"Ahh indah sekali ciptaan mu tuhan, bahkan selain senja, suara deburan ombak saja membuat hatiku tenang."-
"Hmm mulai sekarang aku juga suka ombak."-
"Benarkah? apa karena ombak juga menenangkan mu? "-
"Tidak juga, karena aku suka apa yang kamu suka saja."-
"Kalau begitu, Aku akan suka semua yang kamu suka deh, kamu suka apa?"-
"Aku suka kamu."-
"Ohh kalau begitu aku akan menyukai diriku sendiri."-
"Dasar nih cowo gak peka-peka."-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amari Antares, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1 istri 3 anak.
"Lan... masuk, nanti masuk angin loh di luar terus!!" seru Amari, tapi Dhilan tidak menyahut.
"Dhilan..." Amari pun menyusul anaknya yang bersandar di teras, setelah di hampiri ternyata dia tidur.
"Ampun!! ini anak tidur di mana aja." Amari benar-benar tak habis fikir, waktu itu juga anaknya tidur di dapur setelah membuat eskrim. Sekarang malah tidur di luar.
"Hey, bangun sayang pindah ke dalam yuk." Amari mulai membangunkan Dhilan, tapi seperti biasa seorang Dhilan sangat susah di bangunkan kalau sudah tertidur.
"Masa harus di gendong nih anak." Amari pun masuk ke dalam meminta bantuan.
"Delvin... gendong adikmu tuh." ujar Amari, mendengar hal itu pun Delvin terkejut, tapi tidak dengan Kinaan ia malah tersenyum. "Lah kenapa emangnya Mah?"
"Dia tidur di luar susah di bangunin, gendong aja masukin ke dalam." perintah Amari, Delvin pun segera beranjak dari sofa dan berjalan keluar menghampiri adiknya.
Ternyata memang benar apa yang dikatakan Mamahnya, dia tidur di luar benar-benar tak habis fikir.
Delvin pun segera menggendong adiknya. "Berat banget nih anak, tapi kalau dilihat badannya kurus tapi kok berat iya."
Di gendong pun Dhilan sama sekali tidak tergubris, malah makin nyenyak kayanya tidurnya.
Kalau naik tangga bisa-bisa pinggang Delvin encok bukan main, akhirnya ia memilih menaiki lift menuju kamar adiknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bentar lagi pertunjukkan nya, kita foto-foto dulu Ema!" Sheyna pun mulai mengambil beberapa jepretan dari kamera kecil yang ia bawa.
"Ayo, satu, dua, cis..." beberapa gaya foto sudah mereka berdua keluarkan, tapi sepertinya itu tidak cukup, mereka pun akhirnya berpindah spot foto.
"Di mana tuh cewe-cewe, bingung gue nyariin..." ucap Givan sambil berjongkok memakan cilor.
"Biarin lah, perut lebih penting." ia pun melanjutkan makannya sambil menunggu Meina dan Sheyna terlihat.
"Permisi dek, mau nanya kamar mandi umum di sebelah mana iya??" tanya seorang ibu sambil menggandeng tangan seorang anak perempuan.
'Banyak orang gini, kenapa dia milih aku.' batin Givan.
"Owh kamar mandi umum di sebelah sana bu, dekat taman bunga." jawab Givan sambil menunjukkan arah menggunakan semua jari.
"Terimakasih dek." ujar ibu tersebut.
"### Sama-sama Bu..." monolog Givan, sambil tersenyum jahil kepada anak perempuan itu, dan membuatnya seperti ingin menangis.
...****************...
"Hallo cantik boleh kenalan gak?" tiba-tiba seorang lelaki paruh baya berperut buncit datang menghampiri Samy sambil mengulurkan tangan.
Dengan terpaksa Samy pun membalas uluran pria itu.
"Siapa ya namanya?"
"Lauris." jawab Samy (Lastri)
"Nama yang bagus untuk seorang wanita secantik dirimu."
Sungguh sekarang ini, Samy bisa mendengar suara cekikikan sahabatnya dari Earpiece.
"Nama saya Ferdi, boleh kenalan lebih dekat?"
"Gajinya berapa?" Samy (Lastri).
"1 juta, perhari."
"Oh perhari, kerjanya apa aja ya, kalau boleh tahu." Samy (Lastri).
"Gak kerja, tapi 100 karyawan aku yang ngurusin."
"Oh punya usaha ya, keren banget kamu." Samy berlagak seperti cewe genit. (Lastri)
"Mobilnya pakai apa?" Samy (Lastri).
"Gak ada, cuma mobil operasional yang muat dua orang, Porsche Cayman 718."
"Porsche Cayman 718, keren banget, itu kan mobil favorit aku." Samy (Lastri).
"Rumah dah ada?" Samy (Laatri).
"Gak ada, tapi punya gedung."
"Oh punya gedung, ya ampun keren banget, belum punya pacar kan? boleh deh kenalan." Samy (Lastri.)
"Belum, tapi punya 1 istri 3 anak."
Lastri yang sepertinya tersulut emosi di seberang sana langsung mengumpat "Kimak."
Samy walaupun lelaki ikut kesel lah. Dengan Reflek Samy pun menjambak rambut lelaki itu bertepatan dengan suara Lastri yang mengatakan 'Kimak'.
-
-
-
Jangan lupa like dan kritikannya Guyyss💙💙 🤟
Samy Vionik.😘😍