva tersenyum jahat, Alvin dan Samudera tertawa kecil mereka tau maksud sahabatnya itu
"gue suka gaya loe.. eh, hati-hati tapi" celetuk Samudra Deva mengangkat sebelah alisnya bertanya
"hati-hati, jangan sampe loe naksir!" jawab Alvin yang di sambut suara tawa dari Samudra
"cih" dengus Deva memalingkan wajahnya
sejauh ini dirinya tak pernah tertarik pada siapapun, entah karena memang belum menemukan yang cocok atau memang hatinya sengaja menolak karena sebuah harapan kecil yang dirinya sendiripun tak menyadari nya
gosip hot itu sudah tersebar keseluruhan kelas, bahkan ke telinga guru sekalipun. ada yang puas mendengarnya ada juga yang kesal
"gue gak terima banget loe di perlakuin kayak gini, ini hari kedua loe disini loh.. mereka gak bisa apa ya tenang dikit!! tapi.. gue juga khawatir sama loe Cii, dengan loe nampar si Deva tadi Loe lagi buka gerbang buat nambah musuh tau gak!" ucap Yulia yang tak berhenti bicara sejak tadi
"gak peduli! kalo dia berani ngebully gue lagi, bakal gue tonjok juga muka dia jauh lebih keras dari hari ini!!" jawab Lusi yang masih sangat kesal dengan Deva yang tiba-tiba mengguyur nya dengan air es cocopandan seember.