NovelToon NovelToon
Cewek Absurd Dan CEO Ganteng

Cewek Absurd Dan CEO Ganteng

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fira Lmj

cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepolosan Arofik

Setelah Dimas dan Mr. Thomas selesai meeting dan menandatangani kontrak kerjasama untuk kelanjutan proyek yang akan mereka kerjakan.

" Terimakasih Mr. Thomas semoga bisnis kita kedepannya berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan yang akan menghadang" ucap Dimas Anggara sambil berjabat tangan dengan Mr. Thomas

" Ya Mr. Dimas saya berharap besar dengan proyek kita ini, saya sudah membayangkan villa kita akan laku keras dan banyak di minati oleh para pelancong dan wisatawan" ucap Mr. Thomas sambil berjabat tangan dengan Dimas

Sedangkan si cacing tanah alias si Nadia kini hanya fokus kepada ketampanan Dimas Anggara dan memiliki rasa ingin memilikinya.

Arofik yang menyadari bahwa Nadia terus memperhatikan wajah Dimas tak kuasa menahan perasaan ingin tau.

" Mmm.... Tante Nadia kenapa Tante lihatin om Dimas terus kayak gitu?" tanya Arofik sambil menatap wajah Nadia.

Nadia yang mendapat pertanyaan seperti itu kini raut wajah Nadia dari yang senyum-senyum mengagumi berubah menjadi tegang dan salah tingkah, plus takut ketahuan si sugar Daddy yang sangat dia butuhkan untuk kelangsungan hidupnya termasuk memenuhi kebutuhan fashion yng selalu dia banggakan.

Mr. Thomas yang mendengar ucapan Arofik seketika menoleh ke arah Nadia dan memberikan tatapan tajam ke pada Nadia, karena Mr. Thomas tidak suka kalau miliknya mempunyai kekaguman kepada pria lain selain dirinya.

" Mmm.... Ka.. Kamu salah lihat dek, aku hanya senang akhirnya bisnis ini akan berjalan seperti yang di harapkan" ucap Nadia dan langsung mengapit lengan kekar milik Mr. Thomas dan bersender untuk menutupi kegugupannya

Ketar ketir Nadia di buatnya, kalau sampai Mr. Thomas marah dan menstop uang bulanan buat Nadia bisa-bisa Nadia di tertawakan oleh teman-temannya.

" Saya permisi dulu Mr. Dimas lain kali silahkan anda berkunjung ke Nagara saya, dan saya akan mengajak anda berkeliling ke destinasi wisata yang ada di negara saya" ucap Mr. Thomas sambil tersenyum menatap wajah Dimas Anggara

" Iya saya akan berkunjung ke negara Anda suatu saat nanti Mr. Thomas, selamat jalan dan sampai jumpa" ucap Dimas sambil mempersilahkan Mr. Thomas dan cacing tanah meninggalkan restoran mawar melatih.

Setelah kepergian Mr. Thomas dan Nadia kini Arofik dan Dimas melangkah menuju kasir untuk membayar pesanan makanan mereka semua, dan saat Dimas membayar dengan menggunakan kredit card unlimited Arofik menatap Dimas dengan rasa heran plus rasa keingintahuan.

Dimas yang menyadari tatapan dan keingin Tahuan Arofik pun tak kuasa menahan tawa sambil menatap wajah polos Arofik.

" Kamu kenapa dek, kok lihatin om kayak gitu?" ucap Dimas sambil tersenyum menatap Arofik

" Kok om bayar makanan pakai kartu itu? Bukan bayar pakai uang?" tanya Arofik sambil menatap Dimas dengan mengerutkan keningnya

" Ini namanya kredit card dek, di dalam sini juga ada uangnya dan bisa beli apapun yang kita inginkan" ucap Dimas sambil mengusap kepala Rofik

" Boleh lihat kartunya gak om?" tanya Arofik sambil menatap wajah Dimas dengan penuh harap

" Nih, lihat sepuas kamu" ucap Dimas sambil mengulurkan kredit card unlimited itu kepada Arofik

" Dimana letak uangnya om?" ucap Arofik sambil membolak-balik kredit card di tangannya

" Hahahaaa kamu ini polos banget sih dek, uangnya yang asli itu ada di bank dan di transfer ke kartu itu dek, jadi uangnya ya gak bisa di lihat kayak gitu bisanya di lihat di mesin kayak di mbak kasir itu atau di mesin ATM yang buat ambil uang itu" ucap Dimas Anggara dengan lembut

" Oh gitu, apakah aku boleh lihat om ambil uang dari kartu ini? Aku penasaran bagaimana cara uang keluar dari sini" ucap Arofik sambil menatap wajah Dimas yang selalu tersenyum ke arahnya

" Boleh yuk, om akan ajarkan ke padamu" ucap Dimas sambil menggandeng tangan Arofik keluar dari restoran mawar melatih.

Setelah sampai di dalam mobil kini Dimas Anggara melajukan mobilnya menuju ATM terdekat untuk memberi tahu Arofik cara mengambil uang dari kredit card, setelah sampai di depan ATM Dimas segera menepikan mobilnya dan mengajak Arofik masuk ke ruang ATM tersebut.

" Ini mesin yang om maksud?" ucap Arofik sambil melihat mesin ATM di depannya

" Iya dek begini caranya, masukkan kartunya ke sini, pencet yang ini, masukkan nomor PIN atau kunci dari kartu tadi, dan di layar akan memperlihatkan jumlah saldo yang ada di dalam kartu tadi" ucap Dimas sambil menatap wajah polos Arofik yang tengah menghitung angka Nol di nominal saldo di rekening tersebut

" Wow om Nolnya banyak banget itu berapa jumlah uangnya om?" ucap Arofik sambil menatap layar di mesin ATM

" Adalah dek nanti kamu juga tau kalau sudah besar, kalau sekarang om bilang pun kamu juga tidak mengerti itu berapa dan wujud uangnya sebanyak apa, yang jelas cukup untuk beli mainan yang kamu mau" ucap Dimas sambil mengusap kepala Rofik

Mendengar kata mainan dari mulut Dimas, seketika mata Arofik berbinar dan mengutarakan mainan apa yang dia inginkan.

" Waahh mainan om,aku mau mobil-mobilan yang ada remot kontrolnya om yang seperti punya Rendi

" Ok sebentar ya om ambil uangnya dulu, habis itu kita ke mall dan beli mainan yang kamu mau" ucap Dimas sambil menekan tombol untuk menarik saldo secukupnya untuk membelikan mainan Arofik

Meski di mall juga bisa membayar pakai kartu sakti tapi tujuan Dimas ke mesin ATM kan untuk memperlihatkan cara uang keluar dari mesin ATM tersebut jadi Dimas pun mengambil uang cukup 1 juta saja untuk yang lain nanti akan dia bayar langsung dengan menggunakan kartu sakti tersebut.

" Waahh uangnya keluar om, banyak banget" ucap Arofik sambil menatap lembaran uang merah yang keluar dari mesin ATM

" Nih buat kamu jajan" ucap Dimas Anggara sambil memberikan uang berwarna merah sebanyak 5 lembar

Tapi Arofik mengambil uang tersebut hanya 1 lembar dan itu membuat Dimas mengerutkan keningnya heran.

" Kok cuma 1 dek, ambil semua" Ucap Dimas sambil menyodorkan uang ke arah Arofik

" Ini saja om, itu kebanyakan kata kak Azizah anak kecil gak boleh pegang uang banyak-banyak takut di hadang preman" ucap Arofik sambil mengantongi 1 lembar uang pemberian Dimas

Dimas yang mendengar ucapan Arofik seketika tersenyum di buatnya, ada-ada saja zizah ini mungkin dia khawatir adiknya kena rampok dan jadi anak yang suka foya-foya karena memang anak kecil tidak bisa mengatur keuangan dan tidak tau antara kebutuhan dan ke inginan.

Setelah keluar dari mesin ATM kini Dimas mengajak Arofik menuju pusat perbelanjaan terbesar di kota Surabaya.

"Wow ini tempat yang aku dan kak zizah ingin kunjungi om, kata kak zizah di sini banyak orang berjualan apapun yang kita butuhkan tapi harganya mahal-mahal" ucap Arofik dengan mata berbinar

Dimas hanya menjawab dengan senyum dan segera menggandeng tangan Arofik memasuki Mall tersebut dengan senyum merekah yang selalu menghiasi wajah Arofik

1
Fira Lmj
Yuk guys baca ceritanya di jamin kamu akan baper dan ngakak dengan tingkah absurd si zizah dan bucinnya pak CEO
anggita
mungkin rejeki anak sholeh😊
Fira Lmj: makasih kakak Saranya
total 1 replies
anggita
Maaf saran saja Thor, klo awal paragraf/alinea pakai huruf besar🙏. moga novelnya lancar.
Fira Lmj: makasih kakak Saranya 🙏
total 1 replies
anggita
ikut ng👍like, kasih☝iklan saja.
Fira Lmj: makasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!