Remake dari karya berjudul Emas yang belum lama di rilis dan karya teman penguasa berlengan satu yang sudah di drop.
Kisah seorang pria yang selalu di hina akibat dia hanya memiliki satu lengan. Dia di khianati istri yang sewaktu smp di tolongnya sampai mengorbankan lengannya. Mertua dan iparnya menganggap dia sampah karena dia sering di pecat karena kondisi nya.
Dia sempat berpikir mengakhiri hidupnya dan di tolong, dia mendapat lengan bionik karena kebetulan dan sempat mau di bunuh oleh selingkuhan istrinya, namun di saat kondisinya sudah kritis, lengan bionik nya malah menolongnya dan memberinya kekuatan untuk mengubah nasib. Bagaimanakah kisah perjalanan hidup baru nya ?
Genre : Fiksi, fantasi, drama, komedi, supranatural, psikologi, menantu terhina, urban.
100 % fiksi, murni karangan author. mohon like dan komen nya ya kalau berkenan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 9
“Huff.”
“Huff.”
Setelah cukup jauh, Marlon berhenti, dia melepaskan tangan Amanda dan menunduk terengah engah. Dia menoleh melihat Amanda yang memakai pakaian seadanya dan nampak lusuh di belakangnya sedang terengah engah,
“Kamu tidak apa apa kan ?” tanya Marlon terengah.
“T..tidak apa apa tuan,” jawab Amanda.
“Rumah mu dimana ? ayo sekalian saja, saya juga mau ke kota lagi,” ujar Marlon yang sebenarnya sudah tahu kalau Amanda adalah seorang gelandangan.
“Um...ti..tidak apa apa tuan, saya pulang sendiri saja, terima kasih atas bantuan nya,” ujar Amanda.
“Gitu...ya sudah tidak apa apa, kamu pasti masih takut kan, aku bisa mengerti, tapi kalau kamu sudah sampai ke rumah mu, salam untuk Andika ya,” ujar Marlon tersenyum.
“A..Andika ? anda kenal adik saya tuan ?” tanya Amanda kaget.
“Aku kenal dia, anak kecil pemberani yang menolong ku jadi aku tidak tertabrak truk,” jawab Marlon.
“Oh...ja..jadi yang di tolong Andika waktu itu tuan ?” tanya Amanda kaget.
“Dia sudah cerita ya ?” tanya Marlon.
“I..iya tuan, dia sudah cerita semua sama saya dan emak di rumah, makasih pertolongan atas pertolongan tuan, saya tidak tahu bagaimana nasib saya ketika saya di culik oleh orang tadi,” jawab Amanda sambil memeluk tubuhnya.
“Kenapa kamu bisa di culik sama dia ?” tanya Marlon penasaran.
Amanda terdiam, kemudian dia menatap Marlon yang nampak tidak punya niat macam macam terhadap dirinya. Amanda ternyata seorang penjaja kue keliling yang biasa berjualan di pasar dan sekolah sekolah demi membantu ibu dan adiknya yang masih bersekolah. Dia sendiri hanya lulusan smp yang tidak sanggup meneruskan pendidikannya ke jenjang sma, itu sebabnya dia bekerja keras agar adiknya Andika tidak bernasib sama seperti dirinya.
Selain menjajakan kue di pagi sampai siang hari, Amanda menunduk dan menangis, dia juga memiliki pekerjaan lain yang membuat Marlon sedikit sesak mendengarnya, Amanda terpaksa menjual tubuh nya untuk mencukupi membayar hutang menggantikan ibunya yang juga berprofesi sebagai wanita penghibur yang sekarang kakinya sudah lumpuh dan tidak bisa bekerja lagi.
Pria yang menculiknya barusan adalah salah satu yang memberi hutang besar pada ibu Amanda dan menuntut agar dia bisa menikahi Amanda sebagai pelunas hutang ibunya, namun sang ibu menolak mati matian dan malah bekerja lebih keras lagi sampai kakinya lumpuh, akhirnya ketika Amanda menggantikan ibunya, dia marah besar dan menculik Amanda ketika sedang menjajakan kue di pagi hari.
“Ok, tidak usah di teruskan, aku sudah mengerti, aku akan antar kamu pulang sebab berbahaya kalau kamu sendirian,” ujar Marlon.
“Tapi tuan, saya tidak enak sama tuan,” ujar Amanda.
“Sudah, tidak usah di pikirkan,” balas Marlon.
Marlon langsung mengajak Amanda berjalan kembali pelan pelan, sepanjang jalan Marlon melirik Amanda, dia merasa iba dan ingin menolong Amanda namun apa daya, dia sendiri juga merasa sama seperti Amanda dan tidak memiliki uang yang cukup untuk hidupnya sendiri selain bayaran dari rumah sakit senilai 50 juta. Tapi, selagi dia berjalan menatap ke depan, tiba tiba,
[Reward 1.000.000.000 R........received in dimensional storage]
[Reward identitas baru......received in dimensional storage]
[Reward mission kunci dan surat surat rumah baru di komplek perumahan Tirtajaya......received in dimensional storage]
[Reward mission brand new KN – 500 beserta kunci dan surat surat.....received in dimensional storage.]
“Huh...apa ini Aisha ?” tanya Marlon dalam kepalanya.
[Hadiah anda dari saya karena saya sudah aktif dan hadia anda menolong wanita di sebelah anda.]
“Huh ?” tanya Marlon.
[Silahkan masukan lengan anda ke kantung dan tekan tulisan identitas baru anda di dimensional storage.]
Marlon membuka layar dimesional storage nya, layar mendadak menjadi besar di depan matanya dan dia kaget membaca isinya,
************************************************************
Dimensional storage :
1. 1.000.000.000 R.
2. Dompet berisi identitas baru x1.
3. Map berisi berkas berkas identitas baru x1.
4. Satu set berisi 5 kunci, rumah di komplek Tirtajaya x1.
5. Map berisi berkas berkas rumah di komplek Tirtajaya x1.
6. Motor K-N 500 x 1 unit.
7. Map berisi berkas berkas pembelian motor dan surat kendaraan x1.
************************************************************
Marlon menekan tulisan dompet, tiba tiba dia merasakan tangan bionik yang berada di dalam kantung celananya memegang sesuatu, dia menariknya keluar dan melihat tangannya memegang sebuah dompet. Langsung saja Marlon membuka dompet nya dan mengambil kartu identitas nya. Mata Marlon mendadak membulat ketika membacanya,
“Tu..tunggu, aku mengerti kalau aku berganti nama, tapi....kenapa pekerjaan ku sebagai dokter ? aku bukan dokter dan aku tidak bisa jadi dokter,” tanya Marlon dalam hati.
[Baiklah tuan, biar saya jelaskan, saya memiliki kemampuan menyembuhkan segala macam penyakit, anda tidak perlu khawatir, cukup analisa dan letakkan saya di pasien, maka saya akan menyembuhkan pasien.]
“Tapi kalau aku di ajak ngomong dan di tanya diagnosa nya gimana ?” tanya Marlon.
[Anda lihat wanita di sebelah anda ?]
Marlon menoleh melihat Amanda yang berjalan di sebelahnya, langkahnya terlihat sedikit berat dan tubuhnya berkeringat deras seperti dia sedang menahan sesuatu.
[Coba pakai analyze sekali sama dia tuan.]
“Analyze,”
*********************************************************************
Name : Amanda Priscilla.
Age : 23.
Job : Homeless.
Gender : Female.
Status : Single.
Condition : Pendarahan di bagian vital nya akibat di paksa berhubungan badan.
Mind : “Sa..sakit, tapi aku harus tahan dan jangan buat tuan di sebelah ku khawatir...tidak apa,”
*********************************************************************
“Huh ? padahal tadi waktu di losmen sehat ?” tanya Marlon dalam hati.
[Setelah melewati pemaksaan, dia terluka di bagian vital nya dan terjadi pendarahan, silahkan pegang lengannya.]
“Um...Amanda,” ujar Marlon.
“Iya tuan ?” balas Amanda sambil menoleh.
“Maaf ya, tapi ijinkan aku memegang lengan mu,” ujar Marlon.
“Ba..baik tuan,” balas Amanda sedikit ketakutan namun dia menjulurkan lengannya karena pasrah.
Marlon langsung memegang lengan Amanda dengan tangan bionik nya, mata Marlon membulat melihat ada cahaya hijau keluar dari tangannya mengalir ke dalam tubuh Amanda dan menuju ke tempat dia terluka. Marlon memperhatikan Amanda, sepertinya Amanda bingung dan tidak melihat cahaya hijau itu, tapi dia mengatakan sesuatu,
“A..apa ini tuan, ke....kenapa ada aliran hangat merambat dan mengalir di tubuh ku...ah...akh...ah,”
Amanda memegang perut bawahnya ketika aliran panas sampai pada bagian vitalnya, dia merasakan sakit sekaligus nyaman. Cahaya hijau menghilang beberapa saat kemudian dan Marlon melepaskan pegangan nya, Amanda terlihat sedikit bingung, dia memegang megang perut bawahnya dengan kedua tangannya dan menekan nekan nya,
“Huh...tidak sakit lagi ?” tanya Amanda kaget.
“Sakit ? kamu dari tadi sakit ya ?” tanya Marlon.
“Oh...e..enggak tuan, maaf, tapi apa yang barusan tuan lakukan ?” tanya Amanda.
“Um...kamu kan baru saja di paksa berhubungan intim dan v4g1n4 mu terluka sampai pendarahan, aku hanya mengobati nya,” jawab Marlon.
Wajah Amanda mendadak menjadi merah padam, dia menunduk malu kemudian berbalik membelakangi Marlon,
“Um...tuan tau ya saya kesakitan ?” tanya Amanda.
“Dari cara jalan mu dan keringat dingin mu, kamu menahan sakitnya kan,” jawab Marlon.
“Te..terima kasih tuan,” ujar Amanda terbata dan masih membelakangi Marlon karena malu.
[Apa anda sudah mengerti tuan ? aku bisa melakukan hal yang sama terhadap semua penyakit tanpa terkecuali.]
“Baiklah, aku mengerti, tapi bukankah untuk jadi dokter aku perlu ijazah dan ijin praktek ?” tanya Marlon.
[Semua sudah ada di berkas berkas identitas baru anda, silahkan di periksa nanti, maaf kita teruskan nanti saja, sepertinya wanita itu ingin bicara sesuatu kepada anda.]
Marlon menoleh melihat Amanda yang memegang lengannya walau masih membelakangi dirinya, kemudian dia berbalik dan menatap wajah Marlon.
“Um...sekali lagi terima kasih tuan sudah menyembuhkan saya, boleh tahu nama tuan siapa ?” tanya Amanda.
“Markus Harianto, panggil saja aku Mark, salam kenal Manda,” jawab Marlon yang selanjutnya di kenal sebagai Mark sambil tersenyum.
tapi juga jangan lupa jaga kesehatan dan kebarokahan diri sendiri