Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
Mang Hasan dan Jack pun tidak di depan lapangan kampung tersebut, dan kedatangan mereka berdua terdengar oleh kepala desa
"Pak kepala desa... gawat kampung Anu kedatangan orang besar, mereka memakai helikopter. dan mereka datang untuk kedua kali, saya pikir helikopter itu hanya nyasar karena cuma setengah jam langsung pergi, taunya helikopter itu datang lagi" laporan hansip desa
BRAK
"Orang besar mana yang mendatangi kampung Anu, ini tidak bisa dibiarkan... kita harus kesana aku takut para warga bo*oh itu membuka informasi tentang ku selama menjabat di desa ini" ucap marah kepala desa Harto. dia begitu takut kalau selama menjabat kecurangan yang dia tutupin tercium, bahkan bukan hanya kampung Anu yang dia perlakuan tak manusiawi
Dana jalan dia pangkas, dana pertanian pun dia pangkas ke dalam kantong pribadi nya, dia hanya mementingkan satu kampung. ya itu kampung yang di tempati oleh keluarga besar nya dan keluarga besar istri nya juga, jangan lupa beberapa keluarga besar para staf desa juga tinggal di kampung yang dia kucurkan dana desa tersebut
Saat ini Vera sedang diskusi dengan para warga kampung tersebut, Vera akan memperbaiki jalan kampung tersebut agar akses keluar desa bisa memutar lewat desa tempat tinggal Vera
Mang Hasan dan Jack yang baru tiba pun dipersilahkan untuk makan karena Vera menyisihkan makanan yang dia buat tadi untuk mang Hasan dan Jack
Saat mereka sedang berbincang-bincang mereka dikejutkan oleh mobil yang dimiliki Kepala desa Harto, kepala desa Harto pun langsung turun melihat kenapa ada helikopter yang berhenti di lapangan kampung yang dia telantarkan
"Kalian melihat pemilik helikopter ini?" tanya tajam Kepala desa Harto kepada lelaki paruh baya, bahkan dia bertanya tanpa ada rasa sopan sedikitpun padahal orang yang dia tanya itu umurnya lebih tua dari kepala desa tersebut
Mang Hasan yang sedang duduk di depan pekarangan salah satu warga pun, mengerutkan alisnya. saat mendengar pertanyaan yang bernada tidak sopan itu
"Anda mencari saya?" tanya Mang Hasan pun kepada rombongan kepala desa. kepala desa Harto dan Para stafnya pun menatap terkejut Mang Hasan karena mereka mengenal Mang Hasan itu salah satu anak buah dari mendiang juragan Sanusi
"A anda pak Hasan?" tanya kepala desa Harto
"Anda mengenal saya? tapi sepertinya saya tidak mengenal Anda" jawab dingin mang Hasan. kepala desa dan beberapa staf desa pun bergelagap mereka sedikit tahu tentang kehidupan Mang Hasan yang sangat keras
"Anu itu, saya Kepala desa kampung ini" jawab kepala desa itu dan Mang Hasan pun tersenyum mengejek
"Jadi Anda pemimpin kampung ini? bagaimana bisa kampung ini bisa terbengkalai? dan saya bisa melihat anda cukup baik-baik saja sebagai pemimpin kampung ini?" pertanyaan demi pertanyaan Mang Hasan lontarkan kepada kepala desa
Ada beberapa warga kampung tersebut melihat ketegangan dari kepala desa dan beberapa staf nya itu. mereka saling berbisik saat melihat kegelapan kepala desa
"Lihat... kepala desa Harto begitu ketakutan saat ditanya oleh Pak Hasan ya" bisik lelaki yang sedikit tua
"Seperti Pak Hasan ini cukup berpengaruh ya? sampai kepala desa kita pun cukup ketar-ketir melihat pak Hasan berada di sini, aku juga cukup penasaran kenapa kepala desa bisa sampai datang ke kampung kita, biasanya kepala desa tidak Sudi menginjakkan kakinya ke kampung kita ini?" tanya lelaki yang masih muda
"QUEEN KITA KEDATANGAN KEPALA DESA, SEPERTINYA DIA MELIHAT HELIKOPTER YANG SUDAH MENDARAT DI KAMPUNG INI"
Vera menatap keluar, dia juga bisa melihat kalau Ma Hasan sedang berbicara dengan beberapa pria yang memakai baju dinas
"Biarkan itu menjadi urusan mang Hasan, aku hanya tinggal melihat apa yang akan kepala desa itu lakukan? kalau kau penasaran pergi saja temui kepala desa itu, dan bilang kepadanya kenapa kau tidak membangun desa ini?" jawab Vera
Sistem hanya bisa menggelengkan kepala mendengar jawaban dari tuannya itu memang benar tuanya itu sangat ketus dan datar
"SISTEM MERASA TERSAKITI DENGAN UCAPAN QUEEN... DADA SISTEM TERASA SAKIT SEKALI"
"Apa perduli ku
TBC
Jangan lupa like dan komen Bila kalian menyukai cerita ini
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor