Hai Teman-teman" Perkenalkan ini Novel baru Mala. Sebenarnya ini Novel pindahan dari akun lama Mala, Semoga suka.
"Halo namaku NAIRI, dan aku adalah gadis kampung biasa.
"hem...." Tidak terlalu cantik dan hidup sederhana.
Aku memiliki sahabat yang bernama Lina. Dia gadis yang baik, pengertian dan yang pastinya selalu ada disaat aku butuh dukungan.
Yuk langsung intip kisahku. 🤭🤭🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang KeDesa
🍒 Happy Reading 🍒
Pelan-pelan Nairi melepaskan tangan Aska, agar Aska tidak terbangun.
"Hem, sepertinya dia lelah sekali. Jam berapa dia kembali, aku tidak mendengarnya." Guman Nairi, lalu pergi kekamar mandi membersihkan diri. Setelah itu, Nairi pergi kedapur menghampiri Mama Renata, yang sedang memasak menyiapkan sarapan.
Nairi masih berkutat didapur, membantu Mama memasak untuk sarapan.
Aska sudah bersih-bersih, mandi lalu turun, dan melihat Nairi sedang membantu Mamanya.
"Pagi Ma!, Pagi sayang.'' Ucap Aska.
''Pagi juga sayang,'' Kata Mama.
"Hem, Pagi juga.'' Jawab Nairi yang saat ini, masih enggan untuk berbicara dengan Aska. Ia masih kecewa tentang kejadian semalam.
Setelah menyiapkan sarapan untuk Aska, Nairi langsung naik tangga pamit pada Mama.
"Ma!, Nai keatas dulu.'' Pamit Nairi.
'' Lo sayang, Kamu nggak sarapan dulu?'' Tanya Mama.
"Nanti aja Ma!, Nai lagi kurang enak badan, Nai ada sesuatu yang harus dikerjakan.'' Kata Nairi. Yah memang selain bekerja sebagai baby sister, Nairi juga jualan online. Dan memang lumayan, bahkan dalam sebulan hasilnya lebih besar dari gajinya.
Nairi berlalu begitu saja, tanpa berbicara dengan Aska.
"Ada apa dengannya?, bukankah tadi malam baik-baik saja.'' Guman Aska.
''Nak!, lebih baik kamu bicara dengan istrimu. Apa kamu ada masalah apa.'' Kata Mama.
"Tdak Ma, kami baik-baik saja ya sudah aku keatas dulu.'' Ucap Aska.
Sampai dikamar, Nairi melihat-lihat kiriman gambar barang-barang jualan onlinenya, karna memang ada pesanan cukup banyak untuk baju Ibu-Ibu PKK.
''Baiklah!, Ayo kita mulai bekerja, ayo semangat Nairi.'' Ucap Nairi, yang sedang menyemangati dirinya sendiri.
Saat dia sedang sibuk dengan ponselnya, Aska sudah duduk disebelahnya tanpa disadarinya.
"Wah sepertinya kamu sedang sibuk,'' Ucap Aska.
"Hemm, iya,'' Jawab Nairi, dia sama sekali tidak menoleh.
''Nai aku mau bicara sebentar denganmu.'' Ucap Aska.
"Bicaralah!'' Jawab Nairi.
''Hei, bisakah kamu berhenti sebentar, aku ingin berbicara serius denganmu.'' Ucap Aska.
"Iya, bicara saja!, aku akan mendengarkannya.'' Jawab Nairi.
"Baiklah!, yang penting kamu dengerin aku ya.'' Kata Aska.
''Iya iya!,bicaralah!'' Ucap Nairi, yang masih cuek bebek.
"Nai, sebenarnya tadi malem Tania datang.'' Ucap Aska.
"Tania?'' Siapa dia?'' Tanya Nairi yang pura-pura belum tau apa-apa.
"Dia adalah mantan kekasihku dulu, Kemaren malam, dia datang untuk menemuiku. Katanya dia ingin berbicara denganku. Aska masih berusaha menjelaskan, sesekali menatap wajah istrinya. Ia ingin tau reaksi Nairi. Akan tetapi ekskresi istrinya tidak dapat diartikannya. Karena Nairi sekuat hati, menahan rasa sakit didadanya.
''Demi mantannya, dia rela meninggalkan istrinya dipelaminan.'' Batin Nairi.
"Aku memintanya bicara diluar, tapi tidak sendiri. Ada Stev juga. Tania menceritakan kalau kekasihnya tidak mau bertanggung jawab atas anaknya, dan dia diputuskan.
''Tapi kamu tidak perlu kawatir, aku sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi padanya. Aku langsung menuruhnya pergi, karna hari sudah malam aku meminta Stev untuk mengantarkannya. Tapi dia memintaku yang mengantarnya untuk terakhir kalinya, dia berjanji tidak akan menemuiku lagi. Jadi aku mengantarkan dia pulang rumahnya, cukup jauh aku pulang jam 12 malam dan melihatmu sudah tertidur.'' Ucap Aska.
"Aku minta maaf, aku tidak bermaksud meninggalkanmu sendiri malam itu. Tapi demi kebahagiaan kita, agar dia tidak menggangguku lagi. Makanya aku melakukan itu. Aku mohon maafkan aku.'' Ucap Aska.
"Hem, ya sudah aku juga tidak salah faham kok, lagi pula aku mengerti posisinya. Biar bagaimanapun cinta pertama itu susah untuk dilupakan." Ucap Nairi. Dan bisa dilihat dari jawabannya, Nairi masih belum bisa memaafkan Aska .
"Sayang, aku mohon jangan marah, jangan mengabaikanku." Aska masih menatap Nairi seraya memegang tangan Nairi.
"Iya Aska aku sudah memaafkanmu." Jawab Nairi. Dia tidak tega melihat Aska yang sudah mulai menangis. Biar bagaimanapun, sekarang Aska adalah suaminya.
"Baiklah!, tapi janji kamu jangan pernah mengulanginya lagi, aku tidak mau kecewa lagi." Imbuh Nairi.
"Iya aku berjanji tidak akan membuatmu kecewa lagi," Ucap Aska, lalu memeluk Nairi dan mencium kening Nairi.
"Hem," Pagi yang melow." Batin Nairi.
...........................
Hari ini Nairi dan Aska sudah berkemas-kemas, untuk menyusul kedesa. Karena Ayah Ibu dan Dika sudah pulang desa setelah acara kemaren. Sedangkan Lina, dia juga meminta tambahan cuti 3 hari, yah walau harus dipotong gaji 😂😂😂.
"Mah Pah, kami pamit ya." Pamit Aska dan Nairi.
"Iya sayang, hati-hati. Jaga menantu Mama baik-baik." Ucap Mama.
"Besok pas hari H nya, Mama sama Papa nyusul ya sayang." Timpal Papa sambil memeluk pinggang Mama.
Aska tidak menyetir, kami menggunakan jasa supir. Karena kata Mama Aska: Jangan mengemudi sendiri. Terpaksa Aska turuti, walau sebenarnya Aska ingin membawa mobil sendiri, agar lebih santai.
Kami berangkat jam 10 pagi, dan tiba dirumah jam 2 siang. Ya sebenarnya 3 jam'man lah, tapi karena tadi mampir makan dan istirahat sebentar, jadi jam 2 baru sampai.
Setelah sampai...
"Ayah Ibu, Dika!, Asalamualaikum," Teriak Nairi saat sudah didepan rumah.
"Waalaikum salam, Wah sudah sampai nak," Ucap Ayah dan Ibu.
Kami pun menyalami Ayah Ibu. Dirumah ternyata sudah mulai ramai, walau hanya selamatan kecil-kecillan, ibarat resepsi. Tapi banyak tetangga yang datang.
Semua orang penasaran dengan Aska, Bahkan saat kami masih dijalan pun, banyak yang ingin melihat Aska.
Malam ini, semua sudah sibuk masak-masak. Ya biasalah, kalau hajatan didesa gimana😊 bingung juga jelasin .
Keesokan harinya, semua saudara, kerabat dan tetangga sekitar sudah kumpul-kumpul dirumah Nairi, Untuk memberikan ucapan selamat. Nairi dan Aska menyalami 1 per satu tamu yang datang. Di dampingi Lina, "Ya Lina aku suruh untuk menemaniku. Walau ini pernikahanku yang ke 2, tapi bagaimanapun aku tetep masih deg..degan.
Semua tamu kerabat saudara dan tetangga sudah mulai pada pulang. Dalam hati Nairi, "Semoga orang itu tidak kemari." Itulah doa nairi yang sedari tadi ia rapalkan.
"Tapi apa mau dikata, orang yang paling ia benci, kini sudah hadir didepannya. Bersama wanita cantik, dan kelihatannya sedang hamil.
Senyum angkuhnya, kesombongannya, semua terlihat jelas. Siapa lagi kalau bukan Yogi. Yogi dengan istri barunya. Heeem bagi Nairi selingkuhannya.
"Wah salamat ya!, laku juga kamu Nai, aku pikir tidak ada yang mau denganmu selain aku. Padahal aku bermaksud ingin menjadikanmu istri keduaku lagi, Hahahahaha," Tawa Yogi yang menertawakan Nairi.
"Oh Tuan Yogi yang terhormat, sepertinya anda terlalu merendahkan diri saya. Saya sudah sangat bersyukur bisa lepas dari anda, dan mendapatkan yang terbaik. Bahkan jauh lebih baik dari pada anda!" Balas Nairi yang tak kalah sengit. Nairi sudah tidak bisa menahan amarahnya, ingin rasanya meninju wajah Yogi, memotong-motong tubuhnya dan dilemparkan kekandang buaya.😡😡😡😡😡
"Oh tapi, sepertinya dia hanya menang tampang doang. Pasti tidak lebih kaya dariku, dari tampilannya saja sudah kelihatan." Cibir Yogi.
Aska yang dari tadi mendengar perdebatan istrinya dan mantan suami istrinya, sudah tidak bisa lagi mendiamkan sikap Yogi dan langsung mengusirnya untuk pergi.
ngiler nih
Ya Allah baik banget mama nya Aska, apa begitu nanti sampai jadi menantu benar-benar?
walaupun sebuah kesepakatan
semoga indah pada waktu nya
Aska
semoga kau serius
semoga bisa membuka hati Nairi
kali ini Nai, semoga kamu tidaklah bernasib buruk lagi
Aska pasti baik
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"