Yan Chen ,Penguasa dewa tertinggi merasa hidupnya sudah mencapai akhir, ia kemudian memberikan kekuasaannya kepada muridnya yang paling ia percaya ,Ling Yan ,setelah itu ia berwasiat kepada muridnya untuk tidak membuka segel iblis di gunung Immortal.
Sang murid yang sudah mendapatkan amanat itu mematuhinya dan mengantarkan sang master untuk terakhir kalinya ,sebelum kematiannya ,Yan Chen memberi nasihat untuk muridnya agar ia tidak si makamkan melainkan di baringkan di atas ujung dunia dewa.
Sang murid juga mematuhinya dan setelah kematiannya, secara tidak terduga segel iblis di gunung Immortal terbuka ,hal itu karena desakan dari beberapa murid Junior lain di bawahnya dan akhirnya karena segel telah terbuka ,alam Dewa menjadi kacau dan Ling Yan orang pertama yang menjadi korban dari kekacauan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9 kembali ke rumah
Keesokan harinya ,kabut tebal putih menyelimuti bukit yang memiliki ketinggian 500 meter itu, tidak terlihat ada kegiatan manusia di sana ,hal itu karena ada array perlindungan yang dibuat oleh Yan Chen dengan menggunakan tali dan ranting kecil .
Metode ini hanya Yan Chen sendiri yang bisa melakukannya, bahkan Yun Qingyi tidak terlalu mahir menggunakan array yang dibuat oleh Yan Chen itu.
Di bawah bukit terlihat sepasang pria dan wanita yang mulai beranjak dewasa, penampilan pria yang tampan dengan rambut diikat satu arah serta seorang wanita cantik yang memakai pakaian merah kekaisaran, seperti seorang ratu yang turun ke dunia fana.
" master ,aku jadi gugup saat bertemu dengan ibu master " Yun Qingyi terlihat cemas ,wajahnya yang cantik sedikit berkeringat, menahan rasa cemas yang mulai timbul di hatinya .
Yan Chen di sampingnya hanya tertawa pelan " tidak perlu gugup ,dan jangan panggil aku master mulai sekarang, aku takut nanti ibuku yang dengar mengatakan bahwa aku seorang penjahat para wanita ," katanya tersenyum geli.
" terus aku panggil apa master?"
" ya namaku sendiri, Yan Chen, atau apalah itu ,yang penting bukan master ,kata master itu sudah hilang sejak kita berdua bereinkarnasi ke dunia ini " katanya dengan nada sedikit melankolis.
" baik Chen Gege ..!"
Uhukk...!!..
Yan Chen terbatuk hingga seperti seorang yang sedang makan tulang ayam tersedak secara tidak sengaja .
" kenapa Chen Gege ..!"
Yan Chen mengacungkan jari jempolnya ," bagus itu nama panggilan yang bagus.aku suka itu " ucapnya tersenyum penuh kemenangan.
Mata Yun Qingyi berbinar dan sedikit tersanjung mendengar pujian pria yang ada di sampingnya itu, " kalau memang master suka ,maka akan aku panggil Chen Gege mulai sekarang " ujarnya dengan senyum indah.
" baiklah itu terserah kamu ...!" Yan Chen perlahan mengendalikan kudanya dan masuk ke perkampungan yang cukup padat dan banyak rumah rumah masih terbuat dari kayu atau anyaman bambu yang dibuat sedemikian rupa.
Pagi itu mulai muncul beberapa warga yang berangkat ke kota Fuhan ataupun ke ladang yang sangat luas itu, penampilan Yan Chen yang sangat tampan dengan Yun Qingyi sebagai wanita bangsawan kerajaan Zhenglian membuat mendapat perhatian sebagian besar warga yang mulai muncul dari dalam rumah itu.
" tuan muda, nona muda apa yang anda cari ?" Seorang pria tua datang menghampiri Yan Chen dan Yun Qingyi, kemudian sedikit membungkuk ke arah mereka berdua.
" tidak apa apa kepala desa ,kami akan pergi ke rumah janda Jia !" Yan Chen tersenyum tipis dan memandang ke arah depan, ia sedikit canggung saat bertemu dengan kepala desanya itu ,dan tidak menjelaskan tentang maksud kedatangannya.
" ouh kalau begitu apakah perlu saya antar agar tidak tersesat..!" Sang kepala desa menawarkan bantuan.
" terimakasih kepala desa atas bantuannya, tapi kami tahu dengan jalan ke rumah janda Jia " kata Yan Chen memberikan dua buah batu kristal roh kepada kepala desa .
" baiklah hati hati ,saya permisi dulu .." kepala desa kembali membungkukan badannya, dan perlahan berjalan menuju ke arah jalan berlawanan.
Yan Chen sejenak menatap kepergian kepala desa ,merasa ada yang aneh dengan tingkah laku kepala desa ,namun ia tidak tahu dengan perilaku itu.
" sudahlah nanti juga mengerti .." gumamnya menatap kembali ke arah depan.
" Chen Gege ada apa ?"
" tidak apa apa ,Yiyi kecil, saatnya persiapan mental ,bakal ramai di rumahku "
Yun Qingyi tampak memerah saat mendengar panggilan akrab di telinganya, sebelumnya saat ada di alam dewa Yan Chen memanggilnya dengan nama Yanyan kecil, dan terdengar lucu bagi seorang wanita yang menyamar sebagai pria ,namun itu adalah kenangan abadi bagi Yun Qingyi dan tidak pernah dia lupakan selamanya.
Kemudian mereka berdua menelusuri ladang gandum yang sudah menguning ,setelah itu melewati sebuah sungai kecil dengan ukuran kecil ,hanya sampai pergelangan kaki saja yang bisa masuk tenggelam.
" Chen Gege apakah masih lama ?" Yun Qingyi memandang ke arah Yan Chen yang tampak tenang di depannya itu.
" hanya naik sedikit lalu ,sudah sampai " ucapnya mengendalikan kudanya agar tidak terperosok masuk ke dalam jebakan babi hutan yang banyak di pasang di sisi jalan setapak.
Setelah beberapa langkah kaki kuda ,akhirnya terlihat halaman sederhana dengan banyaknya tanaman pangan yang di tanam di sekeliling halaman luar tersebut.
Rumah bernuansa Tiongkok kuno berdiri kokoh, tidak ada kerusakan dan semuanya seperti terlihat baru, Yan Chen mengerti perubahan itu karena uang pensiunan ayahnya yang sudah meninggal di gunakan untuk renovasi rumah dan membeli lahan pertanian.
Yan Chen berdiri Diam diatas kudanya menatap kenangan yang masih ada dalam jiwa sisa pemilik tubuh sebelumnya, dan tanda dia sadari karena melamun mengenang masa lalu pintu utama yang besar terbuka, dan tiga sosok keluar dari dalam rumah Tiongkok kuno tersebut satu seorang wanita dewasa penuh dengan aura keibuan dan dua gadis kecil keluar dengan wajah gembira dan riang.
Keduanya menatap secara bersamaan ,Yan Chen turun dari kudanya ,berjalan perlahan ke arah satu ibu dua anak kecil itu.
" cari siapa tuan muda ?"
Yan Chen terpaku ,matanya sedikit sembab ,ia merasakan gejolak hatinya tidak menentu dan batas alam yang selama di kehidupan dahulu yang sangat sulit untuk di mengerti sekarang telah hancur dan terbuka sempurna.
Ia mulai mengerti apa artinya keabadian yang sebenarnya, mulai dari keluarga sederhana hingga kehidupan tanpa memikirkan segala hal ,membangun pondasi keluarga dan mempertahankannya hingga kematian takdir datang.
" ibu ... ini aku ... Yan Chen ...!" Suara Yan Chen terdengar berbeda ,terasa seperti ingin memeluk wanita paruh baya yang ada di depannya itu.
" Yan ... Chen ..!" Wanita itu mundur beberapa langkah lalu jatuh terduduk dengan air mata berlinang ," kamu bukan Yan Chen, putraku sudah mati ,siapa kamu ?"
Hati Yan Chen bergetar hebat saat mendengar ucapan dari wanita paruh baya di depannya, " ibu .... benar...ini aku ... Yan ... Chen ... putra ibu ,aku belum mati ,kalau ibu belum percaya akan aku buktikan, aku mempunyai tanda lahir di bagian dada bawah ,dan juga dua adikku lahir saat ayah gugur di medan perang !" Yan Chen menangis dengan suara bergetar ,Yun Qingyi yang ada di sampingnya memegang telapak tangan Yan Chen dengan erat, ia juga meneteskan air mata saat mendengar kenyataan yang ada di depan matanya itu..
Wanita paruh baya itu seketika berhenti menangis, namun nadanya masih terasa bergetar " Yan ...Chen ,kenapa wajah dan penampilannya berubah ?"
" itu karena Chener baru saja bangkit dari keterpurukan dan mengingat masa lalu yang luar biasa ,sehingga Chener bisa mempelajari apa yang terjadi di masa lalu "
" jadi... kamu benar benar putraku ..?" Sang ibu memastikan sekali lagi ,matanya yang sembab mengartikan banyak hal .
" ya bu ,aku mendapatkan warisan dari dewa dan menjadi seperti sekarang ini .."